Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Teman SMA


__ADS_3

Via telah selesai menemani Tante Ana meeting malam ini. Mereka berdua segera pulang karena merasa telah sangat lelah. Dari kejauhan Via melihat seseorang dan berusaha menghindar


" Viani " ucap seseorang menghentikan langkah Via tepat di hadapannya


#########


" Apa kau mengenalnya sayang? " tanya Tante Ana yang juga menghentikan langkahnya melihat pria tampan berkulit putih tinggi menjulang tersenyum ke arah anak angkatnya.


" Ehmm iya tan " jawab Via yang masih terpaku memandang pria di hadapannya


" Apa kabarmu? Masih ingatkah denganku? " ucap pria tersebut membuyarkan pandangan Via dan menyodorkan tangan kanannya ke arah Via


" Ehmm baik. Bagaimana kabarmu? " tanya Via kembali menyambut uluran tangan pria tersebut


" Yah lihat saja sama seperti dulu. Siapa wanita cantik di sebelahmu ini? " tersenyum ke arah Via dengan manisnya dan sedikit menggoda Tante Ana sehingga wanita paruh baya tersebut tersenyum karena tak tahan melihat ketampanan pria tersebut


" Oh iya ini tante Ana mama angkatku dan tante ini Ari temanku " jawab Via saling memperkenalkan keduanya


" Bagaimana kalau kita restaurant disini untuk makan malam? Sudah lama bukan kita tak bertemu " pinta pria tersebut


" Tapi...... " ucapan Via di potong oleh Tante Ana yang tahu bahwa anaknya tersebut pasti menolak dengan segera


" Ayolah sayang tak baik menolak. Bukankah kita juga tadi belum sempat makan" ucap Tante Ana asal karena ia ingin anak angkatnya tersebut segera membuka hatinya secara perlahan


" Benarkah? Mari aku traktir saja kalau begitu. Bagaimana tan? " jawab Ari mencoba meminta tante Ana mengajak Via agar mau menerima tawarannya


" Bagaimana sayang? Kebetulan mobil kita belum datang juga " ucap tante Ana melihat layar ponselnya sebagai alasan padahal tidak ada satu pesan pun yang masuk


" Oke baiklah " jawab Via menghela nafasnya karena tak bisa berbuat apapun walaupun ia tahu Tante Ana sedikit berbohong kepadanya


Akhirnya mereka bertiga menuju restaurant di hotel tersebut. Via tetap menggandeng tangan Tante Ana menuju restaurant tersebut sedangkan Ari hanya berjalan di belakang dua wanita tersebut mengikuti langkah mereka. Tante Ana memilih meja di pojok yang agak jauh dari keramaian agar mereka bertiga bisa leluasa mengobrol. Mereka bertiga menduduki kursi yang telah tersedia. Ari duduk tepat di hadapan Via agar dapat menatap wanita tersebut.


" Silahkan pesan apa saja ya. Jangan malu2 " ucap Ari setelah mereka mendapatkan buku menu masing masing


" Aku capucino dan cake brownie aja " jawab Via karena ia malas untuk berlama2 di sana


" Tante juga sama aja dengan Via " celetuk Tante Ana melihat raut wajah Via yang tiba tiba berubah. Tante Ana merasa tidak enak dengan keputusannya jika salah dan hanya membuat masalah baru


Ari pun memutuskan menu yang sama dengan wanita tersebut. Entah apa yang ada di pikiran Ari saat ini. Ia merasa sangat bahagia karena dapat bertemu kembali dengan wanita yang idamkan sejak dahulu.


Ari Wirawan itulah nama lengkap pria tersebut. Ari teman Via sewaktu SMA dahulu. Ia sangat dekat dengan Via karena kebetulan memilih jurusan yang sama. Setiap hari mereka berdua selalu pergi bersama.


Suatu hari Ari ingin menyampaikan perasaannya kepada Via. Namun sayang ia terlambat untuk mengatakan semuanya karena orangtuanya mengajak Ari pindah keluar negeri untuk bekerja disana. Ari terpaksa mengikuti kedua orangtuanya untuk pindah karena ia tahu betul ayahnya tak menyukai dirinya dekat2 dengan Via akibat ibu tiri Via. Ayahnya tak ingin anaknya hanya di manfaatkan saja oleh wanita tersebut. Berungkali Ari mengatakan bahwa Via berbeda namun ayahnya tidak mau mendengarkan semuanya apapun itu alasannya.


" Mari dimakan tan, vi " ucap Ari melihat pelayan menaruh tiga cangkir capucino dan brownie yang mereka pesan.


" Mengapa kau disini? " tanya Via tanpa basa basi


" Aku kebetulan bekerja disini dan tak menyangka bertemu denganmu. Aku sangat bahagia Vi. " jawab Ari tersenyum kembali ke arah Via setelah menghirup capucinonya


Jam dinding besar di dalam hotel menunjukkan hampir larut malam sehingga membuat perbincangan mereka terasa singkat. Tante Ana melihat sedikit perubahan raut wajah Via yang bahagia ketika berbincang dengan Ari. Namun raut wajah tersebut berubah kembali jutek ketika entah pikiran apa yang melintasi wanita tersebut. Ari pun sedikit bingung dengan perubahan sikap Via yang dulu ia kenal. Via yang selalu ceria ketika membicarakan hal sepele yang lucu berubah menjadi jutek terhadap dirinya.


" Sepertinya jemputan kita telah menunggu diluar sayang " ucap Tante Ana yang merasa Via mulai gelisah tak ingin berlama2 disana

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu tan. Aku pulang dulu ya ri kasian kalo sopirnya menunggu terlalu lama " mengambil handphonenya di atas meja dan memasukkannya ke dalam tas putih yang ia bawa


" Bagaimana biarkan aku mengantarmu? " memberi penawaran kepada Via karena merasa belum puas berbincang dengan wanita yang ia rindukan


" Tak perlu repot2 ri. Aku tinggal di rumah Tante Ana jadi kami searah " berusaha menolak tawaran Ari segera beranjak dari tempat duduknya menyandang tas yang ia bawa ke bahu


" Sebagai penolakanmu bolehkah aku meminta nomor handphonemu? " memberikan handphonenya ke Via untuk mengisi nomornya


" Datang saja esok kesini " memberi kertas berisi alamat Butik Ana kepada Ari


" Thanks Vi. See you " menerima kertas tersebut secepat kilat dan tersenyum kembali kepada Via


Kedua wanita tersebut segera meninggalkan restorant dan menuju arah keluar mencari mobil yang telah menunggu mereka. Tante Ana menanyakan tentang Ari sepanjang perjalanan pulang. Via menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal satupun. Tante Ana mengerti mengapa sikap Via tadi berubah menjadi gelisah setelah mendengar semua ceritanya.


Butik Ana Singapore at 10.00


Cahaya pagi masuk ke dalam butik melalui celah2 jendela. Beberapa karyawan sibuk membersihkan dan segera membuka butik Ana. Seorang pria tampan keluar dari sebuah mobil mewah berhenti di depan toko butik Ana. Zahra beserta teman2nya menatap keluar dengan melongo melihat siapa yang datang. Mereka semua melayani pengunjung pertama mereka dengan baik.


" Ada yang bisa kami bantu tuan? " tanya Zahra melihat gerak gerik pria tersebut sedang mencari sesuatu


" Oh iya maaf. Bisakah mencarikan gaun terbaik di sini untuk seorang gadis? " jawab pria tersebut menghentikan pandangan mencari sesuatu tapi tak dapat ia temukan


" Baiklah tuan. Tunggu sebentar kami akan mencarikan beberapa gaun yang tuan pinta " ucap Zahra mempersilahkan pria tersebut duduk di ruang tunggu


Zahra segera mencarikan beberapa gaun yang di inginkan pria tersebut. Sedangkan pria tersebut duduk menunggu dan masih mencari sosok yang sangat ia temui. Lima belas menit berlalu dari luar terlihat Via berjalan sedikit cepat karena tak enak datang terlambat walaupun sebenarnya terlambat pun bukan masalah sebab ia seorang manager disana. Menurut Via apapun jabatannya ia harus tepat waktu agar karyawan yang lainnya merasa sama dengan kedudukannya.


" Morning all. Sorry aku sedikit terlambat ya " setelah membuka pintu butik dan segera melangkah masuk ke dalam


" Zahra apa ada seorang pelanggan? " tanya Via melihat Zahra membawa beberapa gaun ke arah ruang tunggu


" Iya nona dan beliau sedang menunggu anda " jawab Zahra tersenyum ke arah Via


Menungguku? Siapa? Sepertinya aku tidak punya janji dengan seorang pun batin Via segera melangkah menuju ruang tunggu mencari tahu sosok tersebut


" Hai Vi. Aku menunggumu dari tadi " ucap pria tersebut berdiri dari duduknya dan tersenyum manis ke arah Via membuat beberapa karyawan Via terpesona kembali akan ketampanannya


" Kau " terkejut melihat sosok yang ia dapatkan dengan mata terbelalak


" Iya aku. Bukankah kau yang memberikan alamat ini untukku? Kebetulan aku lewat sini dan memutuskan untuk mampir " jawab pria tersebut yang ternyata Ari yang sangat tidak sabar untuk bertemu Via kembali


" Oh iya aku lupa maaf hehehe " sedikit tertawa manis di hadapan Ari sehingga membuat pria tersebut terpanah kembali akan kecantikan Via


Via meminta Zahra untuk membuat secangkir kopi untuk tamunya tersebut. Via meneruskan pekerjaannya menerangkan beberapa gaun kepada Ari dan meletakkan tas selempang putih mini yang ia bawa ke meja. Ari tidak memperhatikan yang dikatakan Via ia hanya fokus melihat kecantikan wanita yang di idamkannya selama ini.


Bagaimana Ari tidak terpesona karena Via tampil cantik menggunakan crop top berwarna putih dengan motif bunga yang dipadukan dengan rok mini warna merah serta rambut hitam panjangnya yang di biarkan terurai. Via yang menyadari bahwa Ari hanya memperhatikannya bukan mendengarkan penjelasannya berusaha membuyarkan pandangan Ari.


" Ri, apakah kau sudah mendapatkan gaunnya ? " tanya Via mendekat kehadapan Ari dan membuat pria tersebut sedikit canggung


" Tentu saja " jawab Ari mengambil secangkir kopi yang ada di atas meja agar Via tak terlihat curiga dengan yang ia lakukan


" Baiklah. Oh ya apakah gaun ini untuk kekasihmu ya? " ledek Via sehingga membuat Ari tersedak saat menghirup kopi yang sedang di pegangnya


" Maaf aku membuatmu tersedak ri. Ķau ini masih saja sama seperti dahulu " ucap Via memberikan tisue kepada Ari melihat baju Ari yang sedikit terkena air kopi

__ADS_1


" Thank Vi. Aku memilih gaun yang berwarna pink itu saja " mengambil tisue yang di berikan Via dan segera membersihkan bajunya


Via membawa gaun berwarna pink tersebut ke kasir dan meminta karyawannya membungkusnya. Ketika Via hendak kembali ke ruang tunggu Ari muncul dengan tiba2 di belakangnya dan membuatnya terkejut.


" Maaf membuatmu terkejut ya Vi. Aku ingin membayar gaunnya. " ucap Ari karena Via tak sengaja menabrak dada bidangnya


" Ahh tidak apa2 Ri. Aku saja yang ceroboh tak melihatmu di belakangku. " memegang dahinya yang sedikit sakit karena menabrak bidang dada Ari


" Oh ya Vi. Maukah kau menemaniku makan siang sebagai permintaan maafku mengejutkanmu tadi " pinta Ari beralasan agar dapat memberitahukan keinginannya kepada Via


" Tapi aku harus mengerjakan beberapa pekerjaanku yang belum selesai " berusaha menolak karena ia tahu beberapa pria yang mengajaknya pergi pasti ada maunya saja


" Tidak masalah aku akan menunggumu. Bagaimana apa kau bisa? Please jangan menolak. Sudah lama kita tak bertemu aku hanya ingin mengobrol sebentar saja " ucap Ari memohon kepada Via tak ingin ia kehilangan kesempatan kedua kembali.


" Baiklah jika kau memaksa. Aku menyelesaikan beberapa tugasku dulu ya. Maukah kau menunggu di ruang tunggu? " jawab Via karena ia tak bisa menolak lagi permintaan Ari dengan alasan apapun


Ari menyetujui permintaan Via walaupun memang ia seharusnya sekarang meeting bersama kliennya. Ia terpaksa menunda meeting tersebut karena tak ingin kehilangan kesempatan yang berharga. Ari segera membayar gaun yang ia beli di kasir dan menunggu Via di ruang tunggu sambil menelepon sekretarisnya untuk memundurkan jadwal meetingnya.


Di dalam ruangannya sebenarnya Via tak mengerjakan apa-apa. Ia hanya beralasan saja agar bisa menolak permintaan Ari. Namun sayang Ari tetap ingin menunggunya. Via pun tak bisa menolaknya karena ia juga sudah lama tak bertemu dengan Ari semenjak kepergian pria tersebut saat SMA.


Via menatap jam di laptopnya yang telah menunjukkan waktunya makan siang. Ia segera bersiap2 untuk menemui Ari di ruang tunggu dan mwngambil tasnya disana. Via berpamitan kepada karyawannya untuk makan siang diluar sebentar. Mereka berdua keluar dari butik menuju mobil Ari yang parkir di depan butik. Karyawan butik merasa iri karena Via beruntung bisa dekat lelaki tampan seperti itu.


" Beruntungnya nona Via bisa dekat lelaki tampan kaya seperti itu " celetuksalah seorang karyawan Via kepada Zahra yang berada di sampingnya. Dan Zahra pun menyetujui yang di katakan temannya tersebut menopang kedua dagunya melihat kepergian atasannya dengan pria tersebut.


Restaurant Japan at 13.17


Mereka berdua melangkah masuk ke dalam restaurant tersebut di sambut oleh pramusaji yang membukakan pintu untuk mereka. Beberapa pengunjung melihat kedatangan mereka yang tampak serasih padahal mereka berdua hanya berteman.


Ari tak sengaja memenggam tangan Via menuju meja yang kosong tanpa sadar Via membiarkannya saja. Kebetulan restaurant cukup ramai hari ini karena bertepatan dengan jam makan siang. Mereka berdua sibuk menatap buku menu memilih makanan yang akan mereka pesan. Mereka melanjutkan perbincangan menunggu pesanan yang masih di buat.


" Bagaimana kabar papamu Vi? " tanya Ari sedikit berbasa basi memulai perbincangannya agar tak terlihat canggung karena telah lama sekali merindukan wanita dihadapannya


" Baik sama seperti dulu. Papamu ? " tanya Via kembali


" Sama saja. Siapa kekasihmu sekarang? " celetuk Ari ke intinya karena sebenarnya ia tahu hubungan wanita tersebut dengan Reno pengusaha muda terkenal


Ketika ingin menjawab terlihat pelayan membawa shusi dan terriyaki chicken serta xiboba yang mereka pesan. Mereka berdua memutuskan untuk mengisi pulau tengah yang kosong dan melanjutkan nanti lagi pembicaraan mereka.


" Jadi siapa kekasihmu sekarang? Apa masih bersama pengusaha itu?" tanya Ari kembali usai menyantap suapan terakhirnya


Via terbatuk mendengar pertanyaan Ari yang mengetahui pengusaha yang di maksud pria tersebut adalah Reno dan segera meneguk minuman yang ada di hadapannya.


" Maaf jika pertanyaanku salah dan menyinggung perasaanmu " ucap Ari mengelap dagu Via yang menetes sedikit saos dengan tisue


" No problem. I'm fine ri. Dia bukan kekasihku lagi " jawab Via tersenyum ke arah Ari dan membuat hatinya sedikit lega


" Benarkah? " celetuk seseorang yang entah kapan muncul berdiri di belakangnya


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2