Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Cinta Pertama Datang kembali


__ADS_3

Hotel Wisman bukan kah itu milik keluarga wanita itu gumam Reno dalam batinnya


" Ren apakah kau ketahuan selingkuh dengan kekasihmu? " membuyarkan lamunan Reno


" Ahhh bukan honey Bobi mengingatkanku bahwa nanti ada meeting. Aku permisi dulu ya honey " ucap Reno berbohong kepada Via karena bertambah bingung dengan perasaannya sekarang


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Kediaman Wijaya at 11.45


Setelah pulang dari toko bunga tadi Mama Rosa dan anaknya Bunga merencanakan sesuatu untuk menghancurkan hubungan putranya.


" Ma sudah mama lakukan? " tanya Bunga penasaran


" Sudah dong sayang dan kakakmu tak menolaknya " menunjukkan pesan yang ia kirim tadi dan balasan Reno kepada Bunga


" Wah aku sudah tak sabar melihat gadis kampungan itu menderita "


" Tenang saja pasti kakakmu akan membatalkan pertunangannya " ucap Mama Rosa dengan percaya dirinya


" Jika tidak berhasil ma? " tanya Bunga penuh kecemasan


" Tenang saja sayang mereka cuman akan bertunangan dan yang penting belum menikah bukan? Masih banyak rencana cadangan yang mama buat " jawab Mama Rosa dengan senyum sinis


Mereka berdua tak sadar jika daritadi nenek mona mendengarkan percakapan mereka diam diam


Aku akan selangkah lebih maju dari kalian berdua jika mencoba menyakiti hati wanita itu ucap nenek mona dalam hatinya setelah mendengar rencana kedua wanita busuk itu


Perusahaan Wijaya at 13.15


Reno memasuki perusahaannya dan segera mencari dimana keberadaan Bobi. Ia berhasil mencari sosok yang ia cari sedang menatap laptop dengan serius


" Bob apakah besok ada jadwal meeting? " tanya Reno tergesa gesa


" Sepertinya tidak ada tuan " jawab Bobi seadanya


" Baiklah. Besok aku akan menemani mamaku ke Hotel Wisman"


Bukankah hotel itu milik keluarga wanita yang ia cari dahulu tanya Bobi dalam hatinya sendiri


" Baiklah tuan " ucap Bobi


Lebih baik aku mengganggu wanitaku malam ini ucap Reno meninggalkan rencana esok


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Tak terasa matahari mulai terbenam. Reno memutuskan untuk mengganggu wanitanya malam ini. Ia mengendarai mobilnya dengan cepat karena tak sabar ingin menggoda wanitanya.


Bel apartement Via berbunyi tapi ia tak mendengarkannya karena telah tertidur pulas di sofa. Reno menghubungi handphone wanitanya berkali kali tapi tak di jawab


Kemana dia selalu saja membuatku cemas gerutu Reno


Reno memencet bel berkali kali tapi tak juga menerima jawaban dari Via dan sangat kesal di buat wanita itu. Reno baru teringat bahwa ia tahu pasword baru apartement via dan segera menekannya. Reno langsung masuk ke dalam dan mencari sosok Via


Selalu saja tertidur di sembarang tempat ucap Reno melihat Via di sofa


" Honey ayo bangun " membelai rambut wanitanya


" Mengapa kau selalu menggangguku padahal kau tak mencintaiku pergi sana " ucap Via perlahan dalam keadaan mengigau


" Apa kau mengharapkan aku mencintaimu honey? " bisik Reno ke telinga Via hingga Via tersadar dari mimpinya


" Kau " ucap Via langsung terduduk


" Mengapa kau susah sekali untuk di hubungi " ucap Reno


" Ini sudah waktunya istirahat. Mengapa kau bukan pulang ke rumahmu saja Ren? " ucap Via kesal


Reno langsung saja mengecup bibir mungil Via tanpa aba aba. Ia ******* bibir Via dengan lembut. Via ingin menolaknya tapi hatinya berkata lain. Via merasakan bahwa jantungnya berdetak kencang kembali ketika Reno dekat dengannya. Via segera melepas paksa kecupan Reno.


" Apa yang kau lakukan? " ucap Via kesal menghapus bekas ciuman Reno dengan tangannya


" Honey sudah pernah ku katakan percuma kau menghapusnya karena bekasnya selalu ada di hatimu " goda Reno

__ADS_1


" Pulanglah sana ke rumah. Aku benci denganmu " memukul bidang dada Reno karena kesal selalu di ledek


" Honey jangan menggodaku lagi dengan pakaianmu ini untung aku hanya mencium bibir mungilmu itu " ucap Reno di telinga Via


Via yang menyadari ia memakai lingerie sexy segera menutupi badannya dengan selimut dan berlari ke kamarnya. Via mengunci pintu kamarnya dengan cepat karena takut Reno berbuat yang aneh aneh dengannya.


" Honey buka pintunya " teriak Reno dari luar mengetuk pintu kamar Via berulang kali


Dasar pria mesum. Aku tak rela jika ia mencium bibirku lagi gerutu Via dalam hatinya


Via memutuskan untuk tidur saja karena malas meladeni tingkah laku Reno yang selalu menggodanya.


Tengah malam Via terbangun karena bermimpi buruk dan tak terasa tenggorokannya kering. Ia segera keluar untuk mengambil minum di dapur. Setelah minum Ia melewati sofa ruang keluarga untuk masuk ke dalam dan terlihat sosok Reno yang tertidur pulas di sofa. Karena kasihan melihat Reno yang kedinginan ia mengambil selimut dari kamarnya dan segera menutupi tubuh Reno. Ia menatap Reno serius dan menggenggam tangan pria tersebut


Jika ingin menyakitiku pergi saja ucap Via dan mencium tangan Reno yang ia genggam


Aku berjanji tak akan menyakitimu jawab Reno secara tiba tiba dan mengejutkan Via


Via segera melepaskan genggamannya dan masuk ke kamar karena malu dengan yang ia lakukan tadi. Reno tahu jika Via tadi terbangun dan langsung menuju ke dapur. Ia hanya berpura pura tidur agar Via tak cemas melihatnya di sofa. Reno sangat bahagia mendengar ucapan dan perlakuan Via tadi


Apakah aku mulai mencintainya? ucap Reno dengan menggarukan kepalanya karena bingung dengan pilihannya nanti


Hotel Wisman at 13.45


Siang ini Reno menepati janjinya untuk menemani mamanya menemui sahabatnya pemilik hotel wisman. Reno berpesan kepada Bobi untuk tidak memberitahukan kepada neneknya. Reno masuk ke ruang VIP hotel Wisman dan mencari sosok mamanya. Ia melihat mamanya sedang asik mengobrol dengan dua orang wanita dan segera menyapanya


" Hai ma " mencium punggung Mama Rosa


" Hai sayang akhirnya kamu datang. Ini kenalin ny.Wisman dan putrinya " ucap Mama Rosa memperkenalkan kedua wanita di depannya


Reno sangat terkejut melihat salah satu wanita yang masih muda dan cantik. Reno menegur sapa wanita yang dahulu ia cari


" Hai Ren apa kabar " sapa wanita itu


Flasback


Reno duduk di bangku kelas 3 SMA ia merupakan siswa yang paling di kejar kejar oleh para siswi se sekolah. Tapi hanya tertarik dengan teman satu kelasnya yang merupakan cinta pertamanya yaitu Kirana Cantika biasa di sapa Kiran. Kiran merupakan salah satu siswi berprestasi dan cantik. Karena Reno sangat tertarik dengannya Reno memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya kepada Kiran ketika kegiatan camping di sekolah. Kiran menerima Reno sebagai kekasihnya. Hubungan mereka berjalan baik saja sampai suatu ketika Kiran memutuskan Reno karena ingin melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Reno dengan berat hati menerima semua keputusan Kiran dan berjanji akan setia menunggu Kiran sampai kapanpun.


Reno mendapatkan berita bahwa Kiran telah pulang dari kuliahnya di luar negeri dan memutuskan untuk mencari wanita tersebut. Tapi hatinya sangat sakit melihat cinta pertamanya itu berpelukan dengan seorang pria yang tak ia kenal. Reno segera menemui Kiran dan memutuskan semua hubungan yang pernah ada tanpa mendengar alasan siapa pria itu. Pada suatu ketika Kiran bertemu dengan Reno dan menjelaskan semuanya dengan kebohongan


" Iya aku hanya kakak sepupunya. Maaf membuat salah paham. " ucap pria itu berbohong


" Maaf jika aku salah paham selama ini. Tapi maaf kita belum bisa bersama karena aku sudah memiliki seorang kekasih " jawab Reno datar


" Aku masih sangat mencintaimu Ren. Jangan tinggalkan aku. " ucap Kiran memohon


" Maaf kiran semenjak kejadian itu aku sudah memutuskan kau bukan kekasihku lagi. Walau sekarang aku tahu bahwa aku salah paham " ucap Reno kecewa karena tak mendengarkan penjelasan Kiran


" Jika kita berjodoh kita pasti kembali Ren. Aku setia menunggumu " jawab Kiran memberi harapan kepada Reno


Jika kita bertemu lagi aku tak akan menyiakanmu lagi Kiran batin Reno dalam hatinya


Sebenarnya Reno berbohong mempunyai kekasih karena gengsi mengakui kesalah pahaman itu. Sejak saat itu ia selalu mencari kembali cinta pertamanya


Flashback off


" Hai Kiran akhirnya kita bertemu kembali " ucap Reno memberikan senyuman kepada cinta pertamanya tersebut


" Mama dan tante tinggal dulu ya sayang. Mau menemui teman yang lain dulu " ucap Mama Rosa karena sangat bahagia rencananya berjalan dengan perlahan


" Baiklah ma " jawab Reno


" Oh ya minggu depan kamu mau tunangan ya. Selamat ya Ren " celetuk Kiran tersenyum


" Terima kasih Ran. Oh ya mana kekasihmu " tanya Reno penasaran


" Aku tidak mempunyai kekasih dan masih setia menunggumu Ren " jawab Kiran menopang kedua dagunya menatap Reno


Mungkin ini kesempatanku untuk kembali lagi dengan cinta pertamaku dan segera menyelesaikan sandiwaraku dengan Via. Bukankah rencanaku untuk balas dendam dengan Reki sudah terwujud ucap Reno dalam batinnya


" Hei Ren apa yang kamu pikirkan? " tanya Kiran membuyarkan lamunan Reno


" Oh ya aku lupa harus meeting sore ini Ran. Aku tinggal dulu ya dan tolong bilang ke mama " ucap Reno berbohong

__ADS_1


Kiran langsung beranjak ke sebelah Reno dengan sedikit membungkukkan badannya membisikkan sesuatu ke telinga Reno


" Jika kau ingin membatalkan pertunanganmu aku masih setia menunggumu Ren " ucap Kiran sedikit berbisik


Reno segera meninggalkan Kiran karena tak ingin rencananya berantakan dahulu. Kiran yang melihat kepergian Reno tersenyum sinis karena rencananya akan segera di mulai.


Hari ini Reno memutuskan untuk diam di rumah karena bingung dengan masalah yang menimpanya sekarang. Ia tidak menemui wanitanya hari ini


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hari ini Via merasa sedikit tenang karena Reno tak menemui atau menghubunginya. Tapi Via merasa sedikit kesepian karena tak ada temannya berdebat. Hingga lamunannya buyar karena ada pesan masuk di handphonenya. Ia segera membuka pesan tersebut berharap Reno yang mengirimnya.


Drrtt drrttt


Pesan gambar


Ini kelakuan pria yang akan menjadi tunanganmu


" Pantas saja dia tak menemuiku hari ini " ucap Via kesal


Via melihat foto Reno bersama seorang wanita yang duduk di sebelahnya seperti sedang mencium Reno padahal hanya berbisik


Via memutuskan untuk tidur melupakan yang telah ia lihat tadi. Karena esok pagi ia harus bertemu dengan nenek mona di toko bunga untuk membicarakan masalah pesanan.


Toko Bunga TIV at 08.35


Pagi ini Via menunggu kedatangan nenek mona. Ia memutuskan untuk menunggu di bawah saja dan berbincang dengan karyawannya menghilangkan rasa suntuk. Pintu toko bunganya terbuka dan mendengar suara dua wanita yang masih ingin mencari masalah dengannya dan satu lagi wanita yang membuat ia kesal semalam


" Biar saya saja yang melayaninya. Kalian siapkan pesanan saja " pinta Via kepada para karyawannya


" Tapi bu " sahut Mia


" Lumayan bukan dapat makan siang gratis lagi" jawab Via mengedipkan matanya


Via berjalan mendekati mereka bertiga dan menyapanya


" Permisi nona ada yang bisa saya bantu " ucap Via tersenyum ke arah mereka bertiga


" Lambat sekali kamu ini melayani pembeli. Di pecat baru tahu rasa " celetuk Bunga


" Oh jadi ini ya calon tunangan Reno ma? tak selevel banget dengan diriku " ucap Karin mengejek Via dan tertawa


Jadi wanita ini sama saja seperti mereka berdua gerutu Via dalam hatinya


" Mama tidak sudi punya mantu miskin seperti ini sayang. Malu kalau sampai teman sosialita mama mengetahuinya pasti mama akan di ejek " ucap Mama Rosa merasa jijik melihat Via dan menertawakannya


" Maaf nona jika hanya ingin mengobrol di sini lebih baik mencari cafe terdekat saja karena kami menjual bunga bukan gosip " sahut Via sedikit kesal melihat mereka bertiga


" Kamu ini songong banget sih dasar cewek matrek " jawab Bunga


" Kalau begitu aku beli bunga semua di toko ini dan kirimkan ke Hotel Wisman milik keluargaku tapiiii " ucapan Karin terhenti karena punya maksud tertentu


" Tapi apa nona " tanya Via karena tahu pasti ada udang di balik batu


" Tapi kau yang mengantarkannya bersama teman temanmu itu " menunjuk para karyawan Via


" Baiklah nona " berjalan menuju kasir menghitung berapa banyak bunga yang dibeli mereka


Via telah siap menghitung semuanya dan memberikan nota kepada karin. Karin membayar semuanya dengan kartu kredit dan melebihkan pembayarannya.


" Ambil saja uang kelebihannya buat kalian semua jajan di pinggir jalan dan kalau kau tidak betah bekerja disini kau boleh bekerja di hotel milik keluargaku " ledek Karin dan tertawa terbahak bahak bersama dua wanita yang lain


" Ayo kita lanjut shoping aja sayang. Gerah lama lama lagi di sini di tambah lagi ada nenek peot yang akan membuat kita semakin panas " ucap Mama Rosa menunjuk ke arah luar melihat mobil mertuanya berhenti di depan toko bunga


Padahal AC di dalam toko bunga Via sangat sejuk tapi mereka saja yang merasa kegerahan. Memang sejak dahulu keluarga Wijaya menjadi langganan toko bunga Via tapi sayangnya mama Rosa tidak mengetahui pemiliknya karena sibuk dengan urusan sosialitanya.


" Bu siapa mereka bertiga itu. Dua saja kemarin mungkin aku pusing menghadapinya apalagi tambah satu dengan kesombongan yang luar biasa " tanya Febri sewot karena tak tega melihat atasannya di hina


" Biarkan saja yang penting hari ini kita bekerja extra karena semua bunga di toko kita habis dan saya akan mengantarkannya nanti dengan kamu dan mang iding ya " ucap Via tersenyum


Via segera ke taman bunga untuk menemui nenek mona yang sudah menunggunya. Ia menyuruh Mia membawakan teh hangat dan roti ke taman sebelah


" Maaf nek telah membuatmu menunggu. Apa pesanannya bermasalah nek? " tanya Via penasaran

__ADS_1


" Bukan tapi dirimu yang bermasalah " jawab nenek mona datar


JANGAN LUPA LIKE SETIAP EPISODE NOVEL AUTHOR 😊🙏


__ADS_2