Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Rencana Kacau


__ADS_3

Semoga ia menerima permintaanku ini gumam Via dalam hatinya membuka pintu ruangan Reno sedikit gemetaran


" Mau apa kau ke sini? Bukankah kau telah lebih memilih pria itu ? " menatap tajam Via yang masuk ke ruangannya


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


" Ren dengarkan aku dulu " jawab Via segera duduk di hadapan Reno


" Apa kau mencintaiku tapi malu mengatakannya? " ledek Reno


" Aku serius Ren "


" Lalu ? " tanya Reno sedikit penasaran


" Nanti malam temani aku ke acara ulang tahun pernikahan orang tua sahabatku ya " ucap Via tersenyum


" Mengapa tak kau ajak kekasihmu itu saja? " jawab Reno datar


" Semua orang masih tau kalau kau tunanganku. Aku tidak ingin membuat masalah"


Ini kesempatanku untuk merebutnya kembali gumam Reno dalam hatinya


" Oke baiklah "


Lebih baik aku memberi tahu yang ku lihat tadi kepadanya batin Via dan mengambil handphonenya dari dalam tas


" Ren ada yang ingin ku tunjukkan tentang cinta pertamamu " memberikan handphonenya kepada Reno tentang sebuah foto


" Hahaha apa kau cemburu honey " jawab Reno melihat foto yang di beri Via


" Mengapa tertawa Ren? Apa itu foto yang lucu? " tanya Via kebingungan melihat reaksi Reno


" Apa kau ingin membalas semua perbuatan Kiran selama ini? Caramu murahan sekali "


" Aku hanya tak ingin kau memilih wanita yang salah Ren "


" Sejak kapan kau peduli denganku? "


" Tapi Ren yang aku lihat " ucapannya terhenti karena Reno langsung memotongnya


" Itu hanya sepupu Kiran kau sangat berlebihan "


" Tapi ia memanggil pria itu dengan sebutan sayang Ren dan sangat mesra " jawab Via berkata sesuai dengan yang ia dengar


" Ahhh sudahlah sekarang aku tahu bahwa yang jahat itu sebenarnya dirimu bukan Kiran "


" Terserah kau saja. Aku menyesal memberitahukanmu. Kau masih saja buta dengan mata hatimu " beranjak dari tempat duduknya


" Nanti malam aku jemput jam tujuh di apartementmu dan menyelesaikan masalah kita ini " ucap Reno kesal


Dasar bucin ucap Via kesal


Via pergi meninggalkan ruangan Reno dan segera turun ke lobi.


Braakkkk


" Ehh gadis kampung ada disini. Pasti ngadu masalah aku bersama kekasihku tadi kan? Tapi sayang rencananya kacau " ucap Kiran tersenyum sinis menabrak Via


Darimana ia tahu semuanya gumam batin Via


" Dasar wanita murahan " ucap Via kembali menabrak bahu Kiran membalasnya


Kiran segera masuk ke ruangan Reno tanpa mengetuk pintu dahulu seperti biasa walaupun dilarang oleh sekretaris Reno.


" Mengapa kau kembali lagi? " ucap Reno menatap serius laptopnya tanpa melihat siapa yang datang


" Sayang apa aku mengganggumu? " jawab Kiran berpura pura tidak tahu yang sudah terjadi


" Ahh tidak Ran. Aku kira tadi kamu Bobi " ucap Reno berbohong


" Okey " segera duduk di hadapan Reno


" Kau dari mana? " tanya Reno tak biasanya peduli dengan Kiran


Aku akan memulai rencanaku agar wanita kampungan itu segera di campakkan ucap Kiran dalam hatinya


" Aku tadi dari mall bersama kakak sepupuku. Ia mentraktirku makan karena baru saja merayakan hari pertamanya bekerja "


Ternyata benar dan Via ingin membuat hubunganku berantakan. Apa yang di pikirkan wanita itu gumam batin Reno


" Oh ya maaf aku permisi dulu Ran. Aku harus meeting di cafe depan " ucap Reno asal karena sedang tak ingin di ganggu Kiran


" Baiklah aku juga ingin pulang. Aku hanya ingin mampir saja kebetulan lewat sini tadi "


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Malam mulai datang bintang dan bulan berkelap kelip indah di atas langit. Via bersiap untuk datang ke acara Sinta malam ini. Ia menolak ajakan Reki untuk pergi bersamanya karena tak ingin media membuat gosip murahan lagi sebelum pertunangannya memang telah di putuskan oleh Reno. Malam ini Via terlihat tampak sangat cantik dengan dress ketat berwarna merah memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan kedua bahu yang terbuka. Ia segera turun dari apartementnya karena yakin Reno telah menunggunya di bawah.


Hampir setengah jam ia menunggu Reno di depan apartementnya. Ketika ia berniat untuk naik taksi terlihat mobil Reno berhenti tepat di depannya. Via segera masuk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia tahu pasti Reno masih tidak terima dengan kejadian tadi siang di kantor. Perjalanan yang sunyi mengantar mereka sampai ke hotel tempat acara berlangsung. Terlihat banyak media yang meliput acara tersebut dan meminta sedikit penjelasan tentang hubungan mereka. Mereka berdua langsung masuk tanpa menghiraukan para wartawan.


" Hai tan, happy anniversary ya " ucap Via memberi kado yang ia bawa


" Terima kasih sayang. Apa ini tunanganmu? "

__ADS_1


" Iya tan. Perkenalkan Ren ini mamanya Siska dan tante ini Reno " memperkenalkan keduanya dan saling bersalaman


" Jaga anak ini baik baik ya Ren. Oh ya silahkan di nikmati hidangannya " ucap mamanya Siska


Mereka menuju meja dan mengambil beberapa kue saja karena sejak tadi mereka hanya diam saja.


" Ren, jika kau tak mau menemaniku tadi kau bisa menolaknya " ucap Via sedikit kesal


" Aku sudah berjanji "


" Aku sedikit merasa risih jika kau memilih diam saja dari tadi "


" Ehmmm nanti kita temui wartawan untuk menjelaskan masalah hubungan kita ya honey " ucap Reno tersenyum


Perasaanku sedikit tidak enak tadi ia seperti ingin menelanku dan sekarang ia bersikap manis di hadapanku gumam batin Via


Tak terasa acara telah selesai mereka berdua segera menemui wartawan. Reno meminta Bobi menyiapkan semuanya tanpa ada satu pun yang terlewatkan


" Pak bagaimana hubungan bapak? Apa berlanjut atau sampai disini saja " tanya para wartawan secara bergantian


" Baiklah semuanya saya harap tenang dan dengarkan penjelasan dari tuan Reno Wijaya " jawab Bobi dengan tegas yang berdiri di samping Reno


Via hanya berdiri diam diri di samping Reno menggenggam tangan Reno dengan kuat tanpa sadar.


" Terima kasih semuanya telah menungguku selama ini. Aku akan memberitahukan tentang hubunganku dengan wanita di sebelahku ini "


Apa yang akan kau katakan gumam Via


" Malam ini kami telah sepakat memutuskan hubungan pertunangan kami karena kami belum bisa melupakan masalalu satu sama lain. Terima kasih "


Via segera melepaskan genggamannya dari tangan Reno. Hatinya hancur seperti merasakan ledakan bom yang datang secara mendadak. Reno segera menarik tangan Via menuju mobilnya dan mengantar Via pulang.


" Kau sudah bebas sekarang " ucap Reno di pertengahan perjalanan


Via tak mengeluarkan sepatah katapun setelah pengumuman Reno tadi. Ia hanya diam menatap jalan merasakan sakit yang ia rasa. Ia mulai mencintai Reno tapi Reno masih di butakan oleh cintanya yang terlalu besar kepada Kiran itu sebabnya ia lebih memilih Reki dengan berat hati.


Drrrttt drrtttt


Calling is papanya mama


" Hallo pa "


" Apa yang kau lakukan sehingga Reno memutuskan hubungan pertunanganmu "


" Maafkan aku pa "


" Kau membuat masalah baru dengan keluargaku "


Tuutt tuuttt


" Ren berhenti di sini " teriak Via kesal


" Baiklah " ucap Reno menepikan mobilnya


" Kau sama saja dengan mereka semua. Aku membencimu dan jangan pernah menggangguku lagi " ucap Via menatap Reno dengan tajam dan segera keluar dari mobil Reno


Terlihat mobil Reno langsung melaju ketika Via telah turun. Via menangis sepanjang jalan karena kejadian malam ini. Ia duduk di halte menunggu kedatangan Reno yang mungkin akan kembali walaupun hanya sekedar mengembalikan tasnya yang tertinggal di dalam mobil. Via menunggu cukup lama tapi Reno tak kunjung datang. Ia memutuskan untuk pulang berjalan kaki menuju apartementnya. Ia menangis sepanjang jalan dan membuka sepatu hak tingginya karena kakinya mulai terasa sakit. Ia mengutuk Reno sepanjang jalan yang tega membuangnya begitu saja.


Reno mendengar suara handphone yang tak asing baginya dan betapa terkejutnya melihat tas Via tertinggal di dalam mobil.


Wanita itu ceroboh sekali. Aku harus mencarinya karena sudah lama aku meninggalkannya tadi ucap Reno segera mencari Via sepanjang jalan..


Ia memperlambat laju mobilnya ketika melihat seorang wanita sedang di ganggu oleh dua pria. Reno segera mendekat ke arah mereka dan menolong wanita tersebut.


" Honey " teriak Reno


Reno segera menghajar kedua pria tersebut hingga babak belur. Kedua pria tersebut segera meninggalkan Reno dan Via. Via hanya menangis berdiri terdiam menunduk ke bawah.


" Maafkan aku " ucap Reno membuka pintu mobilnya dan membawa Via masuk kedalamnya


Reno segera mengantar Via ke dalam apartementnya. Sepanjang perjalanan Via kembali terdiam tak menghiraukan perkataan Reno karena sangat marah terhadap pria tersebut. Mobil Reno berhenti di depan apartement Via. Via segera mengambil tasnya dan keluar dari mobil Reno. Via melangkah berjalan menuju apartementnya.


Bruuukkkk


" Honey kau baik baik saja " teriak Reno melihat Via terjatuh


" Aku bisa " ucap Via


" Aku bantu ya. Sepertinya kakimu terluka karena berjalan cukup jauh " membantu Via berdiri


" Jangan pedulikan aku " menolak bantuan Reno


" Kau ini keras kepala " menggendong Via menuju apartementnya tanpa memperdulikan tolakan Via


Reno meminta tolong satpam menemaninya mengantarkan Via ke apartementnya dan memencet tombol lift serta kata sandi apartement Via


" Maafkan aku honey " mengobati luka kaki Via yang lecet


" Terima kasih telah menolongku dari pria tadi "


" Itu salahku honey " ucap reno tersenyum


" Ren sebaiknya kau pulang dan jangan menggangguku lagi karena hubungan kita telah berakhir "

__ADS_1


" Aku akan terus merebutmu "


" Kau sudah memutuskan semuanya Ren. Sudahlah aku sudah muak dengan semua permainanmu "


" Aku menemanimu disini ya aku takut kau butuh sesuatu nanti "


Via tak menjawab semua perkataan Reno dan memutuskan untuk tidur karena ia telah lelah berdebat dengan Reno.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Pagi datang begitu cepat dan Via memutuskan bangun dari tidurnya menuju dapur karena perutnya terasa lapar. Ia mencium bau roti bakar dan membuat cacingnya berdemo ria.


" Pagi honey. Ini sarapan untukmu " ucap Reno memberi sepotong roti bakar kepada Via


" Aku haus "


" Duduk saja di situ biar aku yang ambilkan ya "


Mereka berdua menikmati sarapan di meja dengan hening tak seperti biasanya.


" Kau sudah baikan honey "


" Sudah. Terima kasih sudah merawatku dan kau boleh pulang "


" Aku antar ya ke toko bunga "


" Tidak perlu aku bisa pergi sendiri karena Reki telah menungguku. Aku tak ingin menambah masalah "


" Kau memang ingin mengakhiri ini semua? "


" Iya dan aku harap kau tak menggangguku lagi. Kita sudah kembali kepada cinta masing masing bukan? "


" Aku akan tetap mengganggumu "


" Terserah kau saja. Aku ingin berangkat bekerja " beranjak dari tempat duduknya dan segera mengambil tasnya meninggalkan Reno sendiri


Toko Bunga at 09.23


Para karyawan Via menyambut kedatangannya. Via merasa sedikit lemas hari ini karena semalam berjalan terlalu jauh. Via memutuskan untuk beristirahat di ruang kerjanya di atas. Ia menelepon Mia dari atas untuk mengatakan hari ini ia mentraktir makan siang para karyawannya karena merasa jenuh setelah beristirahat terlalu lama. Ia memesan ojek online untuk membeli ayam bakar dan beberapa minuman seperti biasa. Ojek online yang ia tunggu telah tiba dan ia segera turun ke bawah. Ia duduk bersama para karyawannya dan menyantap makan siang yang telah di hidangkan.


" Honey boleh aku ikut gabung ? " ucap Reno mengejutkan Via hingga membuatnya tersedak


" Ren " ucapnya sedikit tersedak dan segera meminum air di depannya


" Ini aku bawa pizza sebagai tambahan untuk kalian semua " ucap Reno


" Wahhh terima kasih ya pak " celetuk febri kegirangan


" Aku mau ayam bakarnya " ucap Reno menopang dagu di hadapan Via dengan mulut terbuka


" Ini " ucap Via terkekeh karena ayam bakarnya level pedas sehingga pasti Reno tak sanggup


" Kau jahat honey " meneguk minuman boba agar mengurangi sedikit rasa pedasnya


" Mau lagi " ucap Via tersenyum meledek Reno


" Mau karena kau yang menyuapinya rasa pedasnya menjadi manis karena melihat wajahmu " goda Reno


" Kalian sangat romantis tapi sayang mengapa memutuskan pertunangannya " celetuk Dini


" Usshhh din jaga ucapannya " sahut Mia sedikit berbisik


" Aku bingung dengan hati bos kalian ini selalu menolak tapi tenang saja aku akan merebutnya dari kekasihnya untuk yang kedua kalinya "


" Dasar pria aneh " gumam Via


" Apa yang kau katakan honey? Apa mau kau ku goda di hadapan para karyawanmu ? "


" Aku bilang ayo kita makan lagi. Aku suapin ya " ucap Via mengalihkan pembicaraannya tersenyum sinis


Mereka semua menikmati makan siang dengan riang. Para karyawan Via yang melihat atasannya tersenyum bahagia merasa sedikit aneh. Mengapa atasannya lebih memilih mantannya yang tak pernah membuatnya bahagia seperti ini di bandingkan Reno yang selalu membuat hidupnya berwarna. Via sibuk menyuapi Reno yang banyak minum karena merasa kepedasan dan terkekeh melihat Reno kebanjiran keringat. Tanpa ia sadari Reki berdiri di pintu tokonya meĺihat semua yang wanitanya lakukan hingga mereka semua selesai makan.


" Maaf bu, pak Reki datang " ucap Mia menghentikan candaan Via bersama Reno


" Hai kak " ucap Via hilang tertawanya melihat kedatangan Reki


" Apa aku mengganggumu sayang? " melangkah mendekat ke arah Via


" Ahh tidak kak "


" Aku pulang dulu ya honey. Terima kasih makan siangnya yang super romantis " ucap Reno dan mencium pipi Via sekilas dan pergi meninggalkan mereka semua


" Apa yang ia lakukan disini? Bukankah kalian sudah memutuskan hubungan pertunangan kalian? " ucap Reki menatap tajam


" Iya mengambil cincin tunanganku kak" ucap Via asal karena kebodohannya tadi dengan mudah memaafkan Reno


" Bukankah saat di taman tepi danau kau telah mengembalikannya " ucap Reki yang tahu semua alasan Via hanyalah kebohongan semata


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2