Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Reki Alamsyah


__ADS_3

Aku harap kau tak mengganggu kekasihku. Jangan libatkan dia dalam masa lalu kita.


From : Reki Alamsyah


Berani sekali dia mengancamku gumam Reno


" Kita lihat siapa yang merasa terganggu Reki Alamsyah "


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Flashback


Terdengar sorak suara kagum dari dalam kampus Merah Putih. Kampus Merah Putih merupakan kampus terkenal khusus orang kaya saja yang bersekolah di sana.


Ada satu geng yang sangat di idolakan oleh kalangan mahasiswa. Para mahasiswa biasa menyebut mereka dengan sebutan 3R yaitu Reno, Reisa ,Reki. Mereka sangat di idolakan karena ketampanan dan kecantikan mereka masing masing. Mereka berteman sangat baik karena terlalu akrab terjadilah cinta segitiga di antara mereka. Reki dan Reno sama sama menyukai Reisa tapi sayang Reki harus kecewa karena Reisa lebih memilih Reno. Walaupun kecewa tidak ada masalah dengan pertemanan mereka karena Reki selalu bersikap dewasa.


Reki Alamsyah merupakan seorang atlet volli nasional yang sangat terkenal. Ia di kontrak oleh beberapa tim volli hingga ke luar negeri karena permainannya yang sangat sempurna.


Suatu hari terjadi badai di antara pertemanan mereka. Reki harus merelakan kehilangan sahabat terbaiknya Reno karena permintaan Reisa. Reno yang salah paham dengan kejadian saat itu memilih bermusuhan dengan keduanya dan hingga saat ini Reki selalu berusaha untuk memberi tahu kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka bertiga. Tapi sayang Reno tidak ingin mendengarkan dan tetap pada keputusannya dengan selalu membalaskan sakit hatinya dahulu.


Reki mendapat kabar dari Sinta bahwa Reno sedang berusaha mendekati Via. Sebenarnya Sinta tak ingin memberi tahu kepadanya. Tapi Sinta takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Via.


Drrttt drrttt


" Hai kak apa kabar? "


" Tumben kamu menelepon aku. Pasti ada maunya. Iya nanti aku bawakan oleh oleh untuk adik ku tersayang " meledek Sinta


" Hehehe kakak tau saja. Tapi bukan itu saja kak. Ada hal serius ingin aku katakan kepada kakak "


" Sepertinya serius, ada apa? katakanlah "


" Itu Reno musuhmu kak, aku lihat ia mencoba mendekati kekasihmu. Sebenarnya aku tak ingin memberitahukanmu dahulu takut kakak tidak fokus bertanding. Tapi karena rasa cemasku yang berlebihan terhadap kekasihmu itu jadi aku memutuskan untuk memberi tahumu saja dari pada nanti terlambat " ucap Sinta tergesa gesa


" Sebenarnya aku sudah mulai curiga saat pesta sayembara saat itu. Tapi aku tak terlalu memperdulikan karena aku percaya bahwa Via bisa menjaga kepercayaanku. Aku mohon selama aku disini tolong selalu jaga kekasihku ya sin. Aku akan segera menyelesaikan pertandinganku"


" Baiklah kak. Semoga kau menang ya kak. See you "


Tuutttt tuutttt


Reno ternyata kau masih belum berubah juga. Mengapa harus wanitaku yang satu ini? Yang ku pikirkan selama ini harus terjadi lagi. Aku harus mengingatkan dia. Aku tak ingin kekasihku tersakiti.


Flashback off


Reno telah sampai di kediamannya dan segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya. Tiba tiba langkah kakinya terhenti mendengar suara yang sangat ia takuti.


" Darimana saja cucuku tersayang? Terlalu sibukkah sehingga jarang pulang kerumah? " sindir nenek mona


" Beberapa hari ini aku menginap di tempat Bobi nek karena pulang terlalu larut "


" Benarkah? Jika kau ketahuan membohongiku akan ku hukum dirimu "


" Terserah nenek saja. Aku masuk ke dalam kamarku ya nek. Aku ingin beristirahat. Nenek juga langsung istirahat ya sudah larut malam nek " mengecup kening sang nenek yang selalu menjadi kebiasaannya.


" Semoga mimpi indah cucuku "


Aku tahu apa yang sedang kau kerjakan. Besok aku akan memperingatkanmu batin nenek mona.


Apartement Kalijaga at 21.00


Via sedang menunggu ojek online pesanan makanannya. Sambil menunggu Via memutar film korea kesukaannya. Tiba tiba ia teringat dengan kekasihnya dan segera meneleponnya. Ia teringat ucapan Reno tadi pagi karena benar Reki jarang menghubunginya. Via menekan tombol handphonenya mencari nama kekasihnya dan segera menghubunginya.


Mengapa aku jadi termakan omongan pria aneh itu gumam Via menunggu kekasihnya mengangkat teleponnya


" Halo sayang. Baru saja aku ingin menghubungimu. Kau terlihat cantik malam ini " goda Reki


" Isshhh kakak gombal. Apa kabarmu kak? Aku merindukanmu " gombal Via


" Benarkah? Aku juga merindukanmu sayang "

__ADS_1


Terdengar suara berisik dari handphone Reki yang menandakan temannya akan mengganggu waktu mereka


" Besok kita lanjutin lagi ya sayang. Terlalu banyak jomblo yang mengganggu disini. I miss U " langsung mematikan teleponnya menghindari kekacauan dari temannya.


Padahal ada hal yang harus aku katakan padamu kak. Tapi sudahlah aku yakin aku bisa meghadapinya gumam Via


Bel apartement Via berbunyi membuat ia tersadar dari lamunannya ia segera membuka pintu apartementnya. Ia tahu pasti makanan pesanannya telah tiba. Via langsung menemui ojek online tersebut. Di lihatnya ada dua orang ojek online yang menunggunya di depan.


" Loh kok berdua mas. Saya cuman pesan makanan di satu tempat saja " tanya Via kebingungan


" Ini pesanannya mbak nasi uduk Sehat. Jangan lupa bintang 5. Saya pamit dulu ya mbak permisi " memberikan kantong berisi makanan yang Via pesan


" Lalu mas? " tanya Via kepada ojek online yang tersisa


" Ini ada paket kiriman dari Reno untuk Via. Nomor alamatnya sama mbak "


Pria itu mau apalagi gerutu Via


" Ya sudah saya terima. Terima kasih ya mas maaf sudah salah paham " ucap Via tersenyum


Ojek online tersebut lalu pergi meninggalkan Via dan ia segera menutup pintunya lalu masuk kedalam menuju sofa ruang TVnya. Ia melanjutkan makan malamnya tanpa menghiraukan paket yang Reno kirim. Baginya perutnya lebih penting dari pada paket itu.


Perutnya sudah terasa kenyang dan ia segera memutuskan untuk tidur saja. Ia membiarkan saja paket tersebut sampai pagi hari.


Malam telah berganti menjadi pagi. Via memutuskan jogging pagi ini karena kakinya sudah membaik. Via berlari kecil sepanjang jalan menuju ke taman tempat biasa. Tak terasa waktunya untuk bekerja sudah datang ia segera bergegas pulang.


Via telah bersiap untuk ke toko hari ini. Tak sengaja ia melirik paket yang di kirim Reno tadi malam. Karena rasa penasarannya yang begitu menggebu gebu akhirnya ia memutuskan untuk membuka paket tersebut. Ia membaca selembar kertas kecil yang di tulis oleh Reno.


****Honey ini kunci mobilmu.


Mobil kesayanganmu sudah ku parkir di tempat biasa.


RENO****


Benar saja Via melihat kunci mobilnya di dalam kotak. Via sangat kesal Reno selalu mengganggunya tapi di sisi lain ia juga bahagia berkat bantuan Reno ia tak perlu repot pagi ini ke bengkel.


Lebih baik aku segera pergi. Memikirkan pria itu hanya membuang waktuku saja gerutunya


Via terjebak macet di tengah perjalanan. Karena di depan telah terjadi kecelakaan. Via memberitahukan kepada Mia bahwa ia hari ini sedikit terlambat karena ia terjebak macet dan akan membawakan mereka makan siang untuk hari ini. Jadi karyawannya tak perlu memesan makanan dengan ojek online hari ini.


Via berhenti di satu restorant ayam geprek. Ia tahu bahwa karyawannya suka sekali makan pedas dan memesan minuman boba favorit mereka jika baru gajian.


" Mbak pesan ayam gepreknya 5 sama bobanya 5 juga ya mbak di bungkus " pinta Via


" Baik mbak ditunggu ya. Nanti akan kami antarkan jika pesanan sudah siap "


Via menunggu pesanannya di sebuah meja. Via sibuk dengan handphonenya tanpa memperdulikan sekitar. Itulah kebiasaan Via. Dari kejauhan terlihat seorang pria yang melihat kegiatannya dari tadi. Setelah hampir lama menunggu pesanan Via tiba. Ia segera menuju ke kasir untuk membayar pesanannya.


" Ini mbak uangnya." Memberikan beberapa lembar uang dan selembar struk kepada kasir


" Biar aku saja yang bayar honey " ucap Reno memberikan juga beberapa lembar uang kepada sang kasir.


Kasir itu pun kelihatan kebingungan termasuk Via pun kebingungan dan terkejut sejak kapan pria tersebut ada di sebelahnya.


" Ambìl saja semua uangnya buat mbak. Anggap saja rezeki nomplok hari ini mbak. Terima kasih "


Via segera membawa pesanannya keluar dan pergi meninggalkan Reno. Reno yang kesal terhadap sikap Via langsung menyusulnya.


" Honey tunggu " menarik tangan Via yang baru saja menutup pintu mobilnya setelah meletakkan pesanannya di dalam mobil


Via yang terkejut pun langsung jatuh ke pelukan Reno karena tarikan Reno yang cukup kuat. Mereka berdua saling tatap. Jantung Reno berdetak cepat tak karuan. Via yang sadar akan tatapan Reno langsung menjauh darinya.


" Apa lagi Ren? Mengapa selalu muncul mendadak seperti ini? " tanya Via kebingungan


" Aku membayarkan pesananmu. Mengapa kau memberi semua uangnya? " tanya Reno dengan kesal


" Kau telah memberikan uang itu kepadaku. Jadi sudah menjadi hakku. Tidak masalah bukan aku memberikannya ke kasir tersebut? " jawab Via santai


Karena pusing selalu berdebat dengan wanitanya Reno langsung masuk ke dalam mobil Via tanpa persetujuannya. Via yang melihat kelakuan buruk Reno langsung membuka pintu mobilnya meminta Reno keluar dari mobilnya.

__ADS_1


" Keluar dari mobilku Ren. Jangan buat aku tambah marah " dengan nada sedikit meninggi


Reno langsung menarik tangan Via dan ia langsung terduduk di dalam mobilnya tepat di sebelah Reno dan meminta menutup pintu mobil dengan ancaman. Via hanya menuruti saja perintah Reno karena sudah malu menjadi tontonan pengunjung di restorant tersebut. Reno mengemudikan mobil Via menuju restorant berikutnya.


" Honey kamu tunggu di sini ya. Aku mau beli makan siang untukmu. Aku tahu kau pasti lupa membeli makanan untuk dirimu sendiri. Itu sebabnya tadi aku mengejarmu"


" Jangan terlalu berlebihan memikirkan diriku "


" Ingat tunggu di sini kalau kau meninggalkanku aku akan menggigit bibirmu ini" memegang dagu Via dan mendekatkan wajahnya. Via memejamkan matanya dengan sendirinya.


" Buka matamu honey aku tak akan menyentuh mu jika kau menuruti permintaanku " membuka pintu mobil meninggalkan Via menuju restorant


Lima belas menit berlalu Reno keluar dari restorant membawa dua kotak makanan. Via yang melihatnya dari dalam mobil mengeryitkan dahinya


Apalagi rencanamu selanjutnya pria licik gerutu Via


Reno membuka pintu belakang mobil dan meletakkan makanan yang ia bawa dan mereka melanjutkan perjalanan menuju toko bunga milik Via.


Setengah jam berlalu mereka telah sampai di depan toko bunga milik Via. Terlihat Mia langsung mendekat ke arah mobil Via karena segera ingin membantu membawakan makan siang hari ini. Mia melihat bosnya keluar dari pintu sebelah kiri ia hanya berpikir mungkin sahabat bosnya Sinta yang mengemudikan mobil. Ketika ia membuka pintu belakang mobil mengambil bungkusan makan siang betapa terkejutnya melihat sosok pelanggan baru toko bunga bosnya yang ada di kursi pengemudi.


Mau apa pria itu selalu mengikuti bu Via. Ahh buang jauh semua pikiran burukmu mi. Semoga saja ada pesanan dalam jumlah besar lagi batin Mia


Mereka bertiga masuk membawa makanan dari dalam mobil. Karyawannya terlihat bahagia melihat makan siang gratis hari ini.


" Ini makan siang dan minuman boba favorit kalian yang sering kalian pesan saat gajian datang bukan? Maaf ya tanpa sengaja saya memperhatikan kalian " ucap Via tersenyum malu


" Bu Via memang bos terbaik. Sangat pengertian kepada anak buahnya " sahut Dini


Via segera berpamitan kepada para karyawannya untuk menemui Reno di taman. Ia beralasan bahwa ingin membicarakan masalah pekerjaan agar karyawannya tak curiga.


" Mari honey kita makan " menarik kursi di sebelahnya dan mempersilahkan Via duduk


" Ren, aku mohon jangan berlebihan. Aku tak ingin karyawanku salah paham. Mereka tau kalau aku sudah mempunyai kekasih. Aku tak ingin mereka berpikiran buruk kepadaku " sambil menyantap ayam penyet yang di beli oleh Reno tadi


" Aku tidak peduli honey "


Via yang mendengarkan jawaban Reno sangat kecewa. Reno tak bisa sedikit pun mengerti tentang posisinya. Via hanya terdiam tak berbicara sepatah kata pun terhadap Reno walaupun Reno selalu mengganggunya.


" Maaf nenek mengganggu makan siang kalian "


Reno dan Via pun terkejut tiba tiba nenek mona sudah ada di hadapan mereka.


Kapan nenek mona datang? Bodohnya aku tak memperhatikan sekitar karena terlalu kesal dengan sikap Reno batin Via


" Nenek sedang apa disini? " tanya Reno kebingungan


" Apa kau lupa kalau ini toko bunga langganan nenek? " jawab Nenek Mona menyindir cucunya


" Benarkah. Mengapa nenek tidak pernah mengajakku kesini dan memberi tahuku bahwa ada bidadari cantik di sini " menggoda Via


" Maafkan kelakuan cucu nenek ya sayang. Oh ya ini pesanan nenek segera di antar ke alamat ini ya " memberikan selembar kertas kecil kepada Via


Via segera meninggalkan kedua orang tersebut untuk menyiapkan pesanan nenek mona. Via merasa ada yang tidak beres di antara mereka berdua.


Masa bodoh dengan masalah mereka. Aku tak ingin terlibat. Tidak ada untungnya juga buatku kata Via dalam hatinya.


" Reno apa kau tak bekerja hari ini? "


" Tadi aku ada meeting di luar nek. Kebetulan bertemu dengan Via aku memutuskan makan siang di sini bersama "


" Benarkah? Tapi nenek lihat dari tadi Via hanya diam kepadamu. Hanya kau saja yang berbicara menggodanya " ucap nenek mona mengatakan yang sebenarnya


" Aku hanya sedang berusaha mendapatkan hatinya nek "


" Reno cucuku apa kau lupa dengan perkataan nenek tadi pagi? Nenek harap kau turuti permohonan nenek " pergi meninggalkan Reno begitu saja


Jangan lupa selalu ikuti dan dukung novel pertama author ini ya. Maaf jika masih terdapat kesalahan dalam novel ini karena author masih pemula 🙏


JANGAN LUPA LIKE NOVEL AUTHOR YA 😊

__ADS_1


Salam peluk hangat untuk kalian semua 😘


__ADS_2