Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Pertunangan


__ADS_3

Jangan mengganggu tidurku. Aku malas melewati hari ini " ucap Via setengah sadar


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Reno tetap saja mengganggu wanitanya dan segera berbaring di samping wanitanya dan memeluknya yang tak kunjung bangun


" Aku akan menemanimu melewati hari ini " jawab Reno berbisik di telinga Via


Via merasakan tangan besar melingkar di pinggangnya dan segera sadar dari tidurnya.


Untung saja pakaianku masih utuh ucap Via melihat seluruh tubuhnya yang masih menggunakan kimono yang ia beli tadi malam


" Ren lepaskan. Bagaimana kau bisa masuk? " tanya Via heran dengan nada meninggi


" Kau harus tahu honey mudah bagiku untuk melakukan hal kecil seperti ini " melepaskan pelukannya dan duduk di tepi ranjang menatap Via


Via memang sengaja menginap di hotel tersebut karena acara pertunangannya di sana. Tetapi ia tak menyangka Reno dengan mudah mencari kamarnya padahal ia memakai nama samaran dan lebih anehnya lagi Reno bisa masuk dengan mudahnya.


" Ren setelah acara pertunangan ini kita akhiri sandiwara ini " pinta Via duduk di sebelah Reno meneguk segelas air putih di dekatnya


" Aku tidak mau honey " tersenyum memandangi Via


" Ren balas dendammu sudah terlaksana apalagi? "


" Aku belum bisa membuatmu mencintaiku " mencubit hidung Via dan tersenyum


" Maaf Ren tapi aku masih mencintai Reki " tersenyum kembali


Reno terdiam mendengar perkataan Via. Ia sendiri masih bingung dengan hatinya. Ia masih mencari semua kebenaran dan tak ingin salah menilai. Via meninggalkan Reno ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia memutuskan untuk berendam lama di bath up nya agar cepat melewati hari ini.


Hampir satu jam Via di kamar mandi tapi tak kunjung keluar. Reno sangat cemas dan mengetuk pintu kamar mandi.


" Honey keluarlah " teriak Reno dari luar


Pintu kamar mandi dibuka oleh Via melangkah keluar dengan menggunakan baju handuk dan Reno langsung memeluknya


" Ren lepaskan. Bisa tidak jangan memelukku lagi " ucap Via memukul tubuh Reno


" Aku sangat cemas " melepaskan pelukannya


" Kau berlebihan Ren. Sini gaun ku itu biar aku pakai " menunjuk gaun yang di bawa Reno tadi


Mereka berdua sibuk mempersiapkan diri untuk pertunangannya nanti. Via terlihat sangat cantik hari ini menggunakan gaun berwarna pink muda dengan bahu sebelah kiri terbuka dengan panjang selutut dan memakai sepatu hak tinggi berwarna putih. Sedangkan Reno terlihat bak seorang pangeran dengan memakai setelan jas berwarna abu abu dan sepatu santai berwarna putih. Mereka berdua segera menuju ruang VIP di hotel tersebut. Reno menggandeng tangan Via. Sepanjang langkah mereka banyak kilat lampu kamera menyoroti mereka. Mereka menuju meja keluarga besar yang telah menunggu kedatangan mereka daritadi


" Kau sudah siap nak untuk hari ini " tanya nenek mona berbisik kepada Via


" Iya nek aku sangat siap. Maaf jika aku merepotkanmu nek "


" Tidak nak. Aku sangat senang bisa membantumu dan berharap kau memang jadi istri cucuku tapi itu tidak mungkin. Karena ia akan menyakitimu saja " ucap Nenek Mona melirik Reno


" Nek aku tak akan membatalkannya " celetuk Reno


" Jangan bermain main Ren atau kau rasakan akibatnya " ucap Nenek Mona menatap tajam cucunya


Pembawa acara telah membuka acara. Terdengar kata sambutan dari para petinggi perusahaan Wijaya. Dan tiba saatnya yang di tunggu acara pertunangan Reno dan Via. Mereka berdua naik ke atas pentas bersama keluarga inti. Reno memasangkan cincin ke jari manis Via dan sebaliknya Via juga memasangkan cincin ke jari Reno. Sekarang mereka berdua resmi bertunangan.


" Aku takkan melepaskanmu " ucap Reno memeluk Via saat para tamu memberikan tepuk tangan.


" Aku tak peduli semua sudah berakhir " balas Via di pelukan Reno


Para tamu undangan memberi selamat kepada mereka dan sangat berbahagia tetapi tidak berlaku dengan tiga wanita yang menatap Via tajam


" Gadis kampungan yang berharap menjadi seperti Cinderella " ucap Kiran melipat kedua tangannya dan menatap sinis Via dari kejauhan


" Tenang saja sayang mereka hanya bertunangan " ucap Mama Rosa mengelus bahu Kiran


" Aku akan membuatnya malu tan sebagai perhitungan " jawab Kiran


" Tenang saja kak. Aku akan membantumu " sahut Bunga


Anggun yang mendengarkan percakapan mereka hanya menggelengkan kepala melihat sikap mereka dan berencana akan mengadukan kepada Reno.


Tak terasa acara sudah selesai kelurga Reno dan Via memutuskan untuk pulang dahulu. Tinggallah Via dan Reno yang akan menyelesaikan masalahnya.


" Ren tunggu saja di parkiran aku ingin mengganti pakaianku terlebih dahulu dan mengambil barangku yang tertinggal "


" Baiklah. Jangan membuatku menunggu terlalu lama ya honey " mencium punggung tangan Via


Dasar pria aneh gumam Via


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

__ADS_1


Reno dan Via mengunjungi tempat yang jauh dari keramaian untuk menyelesaikan masalah mereka. Reno membawa Via ke villa milik keluarganya agar jauh dari para wartawan yang selalu mengikutinya sejak ia resmi bertunangan tadi. Via sangat bahagia melihat pemandangan yang asri di sekitar Villa mengurangi rasa rindu terhadap desanya. Reno menggandeng Via menuju sebuah danau buatan kecil di sebelah villa. Mereka berdua duduk di bangku kosong yang telah tersedia beberapa cemilan di hadapan mereka


" Apa kau bahagia honey ? "


" Sudah lama aku menginginkan suasana ini Ren melupakan masalah yang selalu datang dan tak pernah pergi" tanpa sadar bersandar di pundak Reno


" Apa kau yakin ingin membatalkan pertunangan kita? " tanya Reno menggenggam tangan Via


" Entahlah Ren " menikmati angin yang bertiup melewatinya


" Aku tak ingin membatalkannya karena aku mulai menyukaimu " mencium punggung tangan Via


" Bukankah aku hanya alat balas dendammu? dan lagi pula cinta pertamamu telah kembali " menatap Reno tersenyum


" Darimana kau tahu semua itu ? " tanya Reno penasaran


" Tidak terlalu penting aku tahu darimana tapi bukankah itu benar ? "


" Iya itu semua benar. Maafkan aku menyakitimu " membelai rambut Via


" Tidak ada yang tersakiti karena aku telah mengatakan denganmu aku takkan menaruh hati padamu karena tak ingin tersakiti kedua kalinya " membuka cincin tunangannya dan mengembalikannya ke Reno


" Cincin ini tak pantas untuk diriku Ren. Cinta pertamamulah yang pantas memakainya " memeluk Reno dan terlihat tetesan dari air matanya


" Jangan batalkan honey. Ambil saja cincin ini untukmu " membalas pelukan Via dan menghapus air mata wanitanya


" Maaf aku sedikit berlebihan Ren " melepaskan pelukannya


" Tidak honey. Peluklah aku jika itu membuatmu merasa baikan " memeluk kembali Via ke dada bidangnya


" Terima kasih Ren " memeluk Reno kembali untuk melepaskan beban dirinya


Mereka berdua berpelukan cukup lama sebagai tanda perpisahan. Via menangis di pelukan Reno karena seakan tak rela melepaskannya. Tapi ia berusaha kuat karena tidak ingin terlibat lebih dalam lagi yang akan membuat hatinya terluka kembali.


Setelah ini aku akan kembali merebutmu honey gumam Reno dalam batinnya


" Ren antarkan aku pulang. Aku ada janji dengan seseorang " pinta Via


" Kita nikmati dulu hidangan yang ada disini setelah itu aku akan mengantarmu pulang tapi dengan satu syarat " menggenggam tangan Via.


" Jika untuk tidak membatalkan pertunangan kita maaf aku tak bisa " menatap Reno


" Aku hanya ingin berteman denganmu " pinta Reno tersenyum ke arah Via


Mereka berdua pergi meninggalkan villa setelah menghabiskan beberapa cemilan yang telah di siapkan dan bergegas melakukan perjalanan untuk pulang. Via meminta Reno untuk mengantarnya pulang ke apartement.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Via berjanji untuk menemui Reki setelah pertunangannya. Ia segera menghubungi Reki dan mengajaknya bertemu di cafe terdekat. Tak lama menunggu seseorang yang di tunggunya muncul dan duduk di hadapannya.


" Apa kabar Vi ? " ucap Reki dengan semangat


" Baik kak " ucap Via datar


" Bagaimana pertunanganmu? " tanya Reki sedikit penasaran


" Lancar dan aku sudah mengakhirinya beberapa jam yang lalu " jawab Via tersenyum


" Benarkah? Ada sesuatu yang ingin kakak katakan " tersenyum lebar mendengar jawaban Via


" Aku sudah tahu semua yang ingin kau katakan dari Sinta kak. Mengapa kau tak memberi tahuku? " tanya Via kembali menatap tajam Reki


" Kakak hanya mencari waktu yang tepat, maaf " ucap Reki tertunduk


" Bagaimana pertunanganmu? " tanya Via kembali dengan pertanyaan yang sama dengan Reki tadi


" Sudah ku batalkan karena kakak sudah tak tahan dengan sikapnya "


" Padahal aku lihat sebenarnya Jihan itu anak yang baik kak " ucap Via sedikit terkejut mendengar ternyata benar Reki membatalkan pertunangannya dan pantas saja Jihan mengamuk waktu itu di toko bunganya


" Dahulu iya memang baik. Tidak tahu mengapa setelah ia mengetahui bahwa aku mempunyai kekasih yang sangat ku cintai yaitu dirimu, ia sangat berubah drastis "


Dahulu? Jadi apakah ini sebuah sandiwara lagi gumam Via dalam hatinya


" Lalu apa ada yang ingin kau katakan lagi kak? "


" Kembalilah menjadi kekasihku lagi. Aku masih mencintaimu " menggenggam tangan Via memohon


" Maaf untuk saat ini aku tak bisa. Selesaikan dahulu masalahmu dengan Jihan. Karena aku tak ingin ia mempermalukanku kak seperti yang pernah terjadi. Aku permisi pulang dulu " menarik tangannya segera beranjak dari kursi dan meninggalkan Reki sendiri


Aku akan merebut hatimu kembali Vi ucap Reki dalam batinnya

__ADS_1


Kedatangan Via ke cafe tersebut ternyata di ketahui tiga wanita berbisa. Ketiga wanita berbisa tersebut mengambil foto Via bersama Reki dan mengirimnya ke media maupun Reno untuk mempermalukannya.


Reno yang melihat foto tersebut sangat kesal karena bisa bisanya Via memang mengakhiri hubungan mereka dengan cepat. Reno segera menghubungi Via karena tak ingin reputasinya sebagai pemimpin perusahaan buruk dengan gosip murahan seperti itu.


Drrtttt drttt


Via segera menepikan mobilnya karena mendengar handphonenya berdering


" Hallo Ren "


" Temui aku di taman tepi danau dan buka langsung foto yang ku kirim barusan" ucap Reno dengan nada kesal


Tuuttt tuuutt


Siapa yang berani menyebarkan fotoku ini. Masalah ku malah bertambah bukannya menghilang gerutu Via dalam hatinya


Taman Tepi Danau at 18.55


Via menutupi kepalanya dengan baju sweater yang ia pakai dan menggunakan celana levis panjang dengan koyak lutut dan memakai sepatu kets menutupi penyamaran sesuai saran Reno karena beberapa wartawan berusaha mengikutinya sejak fotonya beredar dengan cepat. Ia segera mendekat ke bangku yang telah di tunggu Reno.


" Hai Ren maaf aku sedikit terlambat " ucap Via .segera duduk di sebelah Reno


" Aku pikir siapa tadi ternyata dirimu honey " sedikit terkejut dengan penampilan Via yang sedikit berbeda


" Jadi kau pikir aku ini preman? " ucap Via kesal


" Ahhh kau terlalu cepat sekali marah honey. Semakin terlihat cantik " goda Reno


" Kau memang aneh. Lalu apa rencanamu tapi bisakah tak memanggilku honey? " ucap Via sedikit kesal


" Aku sudah kebiasaan memanggilmu honey. Terlalu geli lidahku memanggil namamu yang sedikit aneh " ledek Reno


" Yahh terserah kau saja Reno Wijaya "


" Ini rencanaku dan aku harap kau mengikutinya"


Reno menceritakan semua rencananya kepada Via. Reno meminta Via menjalani pertunangan dengannya selama seminggu dulu untuk menghilangkan berita di media. Ia meminta Via untuk menjalin hubungan kembali dengan Reki dan sebaliknya Reno menjalin hubungan dengan Kiran. Masalah Jihan, Reno sudah mengurusnya dan tak akan menganggu Via sampai masalah selesai.


" Rencanamu aneh Ren. Biarkan aku menjalani hidupku sendiri "


" Percayalah padaku, lihat sebentar lagi papamu akan meneleponmu dan marah besar karena kau telah membuatnya malu"


Handphone Via memang berdering


Kau benar Ren papaku menelepon. Kau saja yang mengangkat ya ucap Via menggenggam tangan Reno


Reno mengangkat telepon Tn.Bambang dan menjelaskan semuanya. Reno mengatakan bahwa Via menemui Reki karena ingin mengakhiri hubungannya. Untunglah Tn.Bambang percaya karena yang memberinya alasan adalah Reno.


" Aku sudah menolongmu kini giliranmu, bagaimana ? " tanya Reno mengembalikan handphone Via


" Ya baiklah Ren. Kau memang selalu minta balasan setelah menolongku. aku juga sedikit janggal dengan perkataan Reki tadi "


" Honey bolehkah aku jujur padamu? "


" Ehmmm katakanlah "


" Aku bingung dengan perasaanku saat ini. Sepertinya aku mulai mencintaimu "


" Jangan terlalu terburu buru mengatakan Ren. Bukankah sudah pernah ku bilang gunakan mata dan hatimu menilai dengan benar " ucap Via menatap Reno


" Boleh aku kembali padamu setelah aku menilai dengan benar " tanya Reno


Via hanya terdiam mendengar ucapan Reno karena dalam hatinya ia juga merasakan hal yang sama. Ia memulai menyukai Reno sedikit demi sedikit tapi tak ingin terlalu cepat menaruh hatinya karena tak ingin hatinya tersakiti lagi. Dan akhirnya mereka berdua sepakat untuk menjalankan rencana mereka berdua.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Seminggu telah berlalu akhirnya Reno dan Via memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Reno dan Via melakukan jumpa pers dengan para wartawan. Reno mengatakan bahwa ia dan Via belum bisa menyelesaikan masalahnya saat ini dan memutuskan untuk berpisah dahulu sampai benar benar bisa memutuskan untuk lanjut atau berakhir.


" Terima kasih atas perhatian kalian semua dan saya harap tak ada lagi gosip murahan yang beredar." Ucap Reno meninggalkan pers bersama Via


Reno memutuskan untuk ikut Via ke toko bunganya hari ini untuk menyambung rencananya lagi dan meminta Bobi membawa mobilnya ke kantor. Via hanya menuruti permintaan Reno karena memang harus memyelesaikan segera mungkin.


Reno dan Via tiba di depan toko bunga dan melihat mobil Mama Rosa. Dan melihat ke arah tokonya terlihat tiga wanita berbisa menunggu kedatangannya.


" Ren sebaiknya kau jangan turun karena aku ingin menunjukkan wujud asli tiga wanita berbisa itu " ucap Via menunjuk ke arah toko bunga miliknya


" Apa kau bilang wanita berbisa? Bukankah kau yang seperti itu" ucap Reno menatap Via dengan tajam


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏

__ADS_1


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘


__ADS_2