Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Sebelah Mata


__ADS_3

Aku akan segera membuat perhitungan dengan kalian semua ucap Via dalam hatinya


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


" Selamat pagi sayang kamu sudah datang ya " ucap Tante Ana menyambut kedatangan Via


" Pagi juga tan. Bukankah hari ini feeting baju tunanganku. Jadi aku tak ingin terlambat " memeluk Tante Ana


" Ayo masuk ke dalam sayang " ajak tante Ana


Via tak melepaskan gandengan Reno walaupun ia tahu Reno berusaha melepaskannya karena menatap Kiran. Mereka berdua segera mengambil pakaian masing masing dan bergantian di ruang ganti. Via segera mencoba bajunya ternyata pas dan Reno pun segera mencoba bajunya.


" Ren aku keluar sebentar ya. Handphoneku tertinggal di mobil "


Via sengaja meninggalkan handphonenya di mobil. Karena ingin membuat Reno tahu semua kebusukan ketiga wanita itu dan mempermalukannya. Via segera masuk ke dalam butik dan melihat ketiga wanita itu menunggu kedatangannya.


" Ada gadis kampungan yang miskin mencoba mendapatkan hati seorang pangeran " celetuk Bunga


" Bagaimana kalau kita buat perhitungan tan agar ia tak jadi tunangan besok " ucap Kiran


" Kalau begini bagaimana " sahut Mama Rosa tertawa terbahak setelah merobek sedikit gaun Via


" Apa salahku kepada kalian semua? " teriak Via kesal


" Salahmu merebut kekasihku gadis miskin " ucap Kiran mendorong Via hingga terjatuh


Via sangat kesal dengan kelakuan Kiran segera berdiri dan membalas perbuatan Kiran dengan menjolaknya kembali hingga terjatuh


" Via hentikan. Apa yang kau lakukan? Aku kecewa dengan sikapmu " ucap Reno menunjuk muka Via dengan jarinya


" Aku lebih kecewa denganmu Ren. Kau hanya melihat dengan sebelah matamu itu. Kau terlalu di butakan oleh cintamu " ucap Via datar


" Jaga ucapanmu " Reno menarik tangan Via dengan keras


" Lebih baik kamu batalkan saja pertunanganmu sayang " celetuk Mama Rosa


" Kau akan mendapatkan apa yang kau tanam Reno Wijaya. Setelah perjanjian kita selesai aku akan langsung meninggalkanmu. Sekali pun kau berlutut memohon kepadaku aku takkan memaafkanmu " menarik tangannya dari Reno


" Aku juga akan segera menyelesaikannya " balas Reno dengan kesal


" Dan kalian bertiga wanita berbisa aku akan membalas semua perbuatan kalian selama ini " menatap ketiga wanita itu dengan tajam


Via berlari ke ruang ganti dan melepaskan gaunnya. Ia segera mencari taksi dan meninggalkan mereka semua. Di tengah perjalanan Via melihat sosok Sinta di taman tempat ia sering bertemu. Via memutuskan untuk menemui Sinta sejak kejadian kemarin. Via yakin Sinta tidak tahu menau tentang perbuatan Reki terhadapnya walaupun Reki adalah sepupunya.


" Hai sin " memegang bahu Sinta dari arah belakang


" Viaaa " menoleh ke belakang dan terkejut melihat sosok sahabatnya datang


" Maafkan aku ya sin " langsung memeluk Sinta


" Aku yang harusnya minta maaf atas perbuatan sepupuku Vi " membalas pelukan Via


" Apa aku mengganggumu ? " tanya Via melepaskan pelukannya dan melihat laptop Sinta yang menyala di sebelahnya


" Oh tidak. Ini sudah selesai kok. Sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu Vi. Karena aku tak ingin merahasiakan sedikit pun lagi darimu. Aku tak ingin sahabatku menjauh lagi "


" Ada yang ingin ku katakan padamu juga Sin "


" Kalau begitu kau dulu saja Vi. Sepertinya dirimu lagi bersedih. Apa karena calon tunanganmu itu? "


Via menceritakan semua yang terjadi padanya setelah dari awal ketika ia terakhir bertemu Sinta. Termasuk perlakuan keluarga Reno kepadanya tanpa ketinggalan satu cerita pun. Dan Via sangat penasaran dengan yang ingin di katakan kepada Reki kepadanya malam itu.


" mungkin itu masalah yang ingin aku ceritakan Vi. Maaf aku merahasiakannya darimu karena aku pikir kau pasti bisa menyelesaikannya. Tapi ternyata semuanya menjadi berantakan karena kedatangan Jihan. "


" Lalu rahasia apa yang tak ku ketahui Sin? " tanya Via penasaran


Sinta menceritakan semuanya kepada Via yang terjadi antara Reno dan Reki. Reno mengejar Via dengan alasan ingin membalaskan dendamnya kepada Reki karena telah merebut kekasihnya hingga membuatnya hamil. Reno sangat merasa terkhianati karena Reki sahabat baiknya tega melakukan hal seperti itu.


" Jadi itu alasan ia mendekatiku Sin. Aku bahkan lebih sangat membencinya saat ini " ucap Via kesal


" Aku rasa begitu Vi karena banyak sudah kekasih Reki yang ia rebut termasuk dirimu " menepuk bahu Via


" Tapi mengapa kak Reki tega merebut kekasih Reno? " tanya Via penasaran


" Kak Reki mempunyai alasannya sendiri dan aku sendiripun tak mengetahuinya karena kak Reki ingin menyelesaikannya sendiri dengan Reno tanpa bantuan siapapun "


" Apa ada lagi yang kau ketahui? "


" Kak Reki masih mencintaimu. Ia terpaksa mengikuti permintaan ayahnya saat ini karena sedang mencari bukti kuat tentang Jihan sebenarnya. Dan jugaa... " ucapan Sinta terhenti sejenak


" Juga apa sin. Katakan semuanya jangan ada lagi yang kau rahasiakan. "


" Kak Reki tak ingin Jihan menyakitimu karena ia seperti seorang psikopat. " jawab Sinta menggenggam tangan Via sedikit khawatir


" Mengapa kak Reki tak berusaha memberitahukan diriku? " tanya Via dan air matanya menetes dengan sendirinya

__ADS_1


" Ia tak ingin menambah masalah buatmu Vi. Lalu pertunanganmu? " tanya Sinta kembali penasaran


" Aku tetap melakukannya dan segera mengakhirinya setelah acara pertunangan " ucap Via tersenyum ke arah Sinta


Mereka berbincang cukup lama karena melepas kerinduan mereka setelah beberapa minggu tak bertemu. Via memutuskan pamit dengan Sinta karena ingin mengecek toko bunganya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hari ini Via jadi repot sendiri karena harus naik taksi untuk beberapa perjalanan. Ia sedikit lega mengetahui semuanya karena ia masih mencintai Reki. Dan sulit untuk melupakan pria tersebut karena sudah empat tahun mereka bersama tapi hatinya masih sedikit terasa bimbang


Taksi yang Via naiki telah sampai di depan toko bunganya. Ia tak jadi turun karena melihat sosok Reno sedang menunggunya. Ia meminta sopir taksi untuk mengantarkannya ke hotel mirror dan memutuskan menginap di hotel tersebut. Setelah acara pertunangan selesai baru ia kembali lagi ke apartemennya dan mengakhiri semuanya


Hotel Mirror at 14.32


Via memesan satu kamar hotel dengan fasilitas yang serba ada. Ia ingin menghilang dari Reno sampai acara pertunangan di laksanakan. Karena tak ingin acara pertunangannya berantakan dan membuat masalah papanya. Via mengambil handphonenya dari dalam tas dan di lihatnya banyak panggilan tak terjawab dari Reno. Dan handphonenya berdering lagi


Drrttt ddrrttt


Pria ini tak bisakah tak menggangguku sehari saja? ucap Via kesal


" Ehmmm " jawab Via malas


Kau dimana honey?


"Masih di dunia " jawab asal


Aku sangat mencemaskanmu


" Benarkah" jawab Via singkat


Aku menunggumu di depan apartementmu


" Aku tak pulang hari ini " jawabnya lagi singkat


Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu


" Besok saja saat acara pertunangan kita " via menutup telepon Reno karena kesal selalu diganggunya


Tuuttt tuuutt


Tiba tiba handphonenya berdering lagi dan ia mengangkat dengan cepat tanpa melihat siapa yang menelponnya karena ia yakin pasti Reno lagi yang mengganggunya


"Jangan ganggu aku lagi "ucap Via kesal


Suara ini bukankah ucap Via dalam batinnya dan segera melihat nama di layar handphonenya


" Ada apa kak"


" Aku ingin menjelaskan semuanya Vi "


" Setelah acara pertunanganku aku akan segera menghubungimu kak "


" Baiklah terima kasih Vi. See you "


Tuuttt tuuttt


Lebih baik aku tidur sebentar menjelang makan malam ucap Via


Dua jam kemudian Via terbangun dari tidurnya karena merasa cacing di pulau tengahnya sedang berdemo. Ia baru ingat bahwa hari ini ia hanya sarapan tadi pagi. Ia memutuskan untuk keluar mencari makan dan memakai topi yang selalu dibawanya di dalam tas karena tak ingin orang mengenali wajahnya. Semenjak pengumuman pertunangannya di media Via merasa risih karena banyak wartawan yang mengejarnya.


Via segera melangkah ke dalam lift untuk menuju ke lobi masih menggunakan pakaian yang tadi pagi ia gunakan saat bertemu dengan Reno. Bedanya ia memakai sandal dan topi. Ia segera menuju restorant untuk mengisi perutnya yang kosong. Ia memesan beberapa makanan dan menunggu ojek online yang membawa pesanan pakaian untuk baju gantinya.


Dikejauhan Reno menatap Via yang sedang menikmati makanannya tapi sedikit ragu itu wanitanya atau bukan. Ia melihat secara seksama dan benar yang ia lihat wanitanya.


Ternyata dirimu di sini. Aku akan segera mengejarmu gumam Reno dalam hatinya


" Maaf tuan apa yang anda lihat? " ucap klien Reno yang duduk di hadapannya


" Aku hanya menjemput calon tunanganku di depan hotel. Ia telah menungguku dari tadi. Aku permisi sebentar dan nanti akan kembali ya tuan " ucap Reno asal agar kliennya percaya


" Baiklah tuan. Segeralah menjemputnya karena jika wanita ngambek agak susah membujuknya " ledek klien Reno


Via telah menikmati hidangan yang telah ia pesan dan segera ke lobi hotel untuk menemui ojek online yang telah sampai membawa pesanannya. Tanpa ia sadari Reno mengikuti langkahnya dari belakang. Via segera masuk ke dalam hotel menuju kamarnya. Ia sibuk melihat isi kantong yang ia bawa tanpa melihat sekitar


Braakkkkk


" Aduh maaf tuan aku tak sengaja " ucap Via menabrak seseorang dan membuat kantong yang ia bawa jatuh


Bukankah dia Reno aku harus segera pergi sebelum ketahuan gerutu Via dalam hatinya


" Saya permisi tuan " membungkukkan badannya dan segera melangkah menjauh dari Reno


" Honey tunggu " teriak Reno


****** aku. Aku harus segera menuju lift ucap Via dalam hatinya membawa kantongnya terburu buru

__ADS_1


Via berjalan secepat mungkin menghindari Reno. Sayang Reno lebih cepat mengenali dirinya dan segera menghentikan langkahnya.


" Kau mau kemana lagi " menarik Via dan segera memeluknya


" Ren tolong lepaskan " teriak Via kesal


" Aku akan memperkenalkanmu dengan klienku. " melepaskan pelukannya dan segera menggandeng Via menuju kliennya yang sedang menunggu


" Perkenalkan saja wanitamu itu tapi bukan aku "


" Aku tak ingin menjadi masalah karena ada wartawan yang mengikutiku dari tadi " melirik seseorang yang tak jauh darinya dan untunglah Via segera mengerti


" Ren aku memakai sandal jepit aku tak ingin membuatmu malu dengan penampilanku " membuka topinya dan merapikan rambutnya yang terurai


" Ikuti saja perkataanku honey. Kau tetap terlihat cantik bagaimanapun penampilanmu. Apalagi jika memakai baju tidur sexymu waktu itu" memegang dagu Via dan menggodanya


" Dasar pria mesum " balas Via kesal mengikuti langkah Reno menuju ke tempat kliennya


Reno dan Via sampai di ruang VIP dan Reno segera memperkenalkan Via kepada kliennya. Mereka berbincang cukup serius tetapi tidak dengan Via ia merasa bosan harus menemani Reno yang mengurusi pekerjaannya yang tak ia pahami. Via hanya melewati kebosanannya dengan menatap handphonenya. Tak terasa meeting mereka telah usai klien Reno berpamitan kepadanya dan segera pulang. Via dan Reno masih terdiam duduk di bangku tersebut. Karena terlalu lama terdiam Via membuka pembicaraan segera.


" Ren aku pergi dulu ya. Aku mau mandi karena gerah dengan pakaianku ini dari tadi pagi "


" Apa kau yang kau lakukan disini? Apa ada seorang pria yang menunggumu dikamar? Murahan sekali" ucap Reno terkekeh


Plakkkk


" Jaga ucapanmu Ren " menampar pipi Reno karena kesal dengan ucapannya


" Tunjukkan kalau kau tak bersama pria "


" Itu hanya alasanmu saja bukan ingin menggangguku "


Reno langsung mendekatkan wajahnya ke hadapan Via dan ******* sekilas bibir mungil Via.


" Kau terlihat menggoda honey " goda Reno membelai kedua pipi Via setelah menciumnya


" Dasar pria mesum "


Via melihat sosok Kiran yang datang ke arahnya. Ia segera bergelayut manja dengan Reno. Kiran yang sangat kesal melihatnya bergegas mendekat.


" Ren maaf aku terlambat " ucap Kiran memakai dress mini


Pantas saja dia langsung bergelayut manja denganku. Sepertinya ia cemburu melihatku dekat dengan Kiran ucap Reno dalam hatinya begitu senang


" Mari duduk disini Ran " pinta Reno


" Apa dia klienmu juga Ren? " tanya Via pura pura tidak tahu


" Aku cinta pertama Reno " celetuk Kiran kesal


" Aku tidak peduli " ucap Via menatap Kiran


Kalau tidak ada Reno disini sudah habis kau ku caci maki gadis kampungan gumam Kiran dalam batinnya


" Honey jangan berlebihan " sahut Reno membelai rambut Via


" Ren jika aku mengganggu aku pergi saja ya " ucap Kiran kesal karena tak tahan melihat Via bermesraan dengan Reno


" Kau tidak mengganggu Ran. Duduklah di sini ada yang ingin aku bicarakan " ucap Reno datar


" Biar aku yang pergi saja ya. Ren aku ke kamar dulu ya ingin membersihkan tubuhku. Jangan membuatku menunggu " ucap Via segera melepaskan pegangannya dari lengan Reno dan mencium bibir Reno sekilas di hadapan Kiran


Rasakan sedikit demi sedikit pembalasanku ucap batin Via membawa kantong miliknya


Reno sangat bingung melihat perubahan sikap Via yang manis terhadapnya. Kiran sangat marah dengan Reno karena masih dekat dengan Via padahal sudah berjanji dengannya


Via tertawa bahagia di kamarnya membayangkan muka Kiran yang kesal terhadap dirinya. Via segera beristirahat setelah membersihkan badannya karena esok hari pertunangannya dan hari akhir dari semuanya


Besok aku akan memulai dengan lembaran baru ucap Via merebahkan tubuhnya ke atas kasur


Sedangkan Reno sangat kesal karena tak berhasil menemukan kamar Via karena lupa menanyakannya sebelum wanitanya pergi tadi dan memutuskan untuk pulang.


Kau mengerjaiku honey lihat saja esok aku akan membalaskanya gerutu Reno dalam batinnya kesal di tipu Via


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Matahari pagi masuk ke celah kaca jendela hotel. Terlihat Via masih tertidur pulas dan tidak mendengarkan beberapa telepon yang masuk di handphonenya. Ia mulai terbangun karena ia merasakan ada seseorang yang mengelus rambutnya.


" Jangan mengganggu tidurku. Aku malas melewati hari ini " ucap Via setengah sadar


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2