
Rasakan permainanku pria sombong gerutu Via tersenyum puas
###########
Via segera masuk dengan cepat ke dalam mobilnya dan segera ingin mengunci mobilnya namun Reno lebih cepat dari dugaannya. Pria itu langsung masuk ke pintu belakang mobil dan segera berpindah ke depan duduk di sebelah Via. Via langsung melajukan mobilnya tanpa menghiraukan ucapan Reno
" Honey kau benar2 keterlaluan kembalikan uangku yang terakhir aku ambil di ATM tadi " ucap Reno kesal
" Kau memang pria kaya sombong yang sangat pelit "
" Jika ingin uangku bilang saja honey tak perlu menipuku seperti ini " ucapnya sinis
" Jaga ucapanmu " segera menghentikan laju mobilnya ke pinggir jalan dan mengambil paper bag yang ia bawa tadi
" Ini uangmu yang kau ambil tadi " mengambil 12 amplop yang berisi uang Reno yang terakhir ia tambah tadi
" Kau lihat baik2 berapa jumlah uang yg ku transfer kepada para karyawanku " melempar handphonenya ke arah Reno dengan kesal dan menunjukkan jumlah uang yang masuk sama persis dengan semua keseluruhan uang Reno
" Maafkan aku honey " ucap Reno terkejut melihat yang terjadi
" Lebih baik sekarang kau turun dan bawa uang lebihanmu itu " ucap Via kesal
" Aku tidak mau sebelum kau memaafkanku " ucap Reno dengan santai
" Benarkah? " tanya Via dengan penuh selidik setelah mendengar perkataan Reno
Reno hanya menganggukan kepalanya pertanda setuju
" Baiklah aku memaafkanmu dan kau segera turun sesuai janjimu tadi "
" Oke " jawab Reno dan segera membuka pintu mobil Via. Sebelum melangkahkan kakinya keluar Reno segera menarik tangan Via dan membuatnya berhadapan kembali dengan Reno dengan jarak yang dekat. Reno segera m**umat bibir mungil Via secara perlahan. Via berusaha menolak namun entah mengapa tidak bisa dan mengikuti saja.
" Sepertinya kau mulai menikmati honey " ledek Reno setelah melepaskan ciumannya dan membelai rambut Via
" Terserah. Sekarang cepat turun " jawab Via dengan pipi yang memerah
" Hati2 calon istriku " ucap Reno tersenyum dan segera turun dari mobil Via.
Reno segera menutup pintu mobil Via dan segera berjalan ke belakang menuju mobil yang di bawa Bobi mengikutinya dari tadi. Via melajukan mobilnya dengan cepat agar Reno tak dapat mengikutinya. Via menatap bangku di sebelahnya dan melihat amplop yang di tinggalkan Reno.
" Sial dia tak membawa uangnya ini " gerutu Via memukul stir mobilnya
###########
Akhir pekan telah tiba kini saatnya Via bersiap menyiapkan seluruh keperluan untuk acara fashion week. Ini hari terakhirnya di Singapore dan esok ia akan kembali ke Indonesia untuk menghadiri pertunangan Sinta.
Via bersama tante Ana sibuk menyiapkan beberapa pakaian dan model. Via tidak tampil di acara akhir fashion week ini karena takut terlalu lelah dan ingin membuat sukses acara ini dengan sempurna. Ia sibuk mempersiapkan dari pagi hingga lupa untuk mengisi perutnya yang kosong. Ia tak peduli karena ia ingin cepat berakhir.
Acara fashion week akhirnya di mulai. Via dan tante Ana sibuk menyiapkan model secara berurutan. Hingga tak terasa semua pakaian sudah di perlihatkan. Pulau tengah Via mulai berbunyi dan terasa siang hari telah tiba. Via meminta izin kepada tante Ana untuk makan siang. Tante Ana mempersilahkannya dan jangan khawatir karena beberapa karyawan butik akan membereskan pekerjaannya.
" Aku sungguh lapar. Ke cafe di sana saja " ucap Via memegang perutnya dan berjalan menuju ke cafe di sebelah gedung acara
" Aku harap tak ada yang menggangguku hari ini " batin Via dan segera masuk ke dalam cafe
Via menatap buku menu untuk mencari makanan yang akan ia pesan. Via memilih mie ramen dan segelas orange juice. Ia memainkan handphonenya sambil menunggu pesanannya datang. Namun tiba2 seseorang menghampirinya.
" Boleh aku duduk disini? Sepertinya kamu sendiri saja " celetuk pria tersebut membuat Via kaget
Via melihat pria yang langsung duduk di hadapannya membuat Via sedikit bingung namun ia bersikap santai saja.
" Dimana kekasihmu? "
Via hanya diam tak menjawab pertanyaan pria tersebut karena ia tahu maksudnya. Pesanan Via telah sampai dan ia langsung menyantapnya. Pria yang duduk di hadapannya hanya melihat dengan menopang kedua dagunya. Via bersikap cuek tak memedulikan yang pria itu lakukan.
" Kau yakin kembali bersama pria sombong itu? " tanya Ari dengan antusias.
Ari menonton acara fashion week tapi tak berhasil menemukan Via. Ketika ia keluar gedung ia melihat sosok Via berjalan sendirian keluar. Ia memutuskan untuk mengikuti Via dan berharap masih mempunyai kesempatan tentang perasaannya.
" Kalau hanya saham permasalahan papamu aku bisa lebih dari itu membantumu. Aku juga punya segalanya "
__ADS_1
Darimana pria ini tahu batin Via masih menyantap makanannya
" Kau kesini hanya ingin menyombongkan diri? Tak berniat minta maaf? " tanya Via santai
" Maaf bukan aku bermaksud seperti itu. Tapi ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu sejak dulu " jawab Ari tertunduk merasa sedikit bersalah
" Apa? "
" Aku mencintaimu sejak SMA tapi sayang aku belum sempat mengatakan karena harus pergi ikut bersama orang tuaku. Dan sekarang aku bertemu denganmu namun kau telah menjadi milik orang yang salah " ucap Ari memegang tangan kiri Via
" Tapi sejak kau pergi tanpa memberitahuku aku sangat kecewa dengan dirimu. Kita berteman lama tapi kau tak bisa menyempatkan memberi tahu kepindahanmu " jawab Via segera menarik tangannya dari genggaman Ari
" Iya aku tahu aku salah tapi bisakah memberikanku kesempatan " memohon kepada Via dengan tatapan serius.
" Maaf semua sudah terlambat dan aku hanya menganggapmu sebagai temanku tidak lebih " jawab Via tersenyum manis di hadapan Ari
Mereka berdua mengatakan hal2 yang selama ini belum sempat di katakan. Namun di sela perbincangan mereka Reno datang dengan tatapan tajam dan segera duduk di sebelah Via. Reno memang mengikuti Via daritadi sejak keluar dari gedung dan tak sengaja juga melihat Ari mengikuti wanitanya dengan cepat. Reno mengikuti mereka berdua bersama Bobbi.
" Honey apa kau berusaha menggoda pria lain dan berselingkuh? "
" Iya benar " jawab Via santai dan menikmati orange juice miliknya
" Kau mulai ingin bermain denganku? " ucap Reno menggenggam tangan Via dengan kencang
" Pria di depanku ini bilang mencintaiku sejak SMA dan memintaku menjadi miliknya. Jika ada kesempatan mana mungkin aku sia2kan bukan? " jawab Via dengan santai sengaja membuat Reno marah dan berharap meninggalkannya
" Baiklah jika itu inginmu " melepaskan tangan Via dengan segera
" Bob segera batalkan kerja samaku dengan Tn.Bambang " ucapnya dengan Bobi yang berdiri di sampingnya
" Bbbaaik tuan " jawab Bobi sedikit cemas
Bobi menelepon sekretaris di Indonesia dan memintanya membatalkan kerja sama dengan Tn.Bambang. Via mendengarkan semuanya dan merasa cemas namun ia tak peduli jika itu bisa membuatnya terbebas dari semua. Selama ini ia juga berjuang hidup sendiri dan tak peduli lagi dengan rahasia papanya.
" Aku harap kau tak menyesal melakukan semua ini dan kau tuan jangan berharap wanita ini menjadi milikmu " ucap Reno dengan dingin dan beranjak pergi meninggalkan cafe tersebut
" Vi beri aku kesempatan "
" Aku rasa tak ada lagi yang harus kita bicarakan. Terima kasih karenamu pria sombong itu tak menggangguku sementara. Maaf aku tak bisa menerimamu dan aku harap pertemanan kita tidak rusak sama seperti dahulu " ucap Via mengambil tasnya dan beranjak pergi meninggalkan Ari.
Ari menatap kepergian Via dengan penuh kekecewaan. Via segera kembali ke gedung membantu semua pekerjaan agar cepat selesai. Ia sampai di sana dan melihat semuanya sudah beres. Betapa terkejutnya ia melihat sosok Reno berdiri di pojokan menunggunya.
Pria ini mau apa lagi batin Via
" Sayang ayo kita pulang bukankah esok pagi kau harus kembali? " ucap Tante Ana mengagetkan Via yang menatap keberadaan Reno
" Oh iya tan. Maaf aku tak sempat menolong membereskan pekerjaan ini "
" Tidak masalah nona. Tuan Reno menggantikan pekerjaanmu. " celetuk Angel melihat Reno menatap Via dengan dingin
" Karena hari ini terakhir kekasihku disini bagaimana kita menaiki bianglala biar aku yang mentraktir kalian semua? " ucap Reno ketika melihat suasana menjadi hening
" Wahh benarkah tuan. Ini benar2 akhir pekan yang menyenangkan " ucap salah satu karyawan
" Kau saja pergi dengan mereka semua aku iñgin pulang dan membereskan barangku " ucap Via berusaha menolak padahal ia sudah membereskan semua barangnya.
" Yahhh kalau nona Via tidak ikut kami juga tidak mau " ucap Zahra dengan penuh kekecewaan
" Sayang nikmatilah hari terakhirmu. Tante tau kau hanya berusaha menolak bukan "
" Iya nona. Ini hari terakhir kita ayolah kita nikmati kebersamaan terakhir ini " pinta Angel memegang kedua tangan Via
Aku membencimu pria licik batin Via
" Oke baiklah ini demi kalian semua " jawab Via tersenyum namun di dalam hatinya penuh kekesalan
Sudah ku duga kau takkan bisa menolaknya honey batin Reno
" Mana kunci mobilmu honey? "
__ADS_1
" Aku bawa mobil sendiri saja bersama yang lain karena mereka tadi pergi kesini bersama diriku "
" Aku ikut denganmu dan tak ada alasan apapun lagi honey " menggandeng tangan Via menuju keluar gedung mengambil mobil
Via hanya mengikuti langkah kaki Reno karena tak ingin pria itu berbuat macam2. Mereka semua mengikuti langkah Reno dan Via menuju keluar gedung termasuk Tante Ana yang terkekeh melihat timgkah laku anak angkatnya tersebut.
Mereka semua membagi diri untuk naik ke tiga mobil yang ada. Mobil Via terdapat Reno dan 3 karyawan. Sedangkan sisanya naik ke mobil Reno dan Tante Ana. Maklum mereka membawa seluruh karyawan butik sehingga terasa ramai.
Singapore flyer at 03.00 pm
Mereka telah sampai dan menaiki bianglala satu persatu. Reno menarik Via ke dalam bianglala dan meminta menutup pintunya. Yang lainnya menaiki bianglala lainnya yang di atur oleh Bobi. Bianglala mulai berputar secara perlahan setelah semua naik.
" Honey "
Namun Via tak menjawab ucapan Reno karena benar2 menikmati pemandangan Singapore untuk terakhir kalinya.
" Viani Putri " ucap Reno penuh penekanan
" Iya ada apa Reno Wijaya. Tak bisakah diam dan menikmati ini semua " jawab Via menatap Reno yang ada di hadapannya.
" Ini untukmu " mengeluarkan kotak merah dari sakunya dan membuka kotak tersebut membuat Via terkejut
Bagaimana ia mendapatkan yang sama? Atau kebetulan sama? Batin Via keheranan melihat liontin inisial R yang sudah ia tukar di mall waktu lalu
" Mengapa kau menjualnya honey? "
" Aku tidak menjualnya hanya menukarnya dengan ini " jawab Via memegang liontin inisial V yang sedang ia pakai
" Kau berusaha melupakanku atau cemburu saat itu "
Pada saat Via menukar liontin itu di mall ia tak sengaja bertemu dengan Reno dan Kiran namun ia berpura2 tak tahu agar tak curiga. Reno mengetahui bahwa Via menukar liontin tersebut segera meminta Bobi membelinya kembali ketika Via telah pergi agar Kiran tak curiga.
" Aku tak punya uang untuk membeli liontin ini jadi lebih baik aku menukarnya daripada mubazir tak di pakai " jawab Via beralasan lagi
" Terserah aku tak peduli dengan alasanmu yang penuh kebohongan itu honey " celetuk Reno berpindah duduk ke sebelah Via
" Kau mau apa? Jangan aneh2 " membulatkan matanya ke Reno memberi peringatan
Reno tak menjawab ucapan Via karena hanya membuatnya berdebat saja. Ia membalikkan badan Via dan menggeser rambutnya kedepan membuka kalung milik Via. Reno memasukkan liontin berinisal R ke dalam kalung Via dan liontin milik Via ia simpan ke dalam kotak untuknya.
" Jangan dijual lagi apapun yang terjadi " pinta Reno memakaikan kembali kalung milik Via yang pernah ia berikan
" Sekali kau milikku takkan pernah aku lepaskan apapun yang terjadi. Ingat itu honey "
Pria ini perasaannya selalu berubah2 seperti musim batin Via
" Kau tunanganku kembali sekarang " memakaian cincin tunangannya dahulu yang di kembalikan oleh Via
" Aku tak peduli jangan membuatku terlalu berharap " ucap Via menatap Reno dengan serius
Reno tak ingin berkata panjang lebar lagi segera mendekatkan wajahnya ke arah Via dan lagi2 tanpa aba2 ******* bibir mungil Via dengan pelan. Hati Via berusaha ingin menolak namun tak bisa dan menikmati permainan lidah Reno yang hangat. Beruntung bianglala yang mereka naiki sedang berhenti di atas jadi tak ada yang bisa melihat ciuman mereka.
" I love u honey " melepaskan ciumannya dan memeluk wanitanya erat melepaskan kerinduannya selama ini
Maaf jika esok aku menyakitimu batin Reno merasa bersalah dengan yang ia inginkan
Via tak mengeluarkan sepatah katapun hingga bianglala tersebut berhenti dan menurunkan mereka berdua. Via hanya menikmati waktu terakhirnya di Singapore dan menjalani harinya dengan Reno walaupun ia tahu itu semua penuh dengan kepalsuan.
Mereka semua melanjutkan perjalanan ke Singapore River Cruise. Singapore River Cruise merupakan kegiatan wisata mengelilingi Singapura dengan menggunakan perahu kecil. Mereka semua menikmati perjalanan dalam satu perahu dan menyantap cemilan yang telah Bobi beli tadi.
Via sibuk menikmati pemandangan Singapore bersama para karyawan namun berbeda dengan Reno yang menatap Via dan menggengam tangan wanitanya sejak di bianglala tadi tanpa melepasnya sedikitpun.
" Kapan kalian menikah? " celetuk Tante Ana membuat Via yang tadinya tertawa terdiam
" Perjalananku masih panjang tan. Jangan terlalu berharap " jawab Via menolak yang di inginkan pria yang di sebelahnya selama ini
" Padahal kalian sangat cocok tahu. Jika tak mau lagi dengan tuan Reno untukku saja ya kak " celetuk Angel bercanda di ikuti yang lain
Tunggu saja apa yang akan ku lakukan setelah ini batin Reno menatap wanitanya dengan dingin
__ADS_1