
" Apa ada masalah? " tanya nenek Mona sedikit ingin tahu
" Papa ingin menjodohkanku dengan anak temannya "
" Kau bersedia? " tanya nenek Mona kembali
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
" Tentu saja nek. Agar aku bisa melupakan Reno segera. Bukankah cintaku dahulu datang karena perjodohan mungkin itu bisa terulang kembali? " jawab Via sebagai alasan padahal hatinya belum bisa sedikitpun melupakan Reno
" Baiklah kalau itu keputusanmu. Semoga kau menemukan cinta sejatimu ya sayang "
" Terima kasih nek " ucap Via tersenyum ke arah nenek mona
" Nenek pamit pulang dulu ya nak karena masih ada urusan lain " ucap Nenek Mona beranjak dari duduknya
" Hati hati ya nek. Jangan sungkan jika ingin main atau sekedar mengobrol denganku ya nek " pinta Via kemudian mencium punggung tangan nenek Mona
Nenek Mona pergi meninggalkan toko bunga dan Via segera ke ruang atas untuk mengambil tasnya dan bersiap siap untuk menemui papanya. Ia pamit kepada para karyawannya karena mungkin akan langsung pulang nantinya. Ia mengendarai mobilnya menuju cafe bromo. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk menuju ke cafe tersebut. Setelah perjalanan yang cukup panjang ia tiba di cafe bromo dan segera menepikan mobilnya. Ia turun dari mobil dan segera masuk ke cafe mencari sosok papanya. Ia melihat papanya sedang mengobrol santai dengan seorang pria di sebelahnya dan ia segera mendekat.
" Hai pa. Apa aku terlambat? " tanya Via mencium punggung tangan Tn.Bambang
" Tidak sayang. Ayo duduk dan pesan makanan kesukaanmu ya. " jawab Tn.Bambang yang masih sedikit menatap laptopnya
" Baiklah pa " ucap Via segera duduk di hadapan papanya dengan seorang pria
" Oh ya perkenalkan sayang. Ini Zaki anak teman papa kebetulan ia mewakilkan papanya untuk melakukan meeting dengan papa hari ini " ucap Tn.Bambang memperkenalkan pria di sebelahnya
" Zaki panggil saja aku Jek ya " ucap Zaki mengulurkan tangannya ke hadapan Via sebagai perkenalan
" Via " ucap Via singkat menerima uluran tangan Zaki dan sedikit tersenyum
Wanita yang cantik dan sederhana mana mungkin bisa aku menolaknya gumam batin Zaki
" Bisa kita lanjutkan lagi Jek" tanya Tn.Bambang membuyarkan tatapan Zaki kepada putrinya
" Oh ya maaf tuan baiklah " jawab Zaki sedikit malu
Pria ini terlihat sama saja seperti yang lain batin Via menatap sekilas Zaki
Tn.Bambang sibuk menyelesaikan meetingnya dengan Zaki sedangkan Via sibuk menyantap makanan yang telah ia pesan tanpa memperdulikan dua pria yang ada di hadapannya. Meeting Tn.Bambang telah usai dan ia segera memulai perbincangannya.
" Sayang kau sudah tahu bukan maksud papa tadi " tanya Tn.Bambang kepada putrinya
" Ehmmmm. Lalu " tanya Via kembali
" Papa ingin menjodohkanmu dengan Jek. Apa kau bersedia? " tanya Tn.Bambang membuat Via tersedak
" Aku tahu ini terlalu cepat tapi kita bisa saling mengenal dahulu bukan " sahut Zaki meminta kepada Via
" Honey kau sedang apa disini? " tanya Reno yang tiba tiba muncul di tengah mereka dan duduk di sebelah Via
Mau apalagi pria aneh ini selalu muncul di saat yang tak tepat gumam batin Via memegang keningnya
" Kau yang sedang apa disini tuan? " tanya Tn.Bambang kepada Reno yang ingin mencoba mengacaukan rencananya
" Baiklah pa aku bersedia " jawab Via tanpa basa basi karena tahu Reno pasti akan mengacaukan semuanya lagi
" Benarkah sayang? " tanya Tn.Bambang kembali merasa tidak percaya
" Kau pembohong sekali honey" celetuk Reno yang tahu bahwa Via sengaja tak menolak permintaan papanya
" Iya pa. Aku pamit pulang dulu ya pa. Jek aku duluan ya " ucap Via mencium punggung tangan papanya dan memberikan senyuman ke arah Zaki
" Hati hati ya sayang " jawab Tn.Bambang melihat Via beranjak dari kursinya dan melangkah meninggalkan mereka
" Aku akan membuat perhitungan dengan kalian berdua " ucap Reno menunjuk kedua pria di hadapannya dan mengejar Via yang terlihat ingin keluar dari pintu cafe
__ADS_1
" Honey tunggu " teriak Reno mencoba menghentikan Via yang bergegas masuk ke dalam mobil
Siall dia lebih cepat dari yang ku kira gerutu Reno melihat mobil Via melaju dengan cepat.
Reno kembali ke kantornya dan merencanakan untuk memutuskan hubungan dengan lelaki yang baru Via kenal dari papanya. Ia berpikir keras sehingga membuat Bobi terlihat terheran melihat tingkah laku bosnya tersebut. Reno memerintahkan Bobi untuk mencari tahu semua tentang Zaki pria yang berusaha merebut wanitanya tersebut.
Di dalam mobilnya Via sibuk mengomel tak tentu arah karena Reno selalu muncul tiba tiba dan selalu ingin merusak rencananya. Untuk melupakan kekesalannya Via mampir ke cafe cupi sesuai jadwalnya hari ini untuk bernyanyi mengurangi beban pikirannya. Sesampainya ia di depan cafe cupi handphonenya berdering dan terlihat nomor tak di kenal dan ia segera mengangkatnya.
Drrttt drrttt
" Hallo " ucap Via datar
" Hai, Vi. Ini aku Jek " jawab Zaki dengan semangat
"Ehmm. Ada apa Jek? " jawab Via seadanya
" Maukah nanti malam dinner denganku? Sebagai tanda perkenalan kita agar lebih dekat" ucap Zaki sedikit memohon
" Baiklah. Aku tunggu di cafe cupi nanti malam jam delapan ya Jek. "
" Oke. Terima kasih Vi " jawab Zaki dengan semangat
" Sudah dulu ya Jek. Aku sedang mengemudi. See you " ucap Via berbohong dan segera menutup telepon
Tuuttttt ttuuutttt
Jek yang mendengar Via menerima tawarannya meloncat kegirangan sehingga membuat orang di sekitarnya keheranan. Ia segera pulang ke rumah dan bersiap siap untuk menemui pujaan hati barunya. Jek sangat penasaran dengan sikap jutek Via dan membuat ia semakin tertarik untuk mendapatkannya.
Cafe Cupi at 20.00
Via telah usai melakukan pekerjaannya di cafe cupi bernyanyi mengisi panggung seperti biasa. Via menuju ke belakang panggung berganti pakaian untuk menemui Zaki agar penyamarannya di cafe cupi tak terbongkar. Ia segera berpamitan kepada pemilik cafe tanda usai bekerja.
Via duduk di pojok luar cafe menunggu kedatangan Zaki. Via memesan minuman capucino favoritnya dan menatap layar ponselnya melihat pesanan toko bunganya.
Dari dalam sebuah mobil hitam mewah Reno melihat yang di lakukan Via. Ia ingin mendekat tapi ditahannya karena ingin melihat siapa yang sedang di tunggu oleh wanitanya.
Zaki mendekat ke arah Via yang sangat serius menatap ponsel. Zaki membawa bucket bunga yang ia pegang di belakang punggungnya. Zaki tersenyum bahagia melihat Via karena tak menyangka wanita tersebut mau menemuinya.
" Hai vi " ucap Zaki membuat Via terkejut karena kedatangannya
" Ohhh hai Jek. Silahkan duduk " ucap Via mempersilahkan Zaki yang berdiri di hadapannya
" Maaf membuatmu menunggu " jawab Zaki memberikan bucket bunga yang ia bawa ke hadapan Via
" Ahhh tidak Jek. Aku juga baru sampai " ucap Via sedikit berbohong
" Ini untukmu Vi " menyodorkan bunga kehadapan Via
" Wahh cantiknya. Thank ya Jek " jawab Via tersenyum mengambil bunga dari Zaki
" Secantik dirimu " ledek Zaki membuat pipi Via memerah
Mereka berdua melanjutkan perbincangan dan menyantap beberapa hidangan yang telah mereka pesan. Tanpa menyadari ada sepasang mata yang melihat mereka berdua dari tadi dengan hati yang kesal.
Tak terasa satu jam berlalu mereka berdua menikmati perbincangan yang cukup panjang. Via memutuskan berpamitan pulang dengan Zaki karena takut pulang larut malam sebagai alasan. Via berpura-pura menikmati perbincangannya dengan Zaki. Karena ia sadar seseorang di dalam mobil tersebut menatapnya dengan sinis.
" Jek aku pamit pulang ya. Nanti keburu larut malam. " ucap Via menghentikan pandangan Jek yang melamun menatapnya
" Ahh baiklah " jawab Zaki tersadar dari lamunannya
" Thank ya Jek makan malam dan bunganya " tersenyum ke arah Jek dan segera bangkit dari tempat duduknya dan membawa bucket bunga yang ada di sampingnya
" Aku yang seharusnya berterima kasih karena kau mau menerima ajakanku " ucap Jek segera berdiri menyusul Via
Mereka berdua berjalan ke arah parkiran. Zaki mengantar Via sampai ke pintu mobil wanita tersebut.
" Thank ya Jek. Aku pulang duluan ya " ucap Via dan segera masuk ke dalam mobilnya
__ADS_1
Terlihat Zaki melambaikan tangannya ke arah mobil Via pertanda perpisahan. Terlihat mobil Via keluar dari cafe cupi. Zaki terlihat senyum kegirangan menuju ke arah mobilnya. Zaki menatap seorang pria yang sedang menunggu kehadirannya di dekat mobilnya. Zaki tidak peduli dan meminta pria tersebut menjauh dari pintu mobilnya. Tapi sayang pria itu tetap berdiri dan berpura pura tidak mendengarkan permintaan Zaki.
" Maaf aku punya masalah denganmu? Permisi ini mobilku aku mau masuk " ucap Zaki santai karena tak ingin mood bahagianya rusak karena hal sepele yang tak penting
" Apa kau tak mengenaliku? " jawab Reno singkat
Zaki mencoba mengingat wajah yang berdiri di hadapannya. Memang benar ia tak asing melihat pria tersebut. Dan ia langsung teringat karena melihat peilaku pria tersebut yang sedikit sombong.
" Ohh kau pria yang tadi siang bukan? " ucap Zaki sedikit ragu
" Iya kau benar "
" Lalu apa masalahmu? Aku ingin masuk ke dalam mobilku " gerutu Zaki
" Apa yang kau lakukan dengan wanitaku? "
" Wanitamu? Hahahhha " jawab Zaki tertawa terbahak mendengar ucapan Reno
" Jangan dekati dia lagi atau kau akan menyesal " ucap Reno menggenggam kerah baju Zaki dengan tangannya
" Aku tak peduli ucapanmu pria kaya sombong " jawab Zaki melepas tangan Reno dari kerah bajunya dengan paksa
" Apa kau menantangku? Kau tidak tahu siapa aku? " tanya Reno sombong
" Kau bukankah yang ada di media memutuskan pertunanganmu dengan wanita yang kau sebut milikmu demi kembali dengan kekasihmu yang dulu. Dasar pria egois " celetuk Zaki membuat Reno marah mendengar ucapannya
" Akan ku buat kau menyesal mendekati wanitaku " teriak Reno memukul pintu Zaki dan meninggalkannya karena kesal dengan jawabannya.
Zaki segera masuk ke dalam mobilnya dan melihat Reno pergi meninggalkan cafe dengan laju kencang karena kesal.
Dasar pria bodoh. Sudah mendapatkan wanita sebaik itu malah meninggalkannya begitu saja dan sekarang seenaknya ingin memilikinya kembali gerutu batin Zaki
###########
Malam mulai larut terlihat bintang berkelap kelip di atas langit. Via menikmati secangkir sekuteng di sebuah taman. Ia sedikit merasa lelah hari ini karena drama yang harus di buatnya agar pria yang masih ada di hatinya pergi meninggalkannya. Ia memikirkan seribu cara agar Reno benar benar pergi dari kehidupannya. Ia lelah harus selalu di permainkan Reno. Ketika sudah menjadi miliknya Reno tak peduli dan menyakitinya. Namun ketika tak memiliki Reno malah mendekat dan peduli kembali.
Apa mau pria tersebut? Mengapa sikapnya selalu berubah? Apa yang harus aku lakukan? gerutu Via dalam hatinya
Via masih menikmati secangkir sekuteng di hadapannya. Ia menikmati kesendirian malam yang dingin. Ia memikirkan jalan terbaik yang harus ia lakukan.
Di tempat lain Reno sangat kesal di dalam mobilnya. Saat melajukan mobilnya ia melihat sekilas mobil yang tak asing baginya. Ia segera memutar arah kembali ke arah mobil tersebut. Setelah sampai ia segera mencari sesosok pemilik mobil tersebut. Ia melihat sosok tersebut dari kejauhan duduk sendiri memegang kedua bahu kedinginan karena angin malam yang bertiup melewatinya.
" Apa yang kau lakukan sendirian disini? " tanya Reno memberikan jaket yang ia pakai menutupi badan Via
" Uhuukkk kau ? " jawab Via tersedak melihat sosok yang menghampirinya
" Iya aku honey " ucap Reno duduk di hadapan Via menopang dagu dengan kedua tangannya
Via hanya diam tak peduli apa yang dilakukan pria di hadapannya tersebut. Tapi ia sedikit beruntung karena ia tak merasa kedinginan oleh jaket yang di berikan Reno. Via hanya menikmati pemandangan langit yang indah malam ini. Ia tak peduli apa yang dilakukan Reno di hadapannya.
Zaki yang sedang mengemudi dengan santai karena merasa bahagia malam ini melihat dua mobil terparkir yang tak asing baginya. Ia segera menepi dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Pria itu disini bersamanya. Apa yang mereka lakukan? tanya Zaki dalam batinnya
Zaki menyusuri taman tersebut dan mencari sosok yang ia cari. Ia mondar mandir di sekeliling taman mencari sosok yang ia cari. Lelah mencari karena tak berhasil menemukan sosok tersebut Zaki memutuskan untuk pulang dan tak ingin berpikiran negative. Ketika ia melangkah berjalan meninggalkan taman tersebut terdengar suara pria yang tak asing baginya. Ia segera menuju ke arah yang ia dengar tersebut. Betapa terkejutnya ia melihat dua orang yang ia cari dari tadi sedang duduk berdua di pandangannya
Ia mencoba melihat dan mendengarkan apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua. Ia tak ingin salah paham dengan apa yang ia lihat. Ia memutuskan duduk di bangku lain karena merasa penasaran hubungan apa yang masih terjadi di antara mereka.
Dasar tidak tahu malu. Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan selanjutnya batin Zaki melihat mereka berdua mengepalkan kedua tangannya dengan kesal
Zaki tetap melihat apa yang di lakukan Via dan Reno yang sedang duduk berdua. Ia ingin mendekat tapi takut mengacaukan rencananya yang sudah disusun.
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
Maaf juga ya author baru bisa ngelanjutin episodenya sekarang. Dikarenakan author mendapatkan musibah 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘