
Nenek mona langsung menuju taman dan terlihat sedang berbincang serius melalui handphonenya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Aku mendekati nenek mona yang sedang berbicara dengan seseorang melalui handphone. Aku membawakannya minuman dan makanan ringan untuk ia nikmati sambil menunggu pesanannya siap. Dan mengembalikan kartu kredit yang ia berikan tadi. Kulihat nenek mona telah mematikan handphonenya segera aku mendekat ke mejanya.
" ini nek minuman dan cemilan. Silahkan di nikmati nek. Maaf kalo hanya sekedarnya" ucapku kepada nenek mona dan menaruh yang kubawa ke atas meja
" makasih ya nak" ucap nenek mona
" Maaf bu pesanannya sudah siap dan akan segera dikirimkan ke alamat tujuan" ucap mia karyawan via
Via hanya mengganggukan kepalanya kepada karyawannya tanda iya. Via memberikan tanda bukti kepada nenek mona yang sedang menikmati hidangan yang via berikan. Dan di sambut oleh nenek mona.
" terima kasih nak. Kalo begitu nenek permisi dulu ya. Ini untuk kamu mana tau kamu perlu sesuatu bisa menghubungiku" menyodorkan kartu nama milik mona kepada via
" baiklah. Terima kasih atas kunjungan anda ke toko kami nek" membungkukkan badannya dan memberi senyum kepada nenek mona
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Malam hari di sebuah rumah yang megah terjadi kehebohan karena berita yang baru mereka dapatkan. Mereka tampak kegirangan mendengar semua berita itu.
" Yang benar mas? Ada sayembara seperti itu. Apa nenek tua itu b**** memberikan pilihannya kepada cucunya. Penawaran yang cukup menggiurkan bukan? Aku akan membawa Karin mas. Bagaimana kalau Via kita bawa juga mas. Kan di undangan tanpa terkecuali" ucap lena karena di pikirannya sekarang iya akan menjadi bertambah kaya raya. Apalagi kalo sampai yang di pilih itu Via. Lena bakal tertawa bahagia melepas dendam selama ini.
" Ide bagus. Aku akan memberi tahu via. Bagaimana pun aku tak ingin mempunyai masalah jika harus berbohong tentang anak perempuanku" Ucap bambang di dalam hatinya ia ingin sekali via cepat menikah agar istrinya tak selalu membuat masalah kepada via
Drrttt drrrttt
1 Message
From : Papanya Mama
"Sayang besok temui papa di cafe depan kantor papa. Ada yang ingin papa bicarakan. Hanya kita berdua. Good night jangan tidur larut malam."
Via bergegas membuka handphonenya berharap reki yang memberinya kabar. Tapi ternyata......
Ehhmm rencana apa lagi ini coba gumam via
To : Papanya Mama
" Baik pa. "
Aku harap jangan cepat malam ini berlalu. Aku malas untuk melihat besok apa yang terjadi.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Cafe Bromo
" Sayang papa disini" melambaikan tangan memanggil via yang baru saja masuk ke dalam cafe
" Mau pesan apa sayang? Seperti biasa favorit mu? " ucap bambang
Via hanya menganggukkan kepalanya. Batinnya kalo seperti ini pasti ada maunya. Biasanya dia dengan mudah melupakan kesukaanku.
Akhirnya pelayan membawa pesanan mereka dan menaruh di atas meja yang mereka tempati menghentikan mereka yang sedang asyik dengan gadgetny masing masing.
" Silahkan di nikmati" ucap pelayan cafe
Mereka berdua mengangguk bersamaan tanpa sengaja.
" Pa langsung ke intinya saja. Aku ada pemotretan 1 jam lagi" alasan via karena malas berlama lama dengan papanya. Apalagi di ikuti oleh mak lampir
Bagaimana via tak tau. Via tak sengaja menoreh ke arah lain di dapati ibu tirinya sedang menuju ke kantor ayahnya tapi diurungkannya karena melihat mobil via yang sedang ingin parkir. Via tau ayahnya tak akan memberitahukan siapapun kalo ingin bertemu dengannya. Tapi dia lebih tau kalau perasaan ibu tirinya lebih peka bagai paranormal.
" sayang lusa datang ya ke Hotel Wijaya jam 7 malam. Rekan bisnis papa mengadakan sayembara untuk cucu putra tunggalnya. Dia ingin perusahaan yang bekerja sama dengannya membawa putrinya tanpa terkecuali" kata bambang kepada via
" kalau aku tidak bersedia? "Sahut via
" Penawarannya sederhana sayang. Jika kau menolak mereka akan memutuskan kerja sama dengan perusahaan papa. Tapi yang lebih papa takutkan ibumu pasti akan menghukummu." Ucap bambang dengan raut sedikit bersalah
" Uhhhh sudah ku duga. Tak perlu kau jelaskan lagi pa. Aku akan datang. Aku pamit pa" beranjak pergi meninggalkan papanya
Sebenarnya via ingin berlama lama bertemu dengan papanya. Tapi di urungkan karena mak lampir yang selalu menguntit.
Toko Bunga TIV
" Apa via ada? " tanya sinta kepada mia yang sedang menyusun bunga
" Bu via pegi menemui papanya ke cafe mbak. Tadi bilangnya cuman sebentar. Bu via bilang kalo mbak sinta datang di suruh menunggu"
" Ehhmmm siapa anak itu enak saja menyuruhku menunggu" gerutu sinta
__ADS_1
Beberapa menit sinta menunggu terlihat mobil putih berhenti di depan toko.
" Mbak, itu bu via udah kembali" mia memberitahukan kepada sinta
" Biar aja. Palingan bentar lagi berlari menemuiku dan meminta maaf. Padahal tak punya salah"
Terdengar suara langkah dengan tergesa gesa
" Maaf aku terlambat" ucap via dengan nafas terengah engah
" Nah benarkan mi yang ku bilang tadi" jawab sinta
Mia hanya terkekeh karena sudah paham kalau mereka berdua bertemu pasti ada saja yang bikin heboh.
" Loh apanya yang benar? " sahut via kebingungan
" Tidak apa apa ayo temanin aku makan." ucap sinta menarik tangan via menuju ke atas toko tempat rahasia mereka bersantai
" Tunggu. Makanannya mana? " tanya via sedikit bingung
" Sebentar lagi pesanannya datang . Aku juga memesan untuk para karyawanmu. Oh ya mi nanti kalo udah datang antar pesananku ke atas ya. Nanti ada tulisannya biar kamu gak bingung" pinta sinta
" baik mbak" sahut mia
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Via dan Sinta asyik menyantap pesanan yang sudah datang di balkon. Via bercerita tentang pertemuannya dengan papanya tadi. Sinta yang mendengar sangat terkejut. Via menoleh ke bawah melihat mobil reno datang ke toko bunganya. Sinta yang sedikit penasaran bertanya apa via mengenal dengan pria tersebut.
" Apa kau mengenalnya vi?"
" Sudah beberapa hari ini aku sering bertemunya tak sengaja. Aku lupa ingin menceritakan denganmu"
" Benarkah?" tanya sinta sedikit heran
" Apa kau mengenalnya sin?"
" Ehmm tidak. Kalaupun aku kenal sudah aku pacarin hahahaha " tawa sinta
Sebenarnya sinta tau siapa reno. Tapi sinta tak mau memberi tau via dengan sebuah alasan.
" Dasar jomblo akut. Semua mau di pacari " ledek via
" Ayo kita pulang. Udah sore ni" rengek sinta
Hampir setengah jam via menunggu reno pergi. Via kesal dengan ulah pria itu. Sedangkan reno sengaja berlama lama karena tahu pasti via di dalam toko itu. Tapi sayangnya via tak menunjukkan batang hidungnya. Reno pun pergi meninggalkan toko bunga itu dengan membawa rasa kecewa.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
" Makasih ya vi udah mengantarku pulang. Mampir dulu yuk"
" Lain kali saja ya sin. Aku mau langsung ke cafe"
" Okey hati hati ya vi" ucap sinta melambaikan tangannya melihat mobil via meninggalkannya
Di depan cafe via teringat bibi imah. Via langsung menelepon bi imah untuk mengurangi rasa rindunya.
Nona Via is calling....
Halo anak bibi apa kabar?
Halo bi via kangen bibi. Besok via akan ke desa ya. Okey bi. Sampai jumpa besok bibi sayang
Tuutt tuuut
Selalu saja membuat diriku ini rindu berlebihan terhadapnya. Besok aku akan membuat masakan kesukaannya gumam bi Imah
Bibi Imah adalah pembantu di rumah via saat via masih tinggal di desa. Bi Imah merawat via semenjak ibunya mengidap penyakit kanker. Bi Imah menjadi ibu pengganti dari mamanya via. Dia selalu menjadi tempat curhatan bagi via termasuk masalah pribadi sekalipun
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Flasback
Setelah bertemu dengan anaknya. Bambang langsung menuju kantornya karena takut istrinya akan lama menunggunya. Karena tadi saat ia bertemu via istrinya meleponnya tapi tak diangkat oleh bambang. Bambang mengirim pesan kepada istrinya bahwa ia sedang bertemu dengan klien sebagai alasan agar istrinya tak mengacau pertemuannya dengan via.
" Mas apa kamu sudah berbicara dengan via" kata lena yang tiba tiba masuk ke ruangan bambang membuatnya terkejut
" Tadi aku telah menemuinya. Dia akan datang ke acara sayembara itu." Sahut bambang yang fokus dengan laptopnya
" Baiklah. Ini bekal makan siangmu mas. Aku pergi dulu ya mas. Arisan dirumah bu Ina hari ini" mengecup kening suaminya
" Hati hati jangan pulang terlalu larut malam ya " ujar bambang yang tahu kalau istrinya tak di ingatkan akan lupa waktu kalau sudah berkumpul dengan teman sosialitanya.
__ADS_1
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Hari ini jadwal via bernyanyi di sebuah cafe yang sudah menjadi rutinitasnya dari kuliah. Via bernyanyi di cafe tersebut 2 kali dalam seminggu. Via harus bekerja keras agar bisa membangun toko bunganya dan membiayai hidupnya sewaktu kuliah ketika keluar dari rumah papanya. Untung saja papanya memberikan sebuah apartement sederhana sebagai permohonan maafnya tentang kejadian dahulu. Via menerimanya dengan terpaksa karena kalau via tak menerimanya via akan di paksa pulang kembali kerumah neraka itu. Untunglah sampai saat ini ibu tirinya tidak mengetahui itu. Karena bambang langsung membeli apartement itu dengan nama via.
Via bersiap siap untuk tampil di cafe cupi. Via memakai topi memakai celana jeans serta baju kaos santai agar mereka yang melihat penampilannya tak mengenal dirinya.
" Selamat malam semua. Malam ini saya akan membawakan lagu untuk menghibur kalian semua" ucap via menyapa yang hadir di cafe tersebut
Mengapa selalu aku yang mengalah
Tak pernah kau berpikir
Sedikit tentang hatimu
Mengapa ku yang harus selalu mengalah
Pantaskah hatiku
Masih bisa bersamamu
Lagu yang dinyanyikan via pun berakhir. Terdengar tepuk tangan dari para pengunjung cafe. Cafe cupi akan selalu ramai datang jika jadwal via yang akan datang bernyanyi disana. Pernah via ingin berhenti bernyanyi disana tapi pemilik cafe tersebut selalu melarangnya. Terpaksa via harus menuruti karena berkat pemilik tersebut via menghasilkan uang untuk membiayai hidupnya dan melupakan sejenak lelah di hatinya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Reno yang kebetulan lewat di depan cafe cupi tak sengaja melihat mobil putih yang tak asing baginya. Reno memutuskan untuk mengunjungi cafe tersebut mencari sosok yang ia cari. Reno mulai sedikit tergila gila dengan wanita itu.
" Apa kau sudah menemukan wanita itu bob? " ucap reno
" Tidak tuan" sahut bobi
Reno yang sedang kesal menjadi tenang karena mendengar suara indah dari penyanyi cafe tersebut. Tak terasa reno selesai mendengar sebuah lagu dari penyanyi tersebut. Reno menikmati kopi moka yang sudah ia pesan. Tiba tiba bobi membisikkan sesuatu kepada reno
" Tuan mobil wanita tersebut akan segera pergi" ucap bobi setengah takut
" Dimana wanita itu dari tadi? Ayo kita pulang saja. Aku lelah." Kata reno meninggalkan uang di atasnya dan pergi meninggalkan cafe tersebut
" Sebenarnya siapa wanita itu bob. Beraninya mempermainkanku. Hanya mobilnya saja yang tampak sedangkan dirinya entah kemana." gerutu reno memukul kursi mobilnya
Jika aku mendapatkanmu takkan aku lepaskan batin reno
Bobi sedikit heran dengan kelakuan bosnya. Banyak wanita yang mengejarnya tapi mengapa harus mengejar wanita yang tak sengaja menabraknya.
" Apa kita pulang langsung tuan"
" Kita mampir ke club sebentar bob."
Reno menghabiskan malamnya di klub dengan mabuk mabukan. Sebuah keburukan yang tak bisa ia buang jauh jauh. Bobi selalu mengingatkannya untuk mengurangi kebiasaan buruknya tersebut. Tapi reno tak pernah mendengar ucapan bobi.
" Selalu saja merepotkanku" gerutu bobi membantu reno naik ke mobil dengan keadaan setengah sadar karena pengaruh alkohol.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Tingggg
Sebuah lift terbuka menuju lantai 8 apartement. Terlihat via keluar dari lift menuju kamarnya. Via memasukkan sandi kamarnya terbuka dan langsung menutup kembali.
" selesai juga aku membersihkan badanku. Akhirnya aku bisa beristirahat. Tak sabar besok aku akan mengunjungi bibi dan mama" ucap via setengah sadar terlelap menuju mimpi indahnya
Kringggg kringggg
Alarm jam 5 pagi. Waktunya via bangun untuk melakukan ibadah subuh. Via meraba raba meja kecil sebelahnya untuk mematikan alarm. Segera bangun menuju kamar mandi membersihkan dirinya mandi dan berwudhu. Tak terasa sudah pukul 6 pagi. Via bersiap siap untuk pergi ke rumah bibinya dan mengunjungi makam ibunya. Via membawa tas sedang membawa perlengkapan seadanya untuk menginap di rumah bibi satu hari.
Sebelum berangkat via menyempatkan sarapan terlebih dahulu di apartementnya. Via menuju dapurnya. Via mengambil beberapa bahan dari kulkas. Setelah selesai dengan aktivitasnya memasak via menuju meja makannya. Via menyantap roti bakar dan segelas susu yang ia buat tadi.
" Pulau tengahku terisi juga. Alhamdulillah kenyang" gumam via memegang perutnya yang telah terisi
Setelah sarapan via meninggalkan apartemennya langsung menuju ke desa.
" Mama , Bibi, aku datang. Aku rindu kalian semua. " ucap via ketika dalam perjalanan menuju kedesanya.
SELAMAT DATANG DI DESA BUNGA ABADI
Terlihat tulisan di papan yang menandakan via telah sampai di desa yang ia rindukan. Tidak banyak yang berubah sawah di kiri kanan terlihat bukit dari kejauhan. Tak lupa via melewati kebun bunga yang sangat luas membuat hatinya tak ingin lagi kembali ke kota.
" Akhirnya aku sampai ke tempat yang sangat kurindukan. Bagaimana ya keadaan bibi sekeluarga. Kira kira siska masih jomblokah" via berbicara sendiri di dalam mobilnya
Tiba tiba mobil via berhenti mendadak karena mendengar suara sesuatu menabrak mobilnya. Dilihatnya sebuah sepeda terjatuh di belakang mobilnya. Via bergegas turun takut terjadi sesuatu kepada seorang yang menabraknya. Ketika via sampai menolong orang yang terjatuh tersebut betapa terkejutnya via melihat orang tersebut.
MAKASIH YA UDAH MAMPIR KE NOVEL AUTHOR. MAAF YA KALAU MASIH TERDAPAT KESALAHAN. KARENA INI NOVEL PERTAMA AUTHOR.
JANGAN LUPA FOLLOW DAN DUKUNG YA NOVEL AUTHOR.
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author i'm KNP