
" Baiklah Bob. Permainan segera di mulai. Aku akan menghancurkan mereka satu persatu" ucap Reno tersenyum sinis
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
" Apa rencanamu selanjutnya tuan"
" Apalagi kalau bukan menghancurkan musuhku satu persatu"
Pekerjaanku bertambah rumit batin Bobi
" Oh ya besok aku akan mengikuti wanita itu kemanapun ia pergi. Aku akan segera mempermainkannya. Dan segera atur pertemuan dengan Tn.Bambang aku ingin sedikit memberikannya penawaran" pinta Reno
Mereka telah menyusun rencana untuk esok dan menghentikan perbincangannya. Mereka segera beristirahat karena jam telah menunjukkan pukul satu malam.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Via menuju ke toko bunganya seperti biasanya. Hari ini akan menjadi perjalanan yang sangat melelahkan karena ia juga akan melakukan pemotretan di butik milik tante ana. Belum lagi di tambah pesanan bunga yang mendadak dalam jumlah besar dari langganan baru yang membuat Via cukup heran. Tapi Via tak memperdulikannya karena Via bisa memberi sedikit bonus kepada karyawannya jika ada pelanggan yang memesan dalam jumlah besar.
" Selamat pagi bu. Selamat datang" sapa mia seperti biasa membukakan pintu toko
" Selamat pagi kembali Mia. Hari ini semangat full ya " goda Via
" Siap bu. Oh ya bu langganan baru kita akan datang jam 9 nanti bu. Dia baru saja menelepon toko kita tadi "
" Baiklah. Kalau sudah datang nanti panggil saya di atas ya mi" pinta Via
" Baik bu"
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Mobil mewah hitam berhenti di depan toko bunga Via. Terlihat seorang pria tinggi berkulit putih turun dari mobil mengenakan setelan jas berwarna coklat muda membuat semua karyawan Via terpanah akan ketampanannya.
" Wah tampan sekali. Idola para wanita " celetuk dini salah satu karyawan Via yang tak bisa kontrol jika melihat pria tampan
" Ushhh sudah. Itu pelanggan kita yang baru. Suruh dia menunggu di taman sebelah ya din. Aku akan memberi tahu bu Via di atas " ujar Mia meletakkan bunga yang sedang ia kemas
Tokk tokk
" Iya masuk" sahut orang di dalam ruangan
" Maaf bu. Pelanggan kita yang baru sudah datang. Ia menunggu ibu di taman"
" Baiklah saya akan segera turun dan bawakan minuman untuk pelanggan tersebut ya mi " pinta Via
Terlihat via menuju taman untuk bertemu pelanggan barunya. Pria tersebut terpesona melihat penampilan Via memakai rok levis selutut, baju panjang berwarna pink yang melihatkan kedua pundaknya dan sepatu sporty berwarna putih. Tak lupa memakai lipstik tipis di bibirnya dan rambut panjang ikal yang di biarkannya terurai. Berbeda dengan Via ia sangat kesal melihat pria langganan barunya tersebut.
Mengapa harus pria ini langganan baruku. Kalau bukan karena karyawanku sudah bahagia akan mendapatkan bonus aku sudah membatalkannya batin Via yang segera duduk di hadapan pria tersebut
" Hai honey. Kita bertemu lagi dan kau terlihat cantik hari ini" goda Reno
" Ehmm ke intinya saja. Kemana bunga itu harus dikirim? " celetuk Via kesal
Ketika Reno ingin menjawab pertanyaan Via datang Mia membawakan minuman kepada mereka.
" Ini bu minumannya. Saya permisi "
" Tunggu mia. Apa pesanan tuan ini sudah siap?"
" Tinggal sedikit lagi bu. Nanti saya akan memberitahukan ibu jika sudah selesai"
" Baiklah terima kasih mia. Kamu boleh kembali"
Reno memperhatikan Via yang sedang berbincang dengan karyawannya. Tanpa sadar Via mengagetkannya dan membuyarkan semua lamunannya.
" Tuan apa yang anda lihat ? "
" Hanya melihat bidadariku yang manis di hadapanku" goda Reno kembali
" Ayolah Reno. Stop jangan seperti itu. Jangan membuatku tambah kesal" ucap Via dengan nada sedikit tinggi
__ADS_1
" Oh ya ini alamat bunga bunga itu harus di antar. Tapi......" menyodorkan kertas dan menghentikan sebentar ucapannya
Pasti ada maksud di balik semua ini. Ahh sial gerutu via dalam hati
" Tapi aku ingin kau yang mengantarkannya bersamaku honey. Kalau kau tak bersedia aku akan membatalkan semua pesananku. Bagaimana?" Kata Reno tersenyum bahagia akan rencananya
" Terserah apa maumu Reno. Aku akan menyusulmu mengantar pesananmu. Pergilah kau terlebih dahulu" ucap via kesal
" Ayolah honey aku tau kau tidak membawa mobil hari ini. Kan sudah kubilang tadi aku ingin mengantarkannya bersamamu apa belum jelas yang aku katakan "
Reno tahu Via tak membawa mobil hari ini. Ia mengikuti Via ketika keluar apartement dan ia melihat Via menitipkan mobilnya di bengkel. Lalu pergi menggunakan taksi menuju toko bunganya
Siallll gumam Via
"Apa yang kau katakan honey" reno mendengar sayup ucapan Via ketika sedang meneguk minuman yang ada di tangannya
Mia datang memberitahukan kepada Via bahwa pesanan sudah siap dan tinggal di antar. Via segera meminta karyawannya mengantarkan ke alamat yang sudah ia berikan. Via berkata akan menyusul bersama Reno. Dan terpaksa ia pergi bersama Reno.
Di dalam mobil terasa hening tanpa ada pembicaraan diantara mereka. Via sibuk sendiri dengan handphonenya sedangkan Reno fokus membawa kendaraannya. Akhirnya mereka sampai di sebuah hotel milik keluarga Wijaya. Reno segera turun dari mobilnya dan bergegas jalan membukakan pintu untuk Via
" Kita sudah sampai honey. Ayo masuk" pinta reno mengulurkan tangannya untuk menolong tapi di tolak oleh Via
" Aku bisa jalan sendiri. Setelah aku menyusun pesananmu aku segera pulang. Karena aku masih ada urusan lain"
" Aku akan mengantarkanmu. Jika kau menolak aku akan melakukan yang terjadi pada saat di kantorku waktu itu " ancam Reno
" Dasar tukang paksa " gerutu Via yang bertambah kesal melihat kelakuan Reno
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan. Via mulai menyusun bunga bunga bersama kedua karyawannya yang mengantar bunga tadi. Ketika Via sedang sibuk menata bunga ia berjalan terburu buru untuk mengambil pita pengikat bunga. Lalu ia tersandung sebuah kotak yang tak terlihat karena tertutup bunga yang ia pegang. Ketika ia akan terjatuh Reno yang berada di dekat Via langsung menangkap badan Via. Bunga yang ada di tangan Via jatuh berserakan di lantai. Via jatuh di pelukan Reno jantung Via berdetak kencang sama seperti kejadian di kantor Reno waktu itu.
Jantungku berdetak lagi batin via kebingungan
" Kamu baik baik saja? " tanya Reno sedikit cemas
" Aku baik baik saja. Terima kasih " ucap Via.
" Awww kakiku " ucap Via pelan
Reno membawa Via duduk di bangku terdekat. Karyawan Via yang melihat kejadian tersebut langsung mendekat dan meminta kepada Via tidak melanjutkan pekerjaannya lagi karena terlihat Via yang kesakitan.
" Ini di minum dulu " pinta Reno memberikan sebotol air mineral kepada via
" Terima kasih sudah menolongku"
" Sini biar aku pijit kakimu " lalu menutup paha Via yang sedikit terangkat dengan jasnya karena kedua kaki Via yang diletakkan di atas pangkuan Reno.
Via berusaha menolak tapi tidak bisa karena rasa sakit di kakinya. Reno memijat kaki kanan Via dengan pelan membuat Via mengeluarkan suara kesakitan.
" Apa sudah agak mendingan? "
" Aku rasa sudah ren. Terima kasih" menurunkan kakinya perlahan dari pangkuan Reno
" Mbak pekerjaan kami sudah siap. Kami pamit pulang ya " ujar karyawan Via
" Baiklah. Terima kasih. Kalian hati hati di jalan ya" jawab Via kepada karyawannya sambil melihat pekerjaan karyawannya yang memang sudah siap.
Handphone Via berbunyi dan ia segera mengambilnya dari dalam tas. Via menepuk jidatnya melihat siapa yang meneleponnya. Reno yang berada di samping Via hanya tersenyum melihat tingkah laku wanita tersebut.
Ya ampun aku lupa gumam Via melihat tante ana menelponnya. Segera Via menjawab teleponnya.
Hallo tan?
Kamu dimana vi? Apa kamu lupa dengan janjimu?
Tidak tan. Mana mungkin aku lupa. Aku lagi ada sedikit masalah tan. Maaf aku agak terlambat. Aku segera kesana tan. See you
Tuuttt tuuttt
Via langsung berdiri dengan terburu buru. Ia lupa bahwa kakinya sedang sakit dan hampir terjatuh lagi. Beruntung Reno yang masih ada di sampingnya langsung menggandeng Via.
__ADS_1
" Ayo aku bantu. Aku akan mengantarmu sesuai janjiku tadi" pinta Renò menaruh tangannya di pinggang Via agar tak terjatuh lagi
Mereka berdua berjalan keluar dari hotel menuju parkiran mobil. Banyak karyawan perempuan yang melihatnya merasa iri. Via hanya menunduk ketika banyak pasang mata melihat mereka berjalan. Sedangkan Reno merasa senang karena permainannya berjalan mulus. Reno mengantarkan Via menuju butik tempat ia selanjutnya bekerja.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Tante Ana melihat penampakan yang sangat berbeda hari ini. Ia melihat Via di gandeng oleh pria yang sangat terkenal di kalangan atas. Via masuk ke dalam butik masih di papah oleh Reno. Tante Ana langsung mendekat dan meminta Via duduk di sofa. Via langsung memulai perbincangannya agar tak terjadi salah paham
" Maaf tan aku terlambat. Tadi ada sedikit kecelakaan ketika aku mengantar pesanan. Untung ada dia tadi yang menolongku " ucap Via masih memegang kakinya yang sakit
" Oh ya. Tidak apa apa sayang. Kalau begitu pemotretan kita tunda dulu ya sampai kakimu sembuh " jawab tante ana karena cemas melihat anak angkat kesayangannya
"Kenalin tante ini Reno. Dan Reno perkenalkan mama angkatku Tante Ana"
Tante Ana dan Reno saling berkenalan.Setelah itu Via dan Tante Ana sibuk membicarakan masalah pemotretan. Sedangkan Reno kagum melihat kerja keras Via.
Wajar saja kau sangat mencintai dan menjaga wanitamu ini Reki. Sehingga aku sangat susah mencari tahu tentang kekasihmu ini.Aku akan merebutnya darimu gerutu Reno dalam hatinya
Tak terasa hari sudah sore. Via berpamitan kepada tante ana untuk pulang ke apartementnya. Via sangat kesal dengan Reno karena tak kunjung pulang padahal ia sudah berkali kali menyuruhnya pulang. Tapi Reno tak mendengarnya malahan memaksa lagi untuk mengantarnya pulang dengan alasan ingin bertanggung jawab karena kesalahannya memaksa Via mengantar pesanannya. Via tahu itu hanya alasan Reno agar ia bisa selalu mengganggu hidup Via hari ini.
" Via pulang dulu ya tan" mencium punggung tangan tante ana dan memeluknya. Sebaliknya Reno juga berpamitan dengan Tante Ana dan mencium punggung tangannya
" Hati hati ya sayang. Oh ya Reno tolong antarkan Via sampai ke apartemennya. Jangan macam macam dengan anak kesayangan tante ini " pinta tante ana
" Baik tan^ balas Reno. Kemudian ia meletakkan tangannya kembali ke pinggang Via membantunya berjalan
" Ayo honey kita pulang " goda Reno
" Stop Reno jangan panggil aku honey. Aku ingatkan sekali lagi aku bukan kekasihmu " jawab via kesal
Tante Ana sedikit terkejut mendengar ucapan Reno memanggil Via tadi. Tapi kemudian ia tersenyum melihat tingkah laku kedua anak tersebut. Tante Ana tahu maksud Reno mendekati Via. Ia hanya berharap yang terbaik untuk Via karena ia tak ingin anak kesayangan tersebut tersakiti.
Apartement Kalijaga at 19.00
Via memasuki kata sandi apartementnya. Ia masih di temani oleh Reno. Ia menolak Reno mengantarkannya sampai ke dalam. Tapi ketika ia berusaha berjalan sendiri hampir saja terjatuh lagi. Dengan cepat Reno menolongnya kembali.
Reno memapah masuk Via menuju sofa di ruang TV. Reno melihat isi apartement Via. Ia melihat barang barang yang tersusun rapi dan nyaman. Ia sangat takjub dengan kehidupan Via.
" Ren, jika kamu haus atau lapar ambil saja sendiri ya di dapur. Aku mau ke kamarku ya membersihkan badanku " ucap Via kemudian berdiri berjalan perlahan memegang benda yang disekitarnya agar tak terjatuh.
" Baiklah honey. Apa perlu bantuanku menuju kamarmu? " jawab Reno yang langsung ingin membantu Via
" Tidak usah Ren. Aku bisa sendiri. Pergilah ke dapur sepertinya kamu haus " ujar Via meninggalkan Reno
Via mengunci kamarnya dan segera bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi. Reno sibuk di dapur Via untuk membuatkan susu untuk wanita tersebut. Reno memesan makanan melalui ojek online karena melihat tak ada makanan di dapur Via. Yang ada hanya roti dan cemilan ringan.
Via keluar dari kamarnya memakai piyama polkadot berwarna coklat dan mengikat cempol rambutnya. Ia langsung mendekat ke ruang TV dan langsung memutar film kesukaannya. Reno yang melihat Via telah duduk di sofa segera membawa segelas susu dan air mineral menuju ke ruang TV.
" Ini susu untukmu " memberikan segelas kepada Via
Via mengambil langsung susu tersebut dan segera meminumnya. Terdengar suara bel apartementnya. Reno segera membuka pintu tersebut dan memasukkan kata sandinya. Reno mengingat cepat kata sandi tersebut ketika Via menekannya di luar tadi. Reno mengambil pesanannya dari ojek online tersebut dan segera membawanya masuk.
" Kita makan dulu ya. Àku membelinya karena seharian bersamamu aku lihat kau belum makan apapun hari ini " ucap Reno
Iya memang benar saja hari ini Via hanya sarapan pagi dan hanya minum saja. Itu memang sudah menjadi kebiasaan buruk Via
" Terima kasih ya Ren. Aku memang suka lupa mengisi perutku karena terlalu sibuk bekerja "
Mereka menyantap nasi goreng yang telah di pesan tadi. Via makan dengan lahapnya. Reno memperhatikan wanita tersebut tersenyum melihat kelakuan Via.
" Apa kau masih lapar? "
" Tidak aku sudah kenyang. Pulanglah ren hari mulai larut. Terima kasih ya untuk hari ini ' ucap Via memberikan senyuman manisnya kepada Reno
" Baiklah sebentar lagi aku pulang. Apa aku boleh menumpang ke kamar mandimu? Aku ingin mandi badanku terasa gerah "
" Mandi saja di kamarku Ren. Jangan ganggu aku lagi ya. Aku mau nonton filmku dulu. Setelah mandi kau segera pulang ya"
Permainanku telah mulai aku akan segera membalaskan dendam lamaku batin Reno
__ADS_1