
Aqila dan Kayra berjalan menuju parkir motor dengan sedikit canda yang menemani obrolan mereka. Namun tiba tiba ....
"AQILAAA .... " seru seorang lelaki yang berada dibelakang mereka. Reflek Aqila dan Kayra menoleh kesumber suara dengan heran.
"Iya, ada apa ya? " tanya Aqila bingung.
"Ehh, itu ... cuman mau bilang. Hati hati dijalan ya,jangan sampe jatoh oke. Nggak tega abang lihat kamu jatoh dek, suer deh. Ntar calon mertua kamu marah loh sama abang. Katanya, ehemm ... nggak bisa jaga menantunya dengan benar! " ucap lelaki itu sambil meniru gaya bicara ala emak emak. Yang tak lain adalah fans Aqila yang selalu punya modus baru cuman untuk mengatakan hal yang tidak penting.
"Kyaaaaa ... jangan kasih kendor Gus, " seru salah seorang lelaki yang melihat kejadian itu.
"Lanjooooot, " seru temannya lagi.
Dan hanya dibalas senyum ramah oleh Aqila. Lalu mereka langsung pergi ke parkir tampa menghiraukan keributan itu.
"Kayaknya banyak yang udah geser otaknya karna lo deh Qila," ucap Kayra sambil tertawa.
"Lah ... kok gue sih? "
"Nooh ... lo nggak lihat? Itu benter lagi masuk RS jiwa, percaya deh," ucap Kayra sambil menunjuk ke arah keributan yg disebabkan oleh Aqila.
"Buset dah, mulut lo pedes amet. Kayak sambel terasi."
"Hahahahahaha .... " mereka tertawa tampa menghiraukan pandangan orang lain.
"Oh ya Qila, pulang dari sekolah gue mau ke Mall dulu. Mau ikut? "
"Ngapain? "
"Mulung,"
"Hah? "
"YA MAU BELANJAN LAH DODOL! " ucap Kayra yg sedikit kesal.
"Santai kenapa? cepet tua lu! "
"Lo nyumpahin temen lo? "
"Ampun dah, su'uzon bener,"
"Udah mau ikut nggak? "
"Nggak deh, gue langsung pulang aja,"
"Bener? " ucap Kayra memastikan.
Belum sempat Qila menjawab pertanyaan dari Kayra, tiba tiba seorang pria mengampiri mereka.
"Hay girls .... " ucapnya sambil tersenyum caper ke arah dua gadis tersebut. Lalu menoleh pada Qila.
"Ehh Qila, pulang bareng yuk," sambungnya lagi. Siapa lagi kalau bukan Rayen.
"Mmm itu ... gue ... pulang bareng Kayra aja. Iya ngak papa kok, nggak usah ngerepotin," ucap Qila mengelak. Karna bagaimana pun Qila tau bagaiman Rayen.
"Aahh nggak papa kok Qila. Gue bisa pulang sendiri kok, lo kayak nggak kenal gue aja," jawab Kayra sambil tersenyum jahil. Dan hal itu mendapat pelototan dari Qila.
__ADS_1
'Sumpah pengen gue makan idup idup lo Kay. Bangsaaat! ' batin Qila.
"Tuh kan, Kayra juga berani kok pulang sendiri,"
"Ehh,"
"Udah ayok." ucap Rayen lagi. Dengan terpaksa Qila menaiki motor Rayen dengan masih melototkan matanya dengan tajam ke arah Kayra. 'Persetanan!' Batin Qila.
***
Setelah saat itu, Rayen terus menjemput dan mengantar Qila tampa disuruh. Dan gilanya lagi, Kayra selalu saja menggoda dengan senyum jahilnya.
Dan gosip pun beredar bahwa Rayen dan Aqila pacaran. Hingga menghebohkan satu sekolah.
Pagi itu Qila datang lebih dulu dari Kayra. Saat dia sedang berjalan menuju kelasnya, tiba tiba ada seorang laki laki yang menghadang jalannya. Dan reflek membuat Qil berhenti dan kaget.
"Maaf, ada apa ya? " tanya Qila bingung.
"Qila ... aku kecewa sama kamu Qila. Tega tega nya kamu menerima cintanya Rayen, sedang kan kamu tau kalau aku sudah menunggu mu sejak dulu Qila .... " lirih pria tersebut sambil berjongkok didepan Qila, dengan raut muka yang sedih. Dan hal itu tentu mengundang banyak orang untuk melihatnya. Yaap ... pria itu tak lain adalah fans qila yang super dramatis.
"Ehh, udah ya. Nggak usah jongkok gitu, di liatin orang," ucap Qila menahan malu dan juga bingung dengan sikap lelaki ini.
"Nggak Qila, kamu harus jelasin semuanya!"
'Hah? Jelasin apa coba? Lo siapa ya? Aneh banget deh. Bikin malu sumpah,' batin Qila.
"Udah udah, bangun ya ... aku sama Rayen nggak pacaran kok. Kita cuman temenan, jadi kamu berdiri" bujuk Qila.
"Hah? Jadi kalian nggak pacaran? Alhamdulillah ... tahajud aku di ijabah sama Allah semalem. Ya udah, kalo gitu aku permisi Qila. Assalamualaikum," Ucapnya sambil berdiri dan langsung pergi.
"Hah? Wa-waalaikumsalam .... " jawab Qila bingung.
"AQILA LILIANA! BANGUN WOY!" sambar Kayra yang baru masuk dengan tergesa.
"Apaan sih? " tanya Qila sambil menutup kedua telinganya.
"Gue nggak budeg ya!" jawabnya ketus.
"Udah nggak penting. Sekarang lo jawab pertanyaan gue. Lo sama Rayen pacaran?"
"Ck-udah lah nggak usah dibahas," balas Qila.
"Tapi lo tau nggak sih? Satu sekolah udah pada heboh QILA!" ucap Kayra geram dengan tingkah temannya yang tampak biasa saja.
Qila mengangkat mukanya menghadap Kayra. Lalu membuang nafasnya kasar.
"Lo pikir?" tanya Qila
"Hah?"
"Kalo menurut lo gue pacaran nggak sama Rayen?" yang di tanya malah menanya balik.
"Nggak" jawab Kayra jujur.
"Nah ... lo tau jawabannya," ucap Qila lagi.
__ADS_1
Belum sempat Kayra bertanya lebih jauh lagi, tiba tiba seorang perempuan masuk kedalam kelas mereka sambil berlari dan memanggil nama Qila.
"Ehh iya, ada apa ya Rin? " tanya Qila pada Rina. Siswi kelas tetangganya.
"Nih buat elo,"
"Apaan nih?" tanya Qila sambil mengambil kotak kecil berwarna Silver.
"Kalung" ucapnya lagi sambil mengatur nafas.
"Buat gue? dari siapa?"
"Iya ... dari Jayen. Ketua kelas lokal gue. Katanya tolong bilang kalo dia suka sama lo, dan nyuruh ngasih ini. Udah yaa, kalo gitu gue mau pergi dulu. Bye. " ucap Rina sambil keluar dari kelas.
"MAKASIH .... " sahut Qila dari jauh.
"Hahaha ... ya Allah ngakak banget," tiba tiba tawa Kayra membuat Qila kaget dan juga bingung.
"Kenapa lo? Kesambet? " tanya Qila sedikit kesal.
"Haha ... ya nggak papa. Cuman mau nanya aja, masih jaman pake kirim kirim gitu ya? Berasa kayak anak SD jaman 90-an," jelas Kayra yang masih tertawa.
"Ck-nggak lucu " balas Qila yang juga tersenyum.
'Iya juga ya ... haha ada ada aja,' batin Qila.
"Huffhh ... Oke oke maaf," ucap Kayra sambil mengatur nafasnya.
"Kembali kecerita tadi. Jadi lo beneran nggak pacaran sama Rayen? " tanya Kayra lagi yang mencoba meyakinkan.
"Ya enggak lah KAYRA! Mana mungkin gue pacaran sama Rayen. Orang gue tau juga gimana sikap Rayen, PLAYBOY! Palingan dia suka sama gue cuman karna gue cantik. Kalo nggak! mana mungkin dia mau. Lo juga taukan gimana dia. Aneh lo! "
"Yaah maaf. Bukan nuduh sih, cuman mastiin aja. Trus gimana dong sama gosip sekolah? "
"Udah biarin aja," ucap Qila yg tak mau ambil pusing.
"Sabar ya Qila," ucap Kayra yang mencoba menenangkan temannya itu, dan dibalas anggukan oleh Qila.
"Ehh ... tapi btw, kenapa sih lo nggak mau pacaran? Secarakan lo orangnya cantik, pinter lagi. Jadi gue pikir nggak susah juga buat lo nyari yg sempurna," tanya Kayra penasaran. Karna setau Kayra, temannya ini tidak pernah pacaran.
"Huffhh." Qila membuang nafasnya kasar.
"Ini bukan tentang cantik atau nggak, pinter atau bodoh, dan kaya atau miskin Kay ... " ucap Qila lirih.
"Tapi ini tentang siapa yang mau nerima gue ketika gue udah nggak kayak gini lagi. Bahkan ketika gue udah nggak sesempurna ini lagi. Mungkin semua orang emang pengen cantik, tapi tak ayal jika cantik itu tidak selalu beruntung Kay. Ketika lo dihadapkan dengan ribuan pria, dan dari mereka semuanya bilang kalo mereka cinta sama lo apa adanya. Dan pertanyaan nya ... siapa diantara mereka yang bener tulus tentang apa yang mereka katakan? Siapa diantara mereka yang tersenyum tampa bertopeng? Dan siapa diantara mereka yang ingin memiliki tampa ada apanya? Dan itu nggak gampang Kay. Karna ini soal perasaan. Perempuan itu sifatnya mudah tergoda perasaan, dan ketika perasaannya sudah tergoda, maka bersiap untuk menerima luka! Dan yang gue takutkan. Bagaiman nanti jika perasaan gue udah tergoda, sedangkan gue udah nggak sesempurna ini lagi. Apa mereka masih mau bilang kalo mereka cinta sama gue? Gue rasa nggak!" jelas Qila panjang.
Yaap ... Qila memang tidak pernah bermain dengan apapun yang dia katakan. Dia memang selalu tersenyum ramah, tapi hatinya begitu rapuh. Seperti kepingan yang tak tersentuh.
Mendengar hal itu Kayra langsung tertegun. Karna yang dia tau, Qila tidak biasanya selalu serius seperti ini. Bahkan Qila adalah tipe orang yang malas jika sudah berbicara tentang perasaan.
"Maafin gue ya. Lo bener,emang cowok itu selalu memandang seseorang karna cantiknya. Yaa ... meskipun enggak semua sih. Tapi kayak yg lo bilang, nyari yang bener bener tulus itu susah. Karna mereka bentuknya sama," balas Kayra.
"Iya nggak papa," balas Qila dengan senyum tulusnya.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Readers😊😊
__ADS_1
Biar Author makin semangat nulisnya nih. Hehe ...
Maaf juga kalo banyak typo.🙏🙏