Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Pilihan Berat


__ADS_3

" Aku tunggu kalian berdua di taman tepi danau tempat kalian berdua sering bertemu " jawab Reki menarik tangannya


Darimana ia tahu tempat itu. Apa yang harus aku lakukan esok? gumam Via dalam batinnya


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Semalaman Via memikirkan siapa yang akan esok ia pilih. Ia tidak tidur hingga subuh datang dan ia memutuskan untuk melakukan shalat subuhnya. Ia berdoa kepada Allah semoga pilihannya nanti tepat. Handphonenya berdering dan ia segera membukanya. Terlihat pesan dari Reki dan ia membacanya


Drtttt drttt


Aku tunggu kalian berdua di taman tepi danau tempat favorit kalian berdua jam 10.00 pagi ini. Dan kau harus memilih Viani Putri


Aku tak sanggup harus memilih hari ini gumam Via dalam hatinya


Di tempat berbeda Reno dengan senang hati mendapat pesan dari musuhnya. Ia meminta Bobi mewakilkan meetingnya hari ini karena ada keadaan yang mendadak. Bobi tahu pasti itu hanyalah alasan Reno agar bisa mengganggu tunangannya.


Aku tahu kalian pasti sedang berdebat dan aku yakin Via tak akan membatalkan pertunangan ini ucap Reno dengan percaya diri


Taman Tepi Danau at 10.10


Sengaja Via datang sedikit terlambat karena sepanjang perjalanan memikirkan tentang pilihannya. Ia masih mencintai Reki tapi ia selalu saja memikirkan Reno dan masih bimbang hatinya untuk siapa. Via melihat dua sosok lelaki menatapnya dari kejauhan dan ia perlahan mendekat. Via duduk dihadapan kedua pria tersebut


" Apa kau sudah siap honey? " ucap Reno ketika Via baru duduk


" Ehhmmm aku " jawab Via perlahan


" Kau harus memilih " celetuk Reki


" Tapi aku tak bisa memilih salah satu dari kalian untuk saat ini " jawab Via dengan cepat


" Kami ingin ada yang menang dan ada yang kalah " ucap Reno tak ingin kalah


" Kalian anggap aku ini permainan ? " ucap Via kesal


" Kau yan mempermainkan kami berdua Vi " celetuk Reki menatap Via tajam


" Oke baiklah. Beri aku waktu sebentar tiga menit " ucap Via yang mengalah dari kedua pria tersebut


Via mondar mandir di hadapan kedua pria tersebut memegang dahinya karena harus memilih yang benar. Handphonya berdering dan ia segera mengangkat untuk memperlambat pilihannya. Via berbincang sebentar dengan seseorang di telpon dan membuka sebuah pesan yang berisi sebuah foto. Betapa terkejutnya Via melihat foto Reno bertelanjang dada di atas kasur bersama seorang Wanita yang bukan lain adalah Kiran yang sedang memeluk Reno tertidur pulas dengan belahan p******* yang sedikit terlihat karena di tutupi selimut.


Ternyata pilihanku semalam salah. Aku sangat kecewa denganmu Ren gumam Via dalam batinnya


" Apa yang kau lihat di handphonemu itu honey " ucap Reno membuyarkan pikiran Via


" Jangan pernah panggil aku dengan sebutan honey lagi dan ini cincin pertunangan kita aku mengakhirinya " membuka cincin pertunangan dari jari manis dan meletakkan di depan Reno


" Jadi kau memilihku sayang ? " tanya Reki


" Iya aku memilihmu kak. Maaf kemarin membuatmu sedikit kecewa " tersenyum ke arah Reki


" Tapi honey, aku tahu kau pasti berbohong " celetuk Reno yang tak terima dengan keputusan Via


" Dan satu lagi Ren. Jangan pernah menggangguku atau berusaha menghancurkan hubungan kami lagi " ucap Via dengan kesal karena masih mengingat foto yang ia lihat tadi


" Kau sudah jelas bukan musuhku. Ayo kita pergi sayang " ucap Reki menggandeng Via menjauh dari hadapan Reno


" Aku akan tetap merebutmu " teriak Reno dengan kuat melihat kepergian wanitanya yang meninggalkan cincin pertunangannya


Di kejauhan tampak ketiga wanita bersorak gembira melihat rencananya berhasil.


" Untung rencana kita semalam tidak ketahuan ya tan " ucap Kiran tersenyum bahagia


" Dan sekarang kita berhasil membuat mereka benar benar mengakhiri hubungan mereka " ucap Mama Rosa kegirangan


" Itu belum cukup ma setelah apa yang dilakukan gadis kampungan itu hingga kak Reno marah besar dan memblokir semua kartu kredit kita ma " sahut Bunga cemberut


" Tenang saja kartu kredit kita sebentar lagi akan kembali " ucap Mama Rosa membelai rambut anak bungsunya agar tak kesal lagi


" Bagaimana kalau aku traktir kalian berdua untuk shoping sepuasnya hari ini karena kita telah berhasil menghancurkan gadis kampungan itu " pinta Kiran


" Baiklah. Kau memang calon kakak ipar yang terbaik " sahut Bunga kegirangan


Dasar dua wanita bodoh sebentar lagi aku yang akan membuat kalian menderita seperti gadis kampungan itu gumam Kiran dalam hatinya

__ADS_1


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Toko Bunga at 14.10


Siang ini toko bunga Via sedikit ramai terlihat para karyawannya sibuk melayani pelanggan dan Via membantu di kasir agar mengurangi sedikit pekerjaan para karyawannya. Ia sibuk di depan komputer hingga para pelanggan pun mulai berkurang dengan sendirinya. Cahaya matahari mulai sedikit meredup menandakan sore mulai tiba. Para karyawannya sibuk untuk menutup toko dan ia memutuskan untuk pulang cepat hari ini karena masih terlintas foto Reno yang ia dapat tadi.


" Semuanya saya pamit duluan ya " ucap Via


" Baik bu hati hati di jalan " ucap para karyawan Via bergantian


Via berjalan menuju pintu tokonya meninggalkan para karyawannya. Ia mendorong pintu dan melangkah keluar menuju mobilnya. Ketika ia ingin masuk ke dalam mobil terdengar suara wanita memanggilnya dari sebelah taksi


Dia mau apa kesini? Apa ingin membuat masalah lagi ? gumam Via dalam hatinya


" Vi tunggu sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan " ucap Jihan menahan Via ketika ingin masuk ke dalam mobil


" Jika ingin berdebat aku tak bisa " jawab Via datar


" Bukan, tapi ini masalah Reki " ucap Jihan menunduk


Ini kesempatanku untuk mengetahui maksud Reki tentang perkataannya dahulu gumam Via dalam hatinya


" Baiklah ayo masuk "


" Tetima kasih Vi " jawab Jihan dan menuju pintu sebelah kiri dan segera masuk


Para karyawan Via yang sedang sibuk menutup toko menghentikan aktivitasnya karena takut bosnya terlibat masalah lagi dengan wanita tersebut tapi ternyata tidak dan mereka sangat lega.


" Vi maaf sebelumnya aku pernah menyakitimu " ucap Jihan bersungguh sungguh


" Sudah lupakan saja kejadian kemarin. Aku tahu rasanya jika berada di posisimu tapi jangan kau ulangi lagi. Karena semua masalah bisa di bicarakan dengan kepala dingin "


" Terima kasih Vi. Pantas saja Reki sangat mencintaimu kau sangat baik hati "


" Bagaimana kalau kita berbicara di cafe dekat sini? " ucap Via yang masih fokus menyetir


" Oke vi. Aku tak ingin kau tidak fokus mendengar ceritaku nanti sambil mengemudikan mobil " jawab jihan pertanda setuju


" Mau pesan apa Ji? " tanya Via


" Sama seperti kamu saja Vi "


" Oke " jawab Via tersenyum


Mereka berdua mengobrol sedikit agar tak terlalu tegang menunggu pesanan yang belum datang. Ketika pesanan datang mereka menyantap sedikit demi sedikit secara santai. Dan Jihan langsung membuka pembicaraan mereka.


" Vi, "


" Ehmm. "


" Aku ingin menceritakan semuanya padamu "


" Silahkan. Aku tahu pasti ada sesuatu di balik marahnya dirimu padaku bukan ? " tebak Via


" Iya benar Vi " menghentikan memotong steaknya


Jihan menceritakan yang terjadi antara dirinya dan Reki. Semua cerita yang di katakan Reki sama persis dengan yang di ceritakan Jihan namun masih ada yang di sembunyikan oleh Reki dan Jihan menjawab semua kejanggalan selama ini. Jihan mengenal Reki sejak masih kecil. Mereka berdua berteman baik bahkan sampai mempunyai hubungan lebih. Mereka menjalin hubungan asmara sebelum kakek mereka menjodohkan mereka. Mereka sangat bahagia mendengar wasiat kakeknya saat itu karena mereka tak mungkin terpisahkan oleh apapun. Namun sesuatu yang buruk terjadi, ketika Jihan tamat SMA mendaftar ke sebuah kampus mobil yang ia naiki bersama papanya tabrakan. Wajah Jihan sangat buruk akibat kecelakaan yang ia alami dan papanya mengalami kelumpuhan sehingga stroke. Jihan malu melihat wajahnya saat itu dan tak ingin bertemu dengan Reki. Karena tak bisa mengendalikan emosinya melihat Reki terus menerus berkata tak akan meninggalkannya Jihan memutuskan Reki dan tak ingin menemuinya. Reki yang tak bisa mengubah pikiran Jihan saat itu akhirnya mengalah untuk mengikuti permintaan Jihan. Tahun terus berganti hingga terdengar kabar sampai ke telinga Jihan bahwa Reki ingin menikah dengan sahabatnya di kampus dan saat itu juga Jihan tak ingin kehilangan cintanya memutuskan melakukan operasi plastik. Setelah operasi plastik di lakukan Jihan segera mencari keberadaan Reki dan membawa surat wasiat yang di tulis papanya sebelum meninggal dunia. Tapi sayangnya Jihan menemui Reki ketika menjalin hubungan dengan Via. Papa Reki yang mengetahui Jihan telah kembali meminta Reki segera melanjutkan hubungan mereka ke tahap yang serius tapi Reki menolaknya karena ia tak bisa meninggalkan kekasih yang telah bersamanya selama empat tahun. Saat Jihan mendengar penolakan dari Reki ia berusaha untuk menghancurkan hubungannya.


Mengapa pria itu terlalu banyak menyimpan kehidupannya dariku? Esok apalagi yang harus aku ketahui secara mendadak gumam batin Via


" Rebutlah Reki dariku " ucap Via datar


" Apa kau sudah gila Vi?" tanya Jihan kebingungan


" Sebenarnya aku terpaksa kembali kepada Reki karena ingin menghindari Reno " jawab Via tertunduk


" Maksudnya " tanya Jihan tak mengerti


" Ketika kau sudah berhasil merebut kembali cintamu aku akan melepaskannya di saat waktu yang tepat " jawab Via datar


" Setelah itu apakah kau kembali dengan Reno?" tanya Jihan penasaran


" Entahlah aku tak tahu " jawab Via tersenyum

__ADS_1


" Kau yakin memberikan Reki kembali kepadaku? "


" Aku yakin " tersenyum lebar ke arah Jihan


Mereka berdua berbincang hingga larut malam. Via ingin mengantarkan Jihan pulang tapi di tolaknya karena tak ingin merepotkan Via terlalu banyak. Via hanya menuruti saja karena ia memang merasa sedikit lelah seharian menghadapi masalah yang tak ada hentinya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Matahari pagi mulai terik dan naik ke atas langit. Via berdiri di pinggir jendela apartementnya melihat langit yang begitu cerah hari ini. Ia tak ke toko bunga hari ini karena akan menemani Sinta membeli perlengkapan untuk acara ulang tahun pernikahan mamanya nanti malam. Ia segera ke mall milik keluarga Wijaya dan segera menemui Sinta yang telah menunggunya di sana.


" Maaf Sin sedikit terlambat " ucap Via sedikit berjalan cepat takut sahabatnya mengomel kalau menunggu terlalu lama


" Tidak aku juga baru sampai kok Vi. Ayo temani aku membeli perlengkapan dahulu setelah itu membeli hadiah untuk mama ya " jawab Sinta sangat riang pagi ini


Mereka mengelilingi mall untuk mencari perlengkapan yang di butuhkan. Via sedikit pusing melihat sahabatnya yang sangat bersemangat masuk ke semua toko satu persatu. Setelah semua perlengkapan telah mereka dapatkan Sinta segera mengajak Via ke toko perhiasan di lantai tiga mall tersebut.


" Selamat datang mbak di toko kami. Ada yang bisa saya bantu " ucap salah satu karyawan toko tersebut


" Saya mau mencari sebuah kalung mbak keluaran terbaru ya " sahut Sinta


Mereka berdua mengikuti pelayan menunjukkan ke tempat kalung berada. Sinta sibuk memilih dan bertanya kepada Via ketika mendapat yang bagus sehingga membuatnya kebingungan sendiri. Sinta telah memilih kalung yang pas untuk hadiah mamanya dan segera membayarnya.


" Sayang ini bagus bukan " ucap seorang wanita kepada kekasihnya


Sepertinya aku mengenali suara itu gumam Via dalam hatinya dan segera menoleh ke arah tersebut


" Sin lihat wanita itu " ucap Via sedikit berbisik


" Lalu " jawab Sinta sedikit kebingungan


" Dia wanita cinta pertama Reno " tak menatap Kiran karena takut ketahuan


" Benarkah? Lalu pria di sebelahnya siapa? Mengapa ia menyebutnya sayang? Atau jangan jangan " ucapan Sinta terhenti karena kasir memberikan kotak perhiasan dan kartu kredit Sinta


" Ayo kita langsung ke restorant Jepang aja Sin " menarik tangan Sinta untuk segera meninggalkan toko perhiasan tersebut


Mereka segera turun ke lantai dua menuju restorant Jepang favorit yang sering mereka kunjungi. Mereka mencari meja yang kosong dan segera memesan sushi dan beberapa yang lain. Mereka menikmati makanannya sambil menyambung cerita yang tadi bersambung hingga tak terasa hari sudah siang dan mereka bersiap untuk pulang.


" Vi itu Keran bukan ? " tanya Sinta menunjuk sepasang kekasih yang sedang bermesraan menikmati ice cream


" Keran? " jawab Via kebingungan


" Aduh itu sih Kiran " menunjuk dengan jarinya


" Nama orang jangan di ganti tau Sin " menepuk bahu Sinta


" Ahhh bodo amat "


Via mengambil handphonenya dari dalam tas dan mengambil foto Kiran bersama kekasihnya secara diam diam.


" Ayo kita pulang Sin " menaruh kembali handphonenya ke dalam tas


"Jangan lupa nanti malam datang ke acara ulang tahun mamaku. Ajak siapa saja yang kau mau. Okey "


Sinta segera pulang ke rumahnya karena harus mempersiapkan acara ulang tahun pernikahan mamanya sedangkan Via mememutuskan untuk ke kantor Reno meminta ia menemani ke acara Sinta.


Perusahaan Wijaya at 13.45


Via segera masuk ke dalam lift menuju lantai delapan untuk menemui Reno. Ia sedikit cemas untuk meminta Reno untuk menemaninya karena takut di tolak Reno setelah ia lebih memilih Reki daripada pria itu


tokk tokkk


Via segera masuk setelah mendapat persetujuan dari Reno di dalam.


Semoga ia menerima permintaanku ini gumam Via dalam hatinya membuka pintu ruangan Reno sedikit gemetaran


" Mau apa kau ke sini? Bukankah kau telah lebih memilih pria itu ? " menatap tajam Via yang masuk ke ruangannya


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2