Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Pesta Sayembara


__ADS_3

Lobi Hotel Wijaya at 19.00


Drrttt drrttttt


" Dimana kau? Cepat kesini? Atau aku akan menghukummu "


" Aku sudah lobi mau menuju ke ruang VIP." dasar mak lampir


Tuuut tuuutttt


Anak tak tahu diri seenaknya saja langsung mematikan panggilanku gumam lena


" Apa kau bilang sayang" ucap bambang mendengar sedikit gerutuan lena


" ini anu mas. Via bilang dia lagi didalam lift menuju kesini. Nah itu dia datang mas" ucap lena melihat kedatangan via yang tergesa gesa


Bambang melambaikan tangan ke arah via dan ia mendekat.


" Ayo sayang papa perkenalkan dengan rekan kerja papa yang mempunyai acara ini" ucap bambang


" Aku ikut juga pa" sahut karin dengan kesal karena bambang hanya memperhatikan via saja sejak tadi


Mereka berjalan mengikuti papanya berjalan menuju meja tuan rumah. Sepanjang perjalanan karin hanya mengejek via karena penampilan warna bajunya. Via hanya cuek jika di dengar membuat kupingnya panas. Ditambah mak lampir membumbui mengatainya.


Sepertinya aku kenal dengan wanita itu. Ya ampun mengapa harus berurusan dengannya. Ini kebetulan atau bagaimana batin via melihat nenek mona ternyata tuan acara ini.


" Permisi nyonya. Perkenalkan ini istri saya dan ini kedua putri saya" kata bambang memperkenalkan keluarganya. Mereka menyalami nenek mona. Giliran terakhir via yang menyalami nenek mona.


Semoga dia lupa denganku batin via


" Hai nak bukankah kau pemilik toko bunga kemarin? " kata nenek mona. Walaupun ia sudah tua tapi ingatannya sangat luar biasa.


" Ehmm iy nek. " ucap via sekedar


Tante lena dan karin kesal. Bagaimana bisa via lebih mengenal nenek dari cucu yang akan menjadi calon sayembara.


" Wah syukurlah kalau kalian sudah saling mengenal " sahut bambang


Karena sangat kesal karin sengaja menumpahkan minuman yang ia pegang ke arah gaun via. Karin mengelap tumpahan minuman itu sehingga baju yang via pakai kotor. Nenek mona yang melihat kejadian itu tersenyum sinis melihat kelakuan karin.


Mana mungkin aku akan memilihmu sebagai calon istri cucuku batin nenek mona


" Helen tolong antarkan via menggantikan pakaiannya " ucap nenek mona meminta asistennya mengganti baju via


" Tidak usah repot repot nek. Lebih baik aku langsung pulang saj.. " ucapan via terhenti karena tn.bambang membisikkan sesuatu kepadanya


"Sayang jangan menolaknya ingat permohonan papa." Setengah berbisik kepada via


" mari nona saya temani anda mengganti pakaian anda sebelum acara di mulai" pinta karin mempersilahkan via mengikutinya


" Baiklah. Aku permisi dulu ya pa, nek" kata via meninggalkan mereka semua


Di ruang ganti


" Nona bisa menggantikan baju nona dengan gaun ini" ucap karin memberikan gaun kepada via


" Baiklah terima kasih" ujar via mengambil gaun dari karin dan langsung menggantikan pakaian di kamar ganti.


Selesai via menggantikan gaunnya. Via keluar dari kamar ganti. Helen membukakan pintu untuk via berkumpul dengan para undangan kembali. Baru dua langkah via keluar dari ruangan itu ada seorang yang menabraknya. Via langsung jatuh ke pelukan seseorang tersebut karena tak seimbang. Mereka berdua saling tatap menatap. Via langsung berdiri dan menjauh dari pelukan seseorang tersebut.


" Maaf nona. Apa kau baik baik saja? " ucap reno tersenyum melihat wanita yang selama ini ia kagumi di depannya. Reno tak menyangka bertemu dengan via di acara sayembara ini.


Kalau dia salah seorang putri rekan kerja perusahaan yang datang malam ini. Aku pastikan ia harus menjadi milikku batin reno.


" Aku baik baik saja. Aku permisi tuan" kata via langsung meninggalkan reno.


Mimpi apa aku semalam harus bertemunya lagi gumam via sedikit berbisik


"Ada apa nona? " sahut reno yang mendengar sahutan via


" Ahh tidak tuan. Aku harus segera menemui papaku" ucap via berbohong karena terkejut reno mendengar ucapannya


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


" Bob tolong ikuti wanita itu untuk acara ini. Dan cari tahu siapa orang tuanya" perintah reno


Bobi mengganggukan kepalanya dan langsung mengikuti via. Sedangkan reno langsung menuju meja nenek mona karena takut nenek mona akan marah jika ia terlambat.


" Maaf nek aku sedikit terlambat. Tadi aku harus menemui klien terlebih dahulu" alasan reno agar nenek tak marah

__ADS_1


" Oke. Ayo duduk disini acaranya akan segera mulai. Oh ya apakah ada wanita yang menarik perhatianmu" goda nenek mona


" Sudah nek. Sebelum sayembara ini aku sudah mengenalnya sedikit. Sekarang bobi aku perintahkan untuk mengikuti wanita tersebut " kata reno dengan percaya dirinya


Ruangan hening seketika melihat pembawa acara naik ke atas panggung memberi sambutan. Reno sibuk mencari via tapi tak menemukan wanita tersebut. Reno sedikit kesal tapi reno hanya bisa terdiam karena tak ingin neneknya curiga. Nenek mona yang mengetahui gerak gerik cucunya tersenyum tipis. Acara di mulai terlihat para pengisi acara telah naik ke atas panggung. Termasuk nenek mona yang memberi kata sambutan. Kini giliran reno memberi kata sambutan. Reno naik tangga menuju panggung terdengar tepuk tangan dan sorak dari para undangan terutama undangan wanita yang kagum dengan sosok reno. Reno memberikan kata sambutan sambil mencari sosok yang ia cari. Tapi hasilnya nihil reno tak menemukan sosok via di dalam ruangan. Reno selesai memberi kata sambutan dan turun menuju mejanya kembali dengan tampang datar.


Dimana wanita itu. Apa ia tak tertarik dengan sayembara ini beda dengan wanita yang lain batin reno kecewa.


Diluar ruangan ViP hotel Wijaya


Bobi mengikuti kemana via pergi daritadi. Bobi melihat via duduk di bangku sendirian menerima telephone dari seseorang. Bobi berusaha mendekat secara diam diam siapa yang di telephone oleh via. Betapa terkejut bobi melihat ponsel via melakukan video call dengan seseorang yang tak asing baginya. Bobi mendengar semua percakapan via dengan pria tersebut. Setelah via selesai melakukan panggilannya bobi muncul di hadapannya.


" Maaf nona semua tamu harap berkumpul di dalam ruangan tanpa terkecuali. Apa yang anda lakukan disini" dengan muka datar bobi


" Maaf aku sedang menerima telepon tuan. Di dalam berisik jadi aku memutuskan menjauh " sedikit berbohong. Via langsung masuk ke dalam ruangan mendekat kepada papanya


Acara berlangsung mewah. Sebelum acara usai nenek mona memberikan pengumuman bahwa cucunya telah menemukan kriteria calon wanita idamannya. Dan nenek mona akan segera memberitahukan langsung kepada yang terpilih.


Seperti undian saja gumam via.


Acara pun telah selesai. Para tamu undangan mulai pulang. Keluarga via pulang terakhir karena papanya harus menyelesaikan beberapa tanda tangan dengan nenek mona. Via meminta izin kepada papanya untuk pulang duluan tapi papanya tak mengizinkan. Mau tak mau via menurutinya. Sedangkan tante lena dan karin dengan senang hati menunggu untuk mencari perhatian. Setelah urusan selesai mereka langsung keluar dari hotel tersebut. Di depan hotel terlihat mobil milik bambang sudah menunggunya. Bambang berpamitan dengan via dan sebaliknya via membalasnya. Via langsung menuju ke parkiran tempat mobilnya. Tanpa sengaja via melihat ban mobilnya kempes. Via sangat kesal melihatnya selarut malam begini mana mungkin ada bengkel yang buka. Terdengar suara langkah kaki mendekat kepadanya. Via yang menyadari langsung menoleh kearah suara tersebut dan sangat terkejutnya bertemu kembali dengan reno.


" Ya allah kenapa harus bertemu dengannya lagi. "


" Mengapa kamu belum pulang nona? " tanya reno mendekat ke arah via


" Ban mobilku kempes. Mungkin besok saja aku kembali memperbaikinya. Saya permisi dulu ya tuan ingin mencari taksi takut nanti semakin larut" ucap via meninggalkan reno sendiri dan bergegas ke pinggir jalan menunggu taksi


Lima belas menit via menunggu taksi tapi tak ada satupun yang lewat. Terlihat mobil mewah berhenti di dekat via. Via yang menyadari kedatangan mobil tersebut sedikit cemas.


Apalagi yang diinginkan pria ini batin via menggosok gosok bahunya sebab dinginnya malam menusuk ke kulitnya


Reno membuka kaca mobilnya menatap via berkata " ayo aku antarkan pulang. Hari semakin larut. Tak baik gadis secantik kamu sendirian disini."


" Terima kasih tuan atas ajakanmu. Tapi lebih baik aku menunggu saja pasti sebentar lagi lewat" ucap via datar


Tunggu saja sampai pagi di sini karena perusahaan taksi telah ku bayar untuk tidak lewat daerah sini batin reno


Ternyata semua ulah reno. Reno sengaja menyuruh bobi untuk mengempeskan ban Via agar ia bisa berkenalan lebih dekat dengan wanita itu. Reno keluar dari mobilnya mendekat ke arah via. Reno membuka jaketnya dan menutupi badan via yang kedinginan. Via tak bisa menolak karena ia merasakan angin malam yang berhembus.


" Ayo aku antar pulang. Jangan menolak jika aku macam macam kau bisa langsung melapor ke nenek ku" ucap reno membuka pintu mobilnya untuk via


" Oh ya panggil saja aku reno. Jangan panggil aku dengan sebutan tuan. Bukankah kita sudah pernah berkenalan sebelumnya viani" ucap reno melirik via


" Baiklah. Panggil saja aku via " menutup badannya karena kedinginan


" Oh ya. Dimana rumahmu. Mengapa kamu tidak pulang bersama keluargamu?" tanya reno penasaran


" Aku tinggal di apartement kalijaga" jawab via singkat tanpa harus menjelaskan yang berlebihan kepada orang yang baru ia kenal


Tak terasa mereka sampai di depan apartement via. Tangan via terhenti mendengar ucapan reno ketika ia ingin membuka jasnya.


" Pakai saja dulu. Ini kartu namaku kau bisa mengembalikannya kapan saja" memberi kartu namanya


" Baiklah. Terima kasih reno atas kebaikanmu hari ini" tersenyum menerima kartu nama reno dan keluar dari mobil reno.


Reno terlihat bahagia karena bisa mengantar wanita pujaannya. Sedangkan via langsung masuk menuju apartementnya tanpa menghiraukan reno kembali.


" Via kau akan menjadi milikku"


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Pagi telah tiba masuk cahaya ke dalam kamar via. Membuat dirinya terbangun dan langsung lompat dari tempat tidurnya.


" Ya allah aku kesiangan. Aku meninggalkan subuhku. " bergegas menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya.


" Hari ini aku harus ke hotel menjemput mobilku lalu ke laundry segera mengembalikan jas ini"


Via membersihkan apartemennya. Setelah selesai via mengisi perut kosongnya dengan sarapan.


" Selesai aku sarapan pagi ini. Sudah siap aku harus segera pergi" mengambil jas reno dan tasnya meninggalkan apartementnya


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hotel Wijaya at 08.00


Via telah sampai di hotel wijaya dan bergegas mendekat ke mobilnya. Ketika ia ingin menghubungi bengkel seorang satpam mendekat memberikan sebuah kertas untuknya


Selamat pagi pujaanku.

__ADS_1


Mobilmu sudah di perbaiki oleh pekerjaku.


RENO WIJAYA


"Apa apaan pria itu" gerutu via


Segera via mengendarai mobilnya pergi meninggalkan tempat tersebut.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hallo mia


Iya bu. Ada apa?


Siang nanti saya baru ke toko. Saya ada urusan. Apa kamu bisa membantuku? Pinta via


Baiklah bu


Tuuutttt tuuutttt


Via mampir ke laundry ekspres langganannya untuk mencuci jas dan gaun yang ia gunakan tadi malam. Sambil menunggu satu jam laundryannya via mengecek pekerjaanya di laptop.


Satu jam kemudian.....


"Mbak via ini pakaiannya udah selesai" ucap pemilik laundry meletakkan pakaian dan nota laundry


"Baiklah. Terima kasih ya bu" ucap via melihat nota laundry mengambil pakaian dan membayarkan laundryannya


Via meninggalkan laundry dan menuju kantor reno sesuai dengan alamat yang ada di kartu nama Reno


" Ini kantornya" gumam via


Via turun dari mobil membawa pakaian yang akan ia kembalikan. Via menuju lobi kantor tersebut.


" Maaf mbak bisa bertemu dengan Pak Reno" pinta via


" Maaf mbak apakah sudah membuat dengan janji dengan Tuan Reno" tanya sang pelayan


" Belum tapi bisa ditanyakan bahwa seseorang yang bernama via ingin bertemu" jawab via


"Baiklah tunggu sebentar saya menghubungi tuan Reno


Beberapa menit via menunggu pelayan memanggilnya kembali.


" Mbak di tunggu tuan Reno di lantai 8 " ucap pelayan memberi tahu


" Baiklah mbak terima kasih" ucap via


Via meninggalkan lobi menuju lift. Berjalan melihat sekitar kantor kiri dan kanan menunggu lift terbuka.


Tiinggg ( Lift terbuka )


Via melihat kiri dan kanan terlihat sekretaris Bobi menunggunya di luar ruangan. Via berjalan mendekat ke arah Bobi.


" Nona, tuan Reno telah menunggu anda di dalam. Silahkan masuk" ucap bobi membuka pintu ruangan mempersilahkan via masuk.


" Baik terima kasih " ucap via


Via masuk kedalam ruangan reno membawa pakaian. Terlihat reno sedang menatap laptopnya dengan serius. Via langsung menyapa reno membuat reno menghentikan pekerjaannya.


" Maaf tuan ini jas dan gaun yang saya pinjam semalam" memberikan barang bawaannya


Reno sangat kagum dengan kesederhaan dan kecantikan via. Dilihatnya wanita itu memakai rok motif bunga selutut dan mengenakan baju polos ditambah dengan hiasan kalung bebatuan di lehernya. Rambut panjang hitam ikal yang di biarkannya terurai ditambah sedikit polesan lipstik tipis di bibirnya agar tak terlihat pucat.


" Terima kasih. Cepat sekali kamu mengembalikannya. Apakah rindu denganku? " goda Reno


" Maaf tuan telah merepotkanmu semalam " jawab via datar tanpa membalas pertanyaan reno yang aneh


" Bagaimana sebagai permintaan maafmu kau mentraktirku makan siang agar kita impas?" Pinta reno sebagai alasan agar bisa dekat dengan via


" Maaf tuan aku sibuk. Aku harus buru buru tuan" tolak via


" Kau menolak ajakanku? Apa kau tidak tahu siapa diriku?" ucap reno dengan kesal


Via menggelengkan kepalanya dengan santai


" Aku Reno Wijaya. Tidak ada satu orangpun yang bisa menolak keinginkanku" dengan menggenggam tangan via dengan kuat dan bertatap muka dengannya.


Terus ikuti dan dukung novel author ya.

__ADS_1


Salam peluk hangat buat kalian semua ya 😊🙏


__ADS_2