
Seseorang menatap Via dari kejauhan. Ia terlihat kesal karena Via di selamatkan oleh Reno
" Sialllll rencanaku gagal "
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Reno membawa Via kedalam mobilnya karena ia tahu Via tak membawa mobil agar tak ketahuan kemana ia pergi. Reno membawa Via ke apartement miliknya karena tak mungkin membawanya kembali pulang dalam keadaan mabuk.
Reno membawa Via masuk ke dalam apartementnya dan membuka jaket Via menidurkannya di kasur miliknya. Reno membuka sepatu Via dan menyelimutinya yang sudah tertidur pulas dengan masih mengigau karena mabuknya.
Reno membuka bajunya dan tidur di samping Via. Ia memeluk wanitanya yang terlihat tersiksa karena perbuatannya. Ternyata selama ini yang dilakukan Via untuk menghilangkan rasa sedihnya menyakiti dirinya sendiri dengan ke club melupakan masalahnya. Ia sedikit tergoda dengan melihat pakaian Via yang sangat seksi tanktop putih yang transparan memperlihatkan sedikit belahan dadanya.
Namun Reno menahan semua yang ia lihat karena ia tak mau menyakiti hati Via lagi. Reno memutuskan segera tidur di samping wanitanya hingga tak terasa pagi pun datang.
Dimana ini? sejak kapan cat kamarku berubah? Lalu tangan siapa yang ada di badanku ini ucap batin Via mencoba bangun karena mulai tersadar
" lepaskan " teriak Via tersadar
" Selamat pagi honey " ucap Reno mencium leher belakang Via dan memeluk wanitanya lebih erat lagi
Suara ini bukankah Reno. Bagaimana bisa aku di sini bersamanya? Apa yang kulakukan semalam? gumam Via dalam hatinya kembali
" Lepaskan Ren. Apa yang kau lakukan kepadaku? " ucap Via sedikit cemas
" Apa yang kau lakukan semalam honey? Untung aku menyelematkanmu " berbisik di telinga Via memeluk erat wanitanya dari belakang
" Ren lepaskan " ucap Via kesal mencoba melepaskan pelukan Reno
" Aku akan melepaskanmu tapi morning kiss dahulu " goda Reno menindih Via hingga wanitanya tepat di bawahnya
" Ren jangan macam macam aku mohon " ucap Via sedikit ketakutan melihat Reno yang bertelanjang dada
" Ayolah honey sebagai ucapan terima kasih karena aku yang menolongmu tadi malam karena kau mabuk " jawab Reno menggoda kembali
" Ren cukup sudah " ucap Via dengan tersengal berusaha melepaskan dirinya dari kegilaan Reno
" Honey jika aku menidurimu kau takkan melepaskanku bukan? " ucap Reno mendaratkan wajahnya ke arah leher Via dan semakin menggila
" Ren ayo kita bicarakan baik baik " ucap Via berusaha melepaskan tubuhnya dari tindihan Reno
" Diam honey atau aku akan membuat bekas merah di lehermu ini " ucap Reno sedikit mengancam
" Ren kau sudah mempunyai calon. Jangan gila aku tak mau menjadi orang ketiga " teriak Via tanpa terasa air matanya mengalir karena ketakutan melihat aksi Reno
" Maafkan aku honey " ucap Reno mencium kening Via sebagai tanda penyesalan dan melepaskan tindihannya di atas wanitanya
Via segera beranjak dari tempat tidur berlari ke arah toilet meninggalkan Reno yang telah beranjak dari atas tubuhnya. Via mencuci mukanya di toilet dan melihat cermin di hadapannya. Ia menatap dirinya di cermin dan mengingat kejadian semalam. Ia memeriksa semua bagian tubuhnya dan beruntung pakaiannya masih utuh hanya saja jaketnya yang dibuka oleh Reno. Ia keluar dari toilet dan bergegas untuk pulang.
" Honey kau mau kemana " ucap Reno menarik tangan Via tepat jatuh di pelukannya
" Aku mau pulang Ren. Sudah cukup kau menyiksaku. Anggap saja ciuman tadi sebagai rasa terima kasihku karena kau telah menolongku semalam " ucap Via berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Reno
" Dengarkan aku honey " membuat Via terpojok di dinding dan menaikkan dagu Via kehadapan wajahnya
" Aku mencintaimu maaf telah membuatmu tersakiti " ucap Reno perlahan dan mengecup bibir mungil Via kembali
" Aku tak percaya dengan kata katamu itu " ucap Via membuang mukanya dari hadapan Reno agar tak melakukan aksinya kembali
" Duduk di sini biar aku jelaskan " ucap Reno menggendong paksa Via ke atas sofa yang telah tersedia hidangan sarapan
" Ren aku pulang saja. Mana jaketku? " ucap Via memukul badan Reno yang sedang menggendongnya
" Jaketmu kotor karena muntahan mabukanmu " ucap Reno sebagai alasan
" Benarkah? Tapi aku hanya minum air putih semalam Ren mana mungkin aku bisa mabuk " ucap Via kaget mendengar ucapan Reno
Flashback
Keyra naik ke atas panggung untuk melakukan pekerjaan DJnya seperti biasa. Via duduk menunggu Keyra dan menyaksikan perform sahabatnya. Ia meminta kepada bartender segelas air putih seperti biasa. Via selalu datang ke club itu untuk menghilangkan stresnya tapi tak pernah menyentuh alkohol sedikit pun. Ia hanya minum air bersoda non alkohol jika sudah bosan meminum air putih saja di club. Ketika Via meneguk air di gelas yang ada di depannya tiba tiba kepalanya pusing dan berkunang kunang. Ada seseorang yang memberinya lagi segelas air dengan alasan memberi bantuan dan di minumnya lagi untuk menghilangkan rasa pusing tapi yang di rasakannya semakin parah dan membuatnya mabuk berat. Keyra melihat ada yang tidak beres dengan sahabatnya segera turun menemuinya.
" Vi are you oke? " ucap Keyra sedikit cemas
" Hai key, aku sedikit pusing dan mual. Aku ingin ke kamar mandi " ucap Via jalan tak beraturan
__ADS_1
" Oke " keyra membawa Via menuju toilet dengan susah payah
Reno dari kejauhan melihat ada yang tidak beres segera mencari keberadaan Via. Karena tak menemukan wanitanya Reno pergi ke toilet untuk mencuci mukanya. Saat selesai ia mendengar suara wanita menyebut namanya dan ia segera keluar. Betapa terkejutnya ia melihat wanitanya dalam keadaan mabuk dan jaket yang ia pakai melorot hingga menampakkan tubuhnya yang begitu seksi. Karena tak ingin wanitanya menjadi tontonan Reno segera membawa Via pulang dan meninggalkan club tersebut
Flashback off
" Siapa yang berani menggangguku Ren? " tanya Via penuh kebingungan sambil menyantap sarapan yang ada di depannya
" Aku juga tidak tahu honey. Aku rasa ada yang berusaha menghancurkanmu " tebak Reno asal
" Aku rasa karena kau kembali mengejarku Ren" jawab Via merasa aneh
" Tenang saja honey aku akan mencari tahu semuanya " ucap Reno mengelus rambut wanitanya yang terurai panjang
" Apa maumu sekarang Ren? Apa belum puas kau menyakitiku? " tanya Via dengan sinis dan menjauhkan tangan Reno dari rambutnya
" Aku mau kau menjadi milikku kembali " jawab Reno tersenyum dan menggenggam kedua tangan Via
" Apa kau sudah gila? " jawab Via dengan kesal dan menarik paksa tangannya dari genggaman Reno
" Iya aku gila karenamu Viani Putri "
" Ren sudah cukup kau mempermainkanku. Kemarin kau mencampakkanku karena balas dendammu telah usai. Sekarang kau dengan sengaja menodaiku dan ingin kembali setelah kau melamar kekasihmu. "
" Dengarkan aku dulu honey " ucap Reno dengan tatapan tajam
" Apa kau anggap aku ini seperti wanita murahan? Bisa kau mainkan sesuka hatimu " berdiri dari sebelah Reno
" Apa kau mau pulang dengan memakai baju seperti honey? Kau membuat dirimu sendiri di anggap murahan oleh orang di luar sana nanti " jawab Reno sedikit terkekeh
" Aku tahu kau berbohong. Jaketku tidak kotor tapi kau sembunyikan agar aku tak pergi darimu bukan " ucap Via karena tak sengaja melihat jaketnya di sembunyikan oleh Reno ketika ia keluar dari toilet tadi
" Honey dengarkan penjelasanku dulu. Aku mencintaimu selama ini aku hanya...." ucapannya terhenti karena Via segera memotong pembicaraannya
" Hanya ingin menyakitiku kembali bukan? " ucap Via santai dan segera mengambil jaketnya yang di sembunyikan Reno tadi
" Bagaimana caramu keluar honey? " ledek Reno karena ia tahu Via tak mengetahui pasword apartementnya
Benar yang di katakannya bodohnya aku gumam Via menepuk jidatnya
" Ren sudah cukup. Aku memang masih mencintaimu dan tak bisa melupakanmu. Tapi tolong jangan ganggu aku lagi. Aku mohon " ucap Via menangis karena tak sanggup lagi menghadapi tingkah laku Reno
" Baiklah jika itu kemauanmu honey. Tapi aku antar kamu pulang ya. Aku tak ingin kau di goda di luar nanti " jawab Reno melepaskan pelukannya
Via hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Ia segera memakai jaketnya dan Reno membuka pintu apartementnya. Reno menggandeng Via sepanjang jalan keluar dari apartementnya. Ia merangkul pinggang wanitanya tanpa peduli orang di sekitarnya memperhatikannya.
" Selamat pagi tuan " sapa seorang satpam kepada Reno
" Pagi juga pak " jawab Reno masih merangkul wanitanya
" Wahh kekasih bapak cantik ya " goda satpam tersebut
" Jangan coba menggodanya atau aku akan memecatmu " ucap Reno dengan sinis
" Ren jangan berlebihan. Ayo antar aku pulang " sahut Via menghentikan kelakuan Reno
" Untung kekasihku ini baik hati. Kau beruntung hari ini " ucap Reno menatap tajam satpam dan tersenyum mengedipkan matanya
" Maaf ya pak. Dia memang sedikit aneh hari ini " ucap Via tersenyum kepada satpam dan berlari menuju mobil Reno
" Apa kau bilang honey? " jawab Reno segera mengejar Via
Mereka berdua berlari mengelilingi mobil. Bersenda gurau melupakan sejenak yang telah terjadi. Reno berhasil menangkap Via dan mengangkatnya masuk menuju mobilnya.
" Kau terlihat bahagia honey. Sudah lama aku tak melihat senyummu itu " ucap Reno mengemudikan mobilnya
" Entahlah Ren. Lebih baik kau selesaikan saja masalahmu dengan cinta pertamamu " jawab Via datar dan suasana hatinya berubah kembali
" Aku tidak mau. Lihat saja selanjutnya apa yang aku lakukan kepadamu " jawab Reno menatap Via dengan sinis
Sudah ku duga ia masih sama seperti yang dulu hanya ingin mempermainkanku saja ucap Via dalam hatinya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
__ADS_1
Pagi yang penuh drama telah dilewati mereka berdua. Via segera bersiap untuk ke toko bunganya sedangkan Reno menyiapkan rencana selanjutnya bersama Bobi.
Terlihat para karyawan Via sedang sibuk merapikan toko bunga. Ia segera masuk menyapa para karyawannya setelah itu langsung naik ke ruang kerjanya di atas. Ia membuka laptopnya dan mengecek pekerjaannya. Di tengah sibuk menatap laptopnya mia mengetuk pintu ruang kerjanya dan ia menyuruh mia masuk
" Iya ada apa mi? " tanya Via masih menatap laptopnya
" Maaf bu ada nyonya mona di bawah ingin bertemu ibu "
" Baiklah. Sampaikan ke beliau untuk menunggu di taman saja dan saya segera kesana "
" Baik bu. Saya permisi " ucap Mia membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan Via
Mau apa dia kesini. Keluarganya mulai kembali menggangguku ucap Via segera menutup laptopnya
Via segera keluar dari ruangannya dan turun ke bawah. Ia langsung menuju ke taman sebelah dan melihat sosok nenek mona sedang duduk menunggunya. Ia segera mendekat dan nenek mona memberikan senyumannya ke arah Via.
" Maaf nyonya telah membuatmu menunggu " ucap Via segera duduk di hadapan Nenek Mona
" Sudah ku bilang jangan memanggilku nyonya bukan. Panggil aku nenek seperti biasa " jawab Nenek Mona tersenyum kembali kepada Via
" Baiklah nek. Oh ya apa kabar nek? " tanya Via karena memang sudah lama tak bertemu dengan nenek mona semenjak Reno memutuskan hubungannya
" Nenek baik nak. Kalau kamu sepertinya terlihat tak baik. Kau terlihat sedikit kurus sayang. Bukankah seharusnya kau bahagia cucuku telah memutuskan hubungannya denganmu? " tanya nenek Mona dengan antusias
" Oh mungkin karena aku baru keluar rumah sakit nek jadi terlihat sedikit kurus hehehe " jawab Via sedikit asal agar nenek mona tak berpikir yang aneh aneh
" Kenapa kau tak memberi tahu jika masuk ke rumah sakit nak? Biarpun kau tidak mempunyai hubungan lagi dengan cucuku aku tetap menganggapmu seperti cucuku sayang " ucap Nenek Mona sedikit kecewa dengan perlakuan Via
" Apakah Reno tidak memberi tahu nenek? Hari pertama aku masuk rumah sakit ia yang menjagaku nek " jawab Via tersenyum
" Maaf nenek tidak tahu sayang. Apakah cucuku yang membuatmu sakit? " tanya nenek Mona kembali sedikit curiga
" Tidak nek. Malahan cucumu yang membawaku ke rumah sakit nek. Jangan terlalu menaruh curiga kepada Reno nek " jawab Via memegang tangan Nenek Mona agar tak terlalu curiga berlebihan
" Bolehkah nenek menanyakan sesuatu " menatap Via dengan serius
" Apa nek? "
" Apa kau masih mencintai cucuku? Aku mohon jawab pertanyaanku dengan jujur " tanya nenek Mona menggenggam kedua tangan Via
" Aku masih mencintainya nek. Aku berusaha melupakannya tapi tak bisa " jawab Via perlahan dan tersenyum
" Kau tahu bukan ia telah melamar cinta busuknya itu? "
" Aku tahu nek. Kiran mengundangku ke acaranya kemarin tapi aku tolak karena aku harus datang ke pertunangan kakakku " jawab Via seadanya sesuai yang terjadi
" Lalu mengapa kau masih mencintainya? Ia akan melakukan melakukan kembali lamarannya minggu depan ke hadapan orang tua wanitanya"
" Aku harap Kiran memang pilihan terbaiknya nek dan aku juga berharap mendapatkan jodoh yang terbaik buatku nek " jawab Via dengan hati yang merasa sakit mendengar ucapan nenek mona
" Apa kau tak mau mendapatkan cucuku? "
" Buat apa aku berharap mendapatkannya nek. Kalau hatinya bukan untukku itu hanya akan menyakitiku bukan ? " jawab Via membuat nenek mona hanya terdiam
" Aku tetap berharap kau menjadi pasangan hidup cucuku "
" Sebentar nek ya. Nanti kita lanjutkan kembali pembicaraan kita. Ada sebuah pesan " ucap Via mendengar handphonenya berdering dan terlihat sebuah pesan dari papanya di layar
Drrttty drrttttt
Message from : Papanya Mama
* Temui papa nanti siang nanti di cafe depan kantor papa. Papa ingin menjodohkanmu dengan anak teman papa. See you sayang *
" Apa ada masalah? " tanya nenek Mona sedikit ingin tahu
" Papa ingin menjodohkanku dengan anak temannya "
" Kau bersedia? " tanya nenek Mona kembali
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘