
" Aku hanya sedang berusaha mendapatkan hatinya nek "
" Reno cucuku apa kau lupa dengan perkataan nenek tadi pagi? Nenek harap kau turuti permohonan nenek " pergi meninggalkan Reno begitu saja
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Flashback
Di sebuah meja makan terjadi ketegangan ketika Nenek Mona memutuskan untuk menginap di rumah Reno. Meja makan terasa hening. Mama, kakak dan adik Reno hanya bisa diam duduk manis di meja makan. Biasanya jika nenek mona tak berkunjung mereka bertiga sibuk membicarakan kehidupan sosialita mereka tetapi tak berani di hadapan nenek mona. Karena mereka tahu nenek mona pasti akan langsung menyemprot mereka. Mereka sarapan pagi dengan damai untuk hari ini. Reno yang melihat tingkah laku mama dan saudaranya hanya tersenyum.
Setelah melakukan sarapan Reno menuju kamar neneknya. Karena nenek mona meminta Reno menemuinya di kamar sebelum ia berangkat bekerja saat di meja makan tadi.
" Nek apa yang ingin nenek bicarakan? " tanya Reno langsung ke intinya
" Siapa wanita yang kau pilih tentang sayembara kemarin? "
" Oh masalah itu aku telah mengenalnya nek "
" Apakah Viani Putri anak dari Tn.Bambang? Jika benar lebih baik cari yang lain saja" pinta nenek mona
" Aku tetap memilih dia nek walaupun nenek melarangku. Nenek yang mengatakan aku bebas memilih siapapun " jawab Reno kesal
" Nenek tahu semua rencanamu. Kau memilih wanita itu karena ingin membalaskan sakit hatimu kepada sahabat dahulumu bukan? "
Siall darimana nenek tahu semuanya. Awas kau Bobi jika membocorkan rencanaku kepada nenek. Tamatlah riwayatmu gerutu Reno dalam hatinya
" Nenek mana mungkin aku tega menyakiti hati perempuan yang akan menjadi calon istriku "
" Dia wanita yang baik sepertinya tak pantas untukmu."
" Aku tetap memilihnya"
" Baiklah jika itu pilihanmu. Tapi ingat jika kau hanya ingin menyakiti hatinya lebih baik kau mencari yang lain dan kau akan berurusan dengan nenekmu ini " menatap Reno dengan tajam
" Siap nek " memberikan hormat kepada neneknya pertanda setuju dan segera bergegas menuju ke kantornya.
Flashback off
Reno masih setia menunggu Via di taman sebelah tokonya. Via yang menyadari bahwa di tunggu ia tetap saja sibuk menyiapkan bunga pesanan nenek mona. Karyawannya yang menyadari bahwa bosnya bekerja langsung mendekati Via
" Bu ini pekerjaan kami lebih baik ibu menemui pak Reno di taman. Takutnya ia terlalu lama menunggu ibu disana "
" Oh iya baiklah. Saya lupa jika ada tamu hehehe " mencoba berpura pura lupa jika ada tamu yang tak di undang datang
Via memutuskan pulang lebih awal. Ia ingin menghindari kecurigaan para karyawannya. Dengan berat hati Via menemui Reno kembali.
" Aku mau pulang. Apa kau mau ikut? "
" Wah wanitaku mulai perhatian denganku " menopang kedua dagunya di atas meja menatap wanitanya
" Aku tak ingin karyawanku curiga." melangkah menuju parkiran mobilnya
Reno yang tak ingin di tinggal Via langsung berlari menyusulnya. Reno segera membuka pintu dan duduk di sebelah Via. Via mengemudikan mobilnya menuju kantor Reno. Reno menatap wanita pujaannya sepanjang perjalanan. Via yang mengetahui bahwa Reno sedang memperhatikannya pura pura sibuk fokus melihat jalanan.
" Terima kasih honey telah mengantarku hari ini " ucap Reno ketika sampai di depan kantornya
" Iya sama sama. Terima kasih juga teraktiran hari ini. Aku pergi dulu ya Reno " tersenyum manis kepada Reno.
Ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu dan akan pergi menjauh darimu. Makan senyum manisku itu batin Via
Sedangkan Reno keheranan karena tidak biasanya Via bersikap manis kepadanya seperti tadi.
Mungkin dia mulai tertarik denganku ucap Reno dengan penuh bahagia.
Seketika lamunannya bubar ketika Bobi datang memberi sapaan kepadanya.
" Maaf tuan menganggumu " membungkukkan badannya
" Aku memaafkanmu hari ini karena aku sedang bahagia. Lain kali jika kau terus mengagetkanku akan kuberi hukuman "
Dasar bos aneh. Sebenarnya dia sedang jatuh cinta tapi karena dendamnya dia ego dengan perasaannya gerutu Bobi di dalam hatinya
__ADS_1
" Dua hari lagi kita akan bertemu dengan Tn. Bambang ia menyetujui pertemuan yang anda inginkan "
" Bagus Bob. Aku tidak sabar memulai permainan ini."
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Setelah pergi mengantarkan Reno, Via langsung menghubungi Sinta sahabatnya. Ia meminta Sinta untuk menemuinya di Taman Biru yang tak jauh berada dari rumah Sinta.
" Maaf ya vi aku jarang menemuimu. Aku sibuk membantu mama mengurus bisnisnya "
" Tidak perlu minta maaf. Bukankah itu memang kesibukanmu "
" Oh ya tumben ingin menemuiku? Rindu ya " goda Sinta mencubit pipi Via
" Awwww sakit Sin. Oh ya ini aku bawa sesuatu untukmu" mengeluarkan coklat dari dalam tasnya
" Ini pasti sogokan. Aku yakin kau pasti meminta sesuatu padaku bukan? " ledek sinta membuka bungkus coklat dan segera memakannya
" Ada hal serius yang ingin aku katakan padamu. Aku ingin menginap di rumahmu untuk beberapa hari. Bolehkah? " memegang tangan kiri Sinta sebagai permohonan.
" Ada apa dengan apartementmu? Apa ibu tirimu tahu itu pemberian ayahmu sehingga kau di usir? " menghentikan kunyahan seketika
" Bukan masalah itu mak lampir tidak mungkin mengusirku dari apartementku sendiri. Apartement itu kan atas namaku ketika di beli oleh papaku "
" Jadi apa alasannya?. Apa kau tak bisa jauh dariku. Aku bukan kekasihmu Vi " ledek Sinta
" Ini masalah pria yang pernah ku ceritakan denganmu Sin. Dia selalu datang menemuiku. Aku merasa tak nyaman dan aku yakin dia mempunyai tujuan untuk mendekatiku "
Apa yang aku pikirkan sudah mulai terjadi. Apa yang harus aku lakukan ucap Sinta dalam lamunannya
" Hei Sin. Apa yang kau pikirkan? " mencoba membuyarkan lamunan Sinta
" Oh tidak aku hanya heran saja. Makanya jangan terlalu menarik jadi banyak lelaki yang selalu berusaha mendekatimu " goda sinta
" Ayolah sin aku serius. Boleh ya aku menginap di rumahmu beberapa hari. " menggenggam tangan sinta
" Mengapa kau masih bertanya. Tentu saja boleh kau itu seperti saudaraku Vi mama pasti bahagia jika kau menginap di rumah. Jadi dia tidak terlalu kesepian "
" Sudah jangan cengeng. Begitu mudahnya mengeluarkan air mata " ejek Sinta menghapus air mata sahabatnya
" Oh ya nanti aku langsung ke rumahmu ya. Aku harus segera menuju butik Tante Ana karena kemarin pemotretannya tertunda. Dan juga satu lagi permintaanku Sin "
" Apalagi? " melanjutkan memakan coklatnya
" Kita tukaran mobil ya. Jika ada yang bertanya kepadamu bilang saja mobilku sudah di jual dan kau telah membelinya. Biar usahaku tak sia sia"
" Okelah. Mungkin setelah sampai di rumah nanti lebih baik aku bertukaran dengan mobil mama saja. Nanti biar aku ceritakan kepada mama tentang masalahmu agar tak keceplosan seperti biasanya "
" Baiklah terserah dirimu saja. Aku pergi dulu ya agar tak terlambat ke butik " segera menukarkan mobil kunci dan menuju mobil masing masing
Sinta bergegas kembali ke rumahnya untuk memberi tahukan kepada mamanya. Sebenarnya ia beralasan untuk agar ia membawa mobil mamanya karena jika ia membawa mobil Via dan bertemu dengan Reno ataupun anak buahnya Via pasti akan mudah di temui. Untunglah mamanya mengerti tentang semua masalah mereka. Sinta meminta mamanya agar tidak menceritakan masa lalu Reki dahulu dan beralasan agar Reki saja yang memberi tahu Via agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi seperti yang pernah terjadi dan mama Sinta pun menyetujuinya.
Butik Ana at 16.30
Via membuka pintu butik dan segera mencari Tante Ana. Ia melihat tante ana berada di dalam ruangannya sedang menatap baju rancangannya. Via segera memeluk tante ana dari belakang yang tidak mengetahui kedatangannya
" Selamat sore tanteku sayang " memeluk tantenya dari belakang
" Kau mengejutkan tante sayang, tante kira siapa yang berani masuk dan langsung memeluk tante "
" Kok sepi tan? Tidak jadi ya pemotretan hari ini" tanya Via sedikit heran
" Tidak sayang. Karena tante pikir kamu belum sembuh jadi tante ganti saja dengan model yang lain. "
" Maafkan aku ya tan. Oh ya tan ada yang ingin aku bicarakan dengan tante "
" Sepertinya serius. Mari duduk dulu di sini " menarik kursi di depannya
Via menceritakan semua yang terjadi tentang Reno. Via meminta tante ana merahasiakan keberadaannya saat ini hingga Reno tak mengganggunya lagi. Tante Ana menyetujui permintaan Via. Ia tahu sedikit tentang kahidupan Reno yang dahulu dan ia tak ingin nasib anak angkatnya sama seperti Tiara yang sempat menghebohkan dunia bisnis beberapa tahun lalu.
" Tante Via pamit dulu ya " memeluk tante ana
__ADS_1
" Bagaimana kalau menginap di rumah tante saja sayang?" memberi penawaran kepada Via
" Maaf tan bukan aku menolak tapi aku sudah janji menginap di rumah Sinta tan. "
" Baiklah sayang. Jika ada butuh sesuatu segera hubungi tante ya" ucap tante ana
Tante Ana tau jika pasti Via menolak menginap di rumahnya karena kedua anak prianya yang selalu menggoda Via dan ingin memiliki hati wanita tersebut. Sejak saat itulah Via tak pernah lagi singgah di rumahnya kecuali jika ada sesuatu hal yang harus memungkinkan Via mengunjungi rumahnya.
Jaga selalu anak perempuanku itu Tuhan ucap tante ana melihat kepergian Via
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Dua hari berlalu tapi Reno tidak berhasil menemui wanitanya. Reno sangat kesal karena tak ingin rencananya gagal. Ia meminta bobi untuk mencarinya tapi tidak juga menemukan wanita itu. Pernah seketika mobil Via lewat di hadapannya Reno segera mengikuti mobil tersebut. Reno segera berhenti tepat di depan mobil Via. Ia segera turun dan mengetuk kaca jendela mobil pintu. Seseorang yang di dalam mobil segera menurunkan kaca jendela mobilnya. Tapi Reno sangat kecewa karena tak mendapati wanita yang ia cari. Wànita separuh baya yang membawa mobil Via mengatakan bahwa mobil tersebut telah ia beli dua hari lalu. Beruntunglah bukan Sinta yang membawanya.
Sial. Kemana wanita itu teriak Reno memukul stir mobilnya
Kemudian Reno memutuskan untuk pergi ke toko bunga milik Via. Tapi sama saja hasilnya wanita itu tidak di temukan. Karyawan Via mengatakan bahwa bosnya pergi mendadak karena ada urusan tak tahu sampai kapan. Padahal Via ada di dalam butik ia melihat dari atas tempat kerjanya mobil Reno berhenti di toko bunganya.
Sudah ku duga pasti ia akan mencariku kesini. Untung aku sudah menyusun rencanaku sendiri. Semoga ia percaya yang di katakan karyawanku dan segera meninggalkan tokoku ucap Via mengintip dari jendela ruangannya.
Tak sampai di situ saja Reno juga menemui tante ana di butik tapi hasilnya sama saja. Tante Ana terpaksa berbohong kepada Reno mengatakan Via tidak bekerja dengannya lagi dan menunjukkan surat pengunduran diri palsu.
Beraninya kau mempermainkanku Via. Jika aku berhasil menemukanmu takkan ku biarkan kau pergi lagi gerutu Reno
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Hari ini Reno memutuskan untuk menemui Tn.Bambang sekeluarga di rumahnya. Bobi telah menghubungi Tn.Bambang untuk menunggu kedatangan atasannya di rumah saja.
Tante Lena sangat senang mendengar kabar dari suaminya. Ia meminta karin anaknya untuk berpenampilan mewah hari ini karena akan kedatangan tamu istimewa dan menyiapkan hidangan istimewa untuk menyambut kedatangan Reno
" Sebentar lagi kita akan mendapatkan sebongkah berlian sayang " ucap tante Lena kepada anak kesayangannya
" Aku sudah tak sabar ma. Untung saja saudara tiri sialanku itu sudah pergi dari rumah ini " jawab karin yang sedang memilih baju untuk ia kenakan nanti
Reno telah tiba di depan rumah yang sangat mewah. Seorang pelayan membukakan pintu gerbang dan meminta Reno segera masuk. Bobi melanjutkan kemudi mobilnya menuju ke depan rumah tersebut.
" Bob, mengapa Via lebih memilih tinggal di apartement kecilnya dari rumah mewah ini? " tanya Reno keheranan
" Nona Via mempunyai hubungan tak baik dengan ibu tiri dan anaknya "
" Benarkah? " tanya Reno penasaran
" Info yang aku dapatkan nona Via di usir oleh Tn.Bambang sendiri karena bertengkar dengan saudara tirinya. Tn.Bambang lebih memilih membela anak tirinya. Dengan senang hati nona Via keluar dari rumahnya sendiri karena tidak tahan dengan kelakuan Ny.Lena dan anaknya yang gila harta. Itu informasi yang saya dapatkan tuan " jawab Bobi
" Kesempatan yang bagus. Aku akan menggunakan mereka semua sebagai alatku " ujar Reno tersenyum bahagia mendapatkan jalan keluar
Mereka berdua turun dari mobil dan di sambut oleh Tn. Bambang dan keluarga. Reno yakin tidak akan menemukan wanitanya. Benar saja tak ada sosok Via di antara mereka. Tn.Bambang mempersilahkan Reno dan Bobi masuk ke dalam rumahnya dan menuju ruang makan.
" Silahkan duduk tuan" ucap seorang pelayan yang menarik kursi untuk di duduki Reno
" Silahkan di nikmati tuan hidangannya. Maaf terlihat sederhana saja " ucap pak bambang
" Iya terima kasih. Maaf telah merepotkan kalian " ucap Reno dengan muka datar
" Tentu tidak merepotkan tuan. Malahan kami merasa senang kedatangan tamu istimewa seperti anda " sahut ny.Lena mencari perhatian
" Ayo di makan tuan. Jangan malu malu. Aku dan mama menyiapkan semuanya sendiri karena mendapatkan kabar dari papa bahwa ada tamu spesial yang akan mengunjungi rumah kami " sahut Karin dengan kecentilan mencari perhatian Reno juga
Dasar dua orang busuk pandai sekali berakting. Aku tak tertarik dengan ucapan manis kalian gerutu Reno dalam batinnya melihat kelakuan tante lena dan karin
Mereka semua telah selesai menikmati hidangan. Reno langsung membuka pembicaraannya
" Tuan ada sesuatu yang penting ingin aku bicarakan mengenai putrimu "
" Apakah salah satu dari putriku membuat kesalahan tuan ?"
Terima kasih telah membaca novel pertama author ini 🙏
JANGAN LUPA IKUTI DAN DUKUNG NOVEL AUTHOR YA.
JANGAN LUPA LIKE SETIAP EPISODE YA 😊
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author buat kalian semua 😘