
" Apa yang kau lakukan di kantorku nak? " tanya wanita tua itu dengan penuh penasaran
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
" Aku hanya mengembalikan handphone milik cucumu yang tertinggal tadi nek. Aku pamit pulang dulu ya nek " ucap Via mencium kembali punggung tangan nenek mona
" Hati hati ya nak " balas nenek mona membelai rambut Via
Aku tahu kau anak yang baik kau pantas menjadi pendamping cucuku. Tapi sayang aku tak ingin cucuku menyakiti hatimu hanya karena dendamnya yang tak berujung batinnya melihat kepergian Via meninggalkan kantornya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Senja telah berganti menjadi malam. Bintang di langit mulai menampakkan kelap kelipnya dari kejauhan. Via masih dalam perjalanan menuju apartementnya. Seketika cacing di pulau tengah Via berbunyi. Ia memutuskan untuk mampir di sebuah angkringan.
Via keluar dari dalam mobilnya. Ia sadar bahwa sekelompok pria mengamati kedatangannya. Via tak menghiraukan tatapan para pria itu yang ia pikirkan hanyalah untuk makan mengisi perutnya. Ketika Via sibuk memilih menu yang ada di meja salah satu pria mendekatinya dan mencoba menggodanya. Via yang mulai merasa tak nyaman segera bertindak
" Maaf kak jangan ganggu aku. Aku tak punya masalah denganmu " menaruh menu yang sudah ia pilih ke atas meja dan melepaskan tangan pria itu dari bahunya
Pedagang tersebut hanya diam melihat Via di ganggu. Karena ia takut ikut campur dengan pria tersebut yang mempunyai kekuasaan di daerah tersebut
" Aku hanya ingin berkenalan denganmu " membelai dagu Via dengan paksa
" Stop jangan sentuh aku " teriak Via melepaskan paksa tangan pria itu menjauh dari wajahnya
" Beraninya kau menolakku. Rasakan ini " memegang kuat kedua bahu Via sehingga terpojok ke dinding
Pria tersebut segera mendekatkan wajahnya tepat di hadapan Via. Via memberontak sekuat tenaga mengelak dari perbuatan pria tersebut. Via menangis ketakutan karena tidak satupun orang di dekatnya yang berani menolongnya. Via pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya ia menutup mata ketika bibir pria tersebut mulai mendekat ke arah wajahnya. Beruntung dengan cepat Reno menolong Via menjauh dari pria tersebut. Reno memukul pria tersebut hingga pergi meninggalkan mereka berdua.
" Kau baik baik saja honey " mengangkat tubuh Via yang terduduk di lantai menangis ketakutan
Via langsung memeluk tubuh Reno karena takut dengan yang telah ia hadapi tadi. Reno membawa Via masuk ke dalam mobil Via dan memerintahkan Bobi pergi meninggalkannya.
" Tunggu di dalam ya aku mengambil pesananmu dulu honey "
Flashback
Reno yang mengetahui Via telah meninggalkan kantornya meminta anak buahnya mengikuti Via karena ia ingin menemui neneknya dahulu. Ia tak ingin neneknya terlalu curiga dan mengacaukan rencananya.
Reno segera menyusul Via bersama Bobi menuju alamat yang telah di kirim oleh anak buahnya. Setelah sampai ia meminta anak buahnya pulang dan ia segera melanjutkan mengikuti Via.
Reno melihat mobil Via berhenti di sebuah angkringan dan memerintahkan Bobi menepikan mobilnya. Di dalam mobil Reno melihat Via sedang di goda oleh seorang pria. Bobi masih melarang Reno untuk turun karena belum menunjukkan kekerasan.
" Tahan dulu tuan. Ia belum bertindak yang aneh aneh " menahan Reno untuk membuka pintu
" Kalau sedikit saja aku terlambat membantunya aku akan menghajarmu bob "
Reno melihat Via semakin terpojok di dinding menangis karena perbuatan pria tersebut. Reno segera keluar karena melihat pria tersebut ingin menyentuh bibir Via. Reno langsung mendekat menjauhi Via dari pria tersebut dan menghajar pria tersebut hingga hilang pergi meninggalkannya.
Flashback off
Reno segera kembali menuju mobil Via setelah mengambil pesanannya. Reno langsung melajukan mobil Via menjauh dari tempat tersebut. Reno melihat Via masih menangis dan memutuskan untuk membawa Via ke sebuah taman di pinggir danau.
" Honey sudah jangan menangis lagi. Ayo kita turun makan di sana yuk." Menunjuk ke arah bangku di pinggir danau
Reno melihat bahu Via memerah bekas tangan pria tadi. Ia membuka jasnya dan menutupi badan Via. Ia segera keluar dari mobil membukakan pintu Via
" Ayo honey " memberikan tangannya agar Via keluar.
Via menuruti perkataan Reno. Ia keluar dari mobil menyambut tangan Reno keluar dari mobil menuju bangku tersebut. Mereka berdua duduk di bangku terlihat pemandangan bayangan cahaya lampu dari danau. Reno membuka makanan yang di pesan Via tadi dan menyuapi Via. Via menghabiskan makanan yang di beri Reno dengan keadaan termenung menatap ke arah danau.
" Sudahlah honey lupakan kejadian tadi. Aku belum terlambat tadi bukan menolongmu? " goda Reno
Tiba tiba Via memeluk tubuh Reno dan menangis lagi. Reno pun membalas pelukan Via dengan membelai lembut rambut wanitanya.
" Terima kasih telah menolongku Ren. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku jika tadi kau tak datang " dengan suara tersedu mengingat kejadian tadi
" Sudahlah jangan menangis lagi. Kau masih baik baik saja bukan? Dia belum sempat menyentuh bibir mungilmu honey " mengelus punggung Via agar ia tak bersedih lagi
" Maafkan aku telah berlebihan " melepaskan pelukannya dari tubuh Reno
Reno segera menggenggam tangan Via yang menjauh darinya dan mencium punggung tangannya
" Aku serius denganmu Vi. Jika kau masih menolak aku akan tetap mengejarmu sampai kau menjadi milikku. Tidak peduli siapa kekasihmu "
Via hanya terdiam mendengar ucapan Reno. Ia bingung harus bagaimana sekarang. Tapi di dalam hatinya ia tetap mencintai Reki kekasihnya apapun yanģ terjadi.
" Antar aku pulang saja aku lelah Ren " melepaskan genggaman Reno dan berdiri menuju mobilnya
Di sepanjang perjalanan pulang Via hanya diam. Reno yang tahu perasaan Via tak ingin mengganggunya dahulu.
" Honey kita sudah sampai."
__ADS_1
" Bawa saja mobilku pulang Ren. Besok aku tunggu di sini kembali jam delapan pagi. Terima kasih telah menolongku tadi" membuka jas Reno yang ada di tubuhnya dan mengembalikannya kepada Reno
" Hati hati ya honey. Besok aku tunggu disini "
Via hanya membalas ucapan Reno dengan senyuman
Apakah aku mulai mencintainya? Ah ingat rencanamu kembali Reno gumamnya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Keesokan paginya tepat jam delapan Reno tiba di depan apartement Kalijaga menunggu kedatangan Via. Di lihatnya Via berjalan mendekat menuju ke arah mobilnya. Reno tak henti memandangi Via yang kelihatan sangat cantik pagi ini mengenakan rok hitam mekar setengah betis dan baju kemeja merah yang di masukkan ditambah sedikit pita di rambutnya yang membuatnya bertambah manis.
Wajar saja kau di ganggu semalam Via. Kau terlalu cantik dan menarik sehingga siapapun yang melihatmu akan tergoda ucap Reno dalam batinnya
Via membuka pintu mobilnya segera masuk dan duduk di sebelah Reno.
" Good morning wanitaku. Kau terlihat sangat cantik hari ini. Wajar saja semalam kau di ganggu oleh pria jahat " ledek Reno
" Terserah kau saja Ren. Ini roti bakar untukmu. Tadi aku membuatnya terlalu banyak sayang jika di buang lebih baik untukmu saja " menyodorkan kotak makan kepada Reno
Reno segera membuka kotak makan tersebut dan menghabisi roti bakar buatan Via. Via mengambil sebotol air mineral dari dalam tasnya karena melihat Reno yang terburu buru menghabiskannya dan sedikit tersedak
" Pelan pelan Ren kau akan tersedak " memberi air mineral kepada Reno
Reno segera meneguk air tersebut dan mengembalikannya kembali kepada Via. Setelah selesai menyantap roti yang di beri Via ia segera melajukan mobil Via menuju ke kantornya.
" Thank honey rotinya "
" Ren jangan memanggilku dengan sebutan honey. Sudah ku katakan berapa kali kalau aku sudah mempunyai kekasih"
" Dan sudah ku katakan juga bahwa aku tak peduli "
" Ren kau sangat tampan dan kaya. Aku yakin banyak wanita di luar sana yang mau menjadi kekasihmu tapi bukan aku"
Tiba tiba Reno menghentikan mobilnya secara mendadak membuat Via terkejut.
" Mengapa kau berhenti mendadak seperti ini " ucap Via kesal
Reno segera mendekatkan wajahnya kehadapan Via dan mencium sekilas bibir Via. Via melotot terdiam melihat apa yang dilakukan Reno terhadapnya
" Sudahku bilang jangan membantah atau aku akan melakukannya " melajukan kembali mobilnya
Via terdiam mengingat yang terjadi barusan. Reno dengan mudahnya mencium bibirnya dan segera menghapus bekas bibir Reno dengan tangannya
" Dasar kau . Aku membencimu " teriak Via kesal
" Kau semakin terlihat cantik jika marah honey "
Via tidak menjawab ucapan Reno dan segera mengangkat teleponnya yang berdering
Drrrtttt drrttt
"Hallo" ucap Via dengan nada sedikit kesal
Ada apa denganmu sayang?
Maaf pa aku tidak tahu bahwa papa yang menghubungiku
Papa maafkan tapi nanti jadikan ke kantor papa
Aku tidak bisa pa karena aku ada meeting. Sudah dulu ya pa aku lagi membawa mobil ucap Via berbohong dan segera mematikan teleponnya
Tuuuttt tuuttt
" Apa kau ingin membuatku malu di hadapan papamu itu? "
" Sudah ku bilang kau tidak perlu ikut campur urusanku"
" Aku sudah berjanji kepada papamu kemarin akan membawa putrinya ke kantor"
" Kau yang berjanji, aku tidak "
" Apa perlu aku mengancammu dulu honey? " menurunkan kecepatan mobilnya dan segera menepi
" Oke baiklah aku menyerah. Anggap saja sebagai rasa terima kasihku karena kau telah menolongku semalam " dengat raut muka cemberut
" Ahh aku makin cinta sama kamu honey " mencubit pipi kanan Via
Debat mereka yang panjang terhenti karena sudah tiba di kantor Reno. Mereka berdua sama sama turun.
" Ren jika kau mendekatiku karena niat buruk lebih baik kau mundur atau aku akan membuatmu menyesal " ucap Via pergi meninggalkan Reno dan melajukan mobilnya
__ADS_1
Beraninya dia mengancamku kita lihat saja nanti batin Reno
Toko Bunga TIV
Via sibuk dengan aktivitasnya pagi ini. Ia sibuk membantu karyawannya menyusun bunga ke tempatnya. Ia tak ingin ke ruang kerjanya karena merasa bosan tak ada lagi pekerjaan yang harus ia kerjakan.
" Ibu naik saja tidak perlu membantu kami karena ini tugas kami bu " sahut Mia
" Saya merasa bosan jadi bolehkan saya bergabung dengan kalian. Sudah lama rasanya kita tidak berkumpul. " ucap Via tersenyum melihat para karyawannya
" Tentu saja boleh bu " sahut dini dari balik meja kasir
" Oh ya nanti saya pulang agak cepat ya soalnya ada janji dengan papaku "
" Ahh ibu terserah ibu saja. Asal yang ibu lakukan membuat ibu bahagia kami mendukung " jawab mia
" Oh ya bu maaf kalau kami boleh tau mengapa pak Reno selalu mengikuti ibu? " tanya Dini penasaran
" Ihhh jangan di dengerin bu, dini emang kepo efek kelamaan jomblo " sahut febri dengan badannya yang sedikit gemulai
" Mungkin dia kurang kerjaan. Yang penting kan kalau dia macam macam disini kalian ada membantuku " ucap Via tertawa
" Susah emang ya bu jadi orang cantik jadi terlalu banyak yang mengejar " ucap Mia menopang kedua dagunya
Mereka asyik berbincang satu sama lain hingga tertawa terbahak bahak. Lama sekali mereka tidak berkumpul karena banyak pria yang selalu mengejar Via sehingga ia sering bersembunyi. Untung saja karyawannya sudah paham dan berusaha melindunginya. Pembicaraan mereka yang sedang asyik harus terhenti karena sosok pria yang sedang mereka bicarakan.
Semua karyawan terdiam melihat pintu toko yang segera terbuka dan terlihat pria tampan melangkahkan kakinya masuk kedalam toko bunga
" Mengapa kalian semua diam? Ayolah kita sedang asyik berbincang. " tanya Via kepada karyawannya yang tak menyadari kedatangan seseorang
" Honey apa aku mengganggumu? " melangkah mendekat ke arah Via
Dia mengapa harus datang secara tiba tiba lagi. Pantas saja karyawanku langsung diam gerutu Via dalam hati
" Ini aku bawakan makan siang untuk kalian semua " menaruh makanan di atas meja tempat mereka semua tadi berbincang
" Terima kasih ya pak Reno " ucap para karyawan Via bergantian
" Honey jadikan siang ini kita ke kantor papa? Sekarang sudah jam 12 loh " ucap Reno yang langsung duduk di sebelah Via
" Stop panggil aku honey Ren. Jika kau butuh kekasih ini kedua karyawanku sedang jomblo " ucap Via kesal
" Aku hanya mau dirimu dan tak peduli jika kau sudah mempunyai kekasih. Bukankah sebelum janur kuning melengkung aku masih punya kesempatan memilikimu ? "
" Terserah kau saja " beranjak meninggalkan Reno menuju lantai atas
Reno melihat punggung wanitanya menghilang naik ke tangga. Reno berbincang bincang dengan karyawan Via dan menemani mereka meyantap makan siang yang ia bawa tadi.
Kalau bukan karena rasa terima kasihku tak ingin aku menemui papa gerutu Via
Drrttt drrttt
Hallo pa
Iya aku sedang menuju kantor papa bersama Reno Wijaya
See you too pa
Tuttt tuttt
Via sibuk memasukkan handphonenya ke dalam tas menuruni anak tangga. Tiba di anak tangga terakhir Via tersandung karena tak fokus. Dengan cepat Reno menangkapnya dan jatuh lagi ke pelukannya
" Kau sering sekali ingin jatuh ke pelukanku honey " menatap Via yang berada di pelukannya
" Aku tak butuh bantuanmu " berdiri melepaskan pelukan Reno
Selalu saja aku ceroboh sehingga dengan mudah dia mencari kesempatan gerutu Via dalam hatinya
" Saya pamit pulang duluan ya semuanya " ucap Via kepada semua karyawannya
" Ia hati hati mbak. Semoga sukses " celetuk Dini keceplosan
" Aku permisi membawa ibu bos kalian yang cantik ini ya " ucap Reno menggoda Via
Via tak mendengarkannya dan tanpa Reno sadari Via telah berlari meninggalkannya menuju mobil.
Aku akan mengunci semua pintuku agar ia tak bisa masuk. Aku tak ingin ke kantor papa bersamanya ucap Via dan segera melajukan mobilnya
Ahhh sial aku terlambat . Tunggu pembalasanku nanti Via ucap Reno mengepalkan ke dua kanannya
JANGAN LUPA LIKE NOVEL AUTHOR YA 🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat untuk kalian semua 😘