
" Good morning all " jawab Via memberi sapaan kembali kepada para karyawan
" Maaf bu ada yang menunggu ibu sejak tadi di ruang tunggu " ucap salah satu karyawan kepada Via
" Apa aku punya janji yang ku lupakan hari ini? " tanya kembali Via sedikit bingung
#################
" Maaf tidak ada janji bu. Tapi pelanggan kita memaksa ingin bertemu ibu dahulu karena tak ingin pesanannya salah " jawab karyawan Via karena ia juga bingung dari tadi berusaha menjelaskan tapi pelanggan tersebut tak mendengarnya
" Baiklah akan aku temui sekarang. Terima kasih ya " ucap Via segera menuju ke ruang tunggu
Via berjalan menuju ruang tunggu menemui pelanggan yang telah menunggunya. Betapa terkejutnya Via melihat pelanggan yang membuat suasana hatinya menjadi kesal.
" Maaf ada yang bisa saya bantu tuan " tanya Via sedikit kesal tapi ia berusaha sabar karena tak ingin karyawannya curiga
" Aku ingin semua pakaian yang disini seukuran dengan anda " jawab Reno santai
" Baiklah aku akan menyuruh karyawanku mengambil baju ukuran M sesuai ukuranku. Aku permisi dulu tuan " ucap Via dengan cepat karena berusaha menjauh dengan cepat dari Reno
" Tapi aku ingin kau yang mencoba semuanya. Aku tak ingin nanti tidak sesuai dengan ukuran kekasihku dan mengecewakannya " jawab Reno santai membuat Via semakin kesal
" Maaf tuan tapi ukuran di sini sama persis dengan ukuranku tak perlu mencobanya satu persatu tuan " ucap Via kembali masih menahan rasa kesalnya. Ia tahu Reno sengaja membuatnya bertambah cemburu tapi ia tak ingin menampakkan yang ia rasakan
" Baiklah kalau kau tidak mau aku akan membatalkan pesanan yang sudah aku pesan minggu lalu " segera berdiri dari tempat duduknya
Bagaimana mungkin pesanan itu di batalkan karena gaun yang ia minta terlalu mahal dan aku tak mungkin menggantinya. Siaallll pria ini sungguh menyebalkan gerutu batin Via
" Jangan begitu tuan. Maaf baiklah aku akan mencoba semua baju yang kau cari. Tolong jangan batalkan pesanannya " sedikit memohon kepada Reno dengan perasaan yang bercampur aduk
" Coba begini daritadi apa susahnya menuruti pelanggan. Bukankah pembeli adalah Raja " celetuk Reno sedikit mengejek Via
Iya kau Raja yang paling kejam karena semua hartamu itu gerutu Via kesal dan membuat Reno mendengar perkataannya
" Apa yang kau katakan nona? "
Tiba2 para karyawan Via membawa semua pakaian yang berukuran M kedalam ruang tunggu. Beruntung Via bisa mengelak karena perkataannya tadi di dengar oleh Reno. Via segera berganti pakaian di ruang ganti yang ada di depan ruang tunggu. Ia mencoba satu persatu dan menunjukkannya kepada Reno. Belum ada satupun pilihan Reno dan membuat Via semakin kesal di buatnya
Pria ini apakah seleranya rendahan? Tidak ada satupun baju yang ia pilih ataupun tolak. Aku harap minggu ini cepat berlalu gerutu Via di dalam ruang ganti sambil mengganti baju yang harus ia gunakan sebagai model dadakan
" Tuan ini baju terakhir yang ada di butik ini " ucap Via setelah hampir satu jam memakai 63 pakaian yang di bawa oleh para karyawannya.
" Oh baiklah baju terakhir ini untukmu saja sebagai tanda terima kasihku sudah mencoba semuanya " terpesona melihat Via memakai inner putih sebagai dalaman dan dress tali kecil berwarna kuning muda diluarnya.
" Terima kasih banyak tuan " jawab Via karena tak mau menolak karena itu hanya membuat masalah saja nantinya. Setidaknya satu baju terakhir yang ia pakai di beli oleh Reno dan pesanannya jadi di ambil oleh Reno
" Itu tidak seberapa jangan berterima kasih berlebihan "
Dasar pria sombong gerutu Via dalam batinnya
" Bungkus semua baju yang telah kau coba tadi kecuali yang kau pakai ini dan ini kartu kreditku " menyodorkan kartu kredit yang telah ia keluarkan dari dompetnya
Mimpi apa pria ini semalam membeli semua pakaian dari sini seperti tidak ada butik saja di Indonesia. Terserah dia saja uang miliknya untuk apa aku pusing memikirkannya ucap Via dalam batinnya karena sedikit terkejut dengan tingkah laku Reno yang susah untuk di tebak.
" Apa yang kau pikirkan? " tanya Reno membuyarkan lamunan Via
" Haaa bukan apa2 tuan. Terima kasih banyak telah berbelanja di butik kami " mengambil kartu kredit yang dari tadi di sodorkan Reno dan segera membungkukkan sedikut badannya sebagai tanda terima kasih
Via segera beranjak dari ruang tunggu untuk menuju kasir menyelesaikan semua belanjaan Reno. Tapi lagi2 langkahnya di hentikan oleh Reno.
" Tunggu sebentar " menarik tangan Via yang ingin melangkah keluar ruang tunggu
" Maaf ada apalagi tuan? " melepas tangannya dari pegangan Reno
" Aku ingin memberi bonus kepada karyawanmu yang dari tadi bersusah payah membantumu tapi... " ucapannya sedikit terhenti
Perasaanku mulai bertambah tak enak dan dia lama2 bisa membuatku semakin gila gerutu Via dalam batinnya
" Jangan di tolak bu lumayan buat kami jalan2 di acara fashion week nanti " bisik Angel yang masih berdiri di samping Via menunggunya manatau ada sesuatu yang di butuhkan
" Tapi apa tuan " tanya Via karena tak bisa menolak setelah mendengar bisikan Angel karena setidaknya itu bisa menjadi kenangan terbaik yang bisa ia berikan kepada para karyawannya sebelum kepulangannya
__ADS_1
" Kau harus menemaniku makan siang hari ini " jawab Reno datar karena ia tahu Via tak mungkin menolak permintaannya kalau menyangkut kebahagiaan para karyawannya
" Hanya itu saja tuan. Baiklah tapi aku harus menyelesaikan pesananmu ini dulu ya. Aku permisi " ucap Via segera keluar dari ruang tunggu dan menarik tangan Angel keluar dari sana juga karena sejak tadi Angel menatap Bobi yang ada di dalam ruangan tersebut seperti patung kecuali perintah dari Reno ia baru bergerak.
Via sibuk membantu para karyawannya membungkus satu persatu pesanan Reno sambil bersenda gurau dengan para karyawannya yang tanpa ia sadari sepasang bola mata memperhatikannya daritadi. Reno kagum dengan kesabaran Via. Ia tahu perasaan wanitanya itu berbanding terbalik dengan yang ia lakukan di depan semua orang.
Reno segera mendekat kearah Via dan para karyawannya di kasir. Ia menghentikan obrolan mereka semua yang sedang asyik bersenda gurau " Apakah sudah selesai pesananku? " tanyanya datar
" Ini baju yang terakhir tuan " membarcode baju terakhir yang ia pegang dan meminta Reno memasukkan pin kartu kreditnya
" Oh ya hari ini aku memberi kalian bonus tapi melalui nona Via ya "
" Benarkah terima kasih banyak tuan " celetuk salah satu karyawan kegirangan dan di sambut para karyawan lainnya berterima kasih kepada Reno dengan kegirangan
" Itu bukan apa2 jadi jangan terlalu berlebihan " jawab Reno datar
Dasar masih juga bisa bersikap sombong pria menyebalkan ini gerutu Via dalam batinnya mendengar jawaban dari Reno
" Apa aku bisa membawa nona Via sekarang untuk makan siang? "
" Tentu saja tuan silahkan " jawab Angel dengan bersemangat
" Tapi pekerjaanku belum siap tuan " ucap Via berusaha mengelak karena malas harus pergi dengan Reno secepat mungkin
" Apa guna karyawanmu sebanyak ini? " celetuk Reno dengan santai melipat kedua tangannya
" Iya nona, tuan itu benar ini juga sudah hampir selesai " ucap Angel segera memotong perkataan Via yang ia lihat Via segera menjawab pertanyaan Reno
" Bob tolong urus semua pesanan ini dan bawa ke hotel. Aku pergi dulu nanti aku menghubungi kembali jika telah selesai " pinta Reno kepada Bobi yang berada di sampingnya
" Baiklah tuan " menundukkan kepalanya kepada Reno
" Ayo kita pergi " ucap Reno menarik tangan Via
" Tunggu sebentar " jawab Via datar
" Apalagi yang ingin kau lakukan? "
" Aku mau mengambil tasku di ruang tunggu " memotong ucapan Reno dengan cepat dan membuat Reno melepas segera tangannya
Wanita ini selalu saja susah untuk di tebak gerutu Reno kesal segera membuka pintu dan masuk mengemudikan mobil tersebut
" Kita makan dimana? " tanya Reno berbasa basi
" Terserah aku ikut saja " jawab Via sedikit kesal
Reno menuju restorant sedikit jauh dari butik Via karena ia tak ingin cepat2 berpisah dengan wanitanya itu. Setelah perjalanan yang cukup jauh mereka sampai di restorant yang mewah. Reno segera turun dari mobil dan berusaha membuka pintu wanitanya namun sayang Via lebih cepat keluar dari mobil. Reno sedikit kesal namun ia menahan semua amarahnya karena ia tahu mengapa wanitanya seperti itu. Via melangkah terlebih dahulu dengan cepat meninggalkan Reno namun sayang Reno dengan cepat menarik Via hingga wanita itu hampir saja terjatuh. Beruntung Reno segera menangkap wanitanya dengan cepat dan jatuh ke pelukannya
" Apa kau sengaja agar bisa memelukku? " ledek Reno
" Aku tak menyuruhmu menangkapku " jawab Via dan segera menjauh dari tubuh Reno secepat kilat
" Aku bukan sopirmu ataupun pengawalmu jadi bisakah kau berjalan bersamaku "
" Terserah kau saja aku tidak peduli " segera berjalan meninggalkan Reno kembali
" Dengarkan aku " menarik kembali tangan Via dan menggenggamnya erat
" Sudah cukup Ren jangan berlebihan " mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Reno
" Lihat ke arah mobilmu dan lihat mobil siapa yang terparkir di sampingnya "
Via segera melihat ke arah mobilnya dan mencari sesuatu yang dikatakan oleh Reno. Betapa terkejutnya Via melihat mobil yang tak asing baginya. Ia bisa langsung mengenal mobil tersebut karena mobil mewah itu hanya ada beberapa ada di singapore dan yang lebih jelas lagi plat mobil yang bisa ia tebak punya siapa.
Sial sekali aku hari ini gerutu Via dengan kesal mengepalkan kedua tangannya
" Jadi kau mengertikan honey? " tersenyum penuh kemenangan ke arah Via
" Iya kau menang hari ini tuan Reno " celetuknya dengan kesal dan membiarkan Reno menggandeng tangannya
Reno menggandeng tangan Via menuju meja yang mudah di lihat oleh klien sekaligus musuh terbarunya tersebut. Via hanya mengikuti keinginan Reno karena ia tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Mereka berdua duduk setelah mendapatkan meja yang pas bagi Reno.
__ADS_1
Drttt drrtttt
Hallo sin
Kau dimana?
Aku sedang di restaurant X bersama......
Siapa? Ari kah? Karena kami lagi menuju ke restorant X
Kau ingin kesini?
Iya bawel tunggu dan jangan pergi seperti kemarin
Tuutttt ttuuuuttt
Ini kesempatanku dan aku tak ingin ada salah paham lagi. Biarlah aku masuk kedalam lubang singa sombong di depanku ini ucap Via dalam batinnya
###############
Mereka berdua sibuk menyantap makan siangnya yang telah mereka tunggu dari tadi. Di pertengahan makan siang Reno tersenyum melihat ke arah Via namun wanita itu tak mengubrisnya karena ia tahu pria sombong itu selalu bertindak yang tak wajar. Dari pojokan dekat mereka makan terlihat pria memperhatikan mereka berdua dengan sinis dengan perasaan api yang membara.
" Honey jangan bergerak " mengambil tisu di hadapannya
" Apa kau seorang polisi menyuruhku diam? " jawab via dengan cetus tanpa memperdulikan permintaan Reno
Reno segera mengarahkan tisu yang ia ambil ke bibir kanan Via dan mengelap makanan yang menempel di bibir wanita tersebut. Via ingin menolak dan marah namun di urungkannya karena Reno tertawa kecil melihatnya serta mengatakan maksudnya langsung
" Apa kau tak pernah makan enak sehingga celemotan seperti ini? " ucap Reno masih terkekeh dan mengelap bibir kanan wanitanya hingga bersih
" Terima kasih aku bisa membersihkannya sendiri jangan repot2 " segera mengambil tisu di hadapannya dan menghentikan tangan Reno yang masih ada di wajahnya
" Apakah tidak kata selain terima kasih? "
" Lalu kau berharap apa tuan? " tanyanya dengan penug selidik
" Menjadi kekasihku kembali mungkin " ucap Reno dengan santai hingga membuat Via tersedak
" Kau baik2 saja honey? Ini minum dahulu " memberikan segelas air putih kepada Via
Via tak menjawab perkataan Reno karena malas pasti ada saja cara pria itu menjawab ucapannya hingga bisa menjebaknya. Via mengambil air putih tersebut dari yangam Reno dan segera meneguknya.
" Mengapa kau diam? Ingat honey kau takkan bisa menolak jika aku menginginkanmu kembali " sedikit mengancam wanita di hadapannya karena itu jalan yang terbaik
" Terserah kau saja tuan muda sombong " jawab Via dengan kesal
Via menghentikan suapannya karena melihat para sahabatnya masuk ke dalam restorant dan sedang mencari keberadaannya. Via terlambat memanggil sahabatnya karena Ari dengan cepat memanggil para sahabatnya tersebut hingga langsung menuju ke arah Ari tanpa melihat ada sosoknya disana.
Drrtttt ddrrrttt
Hallo Sin
Kau dimana? Kau bilang telah sampai tapi hanya Ari sendiri disini
Tenang dan dengar ucapanku jangan coba untuk di potong sedikitpun
Ya ya baiklah
Aku sudah di restorant dan coba kau lihat kedepan meja ketiga dari tempatmu duduk. Aku belum sempat aku mengatakan bersama siapa kau langsung menutup teleponku. Jangan terkejut ataupun berteriak setelah mendapatkan sosokku.
ttuuutttt tuutttt
Anak ini membuatku kesal gerutu Sinta sambil mencari sosok Via sesuai dengan perkataannya tadi
" Whatttt " ucap Sinta sedikit berteriak sehingga para sahabatnya terkejut
" Ada apa beb? Kau mengejutkanku " tanya Tio kebingungannya
" Siapa yang meneleponmu tadi Sin? " tanya Jihan yang tidak terkejut karena mengetahui keberadaan Via disana namun ia berpura2 tidak tahu
" Tenangkan dirimu Sinta " sambil menarik nafasnya dalam2
__ADS_1
" Via sudah disini dan itu di depan kita bersama pria sombong itu " menunjuk dengan bibirnya kehadapan Via
Mereka pun secara bersamaan melihat ke arah yang di tunjuk oleh Sinta sangat terkejut. Sedangkan Via hanya sedikit tersenyum merasa tidak enak mendapat tatapan dari para pembaca sekalian hehehe