
Dasar tidak tahu malu. Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan selanjutnya batin Zaki melihat mereka berdua mengepalkan kedua tangannya dengan kesal
Zaki tetap melihat apa yang di lakukan Via dan Reno yang sedang duduk berdua. Ia ingin mendekat tapi takut mengacaukan rencananya yang sudah disusun.
########
Reno berusaha mengganggu Via agar mau mengobrol dengannya. Namun sayang Via tak menghiraukannya dan hanya sibuk menikmati sekuteng yang ada di hadapannya. Terlihat Reno yang mulai kesal karena Via tak menghiraukannya mengambil sekuteng di hadapan Via dan meminumnya.
" Apa kau tak bisa membeli minumanmu sendiri? " tanya Via kesal
" Kau cantik sekali honey jika marah " jawab Reno menggoda Via tanpa memikirkan kesalahannya
" Apa kau tak bisa memahami hati seseorang pria kaya ? " ucap Via dengan nada kesal.
" Wahh ucapanmu sama saja dengan pria barumu itu " jawab Reno santai
" Setidaknya ia lebih baik darimu " ucap Via kesal melepaskan jaket Reno dari tubuhnya dan menaruhnya di atas meja.
Via pergi meninggalkan Reno dan segera menuju ke mobilnya. Di pertengahan jalan ia melihat sosok Zaki yang menatapnya dengan tajam. Ia tak memperdulikan tatapan itu karena ia sangat lelah harus menghadapi dua pria yang sama saja menurutnya. Zaki melihat Via yang tak peduli dengannya segera berlari mengejar Via karena tak ingin salah paham karena ia telah mendengar semua perbincangan keduanya tadi.
" Vi, tunggu " teriak Zaki berlari berusaha mengejar Via
" Ada apa? " jawab Via segera menghentikan molangkahnya
" Maaf " ucap Zaki dengan nafas sedikit tersengal
" Untuk apa" jawab Via singkat
" Aku tak sengaja lewat dan melihatmu bersamaa.... " ucapannya terputus karena Via segera memotong ucapannya
" terserah kau mau menilaiku apa. Aku tak peduli. Inilah diriku " segera melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Zaki
Wanita itu tambah membuatku penasaran batin Zaki melihat kepergian Via
Via memutuskan untuk tidak pulang ke apartementnya malam ini karena ia tahu Reno pasti akan tetap mengejarnya. Ia menginap di hotel yang tak jauh dari taman tempat ia berada tadi. Karena ia tahu kalau ia mencari hotel yang lebih jauh lagi Reno bisa mendapatkannya dengan cepat.
Hotel Pinang Masak at 07.00
Via sedang menunggu ojol yang sedang membawa pakaian yang telah ia pesan. Ia menuju lantai bawah mengambil laptop yang ada di mobilnya sambil menunggu ojol yang ia tunggu. Ia mendapat pesan singkat bahwa pesanannya telah sampai. Ia segera bergegas menuju lobi hotel setelah mengambil laptopnya. Ia menerima pesanannya dari ojol dan segera bergegas masuk ke dalam hotel.
Bruaakkk
Via hampir terjatuh karena merasa ada seseorang yang sengaja menabraknya
" Apa kau tak punya mata? " tanya Via kepada seseorang yang menabraknya tanpa menyadari siapa orang tersebut
" Ihh gadis kampung sekarang plus gadis murahan. Sepagi ini ada di hotel lagi ngapain? " jawab Kiran seenaknya
Tak ingin membuat keributan Via pergi meninggalkan Kiran dan tak mempedulikan ucapannya.
" Ada apa Ran" tanya seseorang yang tak asing suaranya
Pria itu? Dasar mereka berdua sama saja. Mengapa di dunia harus mereka lagi yang muncul? ucap Via pelan mengetahui bahwa itu suara Reno yang sedang berbicara dengan Kiran
" Lihat wanitamu itu ? " rengek Kiran menunjuk ke arah Via yang berjalan menuju lift tanpa menoleh ke belakang sedikitpun
Reno langsung menatap ke arah yang di tunjuk Kiran. Betapa terkejutnya melihat Via segera masuk ke dalam lift. Reno segera mengejar Via dan meninggalkan Kiran begitu saja lebih mempedulikan Via.
" Ayo lift terbukalah. Aku akan segera mendapatkanmu honey. Apa yang kau lakukan disini? " mondar mandir di depan lift seperti orang kebingungan melihat ke lantai 7 Via berhenti
Via mengetahui Reno pasti menyusulnya sengaja menekan tombol 7 agar ia cepat lebih dahulu dari Reno. Keluar dari lift Via langsung menuju tangga dan menuruninya ke lantai 6 tempat kamarnya berada.
" Siall aku harus segera cepat keluar dari hotel ini. Aku sedang tak ingin menemuinya hari ini " berlari kecil menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya di kamarnya Via membawa segala barangnya tanpa harus berganti pakaian yang ia pesan tadi karena tak ingin Reno menemukannya duluan. Ia segera menuju lift dan bergegas menuju lobi hotel dengan membawa barang yang sedikit banyak.
Di lantai 7 Reno berusaha mencari ke setiap sudut wanita yang ia cari. Ia segera menelepon karyawan di lobi hotel mencari nama Via di kamar berapa karena kebetulan hotel tersebut milik neneknya.
" Mbak ini kunci kamar x lantai 6 " ucap Via
" Oh terima kasih ya mbak Via. Terima kasih telah menginap di hotel kami " ucap salah satu karyawan di meja loby
" Via? " tanya seorang di sebelah karyawan tersebut yang sedang memegang telepon berbicara
Via tak mempedulikan pertanyaan karyawan tersebut karena ia yakin pasti itu ulah Reno. Ia segera berlari kecil menuju keluar hotel. Terdengar suara karyawan tersebut meminta satpam yang berjaga menahan Via agar tak keluar.
" Pak tolong tahan wanita itu. Ini perintah tuan muda " teriak karyawan tersebut ke arah satpam yang berada di hadapan Via.
" Mati aku " ucap Via dengan pelan
" Wanita yang mana mbak? " teriak satpam kebingungan karena ada beberapa wanita yang berjalan di hadapannya ingin keluar dari hotel
" Itu yang baju pink " teriak karyawan tersebut dari loby
Via yang menyadari dirinya yang dimaksud segera menjauh dari arah satpam tersebut dan segera bergegas keluar menuju hotel. Namun sayang satpam tersebut lebih sigap dan segera menahan Via.
" Maaf mbak bisa berhenti sebentar " ucap satpam tersebut menghentikan langkah Via
Via tak peduli dan segera melangkahkan kakinya lagi menuju keluar hotel
" Mbak jangan sampai kami bertindak yang lebih kasar. Ini perintah atasan kami untuk menahan mbak. Apakah mbak membuat tindakan kriminal? " ucap satpam tersebut sembarangan
" Bukan itu pak." Ucap karyawan tersebut mendekat ke arah mereka berdua agar tak salah paham
" Apakah aku ini terlihat seperti pencuri? " tanya Via karena kesal ia menjadi tontonan pengunjung disana
" Maaf mbak, tapi tuan muda menyuruh menahan anda sebentar. Bukan karena anda melakukan kesalahan di hotel kami " ucap karyawan tersebut sedikit membungkukkan badannya
Terlihat sesosok Reno berlari kecil menuju ke arah Via dengan tergesa2. Via melihat kedatangan Reno memendam rasa amarah yang sangat besar karena malu menjadi tontonan pengunjung di tambah terlihat dari kejauhan Kiran menambah ucapan yang tak seenaknya dengan pengunjung yang lewat.
Plakkk
Terdengar suara tamparan mendarat di pipi kiri Reno dari tangan Via
" Belum puas kau mempermalukanku tuan muda " teriak Via kesal di hadapan Reno
Para karyawan dan mengunjung hanya tercengang melihat Via dengan beraninya menampar Reno cucu pemilik hotel tersebut
" Bisakah tinggalkan kami berdua dan segera bubarkan mereka. Ini salahku " pinta Reno kepada satpam
" Ternyata kau bisa sadar kesalahanmu juga " celetuk Via kesal setelah mendengar perintah Reno kepada satpam tersebut
" Maaf ya mbak " ucap satpam membungkukkan badannya ke arah Via
" Ikut aku honey " menarik tangan Via menuju restorant dan membawakan barang Via
" Lepaskan Ren aku ingin pergi. " menarik tangannya dengan paksa dari genggaman Reno
" Honey jangan membuatku mengancammu dahulu " ucap Reno tersenyum sinis
Via hanya mengikuti perkataan Reno karena ia tahu pasti pria aneh itu akan melakukan tindakan yang aneh. Mereka berdua berjalan menuju arah restorant hotel. Banyak mata yang memandang mereka heran karena Reno tak pernah selembut itu dengan wanita manapun apalagi setelah mendarat tamparan yang dilakukannya tadi.
Reno mengajak Via menuju meja yang terletak di tengah restorant agar semua orang dapat melihatnya. Via berusaha menolak tapi sayang Reno tak mendengarkan permintaannya karena ia merasa penampilannya tak pantas di restorant tersebut dengan memakai celana jeans ketat dan baju kaos yeng memperlihtakan kedua pundaknya serta rambut yang di ikat cempol sembarang.
" Ren duduk di situ aja yuk " pinta Via menunjuk ke pojok restorant kembali menolak ajakan Reno
" Apa ada masalah honey? " jawab Reno berhenti sejenak dan memandang wajah Via
__ADS_1
" Aku tak pantas duduk di tengah sini Ren. Lihat penampilanku " ucap Via sedikit kesal menoleh pakaiannya
" Kau tetap cantik honey walaupun aku tahu itu baju semalam bukan? " ledek Reno membuat Via bertambah kesal
" Terserah kau saja. Tuan muda mah bebas " jawab Via dengan nada kesal
Mereka telah sampai di meja tengah setelah perdebatan yang singkat tadi sehingga menjadi tontonan para pengunjung lagi. Reno menyadari ia menjadi tontonan masih saja menggoda Via hingga pipinya memerah menahan malu. Reno menarik kursi mempersilahkan Via duduk dan menaruh barang bawaan Via di sebelahnya.
" Kau mau makan apa honey? " tanya Reno menyodorkan buku menu di hadapan Via
" Air putih aja " ucap Via singkat
" Benarkah? Makanan di sini enak semua honey. " mencoba membujuk wanitanya
" Aku sudah kenyang lebih baik berikan mereka semua yang ada di sini saja " ucap Via asal
" Ehmmm baiklah honey jika itu maumu " tersenyum ke arah Via dan segera berdiri dari tempatnya segera bersiap2
Via melihat tingkah Reno langsung tersadar pasti pria itu akan melakukan tindakan yang aneh lagi dan ia bertanya untuk mencegah apa yang akan dilakukan pria itu
" Ren apa yang akan kau lakukan? Jangan macam macam " memegang tangan Reno yang berada di hadapannya tanpa sadar
" Perhatian semuanya " ucap Reno dengan suara lantang sehingga seisi restorant memandang ke arahnya.
Reno memberitahukan kepada seluruh pengunjung di restorant itu bahwa sarapan pagi ini gratis dan ia membayarnya semua karena permintaan wanitanya. Para pengunjung yang mendengar ucapan Reno bertepuk tangan karena melihat Reno sangat romantis sekali. Banyak yang berbisik melihat mereka karena tampak serasih tapi ada juga merasa tak cocok karena melihat gaya Via yang biasa saja tidak sebanding dengan Reno. Via mendengar semua ucapan Reno menjadi malu membuat pipinya memerah. Via bingung akan perasaannya saat ini. Kesal, marah, malu dan bahagia semuanya bercampur aduk. Dan kini ia bertambah bingung dengan hatinya apa yang harus ia lakukan jika Reno selalu berbuat seperti ini. Via hanya bisa duduk terdiam melihat apa yang di lakukan Reno. Sedangkan Reno hanya tersenyum ke arah Via tanpa memikirkan apa kesalahannya selama ini.
" Bagaimana honey? " tanya Reno setelah memberikan pengumuman kepada para pengunjung akan traktirannya tadi dan kembali duduk ke kursinya
" Lebih baik kau urus saja calon tunanganmu itu " menoleh ke arah Kiran yang berusaha mengikuti Reno dan dirinya
" hahahaha apa kau cemburu honey?" Ledek Reno sambil memakan makanan yang telah tersedia
" Kita tidak mempunyai hubungan apapun lagi Ren. Jadi berhentilah mengangguku " jawab Via kesal
" Mengapa kau tak mau mendengarkan penjelasanku honey? Kau selalu berusaha menghindar " ucap Reno dengan serius tak seperti biasanya
Via hanya bisa terdiam karena tak ingin berdebat lebih panjang lagi yang akan membuat hatinya semakin sakit. Ia tak peduli apa yang di katakan Reno sedikitpun karena itu hanya membuatnya bertambah pusing.
Reno telah usai sarapan dan ia segera membayar semua tagihan pengunjung pagi ini. Ia mengambil pelayan untuk membawa tagihannya. Setelah selesai ia mengambil barang bawaan Via dan menggandeng wanitanya kembali menuju keluar hotel.
Tiba di pintu hotel para satpam yang berjaga membungkukkan badannya kepada Reno. Mereka melanjutkan langkah kaki menuju parkiran tempat mobil Via berada. Saat ingin memasuki mobil terdengar suara yang memanggilnya dan menghentikannya dengan Reno
" Hai wanita kampungan " teriak mama Rosa dan mendekati mereka berdua bersama Bunga
Mama Rosa dan Bunga sengaja datang karena Kiran meneleponnya dan merengek tak terima di abaikan oleh Reno karena kemunculan Via.
Awal hari yang menyebalkan. Mengapa aku harus bertemu dengan keluarga ini gerutu batin Via
" Mama jaga ucapanmu " ucap Reno
" Ternyata bukan kampungan aja tapi murahan juga ya. Bisa2nya sepagi ini bersama calon tunangan orang lain di hotel pula " celetuk mama Rosa yang selalu berpikiran negative
" Ren aku mau pulang. Biarkan aku pulang sendirian. Urus saja mereka bertiga dahulu. Aku sedang tak ingin ribut " ucap Via menuju ke arah Reno setelah melihat Kiran menyusul mendekat dan segera masuk ke dalam mobilnya serta mengambil barang yang di bawa Reno masuk ke dalam mobilnya
" Tapi honey " jawab Reno berusaha mencegah keinginan Via
" Aku bukan kekasihmu lagi. Lupakan aku anggap kita tidak pernah bertemu. Terima kasih atas kebaikanmu pagi ini " ucap Via menahan amarah melihat ketiga ular berbisa yang mulai mendekat ke hadapannya
" Dan satu lagi tolong kau ajarkan sopan santun kepada ketiga wanita berbisa dihadapanmu itu " ucap Via lagi dengan nada kesal dan menutup pintu mobilnya dengan keras
Via menyalakan mobilnya dan mulai melajukan mobilnya. Namun Reno berusaha menghadangnya. Via yang sangat kesal membunyikan klaksonnya berulang kali agar Reno menjauh. Reno melihat wajah amarah dari Via akhirnya menjauh dari depan mobil Via dan membiarkannya pergi.
Reno yang sangat kesal meninggalkan ketiga wanita itu yang berusaha memburukkan Via. Melihat kepergian Reno ketiga wanita itu terbahak bahak karena berhasil membuat mereka berdua bertengkar.
__ADS_1
Via memutuskan untuk langsung ke toko bunganya. Ia melajukan mobilnya masih dalam keadaan kesal. Lima belas menit berlalu akhirnya Via sampai di depan toko bunganya.
Pria ini mau apa lagi. Ya tuhan tak bisakah hidupku menjauh dulu dari orang2 yang menyebalkan hari ini gerutu Via dalam mobilnya menjambak rambutnya karena merasa frustasi