Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Bertemu Kembali


__ADS_3

" Benarkah? " celetuk seseorang yang entah kapan muncul berdiri di belakangnya


###########


Keduanya terdiam sejenak mendengar suara yang tiba tiba menyambung obrolan mereka. Via tak ingin salah mendengar ucapan seseorang tersebut segera menoleh ke belakang dan terlihat sosok dua orang yang sangat ia rindukan.


" Surprise " teriak kedua sosok tersebut secara kompak kepadanya


" Aku merindukan kalian " ucap Via segera berdiri meneteskan air matanya dan memeluk kedua orang tersebut yang sedang merentangkan kedua tangan menyambut pelukan Via


" Ihhh sejak kapan sahabat satuku ini menjadi cengeng? " ejek Sinta memeluk Via dengan erat


" Benarkah temanku ini sudah move on? " celetuk Jihan ikut menggoda Via yang sedang memeluknya dengan Sinta erat


" Kalian jahat " melepaskan pelukannya dari kedua orang tersebut dan segera duduk kembali melipat kedua tangannya


" Gitu aja ngambek mentang2 ada pacar baru ni yee " ledek Sinta kembali seperti biasa


" Sudah sin kasian jangan di ledek lagi. Nanti ngambek kembali " ucap Jihan mencoba menghentikan kedua sahabat tersebut yang selalu bertengkar


" Iya deh maaf. Jangan ngambek lagi dong kami susah payah loh diam2 kesini tau. " ucap Sinta kepada Via mencoba membujuk sahabatnya agar tak ngambek lagi


Flashback


Sore itu Sinta menghubungi Jihan untuk mengajak Reki ke rumahnya karena ada hal yang ingin ia bicarakan. Jihan pun menyetujui permintaan Sinta walaupun harus bersusah payah membujuk kekasih hatinya.


Tak berselang lama Jihan tiba di rumah Sinta bersama Reki dengan muka sedikit cemberut. Jihan hanya bisa terkekeh melihat tingkah Reki yang selalu malas bertemu Sinta karena seperti kucing dan tikus jika bertemu.


" Langsung ke intinya saja , aku malas lama2 disini yang " ucap Reki dengan jutek segera merebahkan dirinya di sofa yang berada di hadapannya


" Dasar bucin. Awas saja jika setuju dengan ideku ini " jawab Sinta jutek kembali


Sinta memberi tahu maksud tujuannya mengajak sepasang kekasih itu bertemu. Ia ingin memberi kejutan kepada Via dan mengundangnya ke acara tunangannya yang tinggal beberapa minggu lagi. Reki pun berantusias menyetujui ide Sinta tersebut karena di dalam hatinya masih tersimpan sedikit rasa kepada Via dan Jihan pun masih menyadari perasaan Reki tersebut tapi Jihan tak mau ambil pusing karena ia tahu Reki pasti setia kepadanya begitu pula sebaliknya Via tak mungkin melanggar janjinya dahulu.


Sedikit masalah menimpa mereka karena Reno selalu mengirim anak buahnya untuk mengikuti ketiga sahabat tersebut. Beruntung mereka bertiga mengetahui rencana Reno dan mencari cara lain agar perjalanan mereka ke Singapore berjalan lancar. Sinta dan Jihan berusaha menyamar dan menghilangkan jejak di dalam bandara. Mereka sengaja berpisah satu sama lain membuat anak buah Reno kesulitan mencari. Sedangkan Reki dan kekasih Sinta Tio juga berpencar dan melakukan perjalanan keesokan harinya menghindari kecurigaan Reno.


Mereka berempat berkumpul bersama di hari yang telah mereka bicarakan setelah tiba di Singapore. Hari ini mereka melakukan perjalanan bersama menuju Butik Ana namun sayang tak dapat menemui Via yang terlebih dahulu pergi bersama Ari. Sinta yang merasa lapar meminta Tio mampir ke restaurant Japan yang tak sengaja mereka lewati. Namun tak disangka Sinta mendapatkan sosok yang ia cari sedang duduk bersama seorang pria


Flashback off


" Gebetan baru ya " colek Sinta membuat pipi sahabatnya merah merona


" Bukan ....... " ucapannya langsung di potong Ari


" Tapi calon kekasihnya. Aku Ari senang bertemu dengan kalian sahabat Via " celetuk Ari tanpa persetujuan Via yang terdiam di hadapannya


Mengapa semua pria yang aku temui selalu saja melakukan hal seenaknya tanpa persetujuanku batin Via sedikit kesal melihat tingkah Ari yang sepertinya sama saja dengan Reno


" Cieee cieee sahabatku satu ini ternyata kesini sudah punya dambaan hati " goda Sinta menyenggol bahu Via beberapa kali


" Sepertinya ada sesuatu yang tak ku ketahui? Kabar baikkah? " terlihat sosok Reki bersama Tio datang menghampiri mereka semua


" Ini loh yang, Via udah punya gebetan baru. Ehh bukan calon kekasih baru " ucap Jihan segera bergelayut manja dengan kekasihnya


" Benarkah? Aku turut bahagia tapi jangan coba2 menyakitinya atau kau akan berhadapan denganku" jawab Reki berkata kepada Ari dengan perasaan bahagia Via bisa move on dari Reno dan sedikit kesal karena sedikit cemburu padahal mereka tak mempunyai hubungan apapun


" Dia memang seperti itu Ri. Jangan di pikirin maklum cinta lama di depan mata hahaha " celetuk Sinta menggoda Reki


Cinta lama? Apakah pria ini mantan kekasih Via? batin Ari bertanya mendengar ucapan Sinta

__ADS_1


" Maafin sahabatku ya Ri. Mereka semua memang seperti itu kadang error akibat lama aku tinggalin " ucap Via tanpa sadar memegang tangan Ari dan jantung pria tersebut berdetak kencang tak beraturan


" Tidak apa apa Vi. Mari semua bergabung duduk disini biar aku traktir makan siang hari ini " tersenyum kearah Via meletakkan tangan kanannya ke atas tangan Via yang memegangnya


" Wah benarkah. Kebetulan aku sedang lapar." Celetuk Sinta yang sangat senang dengan sedikit berteriak


" Beb, jangan bikin malu. Kalo masalah makan selalu saja begitu " ucap Tio yang segera duduk di samping kekasihnya Sinta menghentikan kelakuan kekasihnya tersebut


Mereka semua pun tertawa melihat tingkah laku sepasang kekasih tersebut. Mereka pun makan siang bersama sambil mengobrol tentang acara pertunangan Sinta yang akan datang.


Ari sangat bahagia berkat sahabat Via ia dapat mengatakan perasaannya walaupun ia belum lega karena Via menganggap ucapannya serius atau bercanda.


Selesai makan bersama Sinta meminta pelayan di restaurant tersebut mengabadikan moment kebersamaan mereka di handphone miliknya. Terlihat gambar mereka berenam mengambil posisi masing2 agar foto mereka terlihat sempurna. Dari kiri terlihat Sinta menggandeng tangan kiri Tio dengan manja, dari kanan terlihat Reki merangkul pundak Jihan dengan santai dan di tengah Ari menggenggam tangan kanan Via dan mereka semua tersenyum bahagia. Ketiga wanita tersebut segera memasukkan moment kebersamaan mereka ke dalam akun instagramnya masing2 tanpa sadar masalah baru akan datang.


#############


Perusahaan Wijaya at 17.12


Reno sibuk menyelesaikan semua pekerjaannya secepat mungkin dan memutuskan untuk pulang cepat hari ini. Ia terlalu lelah memikirkan wanitanya dan pekerjaannya yang bertambah banyak akibat ulah neneknya yang sangat kesal dengan dirinya.


Nenek mona kesal cucunya sibuk meminta mencari keberadaan wanitanya. Saat semua di genggaman cucunya malah menyiakan kesempatan yang ada. Nenek mona memberikan hukuman kepada Reno menambah pekerjaannya agar ia tak terlalu sibuk memikirkan wanita yang tak pantas ia sakiti.


Bobi sibuk menatap ponselnya sambil menemani Reno menyelesaikan sedikit lagi pekerjaannya. Bobi sangat terkejut dengan yang ia lihat sehingga keluar sedikit suara mulutnya membuat Reno menghentikan pekerjaannya.


" Apa ada masalah Bob? " tanya Reno penasaran


Bagaimana aku harus menjawabnya? Bodohnya mulutku ini tak bisa ku rem batin Bobi bingung harus menjawab bagaimana


" Bob, apa yang kau lihat? " menambah pertanyaannya dan segera berdiri mendekat ke arah Bobi melihat ponsel sekretarisnya tersebut


" Anu tuan ehmm ini bukan apa apa " jawab Bobi sangat cemas melihat Reno telah duduk di sampingnya


" Jangan mencoba coba menyembunyikan sesuatu atau aku akan.... " ucapannya terhenti karena Bobi dengan segera memperlihatkan layar ponselnya kepada atasannya tersebut


" Gadis sialan. Beraninya kau bermain api denganku. Lihat pembalasanku " teriak Reno membanting semua benda yang ada di hadapannya


Sudah kuduga semua akan terjadi batin Bobi melihat bosnya marah besar dan melihat handphonenya berserakan di lantai


" Segera percepat pertemuan dengan klien di Singapore. Kalau perlu sekarang juga " pinta Reno dengan tangan menggempal mencoba menghentikan kemarahannya sesaat


" Baiklah tuan. " jawab Bobi seadanya karena tak ingin membuat tuan mudanya bertambah marah jika ia sedikit saja mengucapkan kata kata yang salah


###########


Singapore at 09.15


Pagi ini cuaca sangat cerah sama seperti kehidupan Via saat ini. Ia sangat lega bisa pergi menjauh dari Reno dan menemukan tempat yang tepat untuk saat ini walaupun ia tahu lambat laun Reno pasti akan berhasil mendapatkannya.


Di sebuah kantor terlihat Ari tersenyum senyum sendiri memandang ke luar kaca jendela yang transparant. Betapa bahagianya hari harinya saat ini karena mendapatkan sosok wanita yang ia cari selama ini walaupun ia tahu masih banyak masalah yang ia hadapi ke depannya nanti.


" Hai, nak " ucap pria payuh baya menghamburkan lamunan Ari


" Hai, dad. Sudah lamakah berdiri disana? " tanya Ari melihat daddynya berdiri di depan mejanya


" Lumayan. Ehhmmm sepertinya kamu sedang bahagia " goda Tn.Sinclair panggilan daddy Ari untuk semua orang. Maklum Ari memang terlahir dari blesteran. Daddynya berasal dari Belanda sedangkan ibunya asli Indonesia dari jawa barat. Wajar saja jika Ari memiliki wajah yang tampan rupawan.


" Hehehe daddy bisa aja " jawab Ari seadanya karena ia menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya


" Nanti siang klien kita dari Indonesia akan datang " ucap Tn.Sinclair segera duduk di sofa ruangan Ari

__ADS_1


" Bukankah minggu depan dad? " tanya Ari sedikit kebingungan


" Lebih cepat lebih baik bukan " jawab Tn.Sinclair dengan santai menatap layar ponselnya


Pria itu aku tahu apa isi otak di kepalamu itu gerutu batin Ari kesal


" Apa ada masalah nak? " tanya kembali Tn.Sinclair karena heran melihat raut wajah kesal putranya


" No problem dad. Aku menyiapkan beberapa berkas dulu ya dad " segera mengambil beberapa map di atas mejanya dan membuka satu persatu agar daddynya tidak terlalu curiga


" Baiklah. Semoga meetingmu sukses ya nak. Maaf daddy tidak bisa ikut karena harus bertemu klien yang lain. Good luck boy " ucap Tn.Sinclair mengacungkan kedua jempol tangannya dan tersenyum ke arah Ari sebagai bentuk memberi semangat karena ia tahu apa yang di lakukan putranya akhir akhir ini.


Tak terasa terik matahari terlihat sejajar menunjukkan tengah hari mulai datang. Ari segera bersiap siap untuk ke restaurant bertemu kliennya membawa beberapa map yang ia perlukan. Ia sengaja pergi sendiri tanpa membawa sekretarisnya karena tak ingin rencananya rusak.


Restaurant Sixteen at 13.29


Perjalanan panjang di lalui Ari bersama sopir pribadinya. Ia telah sampai di depan restaurant dan meminta sopirnya menunggu di mobil saja. Ia segera membuka pintu dan membawa beberapa map berjalan menuju ke dalam restaurant. Ia mencari meja yang telah di pesan oleh kliennya. Namun seseorang memanggil namanya menghentikan langkahnya.


" Maaf apakah anda Tuan Ari " tanya seseorang tepat berada di hadapan Ari secepat kilat


" Yes, sure " jawab Ari seadanya mengenal sosok yang menghentikan langkahnya


" Mari saya antar ke meja klien anda " tersenyum manis dan membungkukkan sedikit badannya


Ari hanya menganggukan kepalanya tanda menyetujui permintaan seseorang tersebut. Ari mengikuti langkah pria tersebut menuju meja yang di inginkan. Terlihat pria tinggi putih berdiri dari duduknya dan tersenyum menyambut kedatangannya.


" Selamat siang tuan. Silahkan duduk " sapa pria tersebut


" Selamat siang kembali tuan. Maaf membuatmu sedikit menunggu " ucap Ari membungkukkan sedikit badannya dan mengulurkan tangannya sebagai perkenalan


" Reno Wijaya. Senang bertemu dengan anda " ucap pria tersebut tersenyum sinis karena berhasil bertemu dengan orang yang sangat membuatnya kesal belakangan ini menyambut uluran tangan Ari kembali


" Ari Wirawan Sinclair. Senang juga bertemu dengan anda tuan " segera duduk di kursi yang telah di berikan oleh Bobi sekretaris Reno


Mereka bertiga melanjutkan perbincangan kerja sama antar perusahaan mereka. Butuh waktu satu jam untuk menjalin kerja sama tersebut. Pulau tengah mereka bertiga pun mulai terasa kosong dan mereka telah menyepakati untuk bekerja sama. Mereka bertiga pun mengakhiri meeting hari ini dan segera melanjutkan makan siang. Saat sibuk memilih menu yang akan di pesan Ari melihat sosok yang ia tunggu dari tadi.


" Babyyy" ucap Ari berdiri dari memanggil wanita yang terlihat sedang kebingungan mencari sesuatu


Baby panggilan seperti apa itu? Mengapa aku harus di dekati pria2 aneh? Masa bodohlah gerutu Via dalam batinnya dan segera mendekat ke meja Ari dengan dua pria klien yang tanpa ia sadari siapa dua pria tersebut


" Maaf Ri. Apa aku terlalu kecepatan datang dan mengganggu pekerjaanmu? " ucap Via berdiri di belakang Reno


Suara yang sangat ku rindukan. Aku akan memberi sedikit pelajaran batin Reno merasa sangat senang mendengar suara wanita yang ia rindukan


" Tidak baby. Meetingku telah selesai. Mari duduk di sebelahku kita makan bersama dengan klienku " menarik tangan Via segera duduk di sebelahnya


" Tapii..... " ucapannya terhenti melihat sosok yang duduk di hadapannya tersenyum manis ke arahnya


" Tidak masalah bukan tuan jika aku mengajak kekasihku? " tanya Ari membuyarkan pandangan Reno kepada wanitanya


Kekasih? Kata kata macam apa itu? Tidak ada angin tidak ada hujan dua pria ini membuatku pusing sebentar lagi gerutu batin Via


" No problem tuan. Mari pesan makanan yang kalian inginkan aku traktir hari ini. Anggap saja sebagai tanda kerja sama kita " pinta Reno kepada Ari namun tatapan matanya memandang Via tanpa berkedip sedikit pun


Permainan apa yang sedang mereka lakukan kepadaku batin Via merasakan perasaannya yang sedang campur aduk melihat kedua pria yang ada di depan dan sampingnya


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA AGAR AUTHOR DAPAT MELANJUTKAN TIAP EPISODE DENGAN SEMANGAT


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏

__ADS_1


Maaf juga ya author baru bisa ngelanjutin episodenya sekarang. Dikarenakan author sangat sibuk akhir2 ini 🙏🙏🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘


__ADS_2