
" Kau berbohong bukan? Via menunjukkanku sebuah rekaman percakapan bahwa kau akan melamar kekasihmu itu. Dari situlah ia benar2 ingin melupakanmu. Aku berusaha mencegahnya namun ia tak sanggup lagi. Disini saja ia merasa kesepian apalagi ia pergi menjauh Ren. " ucap Keyra bersedih menunjukkan rekaman yang di kirim Via kepadanya
" Video ini hanya sebagian key. " mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan rekamannya hingga selesai
Flashback
Malam itu keluarga besar Reno dan Kiran berkumpul karena keinginan mama Reno. Reno hanya mengikuti permintaan mamanya dan mengakhirinya dengan cepat. Mereka menikmati makan malam yang sederhana kemudian melanjutkan perbincangan ke ruang keluarga.
" Bagaimana hubungan kalian? " tanya mama Rosa membuka percakapan
" Baik2 saja kok tan tapi sayang gadis kampungan itu selalu saja menggodanya. Benarkan sayang? " jawab Kiran bergelayut manja di samping Reno
" Mengapa kalian tidak melanjutkan hubungan kalian ke tahap yang lebih serius? " tanya mamanya Kiran
" Itu yang ingin aku bicarakan malam ini " jawab Reno dan berusaha melepaskan pelukan Kiran karena merasa risih
" Kau so sweet sekali sayang " ucap Kiran melepas pelukannya
" Aku akan melamar wanitaku minggu depan "
" Benarkah kau akan melamarku sayang? " jawab Kiran kegirangan
" Benar " menghentikan ucapannya dan ketiga wanita berbisa yang di dekatnya bersorak gembira
" Tapi bukan dirimu Kiran " ucap Reno menyambung perkataannya
Semua yang berada di ruangan itu terdiam mendengar perkataan Reno. Keluarga Kiran yang sudah merasa senang menjadi malu karena perkataan Reno dan mengajak Kiran segera pulang. Nenek Mona tersenyum karena melihat cucunya telah memilih siapa yang pantas bersama dirinya.
Flashback off
" Ya ampun tambah pusing kepalaku memikirkan kalian berdua " ucap Keyra setelah melihat rekaman yang di berikan Reno
" Jadi tolonglah bantu aku key " memohon kembali kepada Keyra
" Baiklah aku akan menolongmu sebisaku ya Ren " menyetujui permintaan Reno karena ia tahu mereka berdua memang saling mencintai namun orang2 sekitar yang membuat salah paham
Reno dan Keyra bercerita panjang lebar hingga tak terasa sampai larut malam terlewati. Reno hanya berharap Via segera menghubungi keyra dan ia dapat bertemu kembali dengan pujaan hatinya.
##########
Seminggu sudah Via bekerja menjadi model serta mengurus butik Tante Ana. Pagi hari Via mengecek toko bunganya melalui email yang di kirimkan oleh Mia. Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya berada di butik hingga malam tiba. Ia sengaja melakukan itu semua agar melupakan Reno yang selalu membayanginya.
Via menutup semua kolom komentar instagramnya agar terhindar dari semuanya. Ia tahu Reno mencari tahu keberadaannya karena banyak DM yang ia terima dari Reno mencari keberadaannya. Ia juga mendapat kabar dari para sahabatnya bahwa Reno selalu menanyakan keberadaannya.
" Bagaimana cara aku melupakannya kalau selalu kabar tentangnya yang aku dengar " gerutu Via melihat beberapa pesan hingga membuat karyawan disana keheranan
" Apa ada masalah nona? " tanya Zahra salah satu karyawan disana yang sudah akrab dengannya
" Ehhmm tidak zah. Aku hanya sedang memikirkan tokoku di Indonesia " jawab Via berbohong
" Oh ya nona esok pameran akan dilaksanakan. Apa nona tidak latihan? " ucap Zahra berusaha mengingatkan jadwal Via
" Ya ampun aku hampir saja lupa. Aku harus menghubungi tante Ana " segera mencari handphonenya dan menghubungi tante Ana
Drrrtttt drrtttt
Anak ini mengapa harus menelepon sekarang batin Tante Ana karena ada Reno di hadapannya
Halloo
Hallo tan
Maaf saya telepon kembali karena sedang ada tamu. Terima kasih
Tuuttt tuuuttt
Ada apa dengan tanteku ini. Aneh sekali ucap Via sedikit kebingungan
Tante Ana segera melanjutkan perbincangannya dengan Reno agar ia tak merasa curiga.
" Mengapa dimatikan teleponnya tan? Aku bisa menunggu barangkali penting " tanya Reno sedikit curiga
" Ohh tidak apa itu klien yang ada di Singapore memberitahukan tentang pameran esok " ucapannya terhenti karena hampir saja keceplosan
__ADS_1
" Singapore? " tanya Reno dengan penuh selidik
" Iya. Oh ya apa yang ingin kau bicarakan Ren?" Mengalihkan pembicaraan karena Reno terlihat mulai sedikit curiga
" Dimana wanitaku? " tanya Reno singkat
" Maaf tante tidak tahu Ren. Ia hanya memberikan surat pengunduran diri dua minggu yang lalu " membuka laci mejanya dan mengambil selembar kertas untuk dilihat oleh Reno
" Sungguh? " bertanya dengan sedikit curiga
" Jika kau benar mencintainya mengapa tak berusaha mengejarnya sendiri tanpa bantuan orang lain " jawab Tante Ana dengan kesal
" Tan...." ucapannya langsung di potong oleh Tante Ana
" Aku permisi masih banyak urusan " beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Reno
Reno melihat kepergian Tante Ana pun langsung keluar dengan kesal karena tak ada seorang pun yang mau memberitahukannya.
Baiklah ini jalan terakhirku gerutu Reno kesal
Perusahaan Tn.Bambang
Tanpa basa basi Reno langsung ke dalam kantor milik Tn.Bambang. Ini merupakan jalan terakhir agar ia dapat menemukan wanitanya. Ia tahu Tn.Bambang tak akan menolak penawarannya.
" Selamat siang tuan " ucap Reno langsung masuk kedalam ruangan Tn.Bambang
" Ehh tuan silahkan duduk. Mengapa tidak menghubungiku dahulu jika ingin kesini? " jawab Tn.Bambang yang sangat terkejut dengan kedatangan Reno
" Dimana putrimu? " ucap Reno tanpa basa basi karena sangat kesal
" Aku benar2 tidak tahu ia pergi kemana " jawab Tn.Bambang yang memang tidak mengetahui kemana putrinya pergi
" Begini saja aku sudah lelah dengan ucapan semua orang yang tidak mengetahui keberadaan putrimu " mondar mandir di hadapan Tn.Bambang melipat kedua tangannya
" Tapi aku sungguh tidak mengetahuinya tuan " jawab Tn.Bambang menutup laptop di depannya melihat Reno dengan raut wajah yang tak biasa
" Baiklah kalau begitu aku beri waktu satu bulan jika kau tak berhasil membawa putrimu ke hadapanku aku akan menarik 50% sahamku dari perusahaan ini " meninggalkan Tn.Bambang karena merasa kesal
Jika ia memberikan putrinya mungkin hidup putrinya akan kembali mengalami masa yang sulit. Tetapi jika tidak hidup putrinya akan bertambah sengsara di siksa oleh istrinya. Tn.Bambang berusaha memberitahukan kepada istrinya agar dapat memberikan petunjuk. Lena sangat pusing mendengarkan berita dari suaminya dan akan membuat perhitungan dengan anak tirinya tersebut jika menemuinya.
Tunggu saja kau anak sialan. Aku pasti akan mendapatkanmu secepatnya ucap Lena dengan kesal
Singapore Fashion show
Tiba dimana hari yang di tunggu datang Via mempersiapkan dirinya menjadi model pakaian milik Tante Ana. Tante Ana sibuk mengecek satu persatu modelnya. Via di buat tampil di buat berbeda dari biasanya agar tak ada satu pun yang mengenalnya.
Acara telah di mulai terlihat beberapa model berjalan di atas catwalk. Tiba giliran Via untuk memperagakan busana milik Tante Ana. Ia berlenggak lenggok tanpa terjadi kesalahan satu pun. Hingga tak terasa acara tersebut telah usai. Tante Ana berterima kasih kepada semua karyawan dan modelnya telah menyukseskan acara fashion show tersebut.
" Sayang, setelah ini kamu mau kemana? " tanya Tante Ana melihat Via mencari kesibukan
" Belum tahu tan. Mungkin langsung pulang saja karena sudah lelah " membereskan semua barang barangnya ke dalam tas
" Maukah menemani tante menemui klien malam ini? " pinta Tante Ana menatap Via
" Baiklah tan " jawab Via singkat karena ia tahu tugasnya sebagai karyawan Tante Ana dan lagi pula jika ia sendiri hanya sosok Reno yang selalu muncul
Mereka berdua keluar dari tempat tersebut menuju mobil ke sebuah restorant hotel. Via hanya terlihat terdiam di sepanjang perjalanan karena bingung tentang hidupnya yang sungguh sangat berantakan. Tante Ana yang mengetahui apa yang di rasakan Via segera membuyarkan lamunan Via.
" Sayang, apa kau tak ingin kembali karena tugasmu disini telah selesai? " menyentuh punggung tangan Via hingga membuatnya sedikit terkejut
" Haa iya tan " sedikit terdiam mencoba berusaha menjawab pertanyaan tante Ana
" Apa kau tak ingin kembali? " tanya tante Ana kembali mengulang pertanyaannya
" Entahlah tan aku bingung. Sekarang aku seperti makan buah simalakama " jawab Via bersedih
Flashback
Pagi itu Via keluar rumah menuju supermarket untuk membeli kebutuhannya. Ia memilih semua barang yang ia perlukan. Ia mengambil keperluannya untuk sebulan ke delan seperti sabun, shampo, handbody, parfum dan peratan wanita lainnya serta tak lupa beberapa cemilan yang ia sukai. Setelah lelah berkeliling mendapatkan semuanya ia segera membayar belanjaannya ke kasir. Ketika menghitung semua barang belanjaannya perut Via terasa lapar dan ia memutuskan untuk mencari makan di luar supermarket.
Via melihat cafe kecil di sebrang supermarket dan ia segera menuju kesana. Ia menikmati beberapa makanan yang ia pesan dan bersantai sejenak. Terasa perutnya sudah kenyang ia memutuskan segera kembali ke rumah untuk bersiap2 ke Butik untuk bekerja. Via tak menyadari bahwa di dalam cafe tersebut sepasang mata melihat kegiatannya tersenyum sinis.
" Lihat saja kau gadis sialan. Aku akan membuat perhitungan denganmu ucap seseorang yang sangat bahagia mengetahui keberadaan Via "
__ADS_1
Drrttt drtttt
Terlihat nomor baru menelepon Via ketika ia sampai di rumah. Via segera mengangkatnya dan terkejut mendengar suara yang ia dengar
" Hallo sayang "
" Hallo ini si..... " ucapannya terhenti karena mengenal suara di dalam telepon tersebut
" Kau kemana saja papa sangat mencemaskanmu karena tak pernah mendengar kabar darimu lagi " tanya Tn.Bambang dengan secepat mungkin karena bahagia berhasil menemukan putrinya
Pasti ada maunya batin Via
" Hallo sayang. Kau masih di sana bukan? " tanya Tn.Bambang karena tak mendengar jawaban suara Via
" Ehmmm iya pa. Maafkan aku membuat papa cemas. " jawab Via sedikit berbasa basi
Tn.Bambang menanyakan kabar putrinya dan berlanjut dengan keinginannya saat ini. Via tahu pasti papanya menginginkan sesuatu darinya karena Tn.Bambang jarang sekali peduli dengan kehidupan Via. Tn.Bambang memohon kepada Via agar kembali dan Via tak menanggapinya karena ia tahu itu hanya keinginan mak lampir bukan keinginan papanya.
Di tempat berbeda saudara tiri Via menelepon ibunya dan memberitahukan semua yang ia lihat tadi. Lena tertawa terbahak2 mendengar cerita putrinya. Ya benar saja, saat Via berada di cafe Karin lah yang melihatnya sedang duduk sendirian menikmati hidupnya. Kebetulan Karin sedang berliburan dengan kekasihnya di sana dan tak menyangka mendapatkan yang ia cari selama ini. Karin segera menelpon papanya dan segera mencari tahu nomor handphone Via. Karin membayar karyawan di cafe tersebut meminta nomor handphone Via sebagai alasan ingin menanyakan penilaian terhadap cafe tersebut.
Flashback off
" Mengapa mereka tak hentinya mengganggu hidupmu ?" Tanya tante Ana setelah selesai mendengar semua cerita dari Via
" Entahlah tan. Aku kira dengan kepergianku mereka tak mengusik hidupku lagi ternyata tidak " jawab Via singkat melihat ke arah jendela
" Jika kau masih mau melanjutkan pekerjaan disini lanjutkan saja sayang. Tante mendukung semua yang kau lakukan. Maaf tante hanya bisa berdoa dan tidak bisa menolongmu lebih " jawab Tante Ana memberi semangat kepada Via dan menggenggam tangan anak angkatnya tersebut
" Terima kasih ya tan " segera memeluk Tante Ana karena hanya dialah yang sekarang ia punya
Tak terasa obrolan mereka telah mengantarkan mereka ke tempat yang dituju. Mereka berdua segera masuk dan bertemu klien membicarakan sebuah pekerjaan.
############
Perusahaan Wijaya at 12.35
Reno sibuk dengan mengurus semua pekerjaannya untuk melupakan semua tentang wanitanya sejenak. Tiap hari Reno mencari keberadaan Via namun tak kunjung mendapatkannya. Segala cara ia lakukan hingga mengancam Tn.Bambang namun sama saja Tn.Bambang belum mengetahui keberadaan anaknya tersebut. Tak lupa Bobi pun harus sibuk mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan wanita tuannya tersebut tapi sama saja Bobi belum dapat menemukannya.
" Bob belum mendapatkan kabar? " celetuk Reno melihat kedatangan Bobi ke ruangannya
" Maaf belum tuan " jawab bobi membungkukkan badannya dan menaruh beberapa map yang ia bawa ke atas meja
" Kerjamu saja yang tak becus. Mencari satu wanita saja kesusahan " jawab Reno dengan kesal membuang semua barang yang ada di mejanya
Kau saja yang bodoh tuan menyia2kan kesempatan batin Bobi karena lelah melihat tingkah laku Reno yang menjadi bertambah arogant setelah kepergian Via
" Maaf tuan, nenek anda menunggu di ruangan " ucap sekeretaris Reno sedikit ketakutan melihat barang2 Reno yang berserakan kemana2 dan segera membantu Bobi yang sedang membereskannya
" Ahhh mau apalagi wanita tua itu " teriak Reno kesal memukul meja di hadapannya dan segera keluar menemui neneknya
Reno berjalan menuju ruangan neneknya dengan hati yang kesal. Ia tahu pasti neneknya akan menanyakan hal yang sama menyebalkannya yang ia pun tak tahu akan jawabannya.
Reno dan Nenek Mona berbincang sesuatu yang penting. Mereka berdua tampak serius tanpa ada perdebatan tak terlihat seperti biasanya. Wajah Reno yang tampak murung kini berubah menjadi bahagia. Ia tersenyum sinis dengan apa yang di inginkan oleh neneknya.
" Baiklah nek. Aku sayang nenek " memeluk neneknya dengan erat
" Jika sesuai dengan kehendakmu saja baru menyayangiku. Dasar cucu kurang ajar " celetuk Nenek Mona menyindir cucunya
" Terserah apa kata nenek. Nenek tetap yang terbaik "melepaskan pelukannya dan keluar dari ruangan neneknya
############
Via telah selesai menemani Tante Ana meeting malam ini. Mereka berdua segera pulang karena merasa telah sangat lelah. Dari kejauhan Via melihat seseorang dan berusaha menghindar
" Viani " ucap seseorang menghentikan langkah Via tepat di hadapannya
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
Maaf juga ya author baru bisa ngelanjutin episodenya sekarang. Dikarenakan author mendapatkan musibah 🙏🙏🙏
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘
__ADS_1