
Wangi ini sepertinya aku mengenalnya batin Via
Pelukan tersebut terlepas sesaat dari tubuh Via dan segera membalikkan badannya. Betapa terkejutnya Via melihat sosok pria yang berdiri di depannya
" Kau ....... " terdiam menatap pria itu
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
" Mengapa menatapku seperti itu sayang? " tanya Reki keheranan melihat ekspresi Via
" Maaf aku hanya terkejut kak " menggaruk kepalanya
" Surprise sayang " memeluk kembali kekasih hatinya
" Aku sangat merindukanmu kak " ucap Via memeluk Reki juga melepaskan kerinduannya
Tak sengaja Via melihat ke arah pintu masuk tokonya. Terlihat Reno yang sangat kesal melihat Via sedang berpelukan dengan kekasihnya. Reno memutuskan kembali keluar dari toko dan segera melajukan mobilnya dengan cepat.
Mengapa dia terlihat kesal? Sudahlah untuk apa aku memikirkannya karena kekasihku telah kembali dan akan menjagaku. Aku harap ia tak menggangguku lagi setelah melihat kejadian ini gumam Via dalam hatinya
" Hei sayang apa yang sedang kau pikirkan? " ucap Reki membuyarkan lamunan Via yang melepaskan pelukannya
" Aku sedang lapar. Bagaimana kalau kita pergi makan siang? "
" Baiklah sayang "
Via segera mengambil tasnya di ruangan atas dan berpamitan dengan para karyawannya. Via menuju mobilnya bersama Reki. Kebetulan Reki tidak membawa mobil karena agar tak kerepotan. Mereka berdua menuju cafe favorit tempat pertama kali mereka berkencan.
" Sayang kita duduk di sana aja yuk " menunjuk meja di pojok dekat kolam ikan
Via hanya menggangguk dan menggandeng tangan kekasihnya
" Kamu mau makan apa sayang ? " tanya Reki
" Seperti biasa aja kak. Tidak berubah " ucap Via memberikan senyumannya kepada Reki
Mereka menunggu makanan yang sudah di pesan. Mereka berbincang melepaskan tawa rindu karena lama tak berjumpa. Pesanan mereka telah tiba mereka menikmati makanannya.
Tak jauh dari tempat mereka berdua duduk terlihat seorang pria yang sangat kesal melihat kebersamaan mereka berdua. Reki menyadari bahwa daritadi pria tersebut memperhatikannya menambah kemesraannya dengan Via.
Kau ingin merebut kekasihku Reno, tak akan ku biarkan. Aku akan membuatmu semakin kesal melihatku dengan kekasihku ucap Reki dalam hatinya
Bobi membuyarkan pandangan Reno terhadap Via.
" Maaf tuan meeting kita telah selesai "
" Baiklah terima kasih atas kerja samanya tuan " berjabat tangan dengan kliennya
Setelah kliennya pergi Reno meminta Bobi untuk menunggu sebentar karena ada rencana yang sedang akan ia lakukan.
Reki dan Via memutuskan segera untuk pulang. Tiba tiba dalam perjalanan keluar cafe Reno sengaja menabrak Reki berpura pura tidak sengaja
" Maaf tuan aku tidak sengaja " ucap Reno menatap tajam Reki
Permainan apa yang segera kau mulai Reno batin Reki
" Baiklah. Lain kali hati hatilah dalam melangkah jika salah kau bisa jatuh " ucap Reki sedikit menyindir
Beraninya kau menyindir diriku. Lihat apa yang akan segera aku lakukan
" Honey apa yang kau lakukan di sini? Inikah kekasihmu yang selalu kau tunggu itu "
Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa dia muncul di hadapanku mendadak? Apa yang harus aku lakukan? ucap Via yang masih terkejut dengan kedatangan Reno
" Kak ayo kita pergi saja dari sini " ucap Via menarik tangan Reki dan Reki pun memeluk erat pinggang Via agar Reno bertambah kesal
Sepanjang perjalanan Reki dan Via hanya diam setelah kejadian tadi. Reki membawa Via ke sebuah taman untuk mendengar penjelasan Via. Sebenarnya Reki sudah tahu semua yang terjadi saat ia pergi. Tapi ia hanya ingin memastikan bahwa Via berkata jujur padanya. Mereka duduk di sebuah bangku kosong. Reki memesan jagung bakar untuk menemani mereka berbincang
" Sayang apa kau mengenal pria tadi? "
" Aku mengenalnya kak. Maafkan aku tak menceritakan semuanya denganmu "
Via menceritakan semua dari awal sampai akhir kepada Reki. Tentang apa saja yang ia lakukan bersama Reno ketika ia tidak ada. Reki mengerti Via terlibat karena masalalunya tapi tak memberitahukannya.
" Dia berkata akan merebutku darimu kak. Aku juga tidak tahu mengapa dia sangat aneh sekali " ucap Via menggenggam tangan Reki
" Jangan terlalu di pikirkan sayang. Aku tak akan membiarkannya dan takkan meninggalkanmu lagi " ucap Reki mengecup kening Via
Malam datang begitu cepat Via dan Reki memutuskan untuk pulang. Via mengantar Reki pulang ke rumahnya.
" Kakak pulang dulu ya sayang besok kakak akan mengantarmu ke toko bunga. "
" Baiklah kak aku pamit pulang dulu ya see you " melambaikan tangannya dan menutup kaca jendelanya segera berlalu meninggalkan Reki
__ADS_1
Apartement Kalijaga at 21.00
Via berada di lift menuju lantai delapan apartementnya. Lift berbunyi dan terbuka segera Via melangkahkan kakinya menuju pintu apartementnya. Ketika ia menekan kata sandi apartementnya muncul sosok pria memakai baju kaos oblong berwarna biru dan celana levis pendek yang sangat tak asing baginya
" Honey bagaimana kencanmu dengan kekasihmu itu ? " celetuk Reno
" Bukan urusanmu " masuk kedalam apartementnya dan segera menutupnya
" Aku akan menunggumu di luar sampai kau keluar " teriak Reno dari luar
Via tidak mempedulikan ucapan Reno dan segera membersihkan dirinya. Malam ini hujan turun dengan deras Via memutuskan untuk menonton film korea favoritnya karena sudah lama sekali ia tak menontonnya karena kesibukan yang tak menentu. Di tengah tontonannya telepon apartementnya berbunyi dan ia segera mengangkatnya
Drrtt drttt
Siapa yang menelepon malam malam begini gerutu Via mendekat ke arah telponnya
" Selamat malam mbak Via maaf mengganggu ini security apartement "
" Selamat malam juga pak. Ada apa pak? " tanya Via penasaran
" Maaf mbak teman mbak yang pernah kesini membuat kekacauan " ucapnya tergesa gesa
" Temanku yang mana pak? " tanya Via kebingungan
" Dia bilang namanya Reno dia berdiri diam di tengah hujan deras dan tak mau pulang kata..." ucapan satpam tersebut terputus karena Via menutup teleponnya
Tuutt tuut
Apa lagi maunya ucap Via segera turun kebawah menemui Reno
Via melihat Reno berdiri di tengah hujan tak peduli dengan satpam yang menyuruhnya berteduh dari tadi. Via segera berlari membawa payung yang ia pinjam dari satpam untuk menghentikan perbuatan Reno
" Apa yang kau lakukan? Hentikan kelakuanmu ini " ucap Via kesal
" Akhirnya kau datang juga honey. Mengapa harus selalu aku ancam dulu agar menemuiku? " ucapnya tersenyum dengan Via dalam keadaan kedinginan
" Ikut aku berteduh. Aku tak mau jadi tontonan orang disini" menarik tangan Reno agar berteduh
Reno mengikuti perkataan Via untuk berteduh. Satpam segera memberikan handuk untuk Reno dan Via membuka jaketnya untuk menutupi badan Reno yang kedinginan. Terlihat pundak Via sehingga ia terlihat sedikit sexy karena menggunakan lingerie bertali kecil di bahunya dengan panjang di atas lututnya.
" Kau terlihat sexy malam ini honey " menggoda Via
" Terserah kau saja" membuka pita di rambutnya agar terurai menutup pundaknya yang terlihat sedikit sexy
" Dia bukan kekasihku pak. Dia hanya orang aneh yang kekurangan kerjaan " ucap Via kesal
Via membawa Reno ke dalam apartementnya untuk mengganti pakaiannya yang basah. Di dalam lift Reno menggoda Via dengan penampilannya
" Kau membuatku tergoda dengan pakaian minimu ini honey " goda Reno
" Dasar mesum " celetuk Via langsung keluar dari lift yang terbuka segera menuju kamarnya.
Reno tertawa terkekeh melihat Via yang salah tingkah
" Pergilah bersihkan badanmu di kamar mandi " memberikan handuk kepada Reno
" Tapi aku tidak punya baju honey. Aku tidak mau memakai baju dastermu " ledek Reno
" Ini ambil saja untukmu sebenarnya aku ingin memberikan kepada kekasihku tapi sepertinya kau lebih membutuhkan " menyodorkan baju dan celana kepada Reno
" Aku tidak sudi memakai bekas kekasihmu " celetuk Reno sewot
" Bekas? Ini merknya masih ada RENO WIJAYA. Bukan otakmu saja yang terganggu telingamu pun juga " jawab Via kesal melemparkan baju dan celana yang ia pegang ke arah Reno
" Jangan cepat marah honey jadi makin cinta deh aku " goda Reno mengambil baju dan celana yang Via beri dan beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi
Reno sibuk membersihkan dirnya di kamar mandi sedangkan Via sibuk di dapur membuatkan nasi goreng dan teh hangat untuk Reno agar tak masuk angin.
Via melihat Reno keluar dari kamarnya setelah membersihkan dirinya. Via memanggil Reno untuk menuju meja makannya.
" Ini makan agar kau tak masuk angin. Selalu saja merepotkanku " ucap Via menarik kursi untuk dirinya duduk
" Kau baik sekali honey " goda Reno menyantap nasi goreng buatan Via
" Aku mau tidur dulu. Terserah kau mau pulang atau apapun aku tak peduli. Aku lelah dan jangan ganggu waktu istirahatku " beranjak dari tempat duduknya
Reno menarik tangan Via yang akan melangkah pergi meninggalkannya.
" Honey jangan berpenampilan seperti itu lagi di depanku. Apa kau sengaja ingin menggodaku ? " goda Reno melihat pundak Via dengan pakaiannya yang sedikit mini
" Kau saja yang mesum " ucap Via kesal melepaskan tangannya dari pegangan Reno berlari menuju kamarnya
Via masuk ke dalam kamarnya dan segera mengunci pintunya agar Reno tak bisa masuk.
__ADS_1
" Aku lupa selimutku diluar " memegang dahinya
" Biarkan sajalah aku tak ingin ia menggodaku lagi dan semoga ia cepat pulang ke rumahnya aku tak ingin selalu bermasalah dengannya " mengambil selimut baru dari lemarinya
Reno hanya terkekeh melihat kelakuan Via yang berlari meninggalkannya. Reno mencuci piring bekas ia makan tadi dan kembali ke sofa di ruang TV. Reno memutuskan untuk menginap di apartement Via karena hujan belum reda.
" Lebih baik aku segera beristirahat dan memakai selimut wanita itu " menarik selimut Via yang ada di sofa dan menutup seluruh tubuhnya karena kedinginan
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Via terbangun dari tidurnya karena mendengar handphonenya berdering. Ia membuka matanya dan melihat cahaya matahari masuk ke dalamnya.
" Jam delapan aku kesiangan karena ulah pria itu " bangkit dari tidurnya segera duduk di tepi kasur melihat ke arah jam dinding
Via melihat banyak panggilan tak terjawab dari Reki. Kemudian handphonenya berdering lagi dan ia segera mengangkatnya
Drrrtt drrrtt
Hallo kak ucap Via masih menguap
Sayang kau darimana saja? Aku cemas daritadi ucap Reno dengan terburu buru
Maaf kak aku baru bangun kesiangan karena semal..... " ucapannya terputus karena Reki mengatakan ia telah di depan pintu apartement Via
Tuuttt ttuuuutt
Via segera menutup telepon Reki dan memakai cardigannya. Via berlari membuka kunci pintu kamarnya segera keluar menuju pintu apartementnya dan membukanya.
Terlihat tubuh tinggi atletis Reki berdiri di depan pintunya menatap Via dengan tajam.
Mengapa dia menatapku seperti itu? Apa karena aku terlambat? tanya Via dalam hatinya
" Honey siapa yang datang? " memeluk pinggang Via dari belakang dan menatap Reki dengan senyum kemenangan
Bukankah tidak ada orang tadi di ruang tv ku dan yang ada hanya selimutku saja. Mati saja aku hari ini gerutu Via dalam hatinya
" Aku pamit maaf telah mengganggu kalian " ucap Reki membalikkan badannya
Reno aku akan membalas semua perbuatanmu ucap Reki dalam hatinya mengepalkan kedua tangannya
" Kakak dengarkan dulu penjelasanku. Ini tak seperti yang kau lihat " melepaskan pelukan Reno dan menarik tangan Reki
" Lebih baik kita tenangkan diri masing masing dahulu Vi " melepaskan pegangan Via
Maafkan aku sayang aku sedang tak ingin mendengar penjelasanmu batin Reki
Via melihat punggung Reki menghilang di balik lift. Ia menangis karena Reki tak ingin mendengar penjelasannya sedikitpun. Ia menatap tajam ke arah Reno
" Lebih baik kau pulang saja " dengan suara parau menunjuk ke arah luar agar Reno pergi
" Kau bertambah cantik jika sedang marah seperti itu honey " goda Reno mencubit pipi Via
" Pergi aku bilang jangan membuatku bertambah membencimu " teriak Via suara tersedu sedu
Reno segera melangkahkan kakinya keluar dari apartement Via karena masih ada rencana yang harus segera ia kerjakan.
Via menutup pintu apartemennya dan segera membersihkan dirinya untuk menemui Reki menjelaskan kesalahpahaman di antara mereka.
Via menuju ke tempat Reno melakukan latihan Volinya di GOR. Ia tahu kalau Reki sedang mempunyai masalah ia melampiaskan kemarahannya ke hobinya.
Via membawa salad buah favorit Reki sebagai permintaan maaf.
GOR Bersama at 11.00
Terlihat dari kejauhan tubuh tinggi tampan sedang duduk beristirahat mengelap keringatnya yang bercucuran. Via melangkahkan kakinya mendekat kearah pria tersebut membawa kantong berisi salad buah yang ia beli tadi. Langkahnya terhenti melihat wanita cantik mendekati Reki memberikan minuman kepadanya serta bergelayut manja di lengan Reki. Reki menyadari ada yang menatapnya langsung berdiri menjauh dari wanita cantik itu dan segera mendekat ke arah Via.
" Tadi aku kebetulan lewat sini dan mampir. Ini salad buah kesukaan kakak sebagai permohonan maafku." ucap Via memberikan salad buah kepada Reki dan sedikit tersenyum menahan air matanya melihat kejadian tadi
" Jangan salah paham dulu sayang " tersenyum ke arah Via
" Aku harus pergi dulu kak. Aku ada meeting dengan pelangganku " karena tak tahan melihat wanita cantik itu mengikuti Reki dan bergelayut manja lagi dengan Reki
" Sayang dengarkan dulu " menarik tangan Via dan berusaha melepaskan dirinya dari gelayutan manja wanita cantik itu
" Re siapa wanita ini " tanya wanita cantik itu dengan tatapan sinis melihat Via
Via hanya memberikan senyumannya kepada Reki dan menarik paksa tangannya dari genggaman Reki. Via meninggalkan Reki dengan air mata berlinang.
" Mengapa mereka semua hanya menyakitiku saja? Apa salahku terhadap mereka? " tangis Via melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan menghapus air matanya yang berjatuhan
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘