Dear My Self

Dear My Self
BAB 3


__ADS_3

"Aqila ...." sahut seorang laki laki yang mengampiri kedua gadis remaja itu di halaman parkir sekolah, sambil tersenyum.


"Iya. Ada apa Ray? " tanya Qila.


Yap Rayen. Sebenarnya Qila malas jika bertemu dengan lelaki ini lagi. Bukannya dia sombong, tetapi semenjak gosip yang terus beredar, dia jadi menjaga jarak pada Rayen. Karena baginya Rayen juga bukan pria yg baik. Qila juga tau maksud dari Rayen mendekatinya. Tapi Qila hanya tidak mau mempermasalahkannya.


'Toh gue juga nggak suka sama dia' begitulah batin Qila.


"Pulang bareng yuk," ajak Rayen antusias.


"Mm ... nggak usah Ray, gue pulang bareng Kayra aja,"


"Tapi gue pengen nganterin lo ...." ucap Rayen sok tulus. Tapi Qila tau bahwa pasti Rayen hanya ingin memamerkan kedekatan mereka pada teman temannya. 'Dasar playboy' batin Qila.


" Ray ...." lirih Qila ramah seperti ciri khasnya. Karena dia tidak mau menyakiti hati siapapun.


"Kayaknya kita jaga jarak aja deh," sambung Qila.


"Hah? Maksudnya?"


" Maaf sebelumnya. Tapi gue nggak mau kalo orang salah nanggepin kedekatan kita. Jadi mulai sekarang mending kita jaga jarak ya ... soalnya gue males jika dengar gosip nggak jelas terus,"


"Tapi gue beneran cinta kok sama lo," ucap Rayen meyakinkan Qila.


Qila sudah tau, pasti Rayen akan mengatakan hal ini. Dan Qila juga sudah menyiapkan jawaban yang tepat.


"Gue, atau wajah gue?"


"Ma-maksud lo?" ucap Rayen terbata, karna merasa telah tertangkap basah.


"Udah lah Ray. Jangan sok polos deh!" sambar Kayra yang geram dengan Rayen. Awalnya memang Kayra sangat mengagumi Rayen. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Qila, bahwa laki laki itu hanya menjadikan Qila bahan taruhan. Kayra menjadi jijik dengan Rayen.


"Sumpah, gue nggak ngerti kalian ngomong apa. Dan


Qila ... gue beneran cinta sama lo Qila. Gue nggak tau kenapa gue bisa nyaman sama lo. Gue ngerasa kita cocok gitu. Dan selama ini pun semuanya baik baik aja. Jadi apa yang harus di permasalahkan?" ucap Rayen panjang lebar dengan percaya diri.


"Bahkan jika gue nggak secantik ini lagi?" tanya Qila lagi.


"I-iya" jawab Rayen ragu.


"Bahkan ketika gue udah nggak sesempurna ini lagi?" sambung Qila yang membuat Rayen bungkam.


Jreeeng ... 'Ngapain dia nanya gitu sih? Gaje banget. Untung cantik, kalo jelek udah gue sumpahin ni cewek!' batin Rayen.


"Dan bagaiman jika nanti gue cacat, nggak sempurna lagi, atau gue nggak secantik ini lagi. Apa lo akan tetep cinta sama gue? Apa lo tetep mau ngejar ngejar gue kayak sekarang?" tanya Qila beruntun.


"Kok diem?" tanya Kayra sinis.


"Ehh i-iya. Gue bakalan terima lo apa adanya kok," jawab Rayen dengan mencoba tersenyum tulus.


'Sial! hampir aja ketahuan. Tapi nggak papa Ray. Tenang ... demi taruhan oke. Jadi santai' batin Rayen sambil menetralkan kecanggungannya.

__ADS_1


"Huffhh oke ... terserah lo deh. Tapi kayaknya gue pulang bareng Kayra aja. Maaf ya Ray," ucap Qila yang langsung menaiki motor bersama Kayra.


"Gue akan tetap kejar lo Qila. Sampe lo yakin, gue


janji!"


"Gue harap lo nggak bohong." ucap Qila, lalu langsung pergi bersama Kayra.


Melihat kepergian Qila, Rayen jadi kesal dan merutuki nasibnya.


"Sial! Ternyata sesusah itu ya dapetin seorang Aqila. Aagghh brengsek! Kali ini gue beneran gagal. Mau bilang apa gue sama temen temem gue! "


****


"Ahh gila ya tu Rayen, bisa bisanya dia ngeles kayak bajai. Emang dasar tu orang buaya darat!" ucap Kayra saat mereka sampai didalam kos, dengan perasaan yg masih kesal.


"Ya mau gimana ... hamba Allah itu Kay,"


"Ya juga sih ... ehhh tapi bener nggak sih kalo Rayen itu suka sama lo? Soalnya pas gue liat tadi kayaknya tulus gitu deh. Mana tau dia udah tobat kan? Trus beneran suka sama kamu," ucap Kayra beruntun.


"Kayaknya lo juga udah ketipu buaya darat deh,"


"Tapi tadi dia pake janji segala sama lo kan? Berarti tulus dong,"


"Iya janji. JANJI BUAYA!! " sambar Qila sambil masuk kedalam kamarnya.


"Buset dah elu ... baper banget dah. Becanda gue


-----------


'Memang aku tak tau apa yang akan terjadi. Namun setidaknya aku sedang mengontrol diri, mengontrol perasaan agar tak menyakiti siapapun. Orang lain atau bahkan diriku sendiri. Dan agar tak ada luka yang timbul oleh sebuah perasaan yang entah akan disebut dengan apa nantinya.'


~Aqila Liliana~


****


Tidak terasa sebentar lagi Qila akan lulus dari Sekolah Menengah Atas. Bahkan rasanya baru kemaren mereka menjadi adik kelas. Dan sekarang Ujian Nasional sudah di depan mata.


Trrrtt trrrtt trrrtt


Suara ponsel Qila bergetar di atas nakas. Dengan gerakan malas Qila mengambil Hp nya. Pasal ini baru jam 6 pagi, dan tentu mengganggu waktu rebahannya.


"Mm halo," suara parau khas bangun tidur.


"Halo Aqila Liliana sahabat ku ... ehh gue kangen banget tau nggak sama lo. Lo nggak kangen sama gue?" sambar Kayra di seberang telepon.


"Idih! Nggak tuh. Jijik gue dengernya,"


"Ya elah, punya temen bener-bener nggak punya


hati ya,"

__ADS_1


"Biarin! siapa suruh ganggu waktu rebahan gue," ucap Qila ketus.


"Dasar ya ... anak cewek jam segini masih rebahan? Ini nih, yang merusak masa depan negara,"


"Kayak lo nggak aja. Gue juga nularnya dari lo kali,"


"Udah deh, pusing gue dengernya. To the point aja


oke ... KAPAN LO PULANG KE KOSAN AQILA ... GUE SENDIRI DISINI TAU NGGAK! " bentak Kayra kesal.


Sebab sudah sebulan Qila tidak berkunjung di kosan selama libur sebelum UN. Dan tak bisa dipungkiri bahwa Kayra rindu bareng Qila.


"Ampun dah. Nggak bisa ngomong bener lo? Gue nggak budeg ya. Santai kenapa? kebiasaan deh!" sambar Qila tak kalah kesalnya sembari menjauhkan Hp dari telinganya.


"Nggak mau tau. Pokoknya lo harus cepet kesini!"


"Iya, besok gue ke kosan," ucap Qila lagi.


"Sip ... gue tunggu ya. Bye sahabatku ...." balas Kayra sambil tertawa ย dan langsung menutup teleponnya.


"Punya temen nggak bener."


*****


Tok Tok Tok.


Suara ketukan pintu membuat gadis bernama Kayra terbangun dari alam mimpinya. Dengan gerakan malas Kayra membuka pintu.


"Siapa sih? Masih subuh juga!" ucap Kayra kesal.


Ceklek


Pintu terbuka, dan terlihat gadis yang sangat ia kenal dan sangat ia rindukan. Bahagia ... iya. Tapi ... ada yang berubah!


"Qila .... " lirih Kayra tampak ragu.


"Iya gue ... nggak mau nyuruh gue masuk nih? Kemaren ngebut nyuruh gue pulang ke kosan, sekarang malah dibiarin diluar," ucap Qila ketus.


Qila tau, bahwa temannya itu sedang memandanginya heran. Karena Qila juga sadar, dia sadar bahwa dia sudah berubah. Entah sejak kapan. Tapi semenjak libur 1 bulan dikampungnya, membuat dia berubah dengan begitu cepat. Dia bukan lagi Qila yang dulu. Tapi Qila yang sekarang sudah berubah! Perubahan yang tak pernah direncanakan, marahpun tak berguna. Itu lah pikir Qila.


'Tinggal hanya menunggu reaksi lelaki buaya' batin Qila.


"Eh i-iya masuk ... maafin gue. Gue cuman masih kaget aja .... " lirih Kayra hati hati, takut temannya tersinggung.


"Nggak papa santai aja," jawab Qila sambil berusaha tersenyum tegar. Dan mencoba meyakinkan Kayra bahwa dia baik baik saja, meskipun tidak sepenuhnya.


Apa yang terjadi dengan Qila? Perubahan apakah itu?


Nantikan di eps selanjutnya ....


Hollaa Readers๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ... biar Author makin semangat nulisnya hehe ....๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2