Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Batalkan Saja


__ADS_3

Bukan tapi dirimu yang bermasalah " jawab nenek mona datar


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


" Aku nek? " tanya Via bingung


" Jika kau tak ingin bertunangan dengan cucuku mengapa tak kau tolak kemaren nak? " tanya kembali nenek mona


" Maafkan aku nek tapi aku punya alasan tersendiri. Bukan maksudku untuk menyakiti hati cucumu " jawab Via tertunduk


" Bukan cucuku yang tersakiti tapi sebaliknya dirimu nak " ucap nenek mona menggenggam tangan Via


" Nek biarkan kami bertunangan setelah itu aku akan memutuskan hubungan kami" ucap Via memohon


" Baiklah nak tapi jika cucuku atau siapapun menyakitimu aku akan selangkah maju dari mereka semua membelamu " tersenyum ke arah Via


" Terima kasih ya nek. Tetapi mengapa kau sangat peduli dengan diriku? " tanya Via penasaran


" Aku tahu semua tentang kehidupanmu nak. Aku pasti sangat bangga jika mempunyai cucu seperti dirimu " membelai rambut Via


" Oh ya di minum tehnya nek keburu dingin " tersenyum mendekatkan cangkir teh ke arah nenek mona


" Mengapa tiga wanita tadi kesini pasti mencari masalah ? " tanya nenek mona setelah menghirup teh hangat


" Mereka memborong semua bunga di tokoku nek " jawab Via tersenyum


" Pasti kau mendapatkan caci makian " tebak nenek mona


" Biarkan saja nek yang penting aku bisa memberi karyawanku makan siang gratis dan bonus " jawab Via santai sambil terkekeh


Mereka berbincang bincang dan tak terasa hari sudah siang. Nenek mona berpamitan kepada Via dan Via pun segera mengantar pesanan Kiran tadi ke hotel Wisman bersama karyawannya.


Hotel Wisman at 13.55


Via segera membawa masuk bunga pesanan Kiran ke dalam hotel. Ia menggunakan baju kaos biru langit sedikit kebesaran dan celana levis pendek di atas lutut memperlihatkan jenjang kakinya serta memakai sepatu sporty berwarna putih. Rambut yang di kuncit sempol sembarang agar tak terlalu gerah. Via membawa beberapa bunga berjalan ke dalam menutup sedikit pandangannya hingga menabrak seseorang dan bunganya berserakan di bawah.


" Maaf nona aku menabrakmu karena tadi sedikit tertutup oleh bunga yang kubawa " ucapannya terhenti seketika karena melihat sosok yang ia tabrak


" Ahh tidak apa apa mari aku bantu " ucap Kiran berubah ramah membantu Via membereskan bunga yang berserakan


Bersikap manis di depannya dasar wanita bermuka dua gerutu Via kesal


Reno yang sadar jika yang di tabrak Kiran adalah Via hanya bisa berdiri diam tak tahu apa yang harus ia lakukan.


" Aku permisi nona " ucap Via membawa bunga yang jatuh segera ke tempatnya


" Honey biar aku bantu " menahan langkah Via


Via tak mengindahkan permintaan Reno dan dengan cepat meninggalkan Reno dengan hati yang kesal


Via telah selesai menaruh bunga pesanan Karin ke tempatnya. Ia segera berjalan keluar hotel dan melewati sebuah cafe kecil. Ia segera mampir karena merasa haus dan membeli air mineral dari cafe tersebut. Ia melihat sosok Reno dan Kiran duduk berdekatan .


Untuk apa aku memperhatikannya. Ayolah vi setelah pertunangan kau bisa segera meninggalkannya dengan alasan tersebut gerutu Via dalam hatinya kesal


Via duduk di meja kosong sendirian menghabisi air mineralnya membelakangi Reno karena tak tahan dengan kelakuan genit Kiran. Via memutuskan untuk pergi segera dari tempat itu karena tak ingin di ledek oleh Reno


Lebih baik aku segera pergi darisini ucap Via


Via beranjak dari tempat duduknya dan melihat Kiran berjalan menuju ke arahnya membawa secangkir kopi. Kiran dengan sengaja menumpahkan secangkir kopi yang ia bawa ke bajunya sendiri di hadapan Via


Apa yang wanita ini lakukan? Pasti ia ingin menjebakku ucap Via dalam batinnya


" Apa kau sengaja menabrakku? " ucap Kiran dengan nada kesal


" Maaf nona tapi bukan aku yang melakukannya " membersihkan baju kiran dengan tisu yang ada di meja


" Reno lihat wanita ini sengaja menabrakku hingga bajuku kotor dan terasa panas " ucap Kiran membela diri di hadapan Reno yang langsung tiba di sebelahnya melihat kedua wanita itu sedikit berdebat


" Honey apa kau cemburu? Kau sungguh kekanak kanakan " celetuk Reno menggandeng Kiran yang merasa sedikit kepanasan


" Ren tapi bukan a....." ucapan Via terhenti karena Kiran menamparnya


" Inikah calon tunanganmu Ren? Sudah salah tak mau mengakuinya " celetuk Kiran


Aku akan membalas perbuatanmu Kiran gerutu Via dalam hatinya


" Kau tak perlu membela diri aku melihat semuanya " ucap Reno membela Kiran


" Aku minta maaf dan akan membatalkan pertunangan kita. Aku membencimu Reno Wijaya " teriak Via kesal dan berlari keluar dari cafe tersebut


Aku akan membuat perhitungan dengan kalian berdua gerutu Via dalam hatinya meninggalkan hotel tersebut


Reno sibuk membantu Kiran membersihkan bajunya dan mengantarkan Kiran untuk pulang karena bajunya cukup kotor. Reno memutuskan untuk menemani Kiran di rumahnya karena kesal melihat tingkah laku Via tadi. Tiba tiba handphonenya berdering

__ADS_1


Drrttt ddrttt


Nenek meneleponku, pasti ia meminta bantuan nenek ucap Reno kesal


" Hallo nek ada apa? "


" Sampaikan ke media dan semua orang bahwa kau membatalkan pertunanganmu. Dan nikahi saja cinta pertamamu yang busuk itu " mematikan langsung teleponnya karena kesal dengan kelakuan cucunya


Tuuttt tuuttt


Flashback


Karena kesal dengan perbuatan Reno dan Kiran, Via memutuskan untuk mencari kartu nama yang pernah di beri nenek mona kepadanya. Ia mencari ke dalam dashboard dan menemukan yang ia cari.


Ini dia yang ku cari. Aku akan segera meneleponnya dan memberitahukan niatku ucap Via kesal


Drrttt drrttt


" Hallo benar ini nomor nenek mona " tanya Via


" Benar. Ini siapa " tanya nenek mona kebingungan


" Ini Via nek. Ada yang ingin aku sampaikan dengan nenek. Bisakah aku menemui nek " jawab Via


Nenek Mona menyetujui permintaan Via dan memintanya datang ke Hotel Wijaya karena kebetulan ia sedang di sana memantau hotelnya


Hotel Wijaya at 16.15


Via masuk mencari sosok nenek mona di lantai sembilan tempat ia menunggu. Ia masuk ke dalam sebuah ruangan khusus tempat pemilik hotel tersebut dan mendekat ke sosok yang ia cari.


" Maaf nek aku telah mengganggu waktumu " ucap Via membungkukkan sedikit badannya


" Mari duduk di sini nak. Kamu mau minum apa? " tanya nenek mona duduk di hadapan Via


" Apa saja nek " ucap Via datar


" Apa yang ingin kamu bicarakan sayang " tanya nenek mona penasaran


" Aku ingin membatalkan pertunanganku dengan cucumu nek. "


" Bukankah kau tak bersedia tadi membatalkannya " ucap nenek mona sedikit terkejut


Via menceritakan apa yang terjadi dengannya hari ini dan memperlihatkan foto yang tadi malam Via dapatkan. Nenek mona sangat kecewa dengan kelakuan cucunya dan ia menyetujui permintaan Via. Nenek mona segera menelpon Reno dihadapan Via. Via sangat bahagia karena bisa terlepas segera dari Reno maupun keluarganya yang menyebalkan.


" Hati hati ya sayang. Jika ada masalah segera hubungi nenek ya "


" Baiklah nek " mencium punggung tangan nenek mona


Flashback off


Aku akan membuat perhitungan denganmu Viani Putri ucap Reno kesal


" Siapa yang meneleponmu Ren ? " tanya Kiran berpura pura tidak tahu


" Nenekku. Aku pulang dulu ya Ran . Ada urusan yang harus ku selesaikan " ucap Reno meninggalkan Kiran


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Malam ini jadwal Via bernyanyi di Cafe Cupi. Ia naik ke atas panggung dan membawa beberapa lagu. Tak lama terdengar tepuk tangan dari para pengunjung menandakan ia telah selesai melakukan tugasnya. Via turun dari panggung dan menuju ke ruang ganti baju untuk mengambil tasnya dan segera pulang. Di luar cafe langkahnya terhenti karena seorang pria menarik tangannya


" Kakak " ucap Via terkejut melihat Reki di hadapannya


" Apa kabar sayang? " tanya Reki tersenyum kepada Via


" Kak lepaskan tanganmu kita tak ada hubungan lagi " ucap Via kesal


" Aku akan melepaskannya tapi aku ingin membicarakan sesuatu tentang Reno. "


Tentang Reno baiklah pasti ini tentang semua yang ingin aku ketahui gumam Via dalam batinnya


" Mengapa kau masih mengganggu kekasihku ? " tanya Reno muncul dengan tiba tiba menarik tangan Via yang ingin pergi dengan Reki


" Aku bukan kekasihmu " ucap Via kesal


" Ayo kita pergi Vi " ucap Reki menarik tangan sebelah Via


" Stooooppppp lepaskan tanganku. Apa kalian berdua ingin membuat tanganku patah? " teriak Via kesal


Reno dan Reki melepaskan tangan Via yang merasa kesakitan karena pegangan mereka berdua. Reno membisikkan sesuatu ke telinga Via dan membuat ia terpaksa mengikuti permintaannya.


" Maaf kak aku harus pergi bersama calon tunanganku" ucap Via melihat Jihan menatap tajam ke arahnya dari kejauhan


" Ayo honey kita pulang " mengambil kunci mobil Via dan membukakan pintu untuk wanitanya

__ADS_1


Reno membawa Via ke taman tepi danau tempat biasa mereka bersama menyelesaikan masalah. Reno menggandeng tangan Via menuju bangku kosong di sana.


" Mengapa kau membatalkan pertunangan kita? Bukankah kita sudah sepakat akan mengakhirinya setelah pertunangan ? " tanya Reno langsung ke intinya


" Aku tak ingin terlibat dengan masalahmu dengan wanitamu "


" Apakah kau cemburu? " ledek Reno


" Aku tak mau memberimu cintaku sedikitpun karena aku tak ingin tersakiti lagi "


" Kau tau jika kau membatalkan pertunangan ini akan berakibat fatal dengan perusahaan papamu dan aku yakin ibu tirimu itu akan membuat perhitungan kepadamu " ancam Reno


Via terdiam sejenak memikirkan semua perkataan Reno. Dan benar yang di katakan Reno ia pasti akan di siksa kembali


" Bukankah pertunangan kita esok lusa. Bersabarlah honey jika kau tak ingin mendapat ancaman dari calon istri mantanmu itu juga "


" Aku akan memberitahukan nenekmu besok. Kau puas " pergi meninggalkan Reno menuju mobilnya


Aku lupa kunci mobilku di pria itu ucap Via menepuk jidatnya


" Biar aku antar kamu pulang honey " ucap Reno tersenyum ke arah Via setelah masuk ke dalam mobil


" Ini mobilku Ren. Biar aku yang mengantarmu pulang dan kau bebas." Ucap Via kesal


" Oh ya honey. Biar aku saja yang memberitahukan nenek nanti soal pertunangan kita " melajukan kemudi mobil


Mereka terdiam sepanjang perjalanan. Reno mengemudikan mobil ke arah rumahnya. Ketika sampai di depan rumahnya Reno melihat neneknya menunggu di teras.


" Ren, " ucap Via ketika Reno ingin membuka pintu mobil


" Ada apa? "


" Gunakan mata dan hatimu dengan benar agar kau tak salah jalan " membuka pintu mobil dan segera keluar untuk berganti posisi


Reno segera melangkah menuju teras rumahnya dan melihat tatapan tajam dari nenek mona


" Ikut ke kamar nenek dulu "


Reno mengikuti langkah neneknya dari belakang. Mama Rosa dan Bunga melirik sedikit dan berusaha untuk menguping. Tapi sayangnya nenek mona tau kedua wanita itu akan menguping ia meminta Reki untuk menutup pintu kamarnya


" Mengapa belum juga kau umumkan pembatalan pertunanganmu ? " tanya nenek mona melipat kedua tangannya


" Nek maaf aku tak bisa membatalkannya karena aku tak ingin Via mendapatkan masalah dengan ibu tirinya dan aku juga tak mau membuat media beranggapan bahwa aku hanya bermain main dengan tunangan ini. Semua akan di tanggung oleh Via nek. Aku tak mau ia bertambah menderita " jawab Reno menggenggam kedua tangan neneknya


" Apa kau tak memiliki perasaan sedikit pun dengannya? "


" Aku tidak tahu nek. Yang kurasakan masih sama seperti dulu mencintai wanita yang sama "


" Bukalah mata dan hatimu untuk memilih yang tepat untuk hidupmu " ucap nenek mona menepuk bahu cucunya


Mengapa ucapannya hampir sama dengan wanita itu? Apa ia mulai meracuni pikiran nenek? tanya Reno dalam hatinya


" Besok aku akan membawa Via ke butik Ana nek. Melihat dan mencoba baju yang sudah nenek pesan. Maafkan aku ya nek " ucap Reno meninggalkan neneknya


Reno segera menghubungi Via untuk menjemputnya besok di apartement karena suatu hal dan tak boleh menolak. Reno tak ingin Via di ikuti lagi oleh Reki dan membocorkan rahasianya sebelum acara pertunangan.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Pagi ini Via menunggu Reno di lobi apartement. Ia terlihat sangat cantik dan sedikit sexy. Ia menggunakan baju berwarna pink dengan bahu terbuka dan rok mekar mini diatas lutut berwarna cream. Rambut yang di biarkan terurai dengan satu pita kecil di sebelah kanan. Ia sengaja merubah penampilan sederhananya hari ini karena ia sudah merencanai sesuatu untuk membalaskan dendamnya dengan ketiga wanita yang selalu mengganggunya beberapa hari ini.


Mobil Reno berhenti tepat di depan lobi apartement. Ia tak berhenti menatap penampilan Via yang sedikit berubah hari ini. Sehingga tatapannya buyar karena Via mengetuk kaca jendelanya.


" Masuklah honey " membuka kaca jendela yang Via ketuk


" Mengapa kau terlambat? " tanya Via kesal dan langsung duduk di sebelah Reno


" Kau terlihat menggoda hari ini honey " ledek Reno


" Oh ya benarkah ? Tapi aku rasa wanitamu lebih terlihat menggoda. " jawab Via menatap ke arah Via


" Aku tak suka jika kau terlihat sedikit sexy honey " ucap Reno sedikit kesal


" Tapi mengapa wanitamu boleh? Aku bukan kekasihmu Ren jadi aku berhak melakukan apapun yang kusuka " balas Via dengan ketus


Pagi ini mereka berdebat sepanjang perjalanan dan tak terasa sampai di butik Ana. Mereka berdua segera bergegas keluar dan masuk kedalam toko. Via tak menolak Reno menggandengnya karena rencananya segera di mulai.


" Lihat wanita kampungan itu gayanya tak sesuai dengan kehidupannya yang miskin. Dan beraninya dia menggoda Reno seperti itu " ucap salah satu wanita yang melihat kedatangan mereka berdua


Aku akan segera membuat perhitungan dengan kalian semua ucap Via dalam hatinya


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏

__ADS_1


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘


__ADS_2