
Drrt drttt
Mesage from papanya mama
Papa harap malam ini kau menemani Reno Wijaya makan malam di hotel Kusuma jam 8 malam karena ada pertemuan yang sangat penting. Jangan buat malu papa anggap saja karena kebaikannya mengurusmu.
Kalau bukan karena janjiku kepada mama aku sudah pergi jauh darimu gerutu Via
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Via telah sampai di dalam apartementnya. Ia segera merapikan barang belanjaan yang ia beli tadi. Bel apartementnya berbunyi dan ia segera membukanya
" Maaf benar dengan mbak Via. Ini ada peket untuk mbak dan saya permisi ya mbak " ucap ojek online memberikan kotak merah kepada Via
" Siapa lagi yang mengirimiku paket " menutup pintu apartementnya dengan membawa kotak merah tersebut
Via segera membuka paket tersebut. Terlihat gaun berwarna coklat dengan pita besar di bahunya. Via membuka sebuah kertas yang ada di dalamnya
Pakai gaun ini untuk menemaniku nanti malam. Aku tunggu kau di bawah jam tujuh malam. Jangan menolak anggap saja ini untuk membalas kebaikanku tadi.
RENO WIJAYA
" Ternyata dia menolongku karena sesuatu. Baiklah aku tak akan tertipu lagi dengan permainanmu " ucap Via kesal meremas kertas tersebut dan membuangnya sembarang
Malam telah tiba Via bersiap untuk menemani Reno makan malam hari ini. Via memakai gaun yang diberi Reno tadi. Ia menatap dirinya di cermin terlihat ia yang memakai gaun coklat selutut dengan bahu terbuka dan hiasan pita di bahu sebelah kanan. Via membiarkan rambut ikal panjangnya terurai menutupi bahunya dan memakai pita kecil di rambutnya dengan make up tipis seperti biasa dan memakai sendal hak bertali melihatkan kaki jenjangnya. Via segera turun ke bawah karena takut Reno terlalu lama menunggu.
Benar saja ketika Via sampai di bawah terlihat mobil Reno telah sampai. Via segera mendekat dan melihat Bobi berdiri di luar membuka pintu belakang untuknya
" Silahkan masuk nona "
Via masuk kedalam dan duduk tepat di sebelah Reno
" Kau terlihat cantik malam ini honey. Jangan membuatku malu nanti di sana. Jika terjadi sesuatu yang buruk maka papamu yang akan menanggungnya " ancam Reno
" Aku tidak peduli. Lagi pula papaku melakukannya karena ibu tiriku yang gila harta itu. " jawab Via ketus
Hotel Kusuma at 20.00
Via masuk ke dalam hotel dengan di gandeng oleh Reno. Ia melihat wanita di sekitarnya sibuk bergosip tentang dirinya. Terdengar suara seorang wanita mengatakan bahwa tidak sabar melihat siapa wanita sayembara itu. Via tak peduli dan mengikuti kemana Reno membawanya
" Selamat malam nek." ucap Reno
Via hanya memberikan senyuman dan anggukan kepada nenek Mona.
" Kau tetap memilihnya ? " tanya nenek moma sinis
" Iya nek aku tak akan merubah pilihanku sekalipun nenek menentangnya. "
Dari kejauhan Via melihat pak bambang beserta keluarga menuju ke arahnya. Tanpa sengaja Via menggenggam tangan Reno dengan kuat. Reno merasa sedikit kesakitan tapi di tahannya karena ia melihat orang yang membuat hidup Via sedikit berantakan.
" Honey kau baik baik saja ?" tanya Reno berpura pura tidak tahu
" Maaf aku terlalu kuat menggenggammu. Sakit ya Ren ? " melepaskan genggamannya dan mengelus lengan Reno
" Aku tidak sakit honey " mengambil tangan Via dari lengannya dan mencium punggung tangannya
Tante Lena dan Karin yang melihat pandangan itu sangat kesal. Banyak tamu yang menyaksikan sangat iri dengan keromantisan Reno
" Beruntungnya wanita itu terpilih dalam sayembara. Aku jadi iri " celetuk satu tamu wanita
Tante Lena dan Karin bertambah kesal dengan ucapan para tamu yang memuji Via memutuskan pergi menjauh dari mereka
" Anak sialan itu pintar sekali mencari perhatian"
" Jika saja aku yang terpilih ma pasti aku bahagia" celetuk Karin dengan keadaan cemberut
" Kau tau mengapa anak sialan itu terpilih? "
" Tidak ma semoga saja karena suatu masalah " ucap Karin asal
" Benar sekali sayang. Reno hanya ingin membalaskan dendamnya kepada Reki dan memutuskan untuk mengejar Via dan menyakitinya " ucap tante lena tertawa
" Wah mama hebat sekali tau tentang semua ini " ucap Karin mengacungkan jempolny
" Mama lebih selangkah dari anak b**** itu " ucapnya dengan tatapan sinis melihat Via
Para tamu undangan menikmati acara yang sedang berlangsung. Tiba saatnya Reno memberikan kata sambutan di atas panggung. Ditengah kata sambutannya Reno memperkenalkan Via kepada para tamu undangan
" Aku akan memperkenalkan wanita yang ku pilih di acara sayembara kemarin "
Wanita sayembara kata kata yang pantas untuk mengejekku batin Via
" Dia adalah Viani Putri. Putri dari tuan Bambang " menunjuk ke arah Via
__ADS_1
Terdengar tepuk tangan dari para tamu. Pak Bambang mendapatkan banyak kata selamat dari para rekan bisnisnya. Sedangkan Via sangat kesal dan malu dengan kelakuan Reno dan papanya.
Kalian berdua sama saja tidak punya hati gerutu Via memberi senyum palsu kepada beberapa tamu yang mendekatinya
Acara telah selesai Reno mengantarkan Via pulang. Di dalam perjalanan mereka berdua hanya diam. Reno sangat berubah tak seperti biasanya yang sering mengganggu Via dan membuat perdebatan di antara mereka.
Mungkin setelah puas mendapatkan yang ia inginkan dia menjadi berubah. Aku sudah mulai tahu alasan ia mendekatiku. Dia hanya tak mau mengecewakan neneknya. Mungkin setelah ini aku bisa pergi karena sudah membuat neneknya bahagia.
Tak terasa Via telah sampai ke apartementnya. Ia segera turun dan tak ada satu katapun dari Reno. Reno berlalu meninggalkan Via setelah ia turun dari mobil.
Ia mencoba menambah beban di hatiku dan akan terdaftar selanjutnya menjadi orang yang aku benci setelah keluargaku ucap Via segera menuju ke apartementnya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Dua minggu berlalu setelah acara makan malam itu Reno tak pernah lagi datang menemui Via. Ia sangat bersyukur karena tak ada lagi yang mengganggu hidupnya tapi di sisi lain Via merasa sangat kesepian karena tak ada temannya untuk berdebat. Via memutuskan untuk datang ke taman di tepi danau tempat Reno mengajaknya membuang segala masalahnya.
Via duduk di bangku yang sama saat Reno mengajaknya dulu. Via memandangi danau yang sangat indah. Rambut ikal panjang Via bergoyang tertiup angin dari danau. .
Semoga dengan aku datang kesini aku bisa melupakan rasa kesepianku sama seperti masalahku yang sebelumnya ucap Via berdiri di tepi danau menutup matanya dan merentangkan tangannya menikmati angin yang bertiup dari danau.
Tiba tiba Via merasakan bisikan dari seseorang di telinga kanannya dan membuatnya terbangun dari lamunannya.
" Honey ucapanmu terkabulkan rasa kesepianmu telah hilang " memeluk pinggang wanitanya
" Lepaskan Ren" mencoba keluar dari pelukan Reno
" Mengapa kau datang kemari. Apa kau merindukanku? " menggoda Via dan melepaskan pelukannya
" Aku membencimu " teriak Via berlari menuju mobilnya meninggalkan Reno sendiri di tepi danau
Ucapanku terkabulkan bagaimana bisa terjadi. Aku sudah sangat bahagia ia tak pernah menemuiku gerutu Via mengentukkan kepalanya ke arah stir mobilnya.
Via melihat Reno berlari ke arah mobilnya segera melajukan kendaraannya meninggalkan Reno
"Maaf aku mulai menyakiti hatimu honey"
Via selalu menghindar ketika Reno menemuinya karena kejadian di tepi danau kemarin. Reno selalu datang ke toko bunga tapi Via tak pernah menemuinya dan mengunci diri di ruang kerjanya. Reno juga mendatangi apartement Via beruntung Via sudah mengganti paswordnya dan pria itu tidak bisa masuk seenaknya. Reno selalu mencari cara agar dapat menemui Via. Setiap hari Reno mengirimkan bunga ke apartement Via tapi di kirim kembali oleh Via.
Hari hari berlalu membuat Via kerepotan sendiri menghadapi Reno. Via memutuskan untuk pulang ke desa melupakan segalanya dan bisa menghindari Reno untuk beberapa hari.
Flashback
Dua minggu Reno harus pergi ke luar negeri untuk meresmikan perusahaan cabang barunya. Sebenarnya Reno tak ingin datang kesana karena nenek Mona yang memintanya dengan terpaksa ia menuruti.
Reno melewati hari demi hari mengurus bisnisnya untuk melupakan Via sejenak. Ia sibuk mengisi kerinduan dengan wanitanya dengan bekerja.
Dua minggu berlalu Reno segera bergegas pulang untuk menemui Via. Ia menghubungi Bobi untuk mencari keberadaan Via.
Drrrtt drrtt
" Hallo Bob, apa kau menemuinya? "
" Dia sedang berada di taman di tepi danau "
" Baiklah. Kau tunggu aku disana saja Bob. Aku segera menyusul dari bandara "
Reno melihat wanitanya berdiri di tepi danau. Ia mendekat secara perlahan dan mendengar semua ucapan Via. Ia segera memeluk wanitanya melepaskan rindu. Tapi Via menolak dan pergi berlalu meninggalkannya.
" Maaf aku mulai menyakiti hatimu honey "
Flashback off
Desa Bunga Abadi at 10.00
Pagi pagi sekali Via melakukan perjalanannya menuju ke desa dan segera menuju ke rumah Bibinya. Ia ingin menghabiskan waktu dua harinya tanpa gangguan apapun. Via tiba di depan rumah Bi Imah dan masuk secara perlahan agar bi Imah tak mengetahui kedatangannya
" Bibi aku rindu " memeluk bibinya dari belakang dan mengejutkannya
" Kenapa tidak memberitahukan bibi dahulu non kalau mau kesini " ucap bi Imah menghentikan pekerjaannya sejenak
" Surprise bi " memberikan senyuman lebarnya
Via memutuskan untuk beristirahat di kamarnya dan berpesan kepada bibi bahwa ia tak ingin di ganggu dahulu oleh siapapun. Bi Imah paham dengan permintaan Via karena pasti wanita itu melewati masalah yang sulit.
Aku rindu kamar ini dan ketika makan malam saja aku baru keluar ucap Via dan segera beristirahat
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Di tempat yang berbeda Reno sibuk mencari Via tapi tak menemukannya sama sekali. Reno memutuskan untuk mengunjungi toko bunga dan bertanya keberadaan wanitanya
" Maaf mengganggu kalian. Bisakah aku bertemu dengan bosmu ada pesanan yang ingin aku selesaikan dengannya " ucap Reno berbohong
" Maaf tuan ibu Via kemarin berpamitan kepada kami untuk pergi menemui bibinya selama dua hari "
__ADS_1
" Kemana? " tanyanya penasaran
" Maaf kalau itu kami kurang tahu tuan " ucap Mia
" Baiklah terima kasih atas informasinya."
Reno pergi meninggalkan toko bunga dengan rasa kecewa. Ia segera kembali ke kantor menemui Bobi untuk menanyakan hal yang sama
" Bob apa kau tak menemukannya ? "
" Maaf tuan saya belum menemukannya
" Ahhh sial mengapa aku jadi seperti ini " memukul kursi di dalam ruangannya
Kau ini aneh tuan. Ingin menyakiti hatinya mengapa menjadi mulai mencintainya gumam Bobi dalam hati
" Aku akan segera mempercepat rencanaku agar ia tak lari lagi. Segera buat janji dengan Tn.Bambang " perintah Reno kepada Bobi
" Baik tuan " ucap Bobi meninggalkan Reno keluar ruangan
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Pulau tengah Via mulai berbunyi ia terbangun dari tidur panjangnya dan memutuskan untuk bergabung ke ruang makan bi Imah.
" Selamat malam semuanya " ucap Via menuju meja makan
" Kakakkk aku rindu " ucap Siska mendekat ke arah Via dan memeluknya
" Sudah nanti lagi berpelukannya ayo kita makan dulu " ucap bibi
Mereka semua menikmati malam dengan bahagia karena jarang sekali mereka berkumpul.
" Kak aku tidur di kamar kakak ya " rengek Siska kepada Via
" Iya adikku sayang. Kita segera ke kamar kakak aja yuk " berjalan menuju kamarnya
" Kak besok ke kebun yuk ? " ajak Siska melihat atap atap langit kamar
" Kakak sedang malas keluar sis. Kita di rumah aja ya. Akhir akhir ini kakak jarang istirahat "
Siska mengikuti permintaan Via. Via menceritakan yang terjadi padanya saat ini dan siska juga menceritakan hari2nya di desa. Tak terasa hari telah larut malam mereka berdua memutuskan untuk tidur dan bermimpi indah.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Matahari pagi menyinari desa Bunga Abadi cahayanya masuk ke celah jendela sepasang gadis yang sedang tidur pulas. Via terbangun dari tidur panjangnya dan mengganggu tidur pulas adiknya.
" Hei jomblo bangun hari sudah siang " dengan keadaan menguap dan menggoyangkan badan siska
" Sebentar lagi ya kak. Limat menit lagi " menarik selimutnya dan melanjutkan tidurnya
" Terserah kau saja kakak mau pulang pagi ini " ucap Via berbohong agar siska bangun
" Cepat sekali kak " langsung mengambil posisi duduk
" Hehehe kakak bercanda. Kamu sih kakak disini malah tiduran lebih baik kakak pulang aja " melipat kedua tangannya
Mereka bersenda gurau di tempat tidur dan memutuskan mandi untuk melanjutkan sarapan.
Pagi ini mereka menikmati sarapan soto buatan bi Imah. Via memutuskan hari ini di rumah saja belajar memasak bersama bi Imah dan Siska serta sore hari berkunjung ke makam mamanya seperti Biasa. Via memutuskan pulang esok hari karena ia yakin pasti sangat sibuk karena dua hari sudah meninggalkan toko bunga.
Ketika masak bi Imah menceritakan sesuatu yang penting untuk Via ketahui.
" Non, ada yang ingin bibi bicarakan "
" Ada apa bi? Sepertinya serius. Mengenai apa bi? "
" Mengenai mamamu. Sudah waktunya non mengetahui semuanya. Bibi tak ingin menjadi beban selama hidup Bibi "
" Ayo kita duduk di belakang saja bi " mematikan kompor dan menunda belajar memasaknya
" Kak biar siska aja ya yang nerusin masakannya. Karena juga sebentar lagi waktunya makan siang " pinta siska kembali menghidupkan kompor dan melanjutkannya sendiri
Bibi Imah dan Via memutuskan duduk di taman belakang dan membawa teh hangat serta roti tawar untuk menemani mereka berbincang.
" Tapi bibi minta maaf sebelumnya ya non karena sudah lama merahasiakannya karena bibi menunggu waktu yang tepat " menggenggam kedua tangan Via
Via merenung sejenak mendengar ucapan bi Imah. Ia berpikir bagaimana mungkin bi Imah tidak terbuka dengan semuanya sedangkan Via selalu menceritakan semua kehidupannya tanpa menutupi sedikitpun.
JANGAN LUPA LIKE SETIAP EPISODE NOVEL PERTAMA AUTHOR INI YA 😊
Maaf jika masih terdapat kesalahan karena author masih pemula dan selalu membutuhkan dukungan serta komentar dari kalian semua 🙏
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘
__ADS_1