Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Bertemu Bibi


__ADS_3

Tiba tiba mobil via berhenti mendadak karena mendengar suara sesuatu menabrak mobilnya. Dilihatnya sebuah sepeda terjatuh di belakang mobilnya. Via bergegas turun takut terjadi sesuatu kepada seorang yang menabraknya. Ketika via sampai menolong orang yang terjatuh tersebut betapa terkejutnya via melihat orang tersebut.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


" Ya ampun bibiiii. Ayo aku bantu? Tidak apa apa bi? " ucap via membantu bi imah berdiri yang sedang terduduk di tanah


" Tidak apa apa non. Bibi hanya tak percaya dengan mobil yang bibi lihat. Ternyata memang benar kamu. Jadi bibi refleks ngebut ternyata numbur. Maaf ya non? Mobil kamu jadi lecet "Ucap bibi seraya memegang body mobil yang lecet karena ia tabrak tadi


" sudahlah bi mobilku tidak terlalu berharga. Yang penting bibi baik kan? Aku tak mau bibi kenapa kenapa" ucap via membawa bibi ke dalam mobilnya


Ada seorang warga yang lewat kebetulan tak jauh dari rumah bi imah. Via meminta tolong kepada warga tersebut agar membawa sepeda bi imah pulang dan menceritakan yang terjadi barusan. Warga itupun paham dan membawa sepeda bi imah ke rumahnya


Sesampainya di depan rumah bi imah. Via sangat merasa senang rindunya terobati kepada desa ini. Via melupakan sejenak kehidupan di kota. Via bergegas membuka pintu membantu bi imah masuk ke dalam rumahnya.


" Ibu kenapa? " teriak siska anak bi imah ketika melihat ibunya di papah oleh via


" Tadi ibu tak sengaja menabrak mobil non via. Karena rasa tak percaya ibu agak sedikit ngebut naek sepeda dan tiba tiba menabrak mobilnya." Ucap bi imah sedikit terkekeh karena mengingat kejadian tadi


" Ya ampun ibu terlalu menyayanginya sampai harus seperti ini. Aku jadi iri. Aku saja anak kandungnya ibu tak pernah berlebihan. Aku iri" ucap siska melipat kedua tangannya sedikit memajukan karena kesal dengan ibunya.


Sebenarnya siska tak iri karena dia tahu ibunya memang menyayangi via sebaliknya siska juga menyayanginya via seperti kakak kandungnya. Siska tau kehidupan via walaupun serba berkecukupan tapi via tak memiliki kasih sayang dari keluarganya.


" Kenapa kau masih saja iri denganku siska? " ledek via mencubit hidung siska


" Aduh kakak mengapa selalu menggodaku. Ayo kak kita makan. Tadi ibu udah masak banyak loh. Masakan kesukaan kakak " kata siska menarik tangan via menuju meja makan.


Terlihat mang maman suami bi imah telah menunggu di meja makan.


" Non via udah sampai? Ayo sini duduk kita makan sama sama. Bibi udah masak yang banyak loh." Ujar mang maman


Drrtt drrrttt


Video Calling is Kak Reki


Hai sayang lagi ngapain ni? Tak rindukah dengann.... tiba tiba omongan reki terhenti karena malu melihat ada siska di sebelah via


Uhhh dasar kak reki. Jangan lama lama ninggalin kak via nanti bisa di cantol pria lain ledek siska tertawa sumringah


Dasar jomblo sahut via menyenggol bahu siska


Aku lagi dirumah bibi kak. Aku rindu juga kok. Tersenyum lebar melihat reki di handphone


Via menjauh dari mereka untuk sedikit mengobrol dengan reki.


Apa kabar kak? Bagaimana pertandinganmu?


Kakak baik sayang. Alhamdulillah masuk ke babak selanjutnya.


Benarkah? Selamat ya kak. Oh ya besok malam aku pergi ke Hotel Wijaya acara rekan kerja papa.


Tumben kamu di libatkan? tanya reki sedikit curiga


Biasalah kak. Mak lampir yang menjadi ancaman.


Baiklah sayang. Oh ya sepertinya kakak akan lama disini vi. Bulan depan pertandingan baru selesai. Jadi jaga dirimu baik baik ya sayang kata reki sedikit kecewa


Tiba tiba teman reki mengintip pembicaraan mereka dan mengganggu percakapan mereka. Via yang mengetahui kejahilan teman teman reki memutuskan untuk segera mengakhiri panggilan mereka.


Baiklah kak. Semoga pertandinganmu sukses. Sudah dulu ya kak. Miss you kata via kemudian mematikan panggilannya setelah reki membalas ucapan via


Tuuttt tuutttt


Via masuk ke dalam rumah dan bergabung bersama keluarga bi imah. Mereka berempat lalu makan bersama. Di atas meja terlihat makanan kesukaan via ikan goreng, sambal terasi, sayur asam dan banyak lagi makanan yang di masak bi imah.


" Masakan bibi emang yang terenak tiada duanya" gombal via memuji masakan bi imah


" Maunya kak via aja" sahut siska


" Udah jangan berantem. Kita makan dulu. Dak baik makan sambil bicara" ucap bi imah


Mereka menikmati makanan dengan nikmat. Selesai makan via langsung membantu bi imah membersihkan meja makan. Mereka melanjutkan bincang bincang di belakang rumah bi imah menikmati udara sejuk serta pemandangan bukit di kejauhan.


" Bi besok pagi sebelum pulang aku mampir ke makam mama dulu. Oh ya bi, sis ada yang ingin kuceritakan dengan kalian. Masalah papa dan mak lampir" kata via

__ADS_1


" Ibu tirimu itu bikin ulah apalagi non? " sahut bi imah


Via menceritakan masalah sayembara esok malam kepada mereka. Via hanya berharap bukan dia terpilih di sayembara itu. Karena banyak perusahaan yang mempunyai anak perempuan cantik bahkan kaya raya.


Tak terasa hari sudah sore. Via mengajak siska untuk melihat kebun bunga peninggalan mamanya. Karena selama ini via mempercayakan kebun bunganya di urus oleh keluarga siska. Mereka sampai di kebun bunga dan via di sambut hangat oleh pekerja di kebun bunganya. Via membalas sambutan para pekerja dengan ramah. Siska mengajak via duduk di bangku ditengah kebun bunga memberikan capucino kesukaan via.


" Akhirnya rinduku terobati untuk kesini. Aku rindu hidupku yang dulu" ucap via melihat bunga bunga indah di sekelilingnya. Ia teringat masa dahulunya berlarian di kebun bunga bercanda bersama mama dan papanya.


" Besok kamu langsung pulang kak? Cepat sekali biasanya lusa kamu baru kembali ke kota kak" ucap siska sambil menyantap teh


" Ehmm kan sudah kakak bilang besok malam sayembara tak jelas itu sis" ujar via sedikit kesal


" oh iya aku lupa hehehe aku harap kakak menang sayembara trus kak reki buat aku aja" ledek siska tertawa menggoda via berlari larian karena takut hidungnya akan jadi sasaran empuk cubitan via


" Sudah sudah kak. Aku lelah maaf." teriak siska meminta ampun kepada via dengan nafas tersengal.


" Iya baiklah. Kita pulang yuk udah kesorean ni. Nanti bibi marah lagi kepadamu gara gara mengajakku pulang larut" ledek via


" Terserah kakak mau bilang apa. Ayo kita pulang" ucap siska menarik tangan via mengajaknya pulang.


" Kakak nanti malam aku tidur bersamamu ya? " pinta sinta


" Malas kamu tidur ngorok nanti kakak tak bisa tidur" goda via


" Iihhh kakak jahat. Aku ngambek pulang aja sana sendiri"


" Iya iya bawel boleh. Gitu aja ngambek" rayu via melihat siska yang cembeŕut melihatnya


Tak terasa matahari mulai menghilang. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Via tak sabar beristirahat di kamarnya yang khusus bibi sediakannya jika dia menginap. Kamar via boleh di bilang sangat mewah dari kamar yang lain di rumah bibinya. Kamarnya terletak di samping rumah bibi. Terdapat pintu kaca menembus pemandangan di luar yang begitu indah. Bibi sengaja membuatkannya karena jika via mendadak pulang bi imah tak ada dirumah dia bisa langsung masuk ke kamarnya lewat luar langsung masuk ke kamarnya.


Via dan siska berbagi cerita satu sama lain. Tak terasa malam semakin larut. Mereka berdua memutuskan untuk tidur. Via menoleh ke arah siska melihat adiknya itu sudah tertidur dengan pulas. Via memakaikan selimut untuk mereka berdua.


" Ehmm terlalu cepat malam datang. Tapi aku tak sabar bertemu mama. Tunggu aku ya ma. Aku tidur dulu. Semoga mimpi indah malam ini" gumam via


Kukuruyuuukkkk


Ayam berkokok tanda pagi mulai datang. Masuk cahaya kesela pintu kamar via. Via pun terbangun bergegas ke kamar mandi. Setelah bersih bersih via mencium aroma nasi goreng khas buatan bi imah yang membuat cacing di perutnya berbunyi. Via langsung bergegas menuju ke dapur.


" Pagi bi. Nasgor ya buatku" dengan percaya dirinya via berbicara


Akhirnya nasgor buatan bibi siap. Via membantu bibi menyajikannya di atas meja. Setelah siap via dan bibi langsung menuju meja makan. Mang maman tak ikut karena harus pergi pagi sekali ada urusan di kebun bunga. Terdengar bunyi langkah kaki mendekat ke arah meja makan.


" Ya ampun anak gadis baru bangun jam segini? Pantas aja masih jomblo" ledek via kepada siska


" Ihhh bodo amat" ucap siska dan langsung duduk di meja makan ikut bergabung sarapan bersama mereka.


Mereka sarapan bersama sambil bercanda melepas rindu yang belum terobati. Tak terasa telah selesai mereka sarapan. Via membantu bi imah membereskan meja dan mencuci piring. Setelah itu via langsung pamit dengan bi imah dan siska karena via segera ke makam mamanya dan langsung pulang ke kota.


" Bi, sis aku pulang dulu ya. Salam buat mamang ya maaf aku terlalu cepat nginapnya." Kata via berpelukan bersama mereka.


Via menaiki mobilnya singgah sebentar mengambil bunga di kebun untuk makam mamanya.


" Selamat pagi non" sapa seorang pekerja di kebun bunga


" Pagi bu. Oh ya aku mau mengambil bunga yang sudah dipetik"


" Oh ya silahkan non. Mau ke makam mama non ya?"


" Iya bu. Sekalian langsung pulang ke kota" mengambil beberapa bunga yang akan di bawa


" Kok cepat non. Biasanya dua hari disini"


" Ada acara bu nanti malam. Jadi agak cepetan pulangnya. Padahal masih rindu masih mau lama lama disini" ucap via sedikit kecewa


Setelah mengambil bunga via pamit dengan para pekerja dan melanjutkan perjalanannya. Tak terasa via telah sampai di pemakaman. Via berjalan membawa bunga menuju tempat mamanya. Di letakkannya bunga yang ia bawa di dekat batu nissan mamanya.


Maaf ma aku baru datang menemui mama. Ini aku bawain bunga kesukaan mama. Aku tak bisa lama lama disini ma. Aku harus langsung pulang karena ada janji dengan papa. Oh ya ma, aku masih menepati janjiku menjaga papa. Do'akan aku ya ma agar jauh dari orang yang benci kepadaku. Aku sayang mama. Aku pulang dulu ya. Aku selalu merindukanmu ma.


Via meninggalkan makam mamanya dengan air mata berlinang. Via langsung melanjutkan perjalanannya kembali ke kota. Butuh waktu 3 jam untuk perjalanan via dari kota ke desa dan sebaliknya.


Di tengah perjalanan handphone via berbunyi. Via menepikan mobil berhenti sejenak mengangkat panggilan tersebut.


Tante Ana is calling

__ADS_1


Hallo tan? Ada apa?


Bisa mampir sebentar ke butik tante? Pemotretan kemaren ada yang kurang


Oh baiklah tan. Aku segera kesana. See you


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Via telah sampai di butik Tante Ana. Tante Ana memberitahukan tentang kekurangan kemaren. Via pun mengerti apa yang di katakan olehnya. Via melakukan ulang pemotretan yang kurang. Kurang lebih satu jam via melakukan pemotretan.


" Maaf ya sayang merepotkanmu karena ada yang kurang"


" Tidak apa apa tante. Itu sudah menjadi tugasku."


Ketika asyik mengobrol Via mendapat pesan dari papanya. Sehingga pembicaraan mereka terhenti


Drrttt drrttt


Mesagge from Papanya Mama


"Sayang jangan lupa ya nanti malam jam 7 di hotel Wijaya. Papa mengirimkanmu gaun untuk nanti malam di pakai ya 😊"


Aku suka heran dengan papa. Sayang denganku tapi mengapa selalu membela mak lampir itu walaupun aku benar. Bodoh amatlah gumam via setelah membaca pesan dari papanya.


" Siapa sayang. Sepertinya penting" ucap tante ana sedikit penasaran


" Papa tan"


" Tumben perhatian denganmu. Apa maunya? "


" Dia menyuruhku nanti malam datang ke acara sayembara di Hotel Wijaya"


" Oh ya. Teman tante juga ada yang akan hadir di acara itu. Keluarga Wijaya itu terkenal dan terpandang. Mungkin kamu bisa kecantol dengan keluarga wijaya" ledek tante ana


" Ehmm. Aku tidak terlalu tertarik tan. Aku datang untuk menghindari pertengkaran dengan mak lampir saja "


" Iya kalau gitu kamu pulang sana. Udah sore. Nanti kalau kamu terlambat kasian ibu tirimu menunggumu " goda tante ana


" Iya tante cerewetku. Aku pulang dulu ya tan" kata via melambaikan tangannya ke arah tante ana meninggalkan butik.


Setelah melakukan pekerjaannya seharian Via memutuskan pulang ke apartement karena harus bersiap siap untuk acara nanti malam. Via mengambil gaun kiriman papanya di lobi dan masuk lift menuju lantai 8. Via masuk kedalam kamarnya membuka kiriman papanya.


"Ehmm sudah kuduga warna gaun ini


Sesuai dengan kemauanku" ucap via


Via masuk kamar mandi dan berendam di bath up merilekskan badannya karena perjalanan panjang hari ini.


" Uhhh selesai juga aku bersih bersih. Bersiap siap lagi aku tak mau terlambat dan membuat masalah" gumam via


Via mengenakan gaun hitam dengan punggung sedikit terbuka. Membuat ia terlihat menarik. Rambut hitam ikal yang terurai di tambah dengan polesan make up tipis. Via melihat pantulan dirinya di cermin.


" Sepertinya sudah siap. Tidak ada yang kurang. Sudahlah lebih baik aku segera berangkat"


Tinggg ( pintu lift terbuka )


" Wah cantik sekali mbak via hari ini? Mau pergi kencan ya? " goda satpam apartement


" Ah biasa saja pak. Aku mau pergi acara kantor papa bukan berkencan" ucap via sedikit tersipu malu


" Oh ya. Hati hati ya mbak"


Via tersenyum memberikan jempol kepada satpam.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Lobi Hotel Wijaya at 19.00


Drrttt drrttttt


" Dimana kau? Cepat kesini? Atau aku akan menghukummu "


Jangan lupa follow dan dukung novel pertama author ya. Beri semangat untuk karya author.

__ADS_1


Maaf jika masih terdapat kesalahan 🙏


TUNGGU TERUS YA KELANJUTAN KISAHNYA 😊


__ADS_2