
Via berhenti di depan rumah yang sangat mewah. Ya emang benar yang di katakan oleh ibu tirinya itu. Bahwa rumahny megah bak istana. Tampak banyak pelayan yang berjaga di rumahnya itu. Terlihat pagar rumah itu terbuka dan seorang pelayan mendekati mobil via.
" Maaf non silahkan masuk. Tuan Bambang sudah menunggu anda daritadi" ucap seorang pelayan
" makasih mang " sapa via yang sudah mengenal pelayanan itu sejak iya meninggalkan rumah ini
Buat apa tinggal di rumah sebesar ini seperti tinggal di kandang singa yang angker batin via
Via segera turun dari mobilnya dan berlari memeluk pria yang cukup berumur yang menunggunya sejak tadi
" papa aku merindukanmu " ucap via dengan mata memerah menahan air mata kerinduan setelah sebulan tak bertemu dengan papanya
" papa juga merindukanmu nak. kenapa lama tak main kesini? pintu rumah ini selalu terbuka untukmu nak " ucap bambang dan mencium kening anak tersayangnya
Ketika kedua anak dan ayah sedang melepas rindu datanglah seorang yang tak diinginkan. Bagai petir di siang hari ucapan wanita itu memutus pelukan keduanya.
" hai anak ku sayang. Akhirnya kau datang juga. Ibu sudah masak yang banyak loh untukmu nak" kata lena sang ibu tiri yang kejam tersenyum sinis kepada anak tirinya itu
Dasar mak lampir tak tau diri. Untung ayahku berbaik hati denganmu kalau tidak aku sudah mencegahnya menikahi dirimu itu gerutu via dalam hatinya
*Ayo silahkan masuk nak. Karin sudah menunggumu dari tadi. Dia sangat merindukanmu. Bahkan dia izin untuk tidak datang ke pemotretan hari ini agar bertemu dengan mu* ucap Bambang
Rindu denganku. Apa aku tak salah dengar. Dasar ibu dan anak sama saja. Pandai mencari muka ingin rasanya ku cakar mereka berdua batin via sambil berjalan menuju ruang makan rumah papanya.
" Apa kabar kak? Lama tak bertemu aku sangat merindukanmu. Sini duduk makan bersama kak. Lama kita tak makan bersama" ujar karin sang adik tiri yang sedang menarik kursi untuk via duduki
Permainan macam apa ini coba bisa bisanya mereka bermain sandiwara di depan papa ku. Dasar mak lampir gumam via
"Ayo nak silahkan dimakan. Jangan malu malu nak. Mama masakin ni masakan kesukaanmu. Sambal terasi ikan goreng dan sayur asam " kata lena sambil mengisi nasi ke tiap piring di atas meja.
"Terima kasih bu. " ucap via seadanya dalam hati ingin sekali ia cepat keluar dari rumah yang seperti neraka ini
Setelah mereka menghabiskan makan siang dan berbicara tanpa seperti ada yang tersakiti maupun di sakiti mereka beranjak pergi ke taman di belakang rumah.
Via termenung seketika mengingat apa yang dilakukan sang ibu tiri kepadanya
Flashback
4 tahun yang lalu
"Papa aku ingin meneruskan kuliah ku di kota. Kebetulan aku mendapatkan beasiswa pa untuk berkuliah. Jarang sekali orang2 dapat kesempatan seperti aku pa. Bagaimana pa?" Ucap via seraya memohon kepada papanya yang sedang duduk di sebelah ibu tirinya
" Aku juga mau kuliah di kota pa jika kak via kuliah di kota? " Rengek karin kepada papanya
" Bagaimana kalau kita pindah ke kota aja mas. Jadi kedua anak kita bisa kuliah. Lagian juga kamu tak terlalu capek bolak balik ke kota untuk mengurus perusahaan kita" usul lena kepada suaminya yang sedang duduk manja di sampingnya
Ini masukan seperti apa coba kenapa mereka selalu ingin menyiksaku batin via
" baiklah akan aku pikirkan terlebih dahulu. Besok akan aku sampaikan keputusanku" kata bambang berjalan menuju kamar meninggalkan mereka semua
Keesokan harinya
Mereka semua duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan seorang yang akan memberikan sebuah keputusan.
" malam semua. Kok belum pada tidur ini sudah jam 10 malam loh. Apa menunggu keputusan papa. Baiklah papa langsung saja ya. Tapi papa harap keputusan papa ini tidak membuat kalian kecewa." Ucap bambang kepada mereka semua yang serius memperhatikannya
__ADS_1
" ehhmm begini setelah papa pikirkan papa putuskan kita semua tak akan tinggal lagi sini kita akan pindah ke kota. Dan kalian berdua bisa melanjutkan kuliah kalian" ucap bambang
Ibu tiri dan anaknya sangat senang sekali. Karena hidup d kampung mereka tak bisa mengikuti gaya yang ada. Sedangkan jika tinggal di kota mereka akan menjadi sosialita. Tapi tidak dengan via dia sangat kesal karena karena kenapa kedua lampir itu selalu saja ingin mengusik hidupnya. Di sisi lain via bersyukur karena bisa meneruskan cita cita dengan berkuliah di kota
Setahun berlalu mereka tinggal di kota di rumah megah yang serba ada . Tiba tiba malam itu terjadi pertengkaran yang sangat hebat. Membuat seisi rumah tegang dan membela diri masing masing.
" Papa lihat kak via dia itu sudah membuat aku malu di depan teman2ku bahkan sekarang aku bermasalah dengan dekan dan terancam DO. Bukannya membela aku dia malah mengatai aku wanita murahan. Aku benci melihatnya " kata karin sambil menangis tersedu sedu agar via di usir dari rumah
" Kau ini bagaimana via seharusnya kau membela adikmu bukan menghinanya. Papa melihat sendiri ini buktinya " sambil memperlihatkan video dan memberikan kepada via
" tapi pa itu hanya sebagian rekaman pa. Emang benar aku mengatakan itu setelah aku melihat apa yang terjadi dengan karin makanya aku berkata seper..." ucap via dengan nada kesal kepada papanya tapi sayang papanya menamparnya duluan
Plakkk
" Pergi kau dari sini aku malu punya anak seperti kamu. Terserah apa yang ingin kau lakukan di luar sana " ucap bambang menuju ke arah via dan membuang seluruh baju via keluar
" Tapi pa " kata via dengan sekuat tenaga memohon kepada papanya tapi apalah daya papanya telah masuk ke kamar menutup pintu dengan sekerasnya meninggalkan via
Via membereskan semua barangnya di bantu oleh kang dadang. Kang dadang memasukkan koper via ke dalam mobilnya. Via menangis karena bingung harus kemana. Bagaimana mungkin papanya tega mengusirnya sedangkan yang salah itu adik tirinya
" Dasar anak tiri tak tahu di untung. Bagus akhirnya kamu keluar juga dari rumah ini tanpa harus aku yang mengusir mu. Pergi sana jauh dari keluarga kami. Dan sekarang putri kesayangan ku bisa kuliah di tempat lain tak sekampus dengan dirimu yang kampungan. Aku bersyukur punya anak tiri yang t**** seperti kamu " kata lena mencaci maki via dengan sepuasnya sehingga via pergi tanpa harus mendengar ocehan panjang ibu tiri yang membuatnya sakit hati
Flashback off
Seketika lamunan via buyar mendengar suara yang sangat tak ingin dia dengar.
" Aku dengar kekasih baik mu pergi meninggalkanmu karena sebuah pertandingan. Sepertinya aku akan mencarikanmu jodoh yang lebih kaya darinya. Aku yakin ayahmu akan menuruti semua keinginan ku. " ucap lena tersenyum seolah menandakan ada niat buruk yang akan dia perbuat.
" Cukup ibu jangan pernah ikut campur dengan urusan kekasihku. Aku tak perlu kekasih yang kaya raya aku hanya butuh kekasih yang menyayangiku dengan tulus " sahut via dengan nada kesal kepada ibu tirinya
" Papa aku pulang dulu ya. Karena sore ini aku ada pemotretan di butik. Terima kasih atas makan siang hari ini ya pa " memeluk sang papa tanda perpisahan lalu pergi tanpa berpamitan dengan mak lampir dan kurcacinya
Halo tan
Iya tan aku lagi jalan kesana maaf aku undur pemotretannya karena aku bertemu papa
See you tan
Sekilas percakapan via dengan tante ana sang desainer yang menunggu via mengenakan desain terbarunya.
#############
"Sore tante ku yang cantik " ucap via mengejutkan tante ana yang sedang sibuk memilih baju desain terbarunya untuk di pakai pemotretan
" Sore sayang. Kamu sudah datang. Ayo siap2 ini baju yang akan kamu pakai nanti ya. Kak Vino telah menunggu mu di ruang pemotretan." Sahut tante ana memberikan pakaian yang akan di kenakan oleh via
1..2..3.. cekrek
Ayo ganti gaya lagi via senyum
1..2..3.. cekrek
Bagus emang model the best ni anak
1 jam berlalu via melakukan pemotretan. Vino sangat bangga karena via selalu ontime tanpa harus di telpon berkali kali. Berbeda dengan model lain. Mereka bertiga duduk melihat hasil pemotretan sambil berbincang menggoda via
__ADS_1
" Kakak dengar tadi kamu ke rumah ibu tirimu ya? " goda vino sambil tertawa
" Vino jangan menggoda via seperti itu. Apa ada masalah vi? Pasti ibu tirimu itu sedang merencanakan sesuatu. Terakhir tante lihat waktu kamu di suruh datang kesana kan karena ibu mu memohon agar adik tiri mu bisa masuk jadi model di butik sebelah kan?" Kata tante ana yang tahu persis bagaimana kehidupan via dengan keluarganya
" Ehhm tante benar si mak lampir tahu kalau kak reki lagi di luar kota. Jadi dia berencana mencarikan ku kekasih yang lebih kaya dari kak reki. Gila harta benar bukan ibu tiriku itu tan? " sambil memukul meja karena kesal dengan tingkah laku ibu tirinya itu
" Aku heran mengapa ibu tirimu ingin sekali menghancurkanmu. Tapi tante yakin reki pasti tak akan diam jika kekasihnya di rendahkan oleh ibumu " sahut ana yang mengelus punggung via agar bersabar dan tak terlalu memikirkan ucapan ibu tirinya itu
" Tante aku kedepan dulu ya sepertinya di depan lagi rame kasihan rini sendirian tan. Sepertinya dia butuh bantuan " via langsung meninggalkan tante ana tanpa mendengar larangan ana yang menolak untuk via membantunya di butik
Terlihat seorang nenek yang bergaya seperti anak muda. Sehingga tak bisa di katakan nenek karena gayanya yang elegan yang mampu membuat orang segan memanggil ia dengan sebutan nenek. Di tambah dengan pengawalan dua orang bodyguard yang tinggi besar. Membuat semua mata yang memandangnya jadi segan ingin membuat masalah dengannya.
Nenek itu sedang asyik memilih baju tapi sedikit kesal karena tidak ada karyawan yang melayaninya. Ketika ia ingin mengeluarkan kekesalannya tiba tiba saja
" maaf bu ada yang bisa saya bantu? Maaf kami terlambat melayani ibu karena karyawan yang masuk hari ini hanya satu orang jadi dia kewalahan melayani semua pelanggan" ucap via sambil tersenyum menenangkan hati nenek mona. Karena via tahu dari raut wajah nenek dia sedang kesal karena telah di acuhkan.
" Tidak apa-apa nak. Panggil saja aku nenek. Toh aku tidak terlalu memperhatikan ternyata karyawan di sini hanya satu biasanya ada tiga orang yang melayani" ujar nenek mona dengan tersenyum menyambut kehangatan via
" Iya tidak apa apa bu eh anu nek maaf" sambil tersenyum takut kalau salah memanggil bodyguard di belakang tersebut akan membasminya
Nenek mona hanya tersenyum melihat tingkah laku via saat itu. Nenek langsung memberi baju yang akan dia beli kepada via dan memberi kartu kredit untuk membayarnya.
" Pinnya ada di atm ya nak " ucap nenek mona kepada via
Drrt drrt
Halo kemana aja dasar cucu yang tak bisa diandalkan
Nenek menunggu mu daritadi
Di butik tempat biasa nenek berbelanja aku tunggu atau akan rasakan akibatnya jika terlambat
Bagus kalau kamu sudah dekat
Tuttt tuuuttt
" ini nek barang belanjaannya terima kasih sudah berbelanja disini dan jangan kapok ya nek karena kami tadi sedikit mengabaikan nenek " kata via menyodorkan belanjaan dan kartu kredit nenek
" Sama - sama nenek pulang dulu yah itu cucu nenek sudah menjemput nenek. Apa kau mau ku jodohkan dengan cucuku yang gila kerja itu? " goda nenek mona tersenyum melihat via
" Maaf nek bukan à ku tak sopan tapi aku sudah memiliki kekasih nek " ucap via dalam batinnya ini nenek macam apa langsung menjodohkan cucunya dengan orang yang baru ia kenal
Sekilas via memperhatikan nenek mona yang pergi meninggalkan butik bersama kedua body guardnya. Berhenti sebuah mobil hitam mewah tepat di depan sang nenek. Via yang sedikit penasaran melihat apa yang akan dilakukan orang di mobil tersebut. Tiba tiba keluar sosok pria yang tak asing baginya. Dia mengingat kembali dimana ia pernah bertemu pria tersebut. Via teringat bahwa pria tersebut reno yang kemarin tak sengaja ia tabrak di restorant.
Via memegang kepalanya karena bingung apa yang baru saja terjadi dengannya. Apakah ini sebuah kebetulan atau drama yang akan yang berlanjut. Karena via melihat nenek dan cucu sepertinya sama saja. Akan merepotkannya.
Drrt drrtt
Video call from my honey
Hai sayang apa kabar? are you okay? Merindukannku ? goda reki membuat via tersipu malu
Aku baik saja kak? Miss you so much. Bagaimana pertandingannya kak?
Tak terasa sudah setengah jam via video call dengan kekasihnya. Hari semakin gelap menandakan malam telah datang. Via memutuskan untuk pulang ke apartemennya segera beristirahat karena lelah seharian beraktifitas. Tidak berapa lama via sampai d apartementnya. Buru buru ia langsung mandi karena sudah lelah. Setelah membersihkan diri dengan air hangat via langsung menuju dapur makan seadanya yang ada di kulkas. Dia hanya makan buah dan meminum susu sebelum ia menuju mimpi indah meminggalkan sejenak hari ini.
__ADS_1
" Jangan tinggalin via. Via ingin ikut dirimu saja. Aku tak sanggup menjalaninya sendiri " terbangun dengan keringat dingin air matanya pun mengalir sendirinya. Ia termenung mengingat barusan tentang mimpi buruknya. Melihat jam ternyat masih pukul 2 malam
Makasih ya kak udah mau baca novel pertamaku ini. Jangan lupa follow dan dukung novel ku ya 😊 Di tunggu ya cerita selanjutnya. Maaf jika terjadi kesalahan dalam penulisan dan alurnya ya.