
Ya allah bantulah aku semoga terbuka. Honey aku harap kau baik baik saja ucap Reno dalam hatinya menunggu cemas
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Reno segera membuka pintu apartement Via dan terbuka. Reno segera melangkah masuk di lihatnya Via sedang duduk termenung di atas sofa dengan keadaan gaun yang robek.
" Honey kau baik baik saja " segera duduk di sebelah Via dan memeluknya
" Awww sakit " ucap Via
Reno melepaskan pelukannya dan melihat bahu Via yang memerah bekas genggaman tangan yang kuat
" Maaf aku tidak tahu. Di mana kotak p3k mu. Biar aku mengobati lukamu honey " mengelus lembut bahu Via
Via hanya menunjuk ke arah dimana kotak p3k berada. Reno segera berdiri dan mengambilnya. Reno mengolesi salep untuk menghilangkan bekas merah di bahu Via dan di telapak tangan Via yang sedikit lecet. Handphone Via berdering di tengah pengobatan yang di lakukan Reno.
" Mengapa tidak di angkat honey? " tanya Reno yang terganggu dengan bunyi handphone Via
" Papaku yang menelepon. Maaf aku tidak bisa datang ke rumahmu malam ini Ren dalam keadaan seperti " ucap Via menunduk ke arah Reno
Reno segera mengangkat telepon dari Tn. Bambang terdengar suara sedikit marah
Drrrttt ddrrrtt
Kamu dimana? Apa ingin menambah masalah?
Maaf tuan ini aku Reno Wijaya. Aku sedang bersama putrimu aku akan segera kesana dan sedikit terlambat.
Tuuutt tuuuttt
Reno segera mematikan telepon dari Tn.Bambang karena lebih cemas memikirkan Via
" Aku datang kesini untuk menjemputmu honey " ucap Reno tersenyum ke arah Via
" Tapi aku tidak mungkin memakai gaun terbuka karena aku tak ingin bahuku terlihat "
" Kau boleh memakai baju yang kau inginkan asal kau datang ke rumahku "
" Baiklah tunggu sebentar aku ganti gaunku tapiii jangan biarkan aku pergi sendiri ke rumahmu " pinta Via menggenggam tangan Reno karena takut jika Jihan akan kembali lagi
" Aku tidak akan meninggalkanmu " mencium punggung tangan Via
Via segera mengganti gaunnya dengan dress berwarna biru muda dengan motif corak abu abu dengan panjang di atas lututnya dan memakai sepatu rendah karena kakinya sakit akibat di dorong Jihan tadi. Ia menguncir rambutnya cempol dengan sedikit poni yang tersisa memperlihatkan jenjang lehernya dan Ia segera keluar kamarnya.
Reno menatapnya tanpa berkedip sedikitpun karena terpesona dengan penampilan sederhana Via.
" Ren apa yang kau lihat? Apa penampilanku buruk? " tanya Via membuyarkan pandangan Reno terhadapnya
" Kau sangat cantik honey. Ayo kita pergi " menggandeng tangan Via menuju parkiran mobilnya.
Di tengah perjalanan Reno membuka pembicaraan karena di lihat dari tadi Via hanya terdiam saja.
" Honey maaf gara gara aku mendekatimu kau terlibat banyak masalah " menatap Via dengan rasa penuh penyesalan
" Ini bukan salahmu Ren. Jika kau tidak mendekatiku pun aku juga akan tetap merasakannya. Ini takdirku Ren " memberikan senyuman ke arah Reno
Reno hanya terdiam mendengar perkataan Via karena tak menyalahkan siapapun.
Sebenarnya aku sedikit tertarik denganmu tapi masih ada rasa yang tertinggal di masalaluku. Aku tidak akan menyakitimu lagi karena kau sama sekali tidak terlibat dalam dendam masalaluku ucap Reno dalam hatinya
Mereka berdua tiba di depan rumah yang sangat megah bak istana. Banyak pelayan yang menyapa mereka dan membungkukkan badannya kepada Reno. Reno menggandeng Via masuk ke rumahnya menuju langsung ke ruang makan.
Via melihat seluruh orang di meja makan menatap kedatangannya sinis tetapi hanya nenek mona dan papanya lah yang menatapnya dengan senyuman.
" Maaf kami sedikit terlambat karena tadi ada kecelakaan di jalan sehingga terjadi kemacetan " ucap Reno berbohong
Aku bagaikan masuk ke dalam kandang singa kedua setelah rumah papaku ucap Via dalam batinnya
" Tidak masalah cucuku. Kami juga baru memulainya ayo kita makan" ucap nenek mona mencairkan suasana
" Belum menjadi menantuku saja sudah merepotkan entah bagaimana ke depannya " celetuk ny.antonio menyindir Via
Via hanya terdiam mendengar perkataan ny.antonio. Reno yang tahu suasana hati Via saat ini menggenggam tangan Via yang duduk di sebelahnya.
" Jangan di dengarkan ya honey. Maafkan sikap mamaku " ucap Reno sedikit berbisik mendekat ke telinga Via
" Jaga ucapanmu Rosa. Jangan membuat kekacauan di tengah makan malam ini " sahut nenek mona mengingatkan menantunya yang sedikit sombong itu
Mereka menikmati makan malam dengan hening tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Via mendapatkan tatapan sinis dari dua wanita yang akan membuat ia akan tersiksa.
Ibu tiriku maupun calon ibu mertua yang tak ku inginkan sama sekali sepertinya sama saja gerutu Via dalam hatinya
Mereka telah selesai makan malam dan memutuskan melanjutkan perbincangan mereka di ruang keluarga. Di tengah perbincangan mereka tn.Antonio datang dan langsung duduk di tengah tengah mereka
" Maaf aku terlambat karena tadi ada sedikit masalah di perusahaan " ucap Tn.Antonio
" Kau sama saja seperti putramu selalu terlambat " gerutu nenek mona melihat kedatangan putra tunggalnya
" Apakah ini kekasihmu yang kau temukan di acara sayembara? " tanya Tn.Antonio
" Iya pa. Cantik bukan" sahut Reno mencium punggung tangan Via
" Kau memang hebat memilih pasangan sama seperti papamu ini " goda tn.Antonio
__ADS_1
" Jadi kapan acara pertunanganmu di laksanakan? " tanya nenek mona
" Minggu depan nek. Iya kan honey? " menggenggam tangan Via
" Terserah kau saja Ren " ucap Via datar membalasnya dengan senyuman
Mama Rosa dan kedua putrinya berbisik bisik membicarakan Via
" Tenang saja sayang kita akan membuat wanita itu menderita " ucap mama Rosa menatap Via sinis
" Dia tidak cocok menjadi kakak iparku gayanya kampungan sekali " celetuk Bunga adik kandung Reno
" Kalian berdua selalu saja menilai seseorang dari penampilannya saja " sahut Anggun kakak kandung Reno yang selalu tak suka dengan kesombongan mama dan adiknya
" Susah memang berbicara dengan orang yang seleranya sama rendahan " ucap mama Rosa kepada Anggun dan mengajak Bunga pergi meninggalkannya
Flashback
Sebelum mereka berkumpul di ruang keluarga tadi Tn.Bambang mengajak Via ke arah kolam untuk membicarakan sesuatu.
" Sayang boleh papa bertanya sesuatu?" menatap wajah putrinya
" Tanyakan saja " ucap Via datar
" Sebenarnya kedatangan kita di sini untuk membicarakan acara pertunanganmu "
Sudah ku duga pasti ada sesuatu yang di rencanakan gerutu Via dalam hatinya
" Pertunangan? sahut Via terkejut
" Apa kau bersedia? " tanya Tn.Bambang sedikit memohon
" Terserah papa saja. Aku tahu tak bisa juga aku menolaknya karena berbagai macam alasan yang akan papa berikan " meninggalkan papanya karena di lihatnya Reno mulai mendekat ke arahnya
Flashback off
Acara telah selesai Tn.Bambang dan keluarganya memutuskan untuk berpamitan dan pulang karena telah larut malam. Sedangkan Via harus menuruti permintaan Reno yang ingin mengantarnya pulang. Reno mengajak Via mampir di taman tepi danau tempat ia sering membawa wanita tersebut
" Mengapa kau tidak menolak pertunangan kita? Apa karena kau mulai mencintaiku? " goda Reno
" Aku masih mencintai kekasihku. Aku hanya ingin mengurangi masalahku saja " ucap Via datar
Reno terdiam dan sangat kesal mendengar ucapan Via yang masih mencintai Reki.
" Bukankah kau juga tidak mencintaiku? Kau hanya ingin menyakitiku saja? " tanya Via membuat Reno semakin diam
Apa yang kurasakan saat ini? Aku menyukainya tapi belum bisa menerimanya. Lebih baik aku selesaikan saja sesudah pertunangan ini. Agar tak ada lagi hati yang tersakiti gerutu Reno dalam hatinya
" Lebih baik antarkan saja aku pulang Ren. Aku sudah lelah ingin beristirahat. Aku juga tak peduli dengan jawabanmu. Terserah kau saja " beranjak meninggalkan Reno masuk ke dalam mobil
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Via memutuskan untuk tidak ke toko bunga hari ini karena masih teringat dengan kejadian kemarin. Ia memutuskan untuk mengunjungi tante Ana karena lama sudah tak bertemu.
" Sayangggg" teriak tante ana melihat Via mendorong pintu butiknya melangkah masuk
" Aku rindu tante " berlari ke arah tante ana karena berteriak memanggilnya tadi
" Kau bertambah cantik sayang "
" Ahh tante berlebihan tante lebih cantik dariku " melepaskan pelukannya
" Kau akan segera bertunangan bukan sayang? " goda tante ana
" Darimana tante tahu? " tanya Via kebingungan
" Berita sudah memuat tentang pertunanganmu minggu depan dengan Reno Wijaya "
Reno Wijaya apa yang sedang kau lakukan. Aku akan membuat perhitungan dengannya ketika bertemu nanti gerutu Via dalam hatinya
Via asyik berbincang dengan tante Ana dan harus terhenti karena dua orang wanita melemparkan baju ke arah Via.
" Hai calon menantuku ternyata kau bekerja di butik ini sebagai pelayan ya? " ucap Mama Rosa tertawa bersama Bunga anak bungsunya
" Itu baju pilihan kami cepat bawa ke kasir " celetuk Bunga
" Mama, adik jaga sikapmu" ucap Anggun tergesa gesa melihat kelakuan mereka berdua
Tante Ana yang tak terima anak angkatnya di hina segera berdiri memberikan peringatan kepada Mama Rosa. Via meminta Tante Ana untuk tidak meladeninya dan memintanya membiarkan ia mengurus masalah ini.
" Baiklah nyonya baju anda akan aku bawakan ke kasir. Maaf jika kami tidak melayani anda dengan baik " ucap Via membungkukkan badannya dan membawa baju yang di lempar Mama Rosa tadi ke arahnya
" Aku rasa sebentar lagi kau akan di campakkan oleh putraku setelah pertunangan esok. Aku tak mengerti mengapa putraku memilih gadis rendahan sepertimu " tertawa mengejek Via
" Seorang pelayan untung saja di butik ternama ya ma. Jadi gajinya tidak terlalu kecil " celetuk Bunga tertawa bersama mamanya
" Maafkan mama dan adikku ya Vi " ucap Anggun melihat Via yang di hina kedua keluarganya
" Tidak perlu minta maaf kak. Sini biarku bantu membawa pakaianmu " ucap Via tersenyum kepada Anggun
Tante Ana yang sangat geram melihat kelakuan keluarga Wijaya tersebut meminta Vino memanggil Via.
" Vi kemari bos memanggilmu " teriak Vino melambaikan tangannya ke arah Via
__ADS_1
" Palingan mau di pecat ma karena tidak bisa melayani pelanggan dengan baik " menetertawakan Via dengan keras
" Aku permisi dulu ya bu, kak " ucap Via
" Tunggu sebentar " ucap mama Rosa menghentikan langkah Via
" Ada apa bu? " tanya Via datar
" Jika kau di pecat bekerja saja di rumahku karena kami masih membutuhkan pelayan " jawab Mama Rosa terkekeh
Via tak menghiraukan perkataan Mama Rosa dan menuju ke ruangan Tante Ana
" Mengapa kau diam saja di hina oleh calon keluarga barumu itu? " ucap Tante Ana menatap Via sinis
" Biarkan saja tan. Aku tak suka mencari muka " ucap Via tersenyum
" Dasar gadis aneh " celetuk Vino
" Dari pada kakak pria jomblo " sahut Via terkekeh mengejek Vino
Mereka melanjutkan perbincangan mereka dan tak terasa hari mulai gelap. Via memutuskan untuk pulang ke apartementnya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Kediaman Keluarga Wijaya at 21.00
Sepasang suami istri sedang beradu argument tentang pilihan putranya. Suaminya mendukung keputusan putranya sedangkan istrinya tidak terima sama sekali.
" Bagaimana mungkin calon menantu kita itu seorang pelayan di butik pa? " ucap Mama Rosa
" Jadi apakah itu sebuah masalah ma? " tanya Tn.Antonio menutup laptopnya
" Masalah dong pa. Apa nanti kata teman sosialita mama jika tahu pekerjaan calon menantu mama hanya seorang pelayan? " ucapnya karena merasa jijik
" Ma jangan menilai seseorang dari tampilannya saja. Apa kau ingin hubungan kita dengan Reno menjauh lagi? "
Mama Rosa hanya diam mendengar ucapan suaminya. Dan memutuskan mencari cara sendiri saja untuk menyingkirkan calon menantunya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Pagi ini Via sedang bersantai di apartementnya. Ia memutuskan untuk bersantai dan mengunjungi toko bunganya siang nanti saja. Tiba tiba bel apartemennya berbunyi dan ia segera membukanya
" Permisi dengan ibu Viani? " ucap sang kurir
" Iya benar mas" ucap Via terkejut melihat kardus besar di depan pintu apartementnya
" Ini ada paket untuk anda. Di tanda tangan disini ya bu " menyodorkan kertas dan pena kepada Via
" Oh baiklah mas. Terima kasih "
Via bingung cara membawanya dan memutuskan untuk membukanya saja di tempat
Siapa yang mengirimiku paket sebesar ini gerutu Via membuka pita kardus tersebut
" Good morning honey " ucap Reno mengejutkan Via yang membuka tutup kardus tersebut
Via meloncat terkejut melihat Reno yang keluar dari kardus tersebut dan memukul dada bidang Reno. Reno segera menghentikan pukulan Via dan menggenggam tangannya
" Maaf membuatmu terkejut honey " mencium punggung tangan Via
Via menarik paksa tangannya dan meninggalkan Reno ke dalam apartementnya. Reno segera keluar dari kardus dan memerintahkan anak buahnya membersihkan kardus tersebut. Reno masuk dan mencari sosok wanitanya tapi tidak ia temukan.
" Honey kau dimana? Jangan membuatku cemas " teriak Reno
Seketika Via keluar dari balik pintu dan mengejutkan Reno kembali membalaskan dendamnya tadi
" Mengapa harus cemas? " ucap Via dari belakang Reno dan membuat Reno berdiri terdiam
Reno segera membalikkan badannya dan mengejar Via. Via berlari menghindari kejaran Reno dan ia hampir terjatuh karena tersandung dengan cepat Reno menangkapnya
" Honey jika ingin ku peluk katakan saja. Tidak perlu aku mengejarmu " goda Reno yang menahan Via dalam pelukannya
" Aku tersandung tidak berniat memelukmu " segera beranjak dari pelukan Reno
" Aku bahagia melihatmu tersenyum hari ini " ucap Reno melipat kedua tangannya menatap Via
Via tak menghiraukan perkataan Reno karena bergegas mencari handphonenya yang berdering
Drrttt ddrttt
Nomor tak di kenal
Siapa yang menghubungiku ini gumam Via dalam hatinya
"Hallo ini siapa ? " tanya Via
Via terdiam mendengarkan ucapan seseorang yang meneleponnya dan berlinang air matanya
" Siapa yang meneleponmu honey? " tanya Reno penasaran menghapus air mata Via
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘