
" No problem tuan. Mari pesan makanan yang kalian inginkan aku traktir hari ini. Anggap saja sebagai tanda kerja sama kita " pinta Reno kepada Ari namun tatapan matanya memandang Via tanpa berkedip sedikit pun
Permainan apa yang sedang mereka lakukan kepadaku batin Via merasakan perasaannya yang sedang campur aduk melihat kedua pria yang ada di depan dan sampingnya
#############
"Baby pilihlah makanan yang kamu sukai " ucap Ari menyodorkan menu kepada Via
" Aku pesan capucino dan desert saja " jawab Via segera menaruh menu di hadapan Ari.
Reno tetap saja menatap wanitanya dengan tajam tak menyadari Bobi sedari tadi memanggilnya untuk memilih menu yang tersedia. Via merasa bahwa dirinya sedang di tatap oleh Reno berusaha lebih memilih menatap layar ponselnya mencari kesibukan sendiri dan meminta Sinta segera datang dengan cepat menuju ke cafe. Beruntung Sinta dan yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju cafe.
Setelah lima belas menit menunggu pesanan yang mereka pesan telah siap " Ini pesanan anda tuan dan nyonya " ucap seorang pelayan mengangkat satu persatu menu yang sudah mereka pesan dari meja dorong ke atas meja mereka.
" Ini milikmu baby " memindahkan capucino pesanan Via yang berada di depannya dan mencoba menghentikan pandangan Reno kepada wanitanya.
" Maaf tuan ini pesanan anda " celetuk Bobi membuyarkan pandangan bosnya karena mengetahui Ari melihat tingkah laku bos nya dari tadi
" Thank you Bob. Oh ya setelah ini kita kemana Bob? " tanya Reno mulai sadar kliennya memperhatikannya
" Kita akan ke Butik Ana mengambil gaun pesanan nona ...... " ucapannya terhenti karena Reno langsung memotong ucapannya
Reno melihat wajah Via yang berubah ketika Bobi mengucapkan kata nona tersenyum di dalam batinnya segera berkata " Baiklah. Aku tak ingin membuatnya kesal jika pesanannya tak ku ambil " menjawab dengan santainya kepada Bobi
Apa nona? Sudah ku duga ia memang hanya ingin mempermainkanku dulu. Jadi pesanan itu.... ahh sudahlah apa yang kau pikirkan Via gerutunya dalam hati dan tak sengaja menumpahkan sedikit minumannya ke bajunya.
" Baby kau baik baik saja ? " ucap Ari mengambil tisu di hadapannya dan mencoba membantu membersihkan bekas minuman yang tertumpah
" Aku baik baik saja. Aku permisi ke toilet sebentar ya Ri untuk membersihkan bajuku " meletakkan handphone yang ia pegang ke atas meja.
" Aku permisi sebentar tuan " segera beranjak dari tempat duduknya membungkukkan sedikit badannya ke hadapan Reno
Reno tak memperdulikan ucapan Via dengan sengaja karena ingin memberi perhitungan kepada wanitanya yang tega meninggalkannya begitu saja. Hanya Bobi yang membalas ucapan Via karena ia tahu apa yang ada di pikiran bosnya tersebut.
Via sibuk membersihkan bajunya di dalam toilet dan beruntung nodanya segera hilang. Sambil menunggu bajunya yang sedikit basah kering ia tak henti hentinya bergerutu karena kesal melihat kedua pria tersebut.
Tanpa Via sadari kedua pria yang sedang menunggunya sedang sedikit bertengkar karena masing2 merasa mereka yang pantas bersama Via. Pertengkaran santai itu bermula ketika handpone Via berdering. Mereka berdua tak sengaja menatap ke layar handphone Via. Ketika panggilan itu berhenti Reno dan Ari secara bersamaan melihat walpaper handhone Via memakai baju putih memperlihatkan kedua pundaknya dan terlihat kalung berinisial R yang ia berikan waktu itu tersenyum manis.
" Apa benar kalian sepasang kekasih ? " celetuk Reno melihat Ari memandangnya
" Lalu apa itu masalah untuk anda tuan? " jawab Ari kembali karena hatinya sedikit kesal setelah melihat walpaper handphone Via karena kalung itu
" Aku hanya ingin sedikit memperingatkanmu tuan. Jangan coba2 mengambil apa yang sudah menjadi milikku "
" Kita lihat saja tuan. Aku tahu kau pria seperti apa dan aku akan mengambil yang pernah menjadi milikmu tuan " jawab Ari dengan santai namun bercampur aduk dengan perasaan kesalnya saat ini
Pertengkaran mereka berhenti ketika melihat Via datang ke arah mereka yang masih sibuk memperhatikan bajunya. Untung saja Bobi segera cepat mrmberi kode kepada mereka berdua karena sudah pusing melihat kedua pria tersebut.
" Maaf aku sedikit lama Ri " ucap Via segera duduk karena melihat kedua pria itu sedikit kesal entah apa penyebabnya.
" Oh ya maaf nanti aku tidak bisa menemanimu dengan sahabatmu ya baby karena ada meeting mendadak " ucap Ari sebagai alasan karena sangat kesal dengan pertengkarannya dengan Reno tadi
" Tapi sahabatku sudah dalam perjalanan menuju kesini dan kau bilang bukankah tidak ada acara hari ini? " jawab Via yang tak mengerti dengan jawaban Ari yang tiba2 berubah 180 derajat
" Tenang aku tetap menepati janjiku untuk mentraktir sahabatmu hari ini. " mengeluarkan dompet dari kantongnya dan mengambil kartu kredit di dalamnya
" Pakailah kartu ini baby " memberikan kartu kredit kehadapan Via
" Bukan itu maksudku. Aku kecewa denganmu. Ambil saja kartumu ini karena bukan ini yang ku butuhkan " menaruh kartu atm kehadapan Ari dan segera berdiri mengambil tas dan handphonenya
" Maaf aku permisi tuan2 terima kasih traktirannya " ucap Via membungkukkan badannya ke arah ketiga pria yang sedang bersamanya
__ADS_1
" Tunggu vi " teriak Ari namun Via mengabaikannya dan segera keluar dari cafe
Via segera bergegas keluar dari cafe dan lupa akan janjinya dengan para sahabatnya karena sudah merasa sangat kesal. Amarahnya tak bisa ia tahan lagi. Ari dan Reno masih melanjutkan perdebatan mereka. Reno yang sudah puas karena merasa senang segera beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Ari.
" Itu Ari ayo kita dekati " ucap Sinta kepada sahabatnya setelah masuk ke dalam cafe dan mendapatkan sosok yang ia cari
Mereka berempat mendekat ke arah meja Ari dan betapa terkejutnya melihat sosok Reno yang beranjak dari hadapan Ari segera berjalan menuju ke arah mereka.
Sinta memegang tangan kekasihnya dengan erat karena merasa sedikit takut maupun gugup berbisik kepada jihan yang berada disebelahnya " Itu Reno bukan? Musibah ini kak "
Jihan hanya mengangguk menyetujui perkataan Sinta karena dengan cepat melesat di hadapan mereka. Reki hanya menahan amarahnya melihat sosok mantan sahabatnya tersebut karena ia tahu apa yang sedang di rencanakan Reno saat ini.
" Terlalu mudah bagiku mencari keberadaan sahabat kalian walau kalian selalu berusaha merahasiakannya dariku " ucap Reno berdiri di hadapan mereka berempat dengan kedua tangan masuk ke dalam kantong celananya dengan tampang sombong
" Cukup sudah mengganggunya " celetuk Reki menghadap ke arah Reno
" Jaga tunanganmu ini baik2 jika tidak ia akan kembali merebut wanitaku " jawab Reno dengan santai di samping Jihan dan pergi meninggalkan mereka semua
Jihan hanya termenung mendengar ucapan Reno karena ia melihat dengan kedua matanya bagaimana reaksi Reki begitu kesal melihat Reno. Reki yang tahu Jihan pasti akan mendengar ucapan Reno karena ia sadar sikapnya sedikit berlebihan tadi berusaha segera menggandeng tangan Jihan membawanya ke arah meja tempat Ari berada.
" Kacau ni beb perang dunia kedua " ucap Sinta sedikit berbisik kepada kekasihnya
" Kita harus menjadi pendingin beb agar liburan ini tak sia2 " ucap Tio berbisik kembali kepada Sinta dan menyusul berjalan ke meja Ari yang terlihat sangat kacau.
" Hai, Ri. Dimana Via? " tanya Sinta mencoba mengheningkan sejenak
" Maafkan aku. Via pergi karena diriku " jawab Ari dengan tertunduk
Ari menceritakan semua yang terjadi kepada mereka berempat. Mereka berempat mendengarkan semuanya yang terjadi. Reki pun kembali kesal dengan ulah Ari karena mengetahui sikap Ari wajar saja Via pergi meninggalkannya. Jihan melihat sikap Reki yang berubah kembali mencoba beralasan ke toilet dan Reki pun kembali menyadari perbuatannya tadi menunggu Jihan selesai dari toilet.
" Wajar saja dia marah dan pergi meninggalkanmu. Kau membuat seolah2 ia wanita matre. Aku pun juga akan marah jika kekasihku seperti itu " celetuk Sinta sedikit kesal
" Iya aku tahu tapi aku kesal dengan pria tersebut. Oh ya aku mau jujur karena aku tak mau ia bertambah marah " jawab Ari mengacak-acak rambutnya
" Aku bukan kekasih Via hanya teman SMAnya dahulu" ucap Ari menundukkan kepalanya dihadapan para sahabat Via
" Kalo itu aku sudah tau. Karena semua pria yang dekat dengan Via selalu mengaku2 kekasihnya. Entah apalah motifnya " jawab Sinta dengan santai sambil meneguk jus jeruk di hadapannya
" Tapi sekarang di mana Via? " tanya Reki sambil menunggu kedatangan Jihan dari toilet
Butik Ana Singapore
Via sampai di Butik setelah pergi dari cafe karena kesal dengan kedua pria tersebut. Ia segera masuk ke ruangan kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya. Ia menghidupkan laptop mengecek email yang masuk dari Tante Ana. Ia sibuk memilih pakaian dan model untuk acara fashion week minggu ini sebagai akhir dari pekerjaannya di sini. Ia sudah berencana kembali ke Indonesia setelah pekerjaannya selesai agar bisa datang ke acara pertunangan sahabatnya Sinta.
Ia sibuk menatap laptopnya dan tiba2 handphonenya berdering. Terlihat panggilan masuk dari Sinta. Ia segera sadar bahwa ia belum menghubungi Sinta karena tidak bisa ikut makan siang bersama mereka.
Drrttt drttt
*Kau dimana vi? Apa baik baik saja?
Aku di butik Sin maaf lupa menghubungimu karena ada pekerjaan yang harus segera aku selesaikan.
Oke baiklah. Nanti aku mengunjungimu ya di rumah?
Maaf sin hari ini aku lembur. Bagaimana besok saja?
Ya baiklah semoga pekerjaanmu cepat selesai agar bisa kembali ke Indonesia*
Tuutttt tuuttttt
Sinta memang sudah tahu alasan Via menolaknya karena tak ingin di ganggu dahulu tapi ia juga tahu bahwa sahabatnya itu memang menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu agar bisa datang ke pertunangannya.
__ADS_1
Via pun demikian ia hanya beralasan saja karena sebelum Sinta meneleponnya Jihan terlebih dahulu menghubunginya dan memintanya menemuinya hanya berdua saja sore ini di taman dekat butiknya.
Garden Rainbow
Via berpamitan kepada karyawan butik karena harus pulang terlebih dahulu. Ia segera menaiki mobilnya menuju taman bertemu Jihan. Reno yang baru sampai di depan Butik melihat Via pergi terburu-buru meminta Bobi mengikuti kepergian Via. Bobi mengikuti perintah Reno karena ia tahu bosnya itu memang aneh saat ini.
" Vi disini " teriak Jihan dari kejauhan melambaikan tangannya ke arah Via
Mengapa perasaanku tak enak? Batin Via setelah membalas lambaian tangan Jihan
Reno pun mengikuti Via dengan perlahan memakai topi hitam dan memakai kaos hitam panjang yang telah ia ganti di mobil agar tak ketahuan.
" Tunggu disini sebentar ya Vi. Aku mau beli minuman dahulu " ucap Jihan setelah Via tiba di hadapannya
" Oke baiklah ji. Thank you " jawab Via segera duduk di bangku taman
Via menunggu kedatangan Jihan dengan perasaan yang tidak enak. Reno memperhatikan Via yang sedang gelisah dan melihat ternyata Via menemui tunangan musuhnya tersebut.
" Ini minumanmu. Maaf ya sedikit lama tadi antrinya lumayan hehehe " ucap Jihan menyodorkan es coklat dengan krim kocok di atasnya.
" Ahh tidak apa2 ji. Makasih ya " jawab Via mengambil minuman tersebut dari tangan Jihan
" Kau tidak kembali ke Indonesia ? "
" Setelah fashion week minggu ini ji agar aku bisa hadir ke tunangan Sinta " menyedot minuman yang ia pegang
" Boleh aku menanyakan satu hal ? "
Sudah ku duga pasti ada yang tidak beres dalam batin Via tebakannya benar
" Boleh tanyakan saja Ji " jawab Via sedikit santai menutupi perasaan yang telah ia rasakan daritadi
" Apa kau masih mencintai Reki? "
Via tersedak mendengar ucapan Jihan dan ia tertawa terbahak2 " Yang benar saja Ji. Pertanyaan macam apa itu? Apa kau sedang bertengkar? " tanya Via sedikit heran
" Maafkan aku menanyakan itu tapi akhir2 ini Reki terlalu emosi jika terjadi sesuatu hal yang buruk denganmu tanpa memikirkan perasaanku yang berada di sampingnya "
" Lalu? Bukankah dahulu sudah ku katakan ambillah hati Reki karena sekarang aku tak mempunyai perasaan sedikit pun dengannya. Aku hanya menganggapnya sebagai kakakku saja tak lebih "
" Mungkin jika kau masih sendiri Reki akan merebutmu kembali vi " ucap Jihan tanpa berpikir apa yang sedang ia katakan saat ini tanpa memikirkan perasaan Via
" Kau jaga saja tunanganmu sebaik mungkin. Aku permisi pamit. Thank minumannya " jawab Via segera meninggalkan Jihan karena kesal mendengar ucapan Jihan yang tak mempercayainya
Wanita itu apa yang ia pikirkan gerutu Via sepanjang perjalanan karena kesal dengan ucapan Jihan
################
Pagi hari tiba dengan cepatnya rasanya pagi ini Via malas untuk bekerja apa lagi bertemu teman2nya. Tapi karena pekerjaan butik yang harus ia selesaikan dengan terpaksa Via beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk bekerja.
Via mengenakan dress hitam bercorak putih dan memakai sepatu sport putih. Ia menguncit satu rambutnya dan memakai poni di depan serta memakai langsung kacamata bulat minus miliknya agar tak lupa membawanya.
Setengah jam berlalu Via sampai di depan butik Ana. Via mengambil tas di sampingnya dan keluar dari dalam mobilnya. Ia berjalan santai menatap notifikasi handphonenya yang berbunyi sejak tadi karena ia matikan malam tadi.
Salah satu karyawan membuka pintu butik ketika Via melangkahkan kaki masuk ke dalam. Terdengar sapaan dari para karyawan butik kepadanya dan ia segera menghentikan tatapan dari handphonenya.
" Good morning all " jawab Via memberi sapaan kembali kepada para karyawan
" Maaf bu ada yang menunggu ibu sejak tadi di ruang tunggu " ucap salah satu karyawan kepada Via
" Apa aku punya janji yang ku lupakan hari ini? " tanya kembali Via sedikit bingung
__ADS_1
Ayo tebak kira-kira siapa nih pagi2 yang mau bertemu dengan Via?
Jangan lupa like & koment ya all 😘🙏