
"Hallo ini siapa ? " tanya Via
Via terdiam mendengarkan ucapan seseorang yang meneleponnya dan berlinang air matanya
" Siapa yang meneleponmu honey? " tanya Reno penasaran menghapus air mata Via
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
" Kau akan segera tahu tapi bisakah kau membantuku? " ucap Via memohon
" Apa saja untukmu honey ? " mencubit kedua pipi Via
Via berlari ke dalam kamarnya dan berganti pakaian. Setelah selesai ia segera menarik Reno keluar dan menuju parkiran mobil. Ia menaiki mobil Reno dan meminta Reno membawanya ke tempat yang ia katakan tadi
Taman Biru at 10.45
Via menggandeng tangan Reno dengan erat dan membuatnya sedikit kebingungan.
Wanita ini aneh sekali apa yang sedang ia lakukan ucap Reno dalam batinnya
Via mendengar namanya di panggil dengan kasar oleh seorang wanita dan ia segera mendekat
" Apa yang ingin kau bicarakan? " tanya Via ketus
" Kau ini ternyata pandai juga dalam mencari kekasih ya wanita murahan. Dengan cepat mendapatkan pria yang lebih kaya raya dari Reki " ucap Jihan santai
" Jaga bicaramu atau dengan mudah aku rusak reputasimu sebagai model " ucap Reno datar
" Baiklah aku tak akan memanggilmu dengan sebutan itu lagi tapi dengan satu syarat " tersenyum licik ke hadapan Via
" Tanpa kau beritahu syaratmu aku sudah tahu dan ingin menyelesaikannya sekarang juga " jawab Via dengan cepat
" Ji kau sedang berbicara dengan siapa? " tanya Reki membawa sebuah kotak cincin dan sangat terkejut melihat Via datang bersama musuhnya
" Dengan kekasihmu Re " sahut Jihan bergelayut manja dengan Reki
Via yang sangat jijik melihat Reki dan Jihan menggenggam tangan Reno dengan kuat. Reno hanya mengelus punggung tangan Via agar ia tetap tenang
" Mengapa kau di sini pria jahat? " celetuk Reki menatap Reno
" Siapa sebenarnya pria jahat tersebut? " sindir Via menatap tajam Reki
" Sudah cukup reuniannya di sini. Cepat katakan apa maksud kedatanganmu kesini " sahut Jihan
" Kak hubungan kita sudah berakhir dan aku harap kau dan wanitamu ini tak menggangguku lagi " ucap Via menahan air matanya
" Tapi aku masih mencintaimu Vi? " ucap Reki menggenggam tangan kiri Via yang terletak di atas meja
" Lepaskan tanganmu kak karena ada pria yang lebih mencintaiku di bandingkan dirimu " melepaskan tangannya dari genggaman Reki
" Akulah pria itu dan kami akan segera bertunangan minggu depan. Jadi aku harap kau dan kekasih murahanmu ini tak mengganggu tunanganku lagi " sindir Reno
Via menarik tangan Reno untuk pergi meninggalkan Reki. Terdengar teriakan Reki mengatakan sesuatu
" Via kau hanya di jadikan pria di sebelahmu itu untuk membalaskan dendamnya kepadaku " teriak Reki kesal
" Balas dendam? Aku tidak peduli setidaknya setelah itu aku terbebas dari kalian berdua " gumam Via dan terdengar sekilas dari telinga Reno
" Honey apa yang kau katakan? "
" Ahh tidak aku lapar " ucap Via menggandeng tangan Reno dengan erat
Aku tak akan membiarkanmu melepaskanku Viani Putri ucap batin Reno
Reki yang melihat Via bergandengan dengan Reno sangat kesal sedangkan Jihan tersenyum penuh kemenangan.
Dasar wanita bodoh begitu mudahnya melepaskan kekasih yang ia cintai ucap Jihan dalam hatinya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Reno memutuskan membawa Via ke Mall milik keluarganya. Ia ingin membuat wanitanya melupakan kejadian tadi. Ia hanya menatap Via yang termenung tak banyak bicara sepanjang perjalanan.
" Honey kita sudah sampai " ucap Reno membuyarkan lamunannya
" Ren mengapa kau membawaku kesini? Aku harus ke toko hari ini " menatap Reno tajam
" Apa perlu aku ancam dahulu honey? " mendekatkan wajahnya
" Dasar pria mesum " dengan cepat membuka pintu mobil dan keluar
Reno terkekeh melihat raut wajah Via. Reno membawa Via ke dalam mall tersebut. Ia mengajak Via makan ke restorant jepang di dalam mall. Sepanjang perjalanan Reno menggandeng tangan wanitanya. Sebenarnya Via sangat risih tapi ia mengikuti saja karena ia sadar ada yang mengikutinya dari tadi.
Mama Rosa dan Bunga mengapa mengikutiku dari tadi. Lebih baik aku berpura pura tidak tahu gumam Via dalam hatinya
" Ren bagaimana jika kita nonton bioskop saja sepertinya filmnya bagus " ucap Via sebagai alasan agar dua wanita itu berhenti mengikutinya
" Apa kau ingin menggodaku di dalam bioskop nanti? " ledek Reno
" Kalau begitu kita pulang saja " ucap Via cemberut
" Aku hanya bercanda honey " mencubit kedua pipi Via
Mereka memutuskan untuk menonton film horror. Di tengah tontonannya Via memutuskan untuk berbicara serius dengan Reno tak mempedulikan teriakan penonton yang ketakutan menonton film tersebut.
" Ren bolehkah aku bertanya sesuatu? "
__ADS_1
" Tanyakan saja honey " ucap Reno menatap Via
" Apakah kau serius denganku? "
" Apa kau mulai peduli dengan jawabanku? " tanya Reno kembali
" Dengarkan perkataanku baik baik Ren " menatap Reno serius di tengah remang remang kegelapan
" Katakanlah " jawab Reno datar
" Jika kau hanya ingin menyakitiku lebih baik kau sudahi hubungan kita setelah pertunangan "
" Aku tidak akan membiarkanmu melepaskanku "
" Bukankah tugas kita masing masing telah selesai. Kau telah menuruti keinginan nenekmu dan aku telah menuruti keinginan papaku. Walaupun mungkin kita mempunyai tujuan yang berbeda "
" Tugas kita belum selesai. Karena kita belum saling mencintai Viani Putri " jawab Reno datar
" Maaf tapi aku tak bisa Ren. Hatiku sudah cukup terluka dan tak ingin terluka kembali "
Reno terdiam tak menjawab perkataan Via. Tak terasa film selesai. Reno melihat wanitanya tertidur pulas di sampingnya
Tertidur tanpa tahu tempat kau ini sangat lucu wanitaku gumam Reno
" Honey bangun filmnya sudah selesai " membelai rambut wanitanya
" Filmnya sudah selesai ya Ren. Maaf aku ketiduran " ucap Via menutup mulutnya yang menguap
" Ayo kita pulang honey lanjutkan tidurmu di rumah"
Via dan Reno keluar dari dalam bioskop dan segera pulang. Di pertengahan perjalanan menuju keluar dari mall Via melirik toko perhiasan dan melihat kalung yang sangat cantik. Reno yang menyadari bahwa Via melihat toko tersebut segera membawanya kesana. Via segera sadar dari tatapannya
" Ren kita mau kemana? "
" Aku ingin memberimu sebuah hadiah "
Reno sibuk mencari kalung yang pas untuk Via. Via hanya duduk terdiam karena tak ingin mendapatkan hadiah tersebut. Reno segera memakaian kalung yang telah ia pilih ke leher Via. Kalung dengan liontin huruf R.
" Apa kau menyukainya honey? " ucap Reno dari belakang setelah memakaikannya
" Ini terlalu berlebihan Ren. Lebih baik jangan " ucap Via menolak
" Jangan menolak honey atau aku mengecup bibir mungilmu itu " memeluk Via dari belakang
" Baiklah terima kasih ya Ren " ucap Via tersenyum terpaksa
" Kalian romantis banget tuan nona aku jadi iri " ucap pelayan toko
" Benarkah tapi kekasihku ini sedikit malu jika aku mencoba romantis dengannya " goda Reno mencubit hidung Via
" Aku pamit dulu ya " ucap Reno menggandeng tangan Via pergi keluar dari toko
Mereka berdua memutuskan untuk pulang karena hari mulai sore. Reno mengantarkan Via pulang dan Reno pun memutuskan untuk segera kembali ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani
Apartement Kalijaga at 21.00
Via terbangun dari sofanya karena ketiduran ketika menonton film koreanya. Ia mengambil handphonenya yang terletak di sebelahnya. Ia segera bangkit duduk melihat banyak panggilan dari nomor baru yang tidak ia kenal kembali. Segera membaca beberapa pesan yang masuk
*Honey ini aku Reno Wijaya bisakah kau mengangkat teleponku *
Ketika ia ingin membalas pesan tersebut handphonenya berdering dan segera di angkatnya.
Drrrttt drrrttg
Darimana saja kau honey? Apa kau mencoba berselingkuh di belakangku?
Aku ketiduran Ren. Jika aku berselingkuh tidak ada salahnya bukan? Hubungan kita hanya sebatas kepentingan tersendiri
Begitukah? Jika kau ketahuan selingkuh aku tak mengampunimu
Terserah kau saja
Tuutttt tuuttt
Via menutup telepon Reno segera karena tak ingin berdebat dengannya.
Darimana ia mendapatkan nomorku ucap Via segera menyimpan nomor telepon Reno
Tiba tiba masuk lagi pesan dari handphonenya
From Reno Wijaya
*Jangan biarkan film favoritmu menonton dirimu yang tertidur di sofa ya honey*
Lama lama aku bisa gila jika pria ini selalu muncul kapanpun. Lebih baik aku segera tidur di kamar gerutu Via kesal karena Reno selalu meledeknya
Toko Bunga TIV at 10.00
Setelah dua hari tidak bekerja Via memutuskan untuk ke toko bunganya hari ini. Kebetulan hari ini bunga dari suplier tiba dan Via membantu karyawannya seperti biasa walaupun karyawannya melarangnya.
" Bu biar kami saja ini sudah tugas kami bu " ucap Mia tidak enak hati
" Mi aku sudah biasa membantu kalian. Jangan larang aku jika masalah satu ini ya " sahut Via tersenyum
" Baiklah bu " menerima permintaan bosnya untuk kesekian kalinya
__ADS_1
Via menyusun bunga bunga ke tempatnya dengan keringat bercucuran. Tiba tiba datang dua wanita menyebalkan yang akan menjadi lawan barunya.
" Bagus ya ma bunga di toko langganan kita ini" ucap Bunga yang tak sadar ada Via yang sedang menyusun bunga
" Maaf nona ada yang bisa saya bantu " ucap Via tanpa sadar menoleh ke arah Bunga
" Ya ampun ma lihat siapa yang menyapa kita" ledek Bunga memberi tahu mamanya
" Wah sepertinya ada yang baru di pecat dari butik ternama dan sekarang bekerja di sini sebagai tukang kebun " tertawa keras ke arah Via
Para karyawan yang ingin memberitahukan siapa Via sebenarnya di tahan oleh Via
" Biar aku urus kumbang kumbang ini mi. Bilang kepada mereka jangan ikut campur " berbisik kepada Mia
" Baiklah bu " jawab Mia dan pergi meninggalkan bosnya
Mama Rosa dan Bunga tak habis habisnya meledek Via. Via hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua.
" Bunga ini baru datang dari kebun tadi pagi nona dan masih segar. Apa anda tertarik " ucap Via
" Ma sepertinya dia sedang mengejek kita seolah olah tak mampu membeli bunga bunga ini" ucap bunga kepada mamanya
" Baiklah saya akan membeli separuh bunga di dalam toko ini karena kebetulan ini toko bunga langganan saya dan saya tahu bunga bunga di sini kualitas baik " ucap Mama Rosa dengan sombong memberikan beberapa lembar uang kepada Via
" Baiklah nyonya pesanan anda akan segera kamu kemas " melangkah pergi meninggalkan kedua wanita itu dan membawa uang yang diberikan tadi
Via dan karyawannya sibuk mengemas pesanan kedua wanita itu. Setelah selesai Via memberikan nota dan uang kembalian kepada Mama Rosa
" Pesanan nyonya sudah siap dan tinggal di antarkan " ucap Via menyodorkan nota dan uang kembalian
" Ambil saja kembaliannya untukmu. Aku yakin kau lebih membutuhkan dariku " meledek Via
" Terima kasih atas kebaikan anda nyonya " ucap Via tersenyum dan membungkukkan badannya
" Ayo ma cepat kita pergi dari sini. Aku tak sudi punya kakak ipar miskin seperti ini " ucap Bunga menarik tangan mamanya untuk pergi
Setelah kepulangan kedua wanita itu Via memberikan uang kembalian yang banyak untuk para karyawannya
" Ini uang kembalian buat kalian makan siang hari ini. Lumayan bukan? " ucap Via tersenyum
" Ibu hebat banget tapi mengapa ibu membiarkan mereka menghina ibu? " tanya Dini kepo
" Orang kaya sombong harus kita perlakukan seperti tadi. Jadi lumayan uangnya buat kita bukan? " jawab Via
" Tapi mengapa wanita itu tadi bilang kakak ipar bu? Apa itu adik pak Reki ? " tanya febri sewot
" Kalian akan tahu sendiri nantinya. Saya pamit ke atas dulu ya mau bersih bersih "
Via bergegas ke ruangannya di atas untuk membersihkan dirinya. Setelah siap tiba tiba perutnya terasa lapar.
Pulau tengahku sepertinya kosong karena cacingnya mulai berdemo ucap Via sedikit ngawur
Via memutuskan untuk turun ke bawah dan mencari makan siang untuk mengisi perutnya yang kosong. Ketika ia sampai di bawah terdengar suara tawa dari para karyawannya.
Mungkin mereka sedang menikmati makan siang gratis dari uang calon mertua yang tak ku inginkan ucap Via dalam batinnya
" Honey apa kau lapar? Aku membawakanmu makan siang " memeluk Via dari belakang dan mengejutkannya
" Ren bagaimana bisa kau muncul di belakangku? " melepaskan pelukan Reno karena menjadi tontonan para karyawannya yang tersenyum ke arahnya
" Karena kau selalu melamun dan tak memperhatikan sekitar "
Reno menarik paksa tangan Via ke taman sebelah yang sudah terhidang beberapa makan siang yang sudah di siapkan oleh para karyawannya
" Apa yang kau katakan kepada karyawanku Ren? " tanya Via penuh kecurigaan
" Aku bilang kepada mereka bahwa aku calon tunanganmu" menopang kedua dagunya tersenyum ke arah Via
" Dasar pria aneh " gumam Via
" Apa yang kau katakan barusan? Aku mendengarnya " ucap Reno kesal
" Aku ingin makan berdebat denganmu tidak akan membuatku kenyang " ucap Via segera menyantap makan siang yang di bawa oleh Reno
Kau sangat berbeda dengan wanita lain. Wajar saja musuhku tak rela melepaskanmu begitu saja ucap Reno dalam hatinya menatap Via yang sedang menyantap makan siangnya dengan lahap
Drrtt drrttt
From My Mom
* Reno mama ingin besok kamu datang ke Hotel Wisman ya. Karena sahabat mama pemilik hotel tersebut ingin memperkenalkan anaknya kepada dirimu. *
" Baiklah ma " balas Reno tak bisa menolak ajakan mamanya saat ini
Hotel Wisman bukan kah itu milik wanita itu gumam Reno dalam batinnya
" Ren apakah kau ketahuan selingkuh dengan kekasihmu? " membuyarkan lamunan Reno
" Ahhh bukan honey Bobi mengingatkanku bahwa nanti ada meeting. Aku permisi dulu ya honey " ucap Reno berbohong kepada Via karena bertambah bingung dengan perasaannya sekarang
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘
__ADS_1