Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Di Remehkan


__ADS_3

" Apa kau bilang wanita berbisa? Bukankah kau yang seperti itu" ucap Reno menatap Via dengan tajam


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


" Kau sama saja seperti mereka " sahut Via kesal mendengar jawaban Reno


" Aku bercanda honey karena aku lebih mengenalmu dibanding mereka." mencubit hidung Via karena gemas melihat Via yang sangat mudah tersinggung


" Awww hentikan sakit Ren " menepuk tangan Reno yang mencubit hidungnya


" Aku ikut saja ke sana. Bukankah kita sudah melakukan jumpa pers. Mereka bertiga pasti sudah tahu dan ingin melakukan sesuatu kepadamu " tebak Reno asal


" Yah terserah kau saja dan ikuti saja mereka menghinaku nanti " ucap Via tersenyum


Reno dan Via keluar dari mobil dengan serentak. Wajah mereka bertiga sedikit berubah melihat kedatangan Reno dan Via masuk ke dalam toko.


" Jangan lupa pesananku tadi dan aku ingin kau yang mengantarnya sendiri " ucap Reno datar kepada Via


" Baiklah tunggu sebentar aku menyiapkannya " membungkukkan sedikit badannya


Via mendekat ke arah para karyawannya dan meminta mengikuti semua permainannya. Para karyawannya tak bisa menolak seperti biasa tentang keinginan atasannya yang sedikit aneh.


" Ada yang pertunangan di gantung ni gara gara ketahuan bertemu dengan sang mantan " ucap Mama Rosa karena senang Reno hanya terlihat datar menanggapi Via


" Lagian juga kakak tukang kebun di jadikan tunangan. Apakah stok wanita kaya sudah habis di kota ini ? " celetuk Bunga melipat kedua tangannya


" Bagaimana kalau kita kembali lagi Ren " ucap Kiran langsung bergelayut manja dengan Reno


" Baiklah mari kita melanjutkan kembali hubungan kita " jawab Reno sedikit menggoda Kiran


" Kan tidak sia sia mama memperkenalkanmu kembali dengan cinta pertamamu bukan Ren " sahut mama Rosa dengan riang


" Iya kak dari pada dengan tukang kebun itu. Kakak tahu tidak sebelum bekerja di toko bunga ini mantan tunangan kakak itu bekerja sebagai pelayan di butik Ana " ucap Bunga dengan percaya diri


Jadi ini yang ingin kau perlihatkan denganku. Tega teganya mereka menghinamu karena kesederhanaanmu dan kau mengikutinya saja gumam Reno dalam hatinya


" Maaf tuan pesananmu sudah siap dan tinggal di antarkan " ucap Via memberitahukan Reno


" Oh ya gadis kampungan yang miskin, karena hari ini aku sedang bahagia aku akan memborong semua bunga di toko ini " ucap Mama Rosa sombong


" Benarkah nyonya. Terima kasih atas kebaikan anda nyonya " ucap Via membungkukkan badannya dan sedikit terkekeh


Via segera menghitung jumlah semua bunga pesanan Mama Rosa bersama para karyawannya. Setelah selesai ia memberikan nota kepada Mama Rosa.


" Ini jumlah pembayarannya nyonya " ucap Via memberi selembar nota


" Ini uang kembaliannya buat kamu. Lumayan bukan untuk mentraktir teman temanmu itu " ucap Mama Rosa memberikan beberapa lembar uang cash dengan jumlah besar


Makan bungaku itu setiap harinya para wanita berbisa gumam batin Via


" Oh ya mantan tunangan kekasihku. Kalau kau tak betah bekerja di sini lebih baik bekerja di hotelku saja. Gajinya pasti lumayanlah dari disini " sahut Kiran tersenyum sinis kepada Via


Ternyata benar yang di katakan Anggun selama ini dan aku tak bisa melihat mana yang benar selama ini ucap Reno kesal dalam hatinya


" Lebih baik kita pulang saja. Aku menumpang mobil mama saja ya " ucap Reno


" Lalu tadi mobil siapa yang kamu bawa? " tanya Mama Rosa keheranan


" Itu mobil milik toko bunga ini ma " jawab Reno


" Ya ampun memakai mobil orang sembarangan hanya untuk pamer agar tak ketahuan miskinnya " celetuk Bunga


" Sudah cukup kalian semua meng.... " ucapan Reno terhenti karena melihat mata Via yang melotot dan menggelengkan kepalanya sebagai isyarat agar tak memberitahukan semuanya


" Meng apa sayang" tanya Kiran kebingungan melihat Reno sedikit marah


" Mengobrol disini lebih baik kita mencari cafe terdekat bagaimana? " jawab Reno sedikit mengelak


Untunglah Reno tak membocorkannya ucap Via pelan


Via sangat lega melihat mereka semua telah pergi meninggalkan tokonya. Dan pandangannya buyar karena febri berada di hadapannya.


" Ibu kok gak bilang kalau udah tunangan dengan pak Reno dan ternyata tiga wanita berbisa itu keluarga pak Reno " tanya Febri sedikit terkejut


" Kan kemarin sudah saya bilang bahwa secepatnya kalian mengetahuinya bukan " ucap Via tersenyum


" Oh ya bu. Mengapa Pak Reno jadi seperti itu? Tak terlihat seperti ia yang biasanya " celetuk Dini langsung tiba dan nimbrung


" Entahlah mungkin ia telah terkena bisa mematikan dari tiga wanita tadi " jawab Via terkekeh


Para karyawannya pun ikut tertawa mendengar jawaban dari Via dan mereka semua melanjutkan menyiapkan pesanan yang cukup banyak hari ini

__ADS_1


Perusahaan Wijaya at 14.32


Reno segera masuk ke kantornya karena akan melakukan meeting dengan karyawannya. Ia segera menemui Bobi yang telah menunggunya.


" Anda sudah datang tuan. Rapat kita setengah jam lagi "


" Baiklah. Oh ya apa kau telah mendapatkan bukti tentang Reki dan Kiran? "


" Sudah tuan. Tapi saya masih mencari yang lebih akurat lagi agar tak keliru tuan "


" Lebih baik cepat Bob. Aku tak ingin kehilangan cintaku yang sebenarnya "


Ternyata tuanku kembali gila dengan cinta gumam Bobi dalam hatinya


" Baiklah tuan. Aku akan memberikanmu bukti secepatnya " membungkukkan badannya ke arah Reno


Reno masuk ke ruangan karena meeting akan segera di mulai. Hari ini meeting hanya sebentar karena sebelumnya semuanya telah di bantu oleh Bobi.


" Meeting kita hari ini sampai di sini dan terima kasih atas kerja sama kalian. Tingkatkan terus kerja kalian " membungkukkan sedikit badannya dan melangkah keluar ruangan


Drrtt drrttt


Tumben wanita ini meneleponku gumam Reno


" Hallo honey. Tumben meneleponku. Rindukah ? " ledek Reno


" Yah aku rindu tapiii bohong " tertawa meledek Reno kembali


" Kau menyebalkan " ucap Reno sedikit kesal


" Aku sudah tiba di kantormu. Pesananmu diletakkan dimana? "


" Kau tunggu saja di lobi dahulu nanti Bobi datang kesana dan ia akan memberitahukanmu. "


" Baiklah Ren "


" Oh ya masalah pembayaran nanti kamu ke ruanganku saja ya. See you "


Tuuutttt tuuutttt


Dasar wanita aneh kadang jutek, kadang menyebalkan, kadang berubah manis. Membuatku semakin pusing ucap Reno mengacak acak rambutnya


" Maaf tuan apa ada masalah? " ucap Bobi menghentikan tingkah Reno


" Baiklah tuan "


Bobi tiba di lobi dan segera menemui Via yang sedang menunggu kedatangannya. Bobi menunjukkan jalan menuju ruangan tempat meletakkan pesanan tersebut. Via dan beberapa karyawannya mengikuti langkah Bobi dan akhirnya sampai ke belakang taman di belakang kantor Reno.


" Disini tempatnya nona " ucap Bobi


" Baiklah terima kasih tuan. Maaf telah merepotkan anda " jawab Via membungkukkan badannya


" Jangan panggil aku tuan nona. Panggil saja Bobi karena aku tak ingin bermasalah dengan tuan Reno " ucap Bobi datar


" Iya baiklah Tuan Bob " meledek Bobi


Bobi menatap tajam Via karena dengan sengaja memanggilnya tuan lagi. Via hanya terkekeh melihat raut wajah Bobi yang berubah karena ia ledek.


Via dan para karyawannya telah selesai meletakkan bunga bunga di tempatnya. Via meminta karyawannya untuk kembali ke toko bunga karena ia ingin menemui Reno dan memberi nota pembayaran. Via melangkah menuju lantai delapan untuk menuju ruangan Reno. Ia melihat sekretaris Reno tidak ada di depan ruangannya dan ia segera mengetuk pintu ruangan Reno


Tokk tokk tokkk


" Per....." ucapan Via terhenti karena ia mendengar suara seseorang wanita dari dalam menyuruhnya untuk masuk


Suara wanita, ah mungkin sekretaris yang biasa ada di depan. Apa yang kau pikirkan vi, buang semua pikiran negativemu gumam Via


Via membuka pintu ruangan Reno dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Betapa terkejutnya ia melihat di atas sofa seorang wanita duduk di pangkuan Reno dengan keadaan kancing wanita itu terbuka beberapa dan terlihat belahan pa******nya. Entah mengapa hati Via terasa sakit melihatnya dan segera mendekat memberi nota pembayaran. Reno yang terkejut melihat kedatangan Via langsung menjolak Kiran ke sebelahnya untuk menjauh dari hadapannya.


" Maaf tuan mengganggu, pesanan anda sudah saya letakkan di tempatnya dan ini nota pembayarannya " ucap Via tertunduk karena tak ingin terlihat matanya yang memerah dengan sendirinya


" Honey ini tak seperti yang kau lihat " jawab Reno menarik tangan Via agar tak pergi


" Anda bisa mentransfer atau langsung membayarnya ke toko kami. Permisi aku pamit. Terima kasih tuan untuk hari ini " menarik tangannya dan berlari keluar dari ruangan Reno menuju lift.


Mengapa hatiku merasa sakit melihatnya? Bukankah bagus kalau ia telah kembali dengan cintanya? Aku bisa kembali hidup normal tanpa harus ada gangguan darinya ucap Via dan segera menghapus air matanya karena pintu lift telah terbuka


Via berlari menuju pintu keluar menahan air matanya yang ingin terjatuh lagi. Bobi yang berada di depan lift melihat Via segera menyapanya tapi tak di pedulikan oleh Via. Lagi langkahnya terhenti karena dua wanita berbisa menghadangi jalannya.


" Permisi nyonya aku mau lewat " ucap via tanpa melihat siapa yang menghadangi jalannya


" Gadis miskin sepertinya kau sedang menangis? " ucap Mama Rosa tertawa bersama Bunga

__ADS_1


Dua wanita berbisa ini, aku akan memberikan perhitungan denganmu batin Via menahan amarah yang tak terbendung lagi


" Aku sedang tak ingin berdebat dengan kalian berdua " ucap Via menatap kedua wanita itu dengan sinis


" Wahh kau sudah berani denganku ternyata tukang kebun " celetuk Mama Rosa


" Apa yang perlu aku takutkan dengan wanita berbisa seperti kalian " sahut Via menentang dan melipat kedua tangannya


" Sepertinya dia perlu mendapatkan sedikit pelajaran ma " ucap Bunga mencolek mamanya


" Ayo tampar aku. Mengapa menunda tamparanmu itu? " teriak Via kesal melihat Mama Rosa ingin menamparnya tapi entah mengapa di urungkannya


Braakkkk


Seseorang dengan kuat mendorong Via hingga ia terjatuh ke lantai. Via segera menoleh ke belakang melihat pelaku yang mendorongnya. Terdengar tawa sangat keras dari ketiga wanita berbisa itu. Via tak tinggal diam ia segera berdiri dengan keadaan kakinya yang sedikit karena mencoba menahan dorongan yang kuat secara mendadak tadi tapi tak tertahankan. Ia mendekat ke arah Kiran dengan tatapan tajam dan kembali menjolaknya hingga terjatuh


" Kau kira aku hanya diam dengan perlakuanmu wanita busuk " teriak Via menggenggam dagu Kiran yang sedang terduduk di lantai


"Lihat saja tidak akan ada yang membelamu sekalipun mantan tunanganmu itu " ucap Kiran tersenyum sinis


" Hentikan Via " ucap Reno yang telah tiba di hadapan Via


" Kau ajarkan sopan santun kepada ketiga wanita ini " melepaskan genggamannya dari dagu Kiran


" Honey " ucapnya dengan pelan


Via segera berdiri dan melangkah menuju pintu luar dan dengan sengaja menabrak dengan kuat Mama Rosa dan Bunga yang menghadangi jalannya.


Tunggu pembalasanku selanjutnya ucap Via


" Aku mendukung tunangan pak Reno karena ia pertama dan satu satunya yang ku lihat berani melawan ketiga wanita semena mena itu " bisik salah satu karyawan Reno


Reno yang sadar para karyawannya sedang membicarakan dan melihatnya segera meminta mereka kembali bekerja dan mengusir ketiga wanita itu. Reno memerintahkan Bobi untuk mencari keberadaan Via bersama anak buahnya.


Apartement Kalijaga at 17.15


Mobil Via terparkir di tempat biasanya dan ia sadar bahwa dari tadi mobil sedan biru mengikutinya dari tadi hingga ke apartementnya. Dengan amarah yang tersisa Via segera mendekati mobil tersebut yang berhenti di depan apartement


" Maaf tuan lihat wanita itu " ucap sopir yang melihat Via mengetuk terus kaca jendela mobil kepada Bobi


" Biar aku urus " jawab Bobi


Bobi menurunkan kaca jendelanya dan dengan santai menyapa Via seakan akan tak ada yang terjadi


" Jangan ikutiku lagi. Katakan pada tuanmu itu tak perlu mencariku atau menemuiku lagi. Aku sangat membencinya " ucap Via dengan nada tinggi dan segera beranjak dari tempat itu menuju apartementnya


" Tuan wanita itu sedikit menakutkan " ucap sopir di sebelah Bobi


" Tapi dia belum semenakutkan bos kita " celetuk Bobi datar


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Malam ini Reki menunggu Via di cafe pertama kali ia berkencan. Ia telah menghubungi Via untuk membicarakan sesuatu hal yang penting dan Via menyetujuinya. Terlihat wanita yang ia tunggu mendekat dan duduk di hadapannya.


" Maaf kak aku sedikit terlambat "


" Tidak apa apa Vi. Mau pesan apa? "


" Masih sama seperti yang dulu. Tidak lupakan kak? "


" Tidak mungkin aku melupakan semua tentangmu " jawab Reki tersenyum


Mereka berbincang sejenak menunggu pesanan datang. Tak jauh dari meja mereka Reno memperhatikan mereka berdua. Via beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke toilet. Di tengah langkahnya tanpa sengaja ia melihat sosok Reno sedang menutup wajahnya dengan sebuah majalah memperhatikannya tapi ia berpura pura tidak tahu.


Kau mengikuti ternyata, lihat apa yang akan kau dengar nanti gumam Via dalam hatinya


Terlihat makanan telah terhidang di atas meja. Via segera duduk setelah dari toilet. Reki mempersilahkannya untuk menikmati hidangan yang telah tersedia. Mereka berdua bersenda gurau dan Reno sangat kesal menatapnya.


" Vi " ucap Reki


" Ada apa kak? " tanya Via penasaran


" Maukah kau kembali menjadi kekasihku ? " tanya Reki menggenggam kedua tangan Via


Reno yang mendengar dan melihatnya menahan amarahnya karena tak terima jika Via benar benar menerimanya. Via menatap ke arah Reno dengan sengaja dan tersenyum sinis


Apa yang akan kau lakukan ucap Reno dalam hatinya menatap Via kembali


" Maaf kak tapi aku..... " segera menghentikan ucapannya dan membuat Reki dan Reno yang dari kejauhan menunggu jawaban Via


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA

__ADS_1


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘


__ADS_2