
"Apa benar yang aku lihat? Bagaimana aku harus menjelaskannya. Ini akan menjadi bomerang" ucap Bobi terkejut melihat apa yang sedang terjadi.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Kemudian Bobi memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti Via. Mencari tahu apa saja yang Via lakukan dan langsung membuat laporan kepada Bobi.
" Mengapa masalah ini menjadi rumit. Mereka semua berhubungan. Akan terjadi perang besar jika semua benar" ucap Bobi mengacak acak rambutnya.
Aku harus menyelesaikannya sekarang juga
Apartement Kalijaga at 05.00
Via terbangun dari tidur pulasnya. Via menguap dan mengangkat tangannya dengan posisi duduk menyender di tempat tidurnya.Dia mengumpulkan kesadarannya.
" Selamat pagi dunia. Semoga hari ini aku di jauhkan dari manusia yang menyebalkan" ucap Via
Via beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi agar tak terlewatkan subuhnya. Via membasahi seluruh badannya dengan air hangat dari showernya. Usai dengan aktivitasnya di kamar mandi ia segera keluar dan bersiap siap melakukan shalat subuhnya. Dia selalu berdoa di setiap ibadahnya agar jauh dari orang yang selalu ingin mengganggunya dan tak ketinggalan do'a untuk orang orang yang sayangi.
Via bersiap siap untuk melakukan jogging. Menggunakan celana hitam selutut, baju kaos merah serta rambut yang di kuncir satu. Tak lupa membawa handuk yang di sangkutkan di bahunya. Via berlari menuju taman biasa menggunakan headsheatnya mendengar lagu favorit dari handphonenya tanpa memperdulikan sekitarnya.
Di kejauhan tampak dua pria berbadan besar mengikutinya sejak ia keluar dari apartement. Mereka mengikuti kemana saja Via pergi secara hati hati agar tak ketahuan. Mengambil foto Via secara diam diam dan mengirim kepada atasannya.
" Pak beli air mineralnya satu " pinta Via memberikan uang kepada pedagang tersebut
" Ini mbak airnya. Ada uang kecil mbak maaf kami baru buka dan mbak pembeli pertama kami" ucap pedagang
" Kembaliannya buat anak bapak aja ya" menunjuk seorang anak kecil tertidur pulas di dalam toko
" Terima kasih ya mbak" balas pedagang dengan senyum bahagia mendapat rezeki di pagi hari
Tak jauh dari tempat warung Via membeli minum terlihat pria yang sedang mengikuti via langsung mengambil foto Via dengan handphonenya
" Ayo cepat ambil gambarnya. Lalu kirim dengan bos. Aku tak ingin jadi masalah"
" Mengapa harus foto di warung . Apa tidak ada tempat lain " protes pria berbadan besar 1
" Lakukan saja sebelum kita kehilangan jejaknya"
Drrrtt drrtttt
Bobi menerima pesan dari orang suruhannya dan membuka gambar ysng di kirim mereka
Ikuti terus wanita itu dan laporkan kepadaku apa saja yang ia lakukan
Via beristirahat duduk sejenak di bangku taman yang kosong menghapus keringat yang bercucuran. Via menikmati air yang masuk ke dalam tenggorokannya. Via melihat jam di handphonenya dan memutuskan pulang ke apartementnya karena ia harus segera menuju toko bunganya.
Toko Bunga TIV at 09.00
" Selamat pagi bu. Selamat datang" sapa mia
" Selamat pagi juga. Oh ya hari ini bunga dari suplier akan datang. Jadi kita harus bersemangat bekerja hari ini ya" ucap Via.
Via sedikit berbohong dengan suplier pemilik kebun bunga yang selama ini masuk ke tokonya. Sebenarnya suplier tersebut dirinya sendiri tapi ia merahasiakannya karena tak ingin karyawannya terlalu kaku terhadapnya.
" Baiklah bu. Nanti saya akan memberi tahu karyawan lain" jawab mia
Butuh beberapa jam menunggu bunganya sampai. Terlihat mobil yang membawa barangnya tersebut datang dan berhenti di depan tokonya. Via dan karyawannya saling tolong menolong menyusun dan merapikan bunga ke tempatnya. Tak ketinggalan dua pria besar yang masih mengikutinya mengambil beberapa foto via yang sedang membantu para pekerja. Terlihat foto via menggunakan celana levis ketat, baju kemeja biru dongker dengan rambut di cempol asal asalan terlihat senyum manisnya mengelap keringat di keningnya. Pria itu segera mengirimkannya kepada atasannya
" Mengapa bos menyuruh kita mengikuti wanita ini terus mengambil potonya" tanya pria besar 1
" Aku juga tidak tahu. Kita seperti tidak mempunyai pekerjaan lain. Padahal wanita itu terlihat biasa saja tidak ada kegiatan aneh yang ia lakukan" jawab pria besar 2 sambil meneguk minuman yang ia pegang
Tak lama mereka berbincang datang Sinta masuk ke toko bunga. Sinta mengajak Via berbincang di taman sebelah tokonya.
" Vi ni aku bawa makan siang untukmu. Mamaku masak banyak hari ini dia teringat denganmu menyuruhku membawanya kesini"
" Wah makasih ya sin. Kebetulan aku lapar belum sempat mengisi pulau tengahku ini" memegang perutnya yang lapar dan segera membuka makanan yang di bawa sinta
__ADS_1
" Kamu kebiasaan selalu melupakan makanmu Nanti kalau kamu sakit aku juga ya repot vi"
" Iya iya maaf sin" ucap Via terkekeh
" Nanti aku bilang loh ke kak Reki mau?" jawab Sinta kesal
Via tak menjawab ucapan Sinta tadi. Ia langsung menyantap makanan yang ada di depannya. Ia terlihat lahap menikmati makanan tersebut. Sinta menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya itu.
" Alhamdulillah perutku udah kenyang. Bilang sama mama makasih ya sin. Sering sering ya masakin buat aku hehehe"
" Iya nanti aku bilang sama mama. Oh ya tadi mama memintaku membeli bunga. Ini pesanan mama dan alamatnya. Langsung di kirim ya vi" memberi selembar kertas kepadanya
" Loh kok bukan alamat rumahmu sin" tanya Via heran
" Itu alamat rumah teman mama cerewet"
Kemudian sinta menanyakan kemana kemarin Via pergi. Membuat Via terdiam sejenak. Lalu via menceritakan apa yang terjadi kemarin dengannya. Via menceritakan semua perlakuan Reno kepadanya. Sinta yang mendengar cerita Via hanya diam. Dia takut jika Via nanti menjadi korban sasaran antara dua sahabat tersebut. Sinta ingin memberitahukan kepada Via tapi ia tak ingin terlalu ikut campur. Sinta yakin Via bisa mengatasi masalahnya sendiri sebelum kepulangan Reki.
Pria suruhan Bobi masih mengintai Via. Pria tersebut pun mengambil lagi foto Via bersama temannya yang terlihat sangat akrab. Pria tersebut mengirim lagi fotonya kepada atasannya
Drrttt drrtttt
Ehmm semoga ada petunjuk lagi gumam Bobi
Bobi melihat foto pertama Via yang sedang membantu karyawannya di toko. Kemudian Bobi melanjutkan melihat foto yang kedua. Betapa terkejutnya Bobi melihat sosok wanita yang sedang berbincang dengan Via. Bobi memperbesar layar handphonenya memastikan foto wanita tersebut.
Wanita itu bukankah sepupunya dia batin Bobi agar tidak di curigai oleh Reno yang sedang duduk berhadapan dengannya.
Bobi mencari tahu tentang kedekatan sinta dan via. Bobi membuka sosmed milik Sinta dan menemukan foto yang sangat mengejutkan dirinya. Terlihat caption yang ditulis sinta
Yang di sebelah kiri saudara rasa sahabat dan yang di sebelah kanan sahabat rasa saudara. Persamaannya hanya satu yaitu menyebalkan.
Sudah ku duga mereka memang mempunyai hubungan. Kurasa bukti ini sudah cukup kuat. Wajar saja ketika aku baru bertemu dengan Via ia melihat diriku sangat sinis. Semoga ia tak terlalu menyadari waktu aku mengikutinya di bandara waktu itu.
" Apa kau sudah menemukan petunjuk tentang wanitaku" tanya Reno muncul dengan cepat mengagetkan Bobi
" Wanita yang unik. Kirim potonya ke handphoneku Bob" pinta Reno tersenyum senyum sendiri melihat foto Via di hanphone Bobi
Masuklah pesan dari Bobi mengirim poto yang di inginkan Reno. Reno segera mengganti layar walpapernya dengan gambar Via yang sedang tersenyum menghapus keringatnya di toko. Ditambah dengan bunga bunga cantik yang sebagai backgroundnya.
" Cantik bukan" pamer Reno memperlihatkan wallpaper barunya kepada Bobi
" Bagus tuan" sahut bobi.
Dalam batinnya Bobi berkata bagaimana jika bosnya tau wanita yang sangat ia miliki kekasih musuhnya sendiri. Entahlah bagaimana nasib wanita itu selanjutnya.
Bobi mulai mendapatkan semua informasi tentang Via. Ia memutuskan untuk memberi tahukan tentang kehidupan Via kepada Reno setelah usai pulang kerja.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Hari ini Reno memutuskan pulang lebih awal karena tidak sabar mendengar info dari Bobi tentang wanita pujaannya. Bobi membawa Reno ke apartemennya tempat dimana tidak ada orang yang akan ikut campur tentang rencana mereka. Sebenarnya Bobi bisa saja langsung memberitahukan di mana saja. Tapi Bobi tahu sifat atasannya jika mendengar berita ini akan membuatnya marah besar.
Di tengah perjalanan Bobi mendapatkan pesan dari suruhannya. Ia membuka pesan tersebut dan membuka gambar yang dikirim suruhannya. Dilihatnya Via yang sedang berada di Cafe Cupi. Bobi memberitahukan kepada Reno bahwa ia mempunyai kejutan kecil untuknya. Kebetulan mereka melewati jalan menuju cafe tersebut. Bobi langsung menghentikan laju mobilnya tepat di depan Cafe itu.
" Bob disini kejutannya? " tanya Reno dengan penasaran
" Iya tuan. Mari masuk nanti saya beritahu mengapa kemarin kita tidak menemukan sosok wanita itu disini dan langsung pergi tanpa terlihat" jawab Bobi yang ingin menunjukkan sedang apa yang dilakukan wanita itu.
Terdengar suara indah penyanyi wanita yang sama ketika mereka berada di Cafe Cupi pada saat itu.
" Tuan penyanyi itu adalah wanita anda"
" Benarkah Bob? Penampilannya sangat berbeda" tanya Reno penasaran
Tak terasa Via telah menyelesaikan lagunya. Ia beranjak dari kursinya dan menuju kebelakang pentas. Bobi dan Reno segera mengikutinya. Mereka berdua menunggu Via keluar. Terlihatlah sosok Via keluar dari sebuah ruangan dengan penyamarannya melewati mereka berdua. Reno memperhatikannya dengan saksama dan mengikutinya dari belakang. Via segera masuk ke dalam mobilnya terburu buru karena takut ada yang mengetahui penyamarannya.
Reno melihat wanita pujaannya pergi meninggalkan cafe tersebut
__ADS_1
" Bob ayo kita pulang. Terima kasih atas informasi hari ini"
" Baik tuan"
Sejak kapan ia mudah berterima kasih denganku. Kau terlihat sedikit aneh akhir akhir ini tuan batin Bobi.
Flashback
" Pria itu mengapa selalu datang ke cafe " ucap Via memukul stir mobilnya karena kesal harus melihat Reno lagi hari ini.
Tiba tiba cacing di perut Via berbunyi
" Aduh aku lapar. Aku baru ingat hanya makan yang di beri siska tadi." gumamnya memegang pulau tengah yang kosong
Via menepikan mobilnya di sebuah warung pecel lele. Ia turun dan langsung menemui sang pemilik warung.
" Mas lele gorengnya satu plus nasi uduknya ya. Kalau sudah siap antar ke mobil putih depan ya mas. Terima kasih " pinta Via kemudian memberikan uangnya langsung ke pemilik warung
" Baik mbak. Ditunggu ya "
Via memutuskan menunggu pesanannya di dalam mobil. Setelah setengah jam ia menunggu pesanannya datang. Wajar saya ia menunggu sedikit lama karena antrian yang banyak. Warung pecel lele tersebut memang banyak di minati pelanggannya karena rasanya yang enak dan harga yang terjangkau. Via megendarai mobilnya segera pulang.
" Akhirnya aku sampai juga di apartementku. Aku mandi dulu terus langsung makan " ucap Via dengan bersemangat
Via selesai dengan aktivutas mandinya. Ia segera menu ke dapur mengambil peralatan makannya serta sebolol minum air putih menuju ruang tv. Via membuka pecel lelenya dan segera menyantapnya di temani oleh film korea favoritnya.
" Alhamdulillah selesai juga aku makan. Aku beresin dulu terus lanjut nonton lagi"
Via telah menaruh bekas makannya ke dapur. Ia bergegas mengambil selimut di kamarnya dan melanjutkan film yang ia tonton tadi. Rasa kantuk mulai menyerangnya tanpa sadar ia telah tertidur pulas di sofa sampai pagi hari datang.
Flash back off
Tak terasa Reno telah sampai di depan apartement. Mereka segera bergegas masuk ke apartement menuju lift. Lift terbuka mereka segera menuju kedepan pintu kamar Reno. Bobi memasukkan kata sandi pintu apartement Reno. Kemudian mereka berdua masuk. Bobi langsung menuju ke dapur membawa minuman dan makanan ke ruang TV. Baru saja Bobi menaruh yang ia bawa Reno langsung memberikan pertanyaan yang belum ingin Bobi jawab saat ini
" Bagaimana tentang wanita ku? "
" Aku harap kau tak kecewa tuan " jawab Bobi memberikan sebuah foto yang ia ambil dari sosmed tadi siang
Reno terkejut melihatnya. Dan ia meminta penjelasan yang sebenarnya dengan Bobi.
" Wanitamu dan musuhmu sepasang kekasih. Bukti itu diperkuat dengan kedekatan sepupu musuhmu" jawab Bobi seadanya
Sebuah cangkir pecah berserakan dilantai karena dilempar dengan kesal oleh Reno saat ia ingin menyantap moka buatan Bobi
Selalu membutku repot. Jadi aku harus membersihkan pecahan cangkir tersebut batin Bobi kesal melihat tingkah laku Reno yang arogant
" Pantas saja dia sama menyebalkan dengan lelakinya itu. Lalu tentang keluarganya ?" tanya Bobi sedikit penasaran
" Dia merupakan anak perempuan dari Bambang Atmojo bersama istri pertamanya tuan. Wanita itu kurang akrab dengan keluarganya karena ibu tirinya yang gila harta " ucap Bobi yang sedang membersihkan pecahan cangkir tadi
" Bagaimana tentang kehidupannya? " tanya Reno penasaran
" Dia pemilik toko bunga TIV dan ia juga bekerja sebagai model dari butik langganan nenek anda tuan. Tapi masih ada lagi rahasia yang wanita tersebut sembunyikan." Jawab Bobi
" Apa itu"
" Aku masih mencari tahu sampai saat ini. Keluarga bahkan kekasihnya pun tak mengetahuinya. Ia menyimpan rahasia itu rapat rapat. " ucap Bobi seadanya
Bagaimana rasa tertarikku padanya sekarang? Hatiku terasa hancur mendengar bahwa ia kekasih musuhku. Batin Reno yang kini bingung akan hatinya sendiri
" Oh ya kabar baiknya lagi musuhmu sedang berada di luar negeri tuan " ucap Bobi melirik Reno
" Baiklah Bob. Permainan segera di mulai. Aku akan menghancurkan mereka satu persatu" ucap Reno tersenyum sinis
Makasih selalu setia nungguin episode selanjutnya. Maaf kalau masih terdapat kesalahan ya.
Maklum author masih pemula 😊🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat untuk kalian semua 😘