Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Mengobati Luka


__ADS_3

Aku akan mengunci semua pintuku agar ia tak bisa masuk. Aku tak ingin ke kantor papa bersamanya ucap Via dan segera melajukan mobilnya


Ahhh sial aku terlambat . Tunggu pembalasanku nanti Via ucap Reno mengepalkan ke dua tangannya


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Via melajukan kendaraannya di tengah keramaian jalanan. Ia fokus menyetir menuju kantor papanya. Di tengah perjalanan ia mampir ke toko kue favorit papanya.


Di dalam toko kue Via sibuk memilih kue kesukaan papanya dan tak sengaja melihat cake favorit mamanya juga. Ia memutuskan membeli keduanya.


" Apa ada yang mau di tambah lagi mbak? " ucap seorang kasir


" Sudah cukup itu aja mbak "


Via membayar yang ia beli dan segera keluar dari toko kue.


Aku harap mak lampir tidak ke kantor. Tapi aku yakin pasti papa tidak akan memberitahukan kedatanganku hari ini karena tak ingin istri tercintanya itu membuat kekacauan ucap Via sepanjang perjalanan menuju mobilnya dan melanjutkan perjalanannya.


Perusahaan Indotech at 13.30


Via memasuki perusahaan papanya dan di sambut oleh karyawan yang berada disana. Karyawan papanya lebih ramah dengannya dari pada ibu tiri dan adik tirinya yang sombong. Karena mereka berdua tak mau menyapa orang yang tak sederajat dengan mereka. Via langsung menuju ke ruangan papanya membawa kue yang ia beli tadi.


" Selamat siang mbak, papa ada di dalam " sapa Via kepada sekretaris papanya


" Selamat siang juga mbak. Ada mbak silahkan masuk mbak "


Via membuka pintu ruangannya terdengar sayup sayup orang sedang berbincang.


Semoga bukan mak lampir ucap Via menutup pintu kembali setelah melangkah masuk


" Hai honey akhirnya kamu datang juga "


Betapa terkejutnya Via dengan sapaan Reno. Ia tidak menghiraukannya sama sekali


" Papa ini aku bawakan kue kesukaan papa. Tadi tidak sengaja lewat jadi aku memutuskan untuk membelinya " ucap Via menaruh kantong yang ia bawa tadi ke meja papanya


" Sayang jangan jutek gitu dong. Ada tamu papa di sini. Mari gabung kita duduk dan kenalkan ini cucu nenek mona yang mempunyai acara sayembara kemarin "


Reno segera berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan lagi dengan Via


" Aku Reno Wijaya rekan bisnis tuan Bambang "


" Viani Putri anak dari rekan bisnismu" jawab Via dengan ketus


Untuk apa berkenalan dua kali dasar pria aneh. Kalau bukan karena papaku sudah enyah aku dari sini gerutu Via dalam batinnya


Tokk tokk tokk


" Permisi tuan ini minumannya " ucap office boy membawa minuman yang telah di pesan oleh pak bambang tadi


" Letakkan disini saja terima kasih " menunjuk ke arah meja di dekat kue yang di bawa Via tadi


Pak Bambang dan Reno sibuk berbincang bincang sedangkan Via asik menatap handphonenya dan menutup telinganya dengan headsheatnya. Karena sangat kesal hanya dianggap seperti patung saja Via langsung beranjak dari duduknya


" Nak kamu mau kemana? "


" Aku mau pulang saja pa. Sepertinya tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan "


" Tuan bolehkah aku mengajak putrimu ini dinner esok malam " celetuk Reno sebelum Via melangkah pergi


" Aku tidak berminat lebih baik kau dinner dengan adikku saja "


" Nak jangan pulang dulu ada yang ingin papa katakan " menarik tangan Via agar tak jadi pulang


" Tuan aku permisi dulu ya. Urusanku disini telah selesai " pergi meninggalkan Pak Bambang dan Via


Via melihat Reno keluar dari ruang kerja papanya memutuskan untuk duduk kembali disamping papanya


" Ada apa pa? Pasti ini berhubungan dengan sayembara itu bukan? " tanya Via langsung ke intinya


" Benar sayang. Reno memilihmu sebagai pilihannya " menggenggam tangan putrinya


" Sudah kuduga " ucap Via kecewa


" Papa tidak tahu mengapa menjadi seperti ini. Padahal papa telah mengatakan kau sudah mempunyai kekasih. Maafkan papa telah melibatkanmu nak " ucap pak bambang dengan penuh penyesalan


" Lalu pa baik dan buruknya untukku? " tanya Via kesal


Pak bambang mengerti dengan pertanyaan Via. Ia segera menjelaskan kepada putrinya agar ia mengerti dan tak bertambah benci dengannya


" Semua menyangkut perusahaan papa nak. Kalau kamu tidak mengikutinya papa yakin ibumu pasti akan marah "


" Aku tak peduli. Papa memang tak pernah memikirkan perasaanku " terisak menangis mendengar keegoisan papanya.


Via memutuskan pergi meninggalkan kantor papanya dengan air mata berlinang. Para karyawan yang menyapanya tak di hiraukannya. Via membawa kendaraannya dalam keadaan menangis sejadi jadinya di dalam mobil. Ketika ia sadar akan menabrak gerobak ia langsung menginjak rem mobil yang ia bawa sehingga hilang kendali menabrak trotoar. Untunglah tidak terlalu parah hanya merusak bamper depan mobilnya. Via yang sangat syok langsung pingsan di tempat. Para warga sekitar yang menyaksikan langsung menolong dan membawanya ke Klinik terdekat karena panik melihat Via yang tak sadarkan diri. Papanya mendapatkan kabar langsung pergi menemui putrinya.


Klinik Bersama at 16.45

__ADS_1


Pak bambang menunggu diluar bersama Reno. Reno mendapatkan kabar dari anak buahnya yang sengaja ia suruh untuk mengikuti Via. Terlihat raut cemas di antara mereka berdua.


" Keluarga pasien Viani " ucap seorang perawat


" Iya saya papanya "


" Silahkan masuk pak. Putri anda sudah boleh di jenguk "


Pak Bambang dan Reno masuk ke dalam ruangan. Dilihatnya Via terbaring lemas


" Sayang kamu tidak apa apa ? "


Tiba tiba masuk tante lena dan karin ke dalam ruangan memecahkan keheningan suasana di ruang inap.


" Anak ibu kamu kenapa? " ucap tante lena penuh kepalsuan


" Kamu tinggal di rumah saja ya sementara sayang menjelang kamu sembuh " pinta pak bambang


Lebih baik aku tinggal bersama buaya dari pada harus tinggal bersama kalian gerutu Via dalam batinnya


" Aku baik baik saja pa. Cuman sedikit syok. Aku pulang ke apartementku saja " langsung bangun dari tidurnya dan segera duduk


Memang dokter mengatakan bahwa Via baik baik saja. Ia tadi hanya pingsan dan sedikit syok karena tabrakan tadi dan ia boleh pulang hari ini.


Reno yang berdiri di samping Via hanya diam melihat kelakuan keluarga pak Bambang kepada Via. Ia sangat kasian melihat kehidupan Via yang sangat di tekan oleh ibu tirinya.


Pantas saja kau membenci mereka batin Reno


" Jangan menolak perintah papa " ucap pak bambang sedikit kesal dengan sikap keras kepala putrinya


" Aku pulang ke apartementku saja pa. Reno yang akan merawatku " menggenggam tangan Reno dan menatapnya seakan membutuhkan pertolongan


" Iya tuan biar aku saja yang merawat putrimu. Bukankah aku adalah calon menantumu " ucap Reno asal karena tahu isi hati Via saat ini


" Baiklah kalau begitu. Saya percaya dengan anda tuan. Tolong rawat putri saya. Jika ada masalah segera hubungi saya "


Tante Lena dan Karin sangat kesal melihat sandiwara Reno dan Via. Mereka memutuskan untuk langsung pulang.


Apartement Kalijaga at 20.00


" Terima kasih sudah menolongku hari ini Ren "


" Aku hanya kasihan melihat nasib dirimu "


" Tidak perlu kasihan aku sudah biasa mendapatkan perlakuan seperti itu "


Apa yang sedang terjadi dengan diriku ini? Mengapa tak kunjung berakhir kesedihanku ini ya Allah? Berikan aku jalan terbaik dalam menghadapi segalanya aamiin ucap Via dalam doa shalat tahajudnya


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Keesokan paginya Via memutuskan untuk tidak bekerja karena dokter menyarankan untuk beristirahat dahulu di rumah. Via juga meminta bengkel langganannya untuk memperbaiki mobilnya.


" Lebih baik aku ke supermaket saja menghilangkan rasa suntukku. Kulkasku juga terlihat kosong " ucap Via bersiap siap untuk pergi


Via memutuskan berjalan kaki menuju supermarket terdekat. Ia masih sedikit trauma melihat mobil atas kejadian kemarin. Di tengah perjalanannya terlihat mobil hitam berhenti di dekatnya.


" Honey mau kemana? " tanya Reno membuka kaca jendelanya


Via diam tak menjawab meneruskan langkah kakinya. Reno yang kesal memutuskan turun dari mobilnya dan menarik Via naik ke dalam mobilnya. Baru berapa meter melajukan mobilnya Via terlihat ketakutan mengeluarkan keringat dingin dan menangis. Reno yang bingung melihatnya langsung menepikan mobilnya


" Ada apa honey? Apa ada yang salah? "


" Aku takut itu sebabnya aku tak naik kendaraan ke supermatket " menutup matanya dengan kedua tangannya dan menangis.


" Maaf aku tidak tahu " membelai rambut Via agar ia tenang


" Ayo aku temani kamu berbelanja kita jalan kaki saja "


Reno keluar dari mobilnya dan mengajak Via keluar juga. Reno menelpon Bobi meminta agar sopir menjemput mobilnya di jalan dan menunggunya di depan supermarket.


Via dan Reno berjalan menuju supermarket. Banyak mata yang melihat mereka berjalan dan sangat iri memandangnya. Butuh sepuluh menit untuk mereka sampai di supermarket.


Via sibuk mencari keperluannya yang habis dan memasukkannya ke troli. Sedangkan Reno mendorong troli belanjaan Via mengikuti kemana wanita itu melangkah. Reno juga sibuk mengangkat telepon dari rekan bisnisnya.


Priaku saja jarang mau menemaniku belanja. Mungkin karena ia ingin mencari perhatianku. Ahh sudahlah untuk apa aku memikirkannya yang penting hari ini dia mengurangi bebanku ucap Via dalam batinnya


" Aku sudah selesai memilih barang belanjaanku. Ayo ke kasir " ajak Via yang tak sengaja menarik tangan Reno


Mereka mengantri di kasir karena hari ini supermarket sedikit ramai. Kini giliran Via yang menghitung belanjaannya di kasir. Kasir memberitahukan jumlah harga belanjaan Via dan Via segera membuka dompetnya untuk membayarkannya.


" Honey biar aku saja yang membayarnya " pinta Reno menutup dompet Via


" Jangan Ren ini belanjaanku "


" Honey apa perlu aku mengancammu. Antrian di belakang sudah panjang nanti mereka semua marah dengan kita " menunjuk ke belakang melihat antriannya


" Sudahlah biarin aja pacarnya yang bayar. Jarang jarang loh ada pacar sebaik itu " celetuk ibu di belakang Via

__ADS_1


" Tapi dia bu.... " ucapannya terhenti karena Reno menarik tangannya untuk pergi meninggalkan kasir karena Reno telah membayar semuanya


" Kami pamit dulu ya bu " sahut Reno


Reno mengajak Via menuju ke parkiran ke arah mobilnya


" Ren sejak kapan mobilmu sudah tiba disini? " tanya Via kebingungan


" Ayo kita naik saja honey " membuka pintu belakang mobil


" Tapi Ren aku tak mau. Biar barangku saja yang naik aku lebih baik pulang jalan kaki "


" Mau sampai kapan kau terus seperti ini. Coba belajar menghadapi ketakutanmu " menarik Via masuk ke dalam mobilnya


Mobil bergerak keluar dari parkiran. Reno meminta supir untuk keliling mencari sate sebagai alasan untuk menghilangkan trauma Via. Via yang merasakan ketakutannya memeluk lengan Reno dan menangis.


" Honey tenangkan dirimu. Disini ada aku. Jika terjadi sesuatu aku juga tepat di sebelahmu menemanimu " memegang punggung Via


" Aku takut Ren. Sudah cukup lebih baik aku jalan kaki saja " terisak memohon kepada Reno


" Coba buka matamu. Kita sangat jauh dari apartementmu. Butuh waktu satu jam untuk kita jalan kaki " memegang tangan Via agar membuka matanya dan segera melepaskan pelukannya


" Maafkan aku Ren karena ketakutanku "


" Cobalah untuk tenang lihat ke jalan perlahan. Jika kau berkonsentrasi dan fokus semua akan baik baik saja" menggenggam kedua tangan Via


Reno meminta supir untuk mampir ke taman di tepi danau.


" Kita duduk di sana kembali " mengajak Via keluar dari dalam mobil dan menggandengnya


" Ren jangan terlalu berlebihan aku tak ingin ada yang melihatnya salah paham. Karena aku masih mempunyai seorang kekasih " melepaskan tangannya dari gandengan Reno


" Aku ingin menjadi kekasihmu bagaimanapun caranya. Jadi yang kedua pun tak apa " ledek Reno


" Aku tetap tidak bisa. Kita berteman saja ya "


" Teman tapi mesra? Baiklah aku bersedia honey "


" Hanya sebatas teman Ren tak lebih "


Tiba tiba handphone Via berdering dan dilihatnya videocall dari Reki dan segera mengangkatnya


Drrtt drrttt


Hai sayang kamu baik baik saja? Aku dengar kamu kecelakaan ucap Reki dengan cemas


Aku baik baik saja kak


Kamu di mana sayang? Bukankah seharusnya kamu beristirahat


Aku sedang duduk di tepi danau kak. Temanku mengajakku kesini untuk menghilangkan traumaku ucap Via mencari sosok Reno tapi telah menghilang


Dimana dia sayang?


Tadi dia di sebelahku tapi sudah pergi entah kemana. Mungkin ia sedang membeli minuman kak jawab via asal


Ya sudah jaga dirimu baik baik ya dan salam kenal dengan temanmu ya sayang. Aku merindukanmu see you


Oke kak. See you too


Tuuttt tuuuuttt


" Ini minuman untukmu honey " memberikan sebotol minuman


" Terima kasih Ren "


" Kau asyik sekali menelepon kekasihmu sehingga lupa dengan aku yang berada di sebelahmu " ucap Reno sedikit kesal


" Maaf Ren karena aku terlalu bahagia. Oh ya dia mengirim salam kepadamu sebagai tanda perkenalan " tersenyum ke arah Reno


Reno hanya diam tak menjawab ucapan Via. Dalam hatinya sangat kesal melihat mereka berdua berbincang. Reno segera mengajak Via pulang dengan alasan harus kembali ke kantor.


Ketika kau pulang kau akan menangis Reki melihat kekasihmu menjadi milikku ucap Reno dalam hatinya mengepalkan kedua tangannya


Via melihat Reno sedikit berubah ketika selesai menghubungi Reki. Via sangat senang karena mungkin dengan cara itu Reno bisa segera pergi dan tak menemuinya lagi


" Terima kasih ya Ren untuk hari ini " membawa kedua kantong belanjaannya


Reno hanya diam tak menjawab perkataan Via dan pergi meninggalkannya begitu saja


Dasar pria aneh dengan mudahnya berubah sesuka hatinya ucap Via heran melihat kepergian mobil Reno


Drrt drttt


Mesage from papanya mama


Papa harap malam ini kau menemani Reno Wijaya makan malam di hotel Kusuma jam 8 tepat karena ada pertemuan yang sangat penting. Jangan buat malu papa anggap saja karena kebaikannya mengurusmu.

__ADS_1


Kalau bukan karena janjiku kepada mama aku sudah pergi jauh darimu gerutu Via


__ADS_2