Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Papa Memohon


__ADS_3

" Pria itu mau apalagi? " ucap Reki kesal secara spontan dan langsung menyadari Jihan menatapnya


Lihat saja aku akan membuatmu tak bisa lagi menolak dengan yang terjadi sekarang gerutu Jihan merencanakan sesuatu setelah melihat semuanya


" Biarkan saja apa salahnya ? " tanya Jihan kepada Reki hingga pria tersebut bungkam


" Tidak salah sih kak tapi menagapa tidak memilih Ari saja daripada pria itu " celetuk Sinta karena tak setuju dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Jihan. Walaupun ia tahu kalau Jihan kesal dengan tingkah laku Reki belakangan ini


" Beb kita pesan makan aja yuk. Aku sudah lapar tahu " ucap Tio mengalihkan pembicaraan mereka semua karena tak ingin situasi semakin rumit


" Ayolah beb nanti aja aku minta penjelasan dari sahabatku itu " jawab Sinta karena akan melupakan sejenak masalah jika ada makanan di hadapannya


Para sahabat Via menikmati makan siang dengan sedikit kesal sedangkan Via masih setia bersama Reno menunggu para sahabatnya siap makan. Sinta telah menghabiskan makanannya dan pindah duduk di dekat Via dan sahabatnya mengikuti juga termasuk Ari.


" Vi kau sedang kurang sehatkah? " tanya sinta menyindir


" Mungkin Sin sepertinya aku harus ke psikiater " jawab Via santai karena mengerti akan ucapan sahabatnya itu sedangkan yang lainnya kebingungan dengan percakapan kedua sahabat itu


" Hei pria kaya sombong mengapa kau bersama sahabatku? " tanya Sinta sinis kepada Reno


" Salah jika aku bersama kekasihku " jawab Reno tersenyum ke arah Via dan menggenggam tangannya


" Benarkah? " tanya Ari sedikit terkejut dan merasa tidak percaya karena ia tahu siapa pria itu


" Honey mengapa mereka seolah tak percaya? " jawab Reno dengan sombong penuh kemenangan


" Dasar pria licik " celetuk Reki tidak terima


" Ada apa dengan dirimu sayang? " ucap Jihan menyambar ucapan tunangannya dan bergelayut manja


" Stoopppp " ucap Via sedikit berteriak karena ingin mengakhirinya secepat mungkin


" Aku tak ingin ada salah paham lagi. Iya aku telah kembali bersamanya kemarin kami hanya salah paham sehingga hubungan kami sedikit bermasalah. Jadi aku mohon kita berdamai dan jangan bertengkar lagi " ucap Via ke semua hadapan sahabatnya


" Aku mendukung saja keputusanmu Vi tapi jika pria sombong ini menyakitimu maka siap2 berhadapan dengan kami " jawab Sinta dengan tegas


" Ehhmmm aku permisi dulu ya. Thank sudah datang makan siang bersamaku " ucap Ari segera beranjak dari tempat duduknya merasa hatinya telah patah karena pilihan Via


" Jangan kecewa Ri janur kuning belum melengkung sahabatku masih bisa kau dapatkan " jawab santai Reki


" Thank juga ya Ri dan see you ya. Kalo bisa datang ke acara pertunanganku minggu depan ya " pinta Sinta ingin membuat suasana sedikit menegang kembali


" Oke sure " jawab Ari singkat dan segera meninggalkan tempat tersebut


Flasback on


Via sedang bersantai di atas kasurnya setelah melewati hari yang panjang. Ia mengingat semua ucapan Jihan tadi dan Jihan pun kembali memperingatinya. Ià sibuk mondar mandir di samping tempat tidurnya melipat kedua tangannya dan handphonenya berdering


Drrttt drrtttt


Pasti ada maunya batin Via melihat nama di layar handphonenya


"Hallo" ucapnya sedikit malas


"Hallo sayang. Apa kabar?"


"Seperti itulah pa. Apa ada masalah pa?" tanya Via karena tahu pasti ada maksud tertentu


" Maafkan papa nak tapi bolehkah papa memohon sesuatu? "


Sudah kuduga batin via


" Katakan saja tapi aku tak janji bisa membantu "


" Sayang papa harap kamu menerima lamaran Reno dan menjadi suaminya karena..... "ucapannya terhenti langsung di potong oleh Via


" Perusahaan papa bangkrut atau istri tercintamu sedang membutuhkan dana untuk arisan sosialitanya itu " celetuk Via dengan sinis


" Maaf sayang bukan itu saja tapi papa punya penawaran untukmu " ucap sedikit memohon kepada putrinya


" Lalu? " tanya Via penasaran


" Papa akan menceritakan semua rahasia papa dan mama selama ini "


Rahasia? Itu yang ingin kuketahui selama ini batin Via dengan penuh tanya


" Aku tunggu janji papa dan aku akan menepati permohonan papa " ucapnya menyetujui permohonan papanya


" Baiklah. Terima kasih sayang maaf papa membuat hidupmu susah selalu "

__ADS_1


" Aku sudah terbiasa. Sudah dulu ya pa aku mau istirahat karena lelah telah bekerja seharian " ucapnya segera mengakhiri telpon trrsebut


" Baiklah sayang. Cepat kembali ke tanah air papa merindukanmu. See you sayang "


Tuutt tuuuttttt


Mungkin ini jalanku sudah tak apalah setidaknya aku mendapatkan apa yang ingin ku ketahui selama ini batin Via segera menuju kasurnya dan menutup mata


Flashback off


Butik Ana Singapore


Via meminta Reno kembali membawanya ke butik dan meminta asistentnya menjemput disana saja karena tak ingin Reno mengetahui tempat tinggalnya yang baru.


" Mengapa tidak langsung pulang saja honey? "


" Jangan sok baik denganku karena aku terpaksa menerimamu karena permohonan papaku "


" Benarkah? Wah kau matrek sekali ya honey " celetuk Reno membuat Via kesal


" Iya aku matrek. Kau puas pria kaya sombong. Dan satu lagi aku akan menguras seluruh hartamu karena kesempatan sudah di depan mata " jawab via kesal agar Reno membencinya


" Ambil saja honey karena milikku adalah milikmu dan sebaliknya "


" Aku bisa benar2 gila jika bersamamu " teriak Via menutup kedua telinganya


Reno hanya terkekeh puas berhasil membuat wanitanya kesal. Dalam pikiran Reno sekarang bercabang2 akan ketakutan yang akan datang. Ia terpaksa membuat Via menjadi miliknya karena tak ingin balas dendamnya kepada Reki hanya setengah saja. Reno tahu Reki berusaha mendekati Via kembali setelah mengetahui ia memutuskan meninggalkan Via. Dan juga Reno tertarik dengan ucapannya neneknya sebelum keberangkatannya ke Singapore.


Mereka telah sampai di butik Via segera masuk kedalam ruangannya diikuti oleh Reno. Via segera melanjutkan pekerjaannya hingga menunggu sore hari tiba dan membiarkan Reno bersamanya.


Waktu sudah menunjukkan jam lima sore. Via segera bersiap2 untuk pulang dan segera meninggalkan ruangannya. Ia di sambut para karyawannya dan tersenyum licik ke arah Reno.


" Terima kasih banyak bu dan tuan bonusnya "


" Hati hati di jalan ya tuan dan bu Via "


" Iya sama2. Aku permisi dan terima kasih atas kerja keras kita hari ini " ucap via segera melangkahkan kakinya


" Honey tunggu " menarik tangan Via dan menghentikannya


" Mengapa kau tak memberi bonus mereka sekarang? " tanya Reno keheranan karena Via tak memberi amplop yang telah ia isi tadi


" Maaf tuan bonusnya sudah di transfer oleh bu via dari tadi " celetuk angel mengetahui maksud ucapan Reno


Via segera berlari kecil meninggalkan Reno yang kebingungan. Reno yang mengetahui dirinya di kerjai segera mengejar Via dan meminta Bobi mengikutinya dari belakang.


Dua jam sebelumnya .......


" Selamat sore semuanya " sapa Via setelah memasuki Butik


" Sore bu " ucap para karyawan dengan kompak


" Tolong ke ruanganku ya nanti setelah selesai bekerja. Saya ingin memberikan bonus dari tuan Reno " tersenyum kepada semua karyawan dan segera melangkahkan kaki ke dalam ruangannya


" Baiklah bu " ucap para karyawan dengan wajah penuh kebahagiaan


" Honey tunggu aku " sedikit berteriak mengikuti Via ke dalam ruangannya namun Via mengabaikannya


" Kau ini membuatku kesal " ucap Reno sedikit terengah-engah sesampainya di dalam ruangan Via tapi masih tak di hiraukan wanita itu


" Mengapa kau tak pulang saja? Tak bisakah tak menggangguku " jawab via santai dan mengeluarkan beberapa lembar amplop dari laci meja kerjanya


" Biarkan aku disini Bobi masih ada pekerjaan " segera duduk di hadapan Via


" Mengapa tidak naik taksi saja? Hidupmu selalu merepotkan orang saja " celetuk Via sambil mengeluarkan uang dari dalam tasnya yang di berikan Reno tadi untuk bonus para karyawan


" Honey kau tak ingin aku macam2 bukan " beranjak dari tempat duduknya dan mendekat wajahnya sehingga mereka bertatapan hanya berjarak 5cm saja


Via terdiam membulatkan kedua matanya dan menaruh uang yang ia pegang di atas meja. Via mencoba menjauh namun sayang Reno menahan kedua bahunya sehingga ia tak bisa lari.


Ya tuhan mengapa jantungku berdebar-debar dengan tatapan pria sombong ini batin Via


" Kau suka sekali menggodaku honey " ucap Reno dan mengecup sekilas bibir Via tanpa aba2 dan melepaskan pegangannya dari bahu Via


" Kau ini selalu saja mengambil kesempatan aku tak sudi dengan ini " mengelap bibirnya dengan tisu yang ada di atas meja


" Sudah pernah ku katakan percuma kau menghapusnya karena itu tak bisa mengembalikan seperti semula dan kau akan selalu mengingatnya walaupun tak berbekas " jawab Reno dengan santai tersenyum licik


" Aku membencimu " celetuk Via dan melanjutkan pekerjaannya dan terlintas sedikit rencana liciknya untuk mengerjai Reno kembali

__ADS_1


" Aku mencintaimu " jawab Reno dengan santai


" Benarkah ? Kalau begitu bisakah kau menolongku " tanya Via dengan senyum liciknya


" Apa saja untukmu honey ? "


" Tolong isikan amplop ini dengan uang yang kau berikan tadi " jawab Via dengan senyum manisnya dan memberikan sekotak amplop kehadapan Reno


" Sebanyak ini? " mengangkat sekotak amplop yang berisi 50 lembar


" Iya. Apa kau keberatan? Kalau begitu pergilah jika tak sanggup " jawab via santai sedikit terkekeh


" Kau mencoba mengerjaiku? " tanyanya kembali


" Aku hanya ingin mengerjai para karyawanku saja " jawab Via asal agar Reno percaya


" Kau ini honey sungguh keterlaluan "


Via meminta Reno memasukkan beberapa lembar uang dengan sama rata kedalam 50 amplop tersebut. Bagaimana Reno tidak curiga karena karyawan di sana hanya ada 10 orang. Reno pun kembali curiga karena uang yang ia masukkan pasti takkan akan cukup untuk sampai ke amplop 50.


" Honey apa kau mengerjaiku? " tanyanya dengan curiga dan menghentikan mengisi amplop yang ke 24


" Mengapa kau ini selalu curiga? " jawab Via santai sambil menatap laptopnya dan sedikit terkekeh ketika melihat Reno mengisi amplop tersebut dengan serius


" Uang ini tak akan cukup sampai amplop ke 50" menunjuk uang yang ada di atas meja


" Lalu? " jawab Via singkat


" Benar yang di katakan sahabatmu tadi kau ini kurang sehat " ucap Reno mengingat kejadian tadi di cafe


" Mengapa kau tak menambahkan uangnya saja? Bereskan " jawab Via santai


" Apa kau ingin memerasku? " tanya Reno dengan sinis


" Bukankah ku katakan begitu tadi. Kau pelit sekali. Uang segitu tak akan membuat perusahaanmu bangkrut " tersenyum ke arah Reno menopang kedua dagunya


" Aku tidak mempunyai banyak uang cash itu masalahnya. Kau yang pelit memeras uangku dengan kesempatan yang ada " jawab Reno sedikit marah tapi ia tahan karena ia tahu wanita itu ingin membuatnya pergi dari butik


" Ini pakai uangku karena aku bukan wanita mata duitan. " mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya


" Simpan uangmu itu aku tak ingin kelihatan susah dan aku akan menuruti permainanmu "


" Syukurlah kalau begitu uangku jadi masih utuh " jawab Via dengan santai dan menaruh kembali uangnya ke dalam dompet


Reno segera menelepon Bobi dan memintanya membawakan uang cash. Namun sial bagi dirinya Bobi tak bisa mengambilnya karena masih meeting bersama klientnya.


" Ahh sial " ucap Reno kesal menaruh handphonenya kembali ke dalam kantong


" Apa ada masalah dengan uangmu? " tanya Via sengaja membuat Reno kesal setelah mendengar perbincangan pria tadi di telepon


" Pinjam kunci mobilmu aku akan ke ATM " segera mengambil kunci mobil yang ada di hadapan Via dan segera pergi


Via terkekeh melihat tingkah Reno dan memulai permainannya yang kedua. Via segera mentransfer uang bonus dari Reno tadi memakai uang tabungannya dan memberi pesan singkat kepada karyawannya melalui grup WA.


Ini bonus untuk kalian semua dan terima kasih telah bekerja keras hari ini. Semoga bonus ini bisa di gunakan dengan sebaiknya. Viani Putri


Terdengar suara sorak kebahagiaan dari para karyawan di luar ruangan Via dan ia bahagia melihat itu semua untuk terakhir kalinya. Karena hanya itu yang ia bisa lakukan sebelum tugasnya selesai disini.


Reno kembali ke butik setelah hampir setengah jam mencari ATM terdekat. Dan ia kembali bingung ketika sampai di dalam butik ketika melihat wajah para karyawan yang sangat bahagia dan memgucapkan terima kasih kepadanya satu persatu


Wanita itu apakah mengerjaiku? Lihat saja jika ia telah membagi amplop itu aku akan memberikan perhitungan kepadanya batin Reno


" Apa kau..... "ucapan Reno terhenti melihat amplop yang ia tinggalkan masih utuh di atas meja


" Ehh tuan muda udah kembali. Apa yang ingin kau katakan? " tanya Via sedikit selidik karena tahu pasti Reno curiga melihat reaksi para karyawannya


Reno tak menghiraukan perkataan Via dan kembali melanjutkan mengisi sisa amplop dengan uang cash yang telah ia ambil. Via pun juga terdiam dan segera melanjutkan pekerjaannya di dalam laptop. Tak terasa hari sudah sore dan Via segera mematikan laptopnya. Via bersiap untuk pulang.


" Mengapa kau tidak pulang juga? Itu asistenmu sudah menunggu daritadi di luar. " ucap Via sambil menunjuk ke arah Bobi


" Aku ingin mengantarmu pulang dan memberikan amplop ini kepada para karyawanmu. Aku ingin melihat reaksi para karyawanmu setelah kau kerjai begini. Dan ingat satu lagi kau berhutang denganku karena aku harus menambah bonus untuk para karyawanmu. "


" Apa kau tidak ikhlas? "


" Terserah aku tidak peduli " jawab Reno masih tidak sadar karena ia akan di kerjai


Lihat saja nanti ekspresimu batin Via terkekeh


Via menaruh 50 amplop tersebut ke dalam paper bag agar para karyawannya tak melihatnya. Ia dan Reno segera keluar dari ruangan dan terlihat para karyawannya berbaris rapi menyambutnya.

__ADS_1


Via berusaha menahan tawanya melihat ekspresi Reno yang kebingungan. Ketika pria itu lengah Via segera berlari kecil dan menuju kemobilnya meninggalkan butik.


Rasakan permainanku pria sombong gerutu Via tersenyum puas


__ADS_2