Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Kebiasaan Baru


__ADS_3

" Langsung jawab pertanyaanku. Benar kau akan melamar cinta busukmu itu? " menggertak meja di hadapan Reno dengan tatapan tajam


" Benar nek. Walaupun nenek menolaknya aku akan tetap melamarnya " jawab Reno datar


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


" Lihat saja nanti apa yang kau dapatkan " ancam nenek mona dan pergi meninggalkan cucunya karena sudah mulai muak dengan tingkah laku cucunya.


Flasback


Dengan berat hati Reno tidak pernah mengganggu Via lagi bukan karena menuruti permintaan wanitanya tapi karena ancaman Kiran. Kiran mengancam Reno akan menyebar foto fulgarnya bersama dirinya di atas ranjang dan akan menjatuhkan reputasi Reno. Reno sangat kesal dengan perbuatan Kiran yang sengaja menjebaknya. Setiap hari ia mencari bukti tapi selalu gagal karena Kiran lebih licik dari yang ia pikirkan. Kiran meminta Reno segera memutuskan hubungannya dengan Via dan segera melamarnya dalam waktu yang cepat.


" Ren kapan kamu memutuskan hubunganmu? " tanya kiran ke sekian kalinya


" Tunggu waktu yang tepat. Bukankah kau tahu Via selalu menjauh dariku? "


" Bukan gadis kampungan itu tapi dirimu " celetuk Kiran sinis karena tahu itu hanya alasan Reno


" Tenang saja aku akan melamarmu gadis licik " bisik Reno ke telinga Kiran hingga terdiam


" Yah terserah kau saja sayangku " jawab Kiran mencium sekilas bibir Reno


Nenek mona mengetahui bahwa cucunya sedang dalam masalah yang serius meminta anak buahnya segera menyelidiki Kiran secepatnya karena tak ingin cucunya terlibat dengan wanita ular itu.


Flasback off


Seminggu keluar dari rumah sakit Via memutuskan untuk kembali bekerja dan melupakan yang pernah terjadi. Ia tak menjalin hubungan siapapun sekarang dan bernasib sama dengan sahabatnya yaitu jomblo. Reki telah memutuskan untuk bertunangan dengan Jihan minggu ini dan kini Reki dan Jihan menjadi sahabat baik Via. Reki menganggap Via seperti adiknya sendiri dan selalu menjaganya dan Jihan pun sudah tahu dengan semuanya. Mereka sering bersama bercerita bermain bahkan berkumpul bersama di tambah dengan Sinta. Sinta sendiri pun mungkin sebentar lagi akan mengakhiri kejombloannya karena sedang dekat dengan seorang pria.


Via menjalin hubungan lagi dengan papanya karena ia ingat kembali dengan wasiat mamanya dan papanya pun mengakui kesalahannya. Tn.Bambang sudah beberapa kali menjodohkan Via dengan anak klien kerjanya tapi tak menemukan yang cocok. Via hanya menuruti saja karena hanya berusaha melupakan Reno yang selalu ada di benaknya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hari ini Jihan mengajak mereka berkumpul di cafe untuk membahas pertunangannya lusa. Via segera meninggalkan toko bunganya dan menuju cafe yang telah di tunjuk Jihan. Via melewati jalanan yang sedikit padat hari ini. Dan tak terasa ia telah sampai serta melihat mobil Reki dan Sinta yang telah sampai duluan.


" Maaf aku terlambat " ucap Via berlari menuju ke arah tiga orang yang telah menunggunya


" Susah punya janji dengan wanita karier yang super sibuk " celetuk Sinta


" Dasar jomblo " sahut Via segera duduk di sebelah Sinta


" Jomblo? Lihat besok ke acara pertunangsn mereka berdua aku akan membawa kekasihku " jawab Sinta sedikit sombong


" Waahhhh kau tidak bercerita sedikitpun denganku. Kau sahabat yang jahat " ledek Via


" Aku tak ingin kekasihku malah jatuh hati kepadamu nanti " jawab Sinta meledek Via kembali


" Sudahlah kalian berdua mengapa selalu bertengkar kalau bertemu. Aku sedang ingin membicarakan pertunanganku " sahut Jihan menghentikan mereka berdua


" Oh ya maaf aku lupa hihihi " ucap Sinta


" Kakak bahagia melihatmu kembali ceria Vi " celetuk Reki


" Ini berkat mereka berdua kak " jawab Via menunjuk ke arah Jihan dan Sinta


" Semoga kau mendapat pasangan yang baik kembali ya Vi " ucap Reki sedikit bahagia


Mereka berempat melanjutkan perbincangannya dengan seru. Tampak raut bahagia terpancar ke wajah Via. Ia bisa melupakan Reno sejenak ketika berkumpul dengan para sahabatnya. Tanpa sadar ada sepasang kekasih yang menatap mereka berempat dan salah satu dari mereka mendekat


" Hai gadis kampungan. Apa kabar? " ucap Kiran menghentikan tawa mereka semua


" Ehh ada Keran air " ledek Sinta dan terkekeh


" Jaga ucapanmu " jawab Kiran menunjuk Sinta dengan jarinya


" Ehhmm ada perlu apa. Apa ingin bergabung dengan kami? " ledek Jihan menghentikan ulah Kiran


" Ini undangan ulang tahunku lusa. Jangan lupa datang dan melihat kekasihku yang duduk disana melamarku ya " ucap Jihan melempar undangan di hadapan Via dan menunjuk ke arah Reno yang sedang duduk meminum kopinya.


" Maaf acaramu tidak terlalu penting karena lebih penting aku datang ke acara pertunangan kakakku " jawab Via tersenyum


" Yah terserah kau saja " ucap Kiran meninggalkan mereka semua dan mengajak Reno pergi dari cafe tersebut

__ADS_1


" Vi kau baik saja? " ucap Sinta membuyarkan lamunan sahabatnya


" Ahh aku baik baik saja Sin. Ayo kita lanjutkan lagi dan pesan makanan sepuasnya aku yeng teraktir hari ini. Oke " ucap Via tersenyum


" Tapi kan aku yang mengundang kalian ke sini" tolak Jihan dengan permintaan Via


" Sudahlah ji jangan menolak atau aku bersedih kembali " jawab Via perlahan


" Baiklah aku tak bisa menolak jika kau mengancam seperti itu " sahut Jihan mengalah karena tak ingin sahabatnya bersedih lagi


Aku bahagia melihatmu tersenyum kembali honey batin Reno menatap Via dari kejauhan


Hari ini telah di lewati oleh Via dengan sedikit lega dan penuh drama karena tingkah laku Kiran hari ini. Dalam hatinya masih tersimpan Reno dan tak bisa melupakannya sampai saat ini. Ia tahu Reno hanya di manfaatkan oleh kekasihnya tersebut dan ia tak bisa berbuat apapun.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hari pertunangan Reki pun telah tiba. Via datang sendiri ke hotel yang telah di sewa oleh Reki. Ia segera mencari sosok sahabatnya dan berhasil menemukannya dengan seorang pria.


" Hai sin " ucap Via mengagetkan sahabatnya


" Kau selalu saja terlambat. Perkenalkan ini kekasihku " ucap Sinta memperkenalkan kekasihnya


" Loh ini kan klienku " ucap Via mengingat kliennya yang pernah ia temui saat Reki dan Reno bertengkar


" Iya aku ingin memberitahukanmu saat itu dan membuat surprise tapi sayang rencanaku berantakan karena ulah para priamu " jawab Sinta melipat kedua tangannya


" Iya baiklah. Oh ya tuan bagaimana perkembangan cabang di sana? " tanya Via


" Panggil aku Tio saja. Karena sahabat kekasihku sahabat aku juga " ucap Tio datar


" Baiklah panggil aku Via. Jaga baik baik sahabatku dan jangan coba menyakitinya " jawab Via menatap Tio tajam


" Biarkan saja dia beb. Dia memang seperti efek baru jomblo " ucap Sinta bergelayut manja dengan Tio


" Aku mau mencari Jihan dulu ya aku tak mau menjadi obat nyamuk di sini " ucap Via kesal meninggalkan sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara


Via berjalan mencari sosok Reki dan Jihan untuk memberikan ucapan selamat. Via sengaja datang terlambat karena tak ingin mengingat kejadian pertunangannya yang dahulu yang akan membuatnya kembali bersedih. Tak terasa acara telah selesai Via memutuskan pulang ke apartementnya. Ia teringat ucapan Kiran yang mengundangnya malam ini untuk datang ke acara ulang tahunnya. Dan ia melihat media sosial yang membicarakan tentang Reno dan Kiran. Kiran dengan sengaja mengirim fotonya bersama Reno dengan mesra. Via sangat kesal dan memutuskan untuk pergi ke club menemui sahabatnya saat berkuliah dahulu. Itulah kebiasan baru Via untuk menghilangkan Reno yang selalu muncul di pikirinnya.


" Aku di club tempat biasa. Kau sedang ada masalah? " tanya seseorang yang tahu jika masa lalu Via selalu menghantuinya


" Aku kesana ya. Tunggu aku "


" Okey "


Via segera mengganti pakaiannya dengan celana levis mini setengah paha memakai tanktop putih dan memakai jaket levis menutupi badannya. Ia segera menuju club tempat biasa ia datangi. Keyra atau biasa di sapa key merupakan sahabat Via ketika ia berkuliah. Keyra merupakan seorang DJ di sebuah club ternama dan masih menjaga kesuciannya hingga saat ini. Ia hanya menjadikan DJ sebagai hobinya melupakan masalah orang tuanya yang selalu bertengkar. Ia merupakan anak orang kaya dan selalu membantu Via saat kesusahaan di kampus. Ia bersyukur mempunyai sahabat seperti Via yang pernah menolongnya dari jahatnya dunia malam yang hampir merenggut kesuciannya.


Via telah sampai di depan club dan segera menunjukkan kartu members di club tersebut. Ia menjadi tamu paling di tunggu oleh tiga pria langganan club tersebut karena kecantikan dan kesederhanannya. Ia tak peduli dengan ketiga pria tersebut yang selalu memggodanya jika lewat di hadapan mereka. Terlihat lambaian tangan ke arahnya dan ia segera mendekat.


" Key kamu sudah tampil ya " ucap Via tergesa gesa


" Sebentar lagi Vi. Kamu tunggu disini dan jangan macam macam. Oke " pinta Key takut sesuatu uang buruk menimpa sahabatnya


" Iya key " jawab Via memberikan kedua jempolnya kepada key


" Jaga sahabatku ini seperti biasa " ucap Key kepada bartender di hadapannya


" Siap bos seperti biasa " sahut bartender tersebut memberi hormat kepada Key


Ketiga pria tersebut menatap Via dari kejauhan dan segera menelpon salah satu sahabatnya untuk memperkenalkan wanita yang mereka incar baru baru ini.


" Cepat telpon Reno pasti acara lamarannya yang tak bermutu itu sudah selesai " celetuk Irfan


" Iya sabar. " ucap Padli meneguk segelas bir di hadapannya


" Ehmmm wanita yang sempurna " sahut Surya menopang dagunya dengan kedua tangan menatap Via


" Dimana anak bucin ini? Sudah aku kirim pesan saja " ucap Irfan kesal karena Reno tak mengangkat teleponnya


" Apa kalian menungguku ? " ucap Reno membuyarkan ketiga sahabatnya


" Bagaimana lamaranmu? " celetuk irfan sepupunya Reno

__ADS_1


" Gagal hahhaha " jawab Reno tertawa lebar


" Ahh tidak penting urusan lamaranmu itu mau gagal atau tidak. Yang penting lihat wanita yang kami puja sekarang ini " ucap Surya menunjuk ke arah Via


" Wanita itu? Kalian tidak salah? Coba ingat siapa wanita itu? " tanya Reno kepada ketiga sahabatnya yang tak mengingat tentang wanita yang paling ia cintai


" Siapa? Kau berhalusinasi Ren " jawab padli terkekeh


" Lihat wanita di sebelahku ini. Sama persis bukan dengan wanita di sana" menunjukkan fotonya bersama Via yang menjadi wallpaper handphonenya


" Astaga pantas saja aku tak asing melihatnya ternyata di handphonemu " ucap Irfan menepuk jidatnya


" Tapi sekarang dia bukan milikmu lagi Ren " sahut Surya dengan bahagia


" Kau mau ku bunuh di sini sekarang sur? " ucap Reno menarik kerah baju Surya


" Tenanglah Ren. Aku hanya bercanda " jawab Surya meminta ampun kepada Reno yang sangat marah


" Ren wanitamu sepertinya dalam masalah. Dia tidak pernah mabuk selama kesini dan cepat kau cari dia atau kau akan menyesal " ucap Irfan menghentikan aksi sepupunya yang arogant itu melihat Via beranjak dari bangkunya dengan sempoyongan


Reno mencari Via ke semua pelosok dan tak berhasil menemukanya. Karena merasa sedikit frustasi Reno ke toilet untuk mencuci mukanya. Ia mendengar sayup seorang wanita memanggil namanya dari arah luar. Ia segera keluar dari toilet tersebut dan melihat seorang wanita terduduk di depan pintu toilet dalam keadaan mabuk berat


" Vi ayo aku antar pulang " ucap Keyra mencoba membantu Via berdiri


" Aku membencimu Reno " ucap Via berulang kali karena mabuknya terlalu parah


" Vi sudahlah lupakan pria brengsek itu." ucap Keyra membantu Via untuk segera berdiri


" Itu dia pria brengsek itu Key ada di belakangmu " ucap Via menunjuk ke arah Reno


" Kau mabuk berat sehingga berhalusinasi " ucap Keyra membantu Via berdiri dengan baik


" Hei kau Reno Wijaya aku sangat membencimu tapi cintaku kepadamu tak mau hilang di hatiku" ucap Via berjalan sempoyongan ke arah Reno dan menyender ke bidang dada Reno


" Kau Reno ?" Tanya Keyra yang menyadari memang ada lelaki berdiri di belakangnya dan menatap Via


" Aku mencintaimu mengapa kau meninggalkanku " ucap Via membuka jaketnya dan menepuknya ke arah Reno


Tampak pa****** Via yang menonjol sempurna hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat seksi. Reno segera memeluk Via dan menutupi wanitanya dengan jaket kembali agar tak nampak tubuh mulusnya.


" Honey pakai jaketmu " ucap Reno melihat Via yang mabuk di luar batas


" Mengapa biar saja aku seperti ini? Bukankah kau menyukai wanita yang bertubuh seksi seperti wanita berbisa itu " ucap Via dalam lubuk hatinya yang paling dalam


" Aku bawa sahabatmu pulang ya. Siapa namamu tadi? " tanya Reno kepada Keyra


" Aku Keyra sahabat Via. Tapi aku tak mempercayaimu Reno " jawab keyra sinis


" Aku lebih tak mempercayaimu. Bagaimana bisa kau biarkan sahabatmu mabuk beraf seperti ini? " ucap Reno kembali sinis


" Jaga ucapanmu. Aku tahu pasti ada orang yang sengaja memberikan minuman beralkohol itu kepadanya dan ia tak menyadarinya." jawab Keyra dengan kesal menampar pipi Reno karena ucapannya


" Baiklah aku percaya padamu dan sekarang sebaliknya kau harus mempercayaiku juga. Aku mencintainya tak mungkin menyakitinya. Kau tanyakan saja kepada ketiga sahabatku. Ayo ikut aku " ucap Reno menopang Via yang mabuk berat dan segera memakaikan jaket Via kembali menuju ke arah tiga sahabatnya


" Mana sahabatmu itu" ucap Keyra sinis mengikuti Reno dari belakang


" Itu mereka dan tanyakan. Aku akan membawa Via pulang " ucap Reno menunjuk ke arah sahabatnya dan membawa Via pulang


" Kau jaga sahabatku dengan baik. Kalau terjadi sesuatu kau berhadapan denganku " ucap Keyra mengancam Reno


" Terserah kau saja dan jelaskan kepada DJ ini siapa aku fan " ucap Reno kepada irfan dan meninggalkan mereka semua


Seseorang menatap Via dari kejauhan. Ia terlihat kesal karena Via di selamatkan oleh Reno


" Sialllll rencanaku gagal "


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2