
" Maaf kak tapi aku..... " segera menghentikan ucapannya dan membuat Reki dan Reno yang dari kejauhan menunggu jawaban Via
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
" Tapi apa Vi " tanya Reki penasaran
" Aku tak bisa.... " ucapan Via terhenti sejenak
Reki segera melepaskan genggamannya dan Reno tersenyum puas mendengarnya
" Aku mengerti Vi " ucap Reki menundukkan kepalanya
" Tapi aku tak bisa menolaknya kak " ucap Via tersenyum
Reki sangat senang mendengarnya dan mencium punggung tangan Via. Reno yang sangat terkejut dengan kalimat tambahan Via segera mendekat ke meja mereka
" Honey ikut aku " menarik tangan Via dengan paksa menjauh dari Reki
" Lepaskan Ren "
" Apa yang kau lakukan? " tanya Reno kesal
" Bukankah ini bagian rencanamu? Mengapa kau harus marah? " tanya Via membuat Reno terdiam
" Apa kau baik baik saja sayang? " tanya Reki yang segera menyusul Via
" Ayo kita pulang kak" menarik tangan Reki meninggalkan cafe tersebut
Ahhh siallll. Aku termakan rencanaku sendiri ucap Reno membanting kursi yang ada di hadapannya
Reno yang tak terima dengan perlakuan Via tadi segera menyusul wanitanya ke apartement. Tapi sayangnya Via tak membuka pintu apartementnya. Ia menunggu Via hingga tertidur di depan apartement Via. Via yang tahu bahwa Reno menunggunya keluar secara perlahan agar tak membangunkannya segera menuju ke depan lift. Reno tersadar ada gerakan pintu yang terbuka segera sadar dari tidurnya dan mengejar Via yang berdiri di depan lift. Beruntung pintu lift terbuka dengan cepat Via bergegas masuk dan menutup pintu lift.
Keberuntungan berpihak kepadaku hari ini gumam Via dalam hatinya
Via mengendarai mobilnya menuju toko bunga. Ia memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di warung langganannya. Di tengah perjalanan sebuah mobil menghadang jalannya secara mendadak. Ia menginjak rem mobil dengan cepat. Via yang kesal keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu mobil yang menghadang jalannya.
Tokkk tokkk
" Hei buka kacamu " teriak Via dari luar
" Maaf nona " ucap sang sopir membuka kaca jendelanya
" Hei lepaskan aku " teriak Via karena ia di paksa masuk ke dalam mobil tersebut oleh dua orang berbadan besar
Via masuk ke pintu belakang mobil tersebut dan melihat sosok Reno di sebelahnya. Reno memerintahkan anak buahnya untuk membawa mobil Via ke kantornya dan meminta sopir melajukan mobil.
" Ren apa yang kau lakukan? Kau sudah gila " teriak Via kesal
" Kau yang membuatku gila. Mengapa tak mau mendengar penjelasanku sedikit pun? Apa kau cemburu? " ledek Reno
" Aku membencimu Reno Wijaya " teriak kesal dan memukul badan Reno sekuat tenaga
" Aduh jantungku terasa sakit " tiba tiba Reno tak sadarkan diri
Apa pukulanku terlalu kuat sehingga ia pingsan? Ahh ini pasti akal akalannya saja gumam Via dalam hatinya melihat Reno pingsan
" Ren ayo bangun. Jangan bercanda Ren " menggoyang goyangkan tubuh Reno
Sopir yang melihat tingkah laku bosnya hanya terkekeh dan Via menggoyang goyangkan badan Reno dengan kuat karena terlalu khawatir.
" Mengapa bapak tertawa ayo cepat bawa tuanmu ke rumah sakit atau klinik atau apapun yang terdekat " ucap Via menatap tajam sang sopir
" Ren ayolah bangun. Maaf jika aku memukulmu terlalu keras tadi. Jangan membuatku cemas " ucap Via menangis melihat Reno yang tak bangun juga
" Pak mengapa ke cafe? Apa kau tidak tahu tuanmu ini bisa mati mendadak di dalam sini? Tuanmu butuh obat bukan makan saat ini " teriak Via kesal
" Maaf non tapi ...... " ucap sopir sedikit ketakutan melihat Via marah
" Tapi aku akan membunuhmu disini " ucap Via menatap tajam dan ingin mencekik leher sang sopir
" Honey " ucap Reno membuat Via berhenti memarahi sopir Reno
" Kau membuatku cemas " dengan cepat memeluk Reno dan menangis sejadi jadinya
" Honey aku belum mati. Mengapa kau mudah sekali menangis? " ledek Reno
" Apa kau mengerjaiku? Aku membencimu " teriak Via kesal melepaskan pelukannya dan segera membuka pintu mobil
Tangan Via di tarik oleh Reno dengan kuat dan ia jatuh ke pelukan Reno dengan wajah yang saling berdekatan
" Apa kau rindu ciumanku? " ledek Reno dan langsung mengecup bibir Reno
Sang sopir melihat adegan tersebut langsung membuang muka dan berpura pura tidak melihat. Via yang menyadari masih ada orang lain cepat menjauh dari hadapan Reno.
" Ayo kita makan. Aku tahu kau belum sarapan bukan honey? " tersenyum manis ke arah via
__ADS_1
" Aku ingin segera ke toko bunga bekerja " tolak Via melipat kedua tangannya
" Jangan membuatku mengancam " berbisik ke telinga Via
" Selalu saja berupa ancaman " gumam Via langsung membuka pintu mobil dan melangkah keluar.
Reno terkekeh melihat tingkah laku Via yang sangat takut dengan sedikit ancamannya. Ia pun segera menyusul wanitanya keluar dan menggandengnya.
" Ren lepaskan " tolak Via berusaha melepaskan gandengannya
" Honey kau masih tunanganku. Apa ingin membuat gosip murahan lagi? Lihat salah satu dari mereka memandangi kita " menunjuk dengan sorotan mata ke arah seorang wartawan sedang duduk
" Oke baiklah Reno Wijaya " sahut Via tersenyum terpaksa
Reno membawa Via ke meja yang telah ia pesan dan menyiapkan beberapa hidangan serta hiasan bunga bunga di sekitarnya.
Jadi bunga pesanan kemarin untuk disini gumam Via dalam hatinya
" Apa kau suka honey? "
" Ahhh kau sangat romantis Ren dan pandai mencari muka di depan para wartawan " bisik Via dan bergelayut manja di lengan Reno dengan terpaksa
Reno menarik kursi untuk Via duduki dan ia segera duduk di hadapan via. Mereka berdua menikmati sarapan pagi yang sangat berlebihan karena rencana Reno yang sedikit aneh dan memaksa.
" Honey ada yang ingin aku jelaskan tentang kejadian kemarin di kantorku "
" Ehmmm " jawab Via sekedar karena sedang menikmati hidangan yang ada di hadapannya
" Maaf selama ini aku menyalahkanmu sebenarnya aku tahu ketiga wanita itulah yang salah. Saat di butik aku sudah tahu semua tapi kau tak ingin mendengar penjelasanku "
" Makanan ini enak ya Ren " ucap Via tersenyum
" Aku serius honey " menatap Via tajam
" Ceritakanlah agar kau tak mengejarku lagi " tersenyum manis ke arah Reno
Flashback
Reno mendengar keributan dari dalam ruang ganti butik Ana. Ia segera keluar dan ingin menghentikan mereka ketika melihat dari pintu. Tante Ana mencoba menghentikan langkah Reno dengan cepat
" Ren, kau lihat saja dulu. Tante yakin Via bisa menghadapi mereka bertiga " ucap Tante Ana
Reno mendengar semua hinaan dari ketiga wanita berbisa tersebut termasuk dari cinta pertamanya. Tante Ana pun menceritakan yang terjadi pada Via minggu lalu dan Reno sangat kesal mendengarnya.
" Saran tante ikuti saja dulu permainan ketiga wanita itu dan segeralah keluar jangan terjadi peperangan di butikku "
Flashback off
" Hanya itu saja. Aku sudah tau " jawab Via dengan santai setelah mendengar penjelasan Reno
" Kau tahu? " tanya Reno sinis
" Aku yang merencanakan di butik waktu itu karena aku sudah muak melihat tiga wanita berbisa itu "
" Lalu yang di kantorku apa kau yang merencanakan? " tanya Reno dengan sinis
" Lalu sekarang kau curiga denganku? " tanya Via kembali
" Ehhmmmm " menganggukan kepalanya
" Aku rasa itu rencanamu memesan bunga dan menyuruhku melihat pertunjukkan mesummu itu "
" Apa kau cemburu? " meledek Via
" Yaaaaa aku rasa tidak sama sekali " ucap Via terkekeh
" Ya aku percaya padamu honey kau tidak mungkin melakukanhal yang buruk. Sedangkan untuk berselingkuh dari priamu itu saja kau tak ingin " dan Reno kembali menceritakan tentang yang terjadi di kantornya saat itu
Flashback
Ketika ia sedang di ruang kerja menunggu Via, sekretaris Reno masuk dan mengatakan ada wanita yang ingin bertemu dengannya tanpa mendengar lanjutan perkataan sekretarisnya mengenai siapa yang datang. Reno meminta sekretarisnya mempersilahkan wanita itu masuk dan meminta sekretarisnya untuk makan siang
" Honey kau sudah " ucapan Reno terhenti melihat yang datang ternyata bukan wanitanya
" Wahh ternyata kau menungguku ya " dengan sengaja mendorong Reno agar jatuh ke atas sofa
" Apa yang kau lakukan Ran. Silahkan berdiri " ucap Reno berusaha agar Kiran pergi dari hadapannya
Dan terdengar ketukan dari luar dengan cepat Kiran menjawab dan menyuruh seseorang yang di luar masuk. Kiran dengan sengaja membuka beberapa kancingnya di hadapan Reno hingga belahan p*******nya terlihat dan Via pun masuk melihat Kiran di pangkuan Reno dengan kancing terbuka. Reno melihat via pergi mencoba mengejarnya tapi di halangi Kiran. Akhirnya Reno pun marah besar dan mengusir Kiran pergi dari ruangannya
Flashback off
" Hanya itu " ucap Via melihat Reno telah menghentikan pembicaraannya
" Belum honey. Ketika Kiran keluar dan Bobi langsung masuk keruanganku. Bobi mengatakan bahwa dirimu terlihat sedikit berbeda dan aku segera menyusulmu ke bawah takut terjadi apa apa denganmu. Ternyata yang ku takutkan terjadi kau malah di hina dan di perlakukan kasar oleh ketiga wanita itu. Aku ingin membelamu tapi kau terlalu marah besar dan meninggalkan diriku begitu saja " ucap Reno menggenggam tangan Via
__ADS_1
Jadi, dia sudah tahu semua dan mengapa aku harus marah gumam Via dalam hatinya
" Tapi aku bangga denganmu honey hanya kau orang pertama yang berani melawan mereka bertiga " mencium punggung tangan Via
" Itu belum seberapa Ren " tersenyum dan menarik tangannya
" Honey jangan batalkan pertunangan kita ya. Aku mencintaimu "
" Maaf tapi aku tak bisa Ren. Aku masih mencintai kekasihku "
" Kau masih tunanganku. Apa kau ingin membuat gosip? " sedikit mengancam
" Kau bisa membatalkannya kapanpun. Maaf aku tak bisa bersamamu "
" Aku akan merebutmu kembali "
" Aku permisi dulu Ren. Terima kasih sarapanmu hari ini "
" Tunggu honey " menarik tangan Via
" Masih banyak yang harus ku kerjakan selain menemanimu " melepaskan tangannya
" Mobilmu nanti akan di antar anak buahku ke apartementmu " ucap Reno sebelum Via menjauh
" Baiklah " ucap Via tersenyum meninggalkan Reno
Apa yang aku harus lakukan selanjutnya gumam Via dalam batinnya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Toko Bunga at 11.10
Hari ini Via sedikit terlambat ke toko bunga karena harus mendengarkan semua penjelasan Reno. Terlihat Reki telah menunggunya dari tadi dan Via baru ingat ia berjanji akan menemani Reki makan siang ini ketika melihat sosok Reki di depan tokonya.
" Maaf kak aku terlambat " ucap Via berlari mendekati Reki
" Kau darimana saja sayang. Di mana mobilmu ? " tanya Reki sedikit curiga
" Oh mobilku tadi mogok di perjalanan kak " jawab Via berbohong
" Mengapa tak menghubungiku? Aku cemas sejak tadi memikirkanmu " ucap Reki memperbaiki rambut Via yang sedikit berantakan karena di tiup angin ketika ia berlari tadi
" Aku sudah menelpon orang bengkel kak dan mereka segera memperbaikinya. Maaf membuatmu cemas " jawab Via tersenyum
Untung saja aku telah memikirkan alasanku tadi ketika ingin turun dari taksi gumam Via dalam hatinya
" Ayo kita makan. Kakak membawa makanan kesukaanmu " mengangkat kotak makanan yang ia jinjing daritadi
" Maaf kak bukan aku menolak tapi aku sudah makan. Tadi menunggu orang bengkel sedikit lama dan melihat ada ketoprak di dekatku segera memesannya karena perutku sudahvlapar " ucap Via memegang perutnya dan berbohong lagi
" Oh baiklah. Kalau begitu temani kakak makan saja ya " balas Reki mengedipkan sebelah matanya meminta persetujuan
" Baiklah kak. Ayo kita duduk di taman saja " menarik tangan Reki menuju taman
Via menemani Reki menyantap makanan yang ia bawa sendiri. Sepanjang menemani Reki, Via terlihat banyak melamun seperti memikirkan sesuatu. Reki yang sangat paham jika kondisi yang di rasakan Via sedikit aneh segera membuyarkan lamunannya.
" Apa ada masalah sayang " menggerakan ke lima jarinya di depan wajah Via
" Ah tidak Ren " jawab Via tanpa sadar
Mati aku salah menyebut nama gumam batin Via sedikit cemas
"Ren ? Apa kau mulai menyukainya? " tanya Reki sinis menghentikan makannya
" Tidak kak " sahut Via dengan cepat agar tak salah paham
" Aku tahu kau berbohong tadi denganku bukan? " menutup kotak makannya karena sudah tak berselera lagi
" Maafkan aku kak " ucap Via tertunduk
Reki menceritakan semua yang ia lihat tadi dengan menahan amarahnya. Hari ini Reki sengaja mengikuti Via dari apartemennya karena ia mendapat telepon dari satpam apartement bahwa Reno semalaman menunggu Via. Karena khawatir ia menunggu Via di parkiran apartement dan mengikuti semua gerak gerik Via. Terlihat Via keluar menuju parkiran mobilnya dan melajukan kendaraannya. Reki segera mengikuti Via dan Ternyata ia malah mendapatkan pemandangan yang membuat hatinya sakit. Ia melihat Via di paksa masuk oleh dua pria berbadan besar dan mengikuti kemana Via di bawa. Ketika Reki ingin menolong terlihat Via segera keluar dari mobil serta ia malah melihat Reno keluar mengejar Via dan menggandengnya dengan mesra. Reki melihat semua yang terjadi antara mereka berdua cukup lama. Dan melihat Via segera beranjak dari kursinya meninggalkan Reno sendiri. Reki segera masuk ke dalam mobilnya dengan penuh amarah menuju ke toko bunga milik Via dan segera meminta penjelasan kepada Via.
" Tapi itu karena Reno memaksaku kak " ucap Via setelah memdengar semua cerita Reki
" Besok aku akan mempertemukan kita bertiga dan kau harus memilih satu di antara kami " ucap Reki beranjak dari bangkunya
" Tapi kak tunggu " menarik tangan Reki
" Aku tunggu kalian berdua di taman tepi danau tempat kalian berdua sering bertemu " jawab Reki menarik tangannya
Darimana ia tahu tempat itu. Apa yang harus aku lakukan esok? gumam Via dalam batinnya
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘