Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Teringat Mama


__ADS_3

" Jangan tinggalin via. Via ingin ikut dirimu saja. Aku tak sanggup menjalaninya sendiri " terbangun dengan keringat dingin air matanya pun mengalir sendirinya. Ia termenung mengingat barusan tentang mimpi buruknya. Melihat jam ternyat masih pukul 2 malam


##########


Kemudian via bangun dari tempat tidurnya dia menuju kamar mandi mengambil air wudhu melakukan shalat tahajud. Dia berdoa semoga mamanya tenang di sana baik di sana di surganya. Dia rindu mamanya sejak sebulan ini dia belum sempat mengunjungi makam mamanya di desa. Karena kesibukannya saat ini. Biasanya tiap weekend dia menyempatkan untuk berkunjung ke makam mamanya.


" Mama baik tenang disana. Via rindu mama. Aku masih menepati janji ku kepada mama untuk selalu menjaga papa. Walaupun hatiku ini terasa berat" ucap via dengan suara bergetar tersedu menangis mengingat mamanya


Aku benci sekali dengan mak lampir itu. Kalau bukan karena dia mungkin mama masih di sini sekarang bahagia bersama kami. Tapi mak lampir itu merusak segalanya. Mengambil semua kebahagiaan ku hingga saat ini masih menyiksaku. Aku benci mereka semua.


Flashback


Saat itu aku kelas 2 SMA. Malam itu terjadi keributan yang sangat hebat antara papa dan mama ku. Aku hanya melihat dan mendengar apa yang sedang mereka debatkan. Suara bantingan vas kaca berserakan


Srakkkhhh


" Aku tidak terima mas. Kau tega berselingkuh di belakangku. Aku tau aku menderita kanker stadium akhir. Tapi apa kau tak bisa sedikit setia kepadaku hingga aku mati? Jika aku mati terserah kau ingin berhubungan dengan wanita manapun. Yang aku tak habis pikir mengapa kau harus berselingkuh dengan dia? " ucap mama tia terduduk dilantai menangis meratap suaminya


Aku yang melihat dari dalam kamar seakan tak percaya apa yang terjadi. Mendadak aku berlari ke arah mamaku. Karena aku lihat mama tiba tiba tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Mengeluarkan darah di hidung.


" papa mama kenapa? Ayo bawak mama ke rumah sakit pa? Cepat pa" kataku setengah berteriak melihat papaku


Rumah Sakit Harapan


Kami menunggu di luar ruangan. Aku sibuk mondar mandir karena khawatir dengan keadaan mamaku. Air mataku mengalir tak henti. Perasaanku campur aduk melihat semua yang terjadi. Sedangkan papa hanya duduk menunduk memegang kepalanya merasa bersalah apa yang telah terjadi. Tiba tiba datang seorang wanita tergesah2 berlari dan langsung duduk di sebelah papaku.


" Mas apa yang terjadi? Apakah istrimu baik baik saja? Sepertinya emang seharusnya mereka semua tahu apa yang terjadi di antara kita. Barang busuk itu akan tercium juga mas" ucap sang wanita itu sambil memeluk papaku


Aku yang sejak tadi mondar mandir langsung terdiam mematung melihat mereka yang sedang berbicara.


Apa? Hubungan? Terjadi di antara mereka? Jadi selama ini wajar saja wanita itu baik kepadaku. Ini maksud dari semua ini. Jika terjadi yang tak baik aku akan membenci mu tante lena batinku


Ketika aku ingin bertanya kepada papaku dokter dan beberapa perawat keluar dari ruangan mama. Kami langsung mendekat kearah dokter yang menangani mama


Salah satu perawat berkata kepada kami ^Maaf keluarga pasien Pak bambang dan saudari via. Pasien menginginkan anda untuk menemuinya. Ada yang ingin pasien sampaikan.^


Aku langsung masuk dan menemui mama. Aku lihat mama tersenyum melihat ku masuk. Segera aku mendekat kepadanya yang terbaring lemah banyak alat alat yang menempel ke tubuhnya.


" sayang tolong ikuti kata mama. Berjanjilah kepada mama kau harus selalu menjaga papa apapun yang terjadi jangan membencinya pasti ada alasan di balik semuanya sayang" ucap mama kepada ku


" mas tolong jaga anak kita dan besarkan dia. Aku percaya kepadamu." Pinta mama kepada papa


" Aku sayang kalian semua" ucap kata terakhir mama.


Alat alat yang menempel mama tak berfungsi lagi. Aku menangis sejadi jadinya karena dokter mengatakan bahwa mama telah tiada.


Pemakaman desa


Kulihat mamaku di pemakaman terakhirnya. Aku menangis tersedu sedu. Bagaimana bisa secepat ini mama meninggalkanku. Aku lihat sekilas wanita jahat itu tersenyum manis kepadaku. Orang2 berpamitan kepada papa tanda pemakaman telah usai. Aku masih setia duduk di samping batu nisan mamaku. Papa mengajak ku pergi dari sini karena tak baik menangisi mama terlalu lama. Aku mengikuti perkataan papa dan meninggalkan pemakaman mama.


Aku pulang dulu ya ma. Besok aku kembali lagi ucap ku


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Sesampainya di rumah aku lihat dua orang wanita duduk di sofa ruang tamu. Wanita yang baik selama ini ternyata menusukku dari belakang. Papa langsung membawa ku duduk bersama mereka. Papa duduk di sebelahku memegang tanganku dan menatap erat wajahku.


" sayang papa ingin mengatakan yang sejujurnya kepadamu. Papa harap kamu menerima semua keputusan papa. Papa akan menikahi tante lena. Karena papa tak mau gosip semakin tak menentu membuat dirimu juga akan terlibat" ucap papa sedikit memohon kepadaku


Aku lihat dua wanita jahat itu tersenyum manis melihat semuanya. Mereka seperti baru menang mendapat lotre. Aku pergi meninggalkan mereka semua karena aku syok mendengar permintaan papa yang tak masuk di akal. Aku berdiri dan memberi kemenangan kepada mereka semua seraya berkata


" Lakukan apa yang papa mau. Aku mengikutinya. Dan jangan pernah ganggu urusanku. Terserah kalian"


Dua bulan kemudian....


Bagaimana saksi sah?... ucap penghulu

__ADS_1


Sahhhhh


Aku yang menyaksikan hanya terdiam terpaku. Aku hanya tersenyum karena aku tak mau terlihat bersedih. Itu hanya membuat wanita itu akan menghinaku. Entah apa salah ku padanya. Sehingga wanita itu sangat membenciku. Ada saja caranya agar aku di usir dari rumah agar papa tak menyayangiku lagi. Untungnya papa telah berjanji kepada mama sebelum pergi. Jadi apa saja yang dilakukan ibu tiriku itu papa tak percaya begitu saja.


Flashback off


Via tersadar dari lamunanku. Tak terasa sudah jam 5 pagi. Via bergegas mandi dan melakukan shalat subuh. Setelah selesai via bersiap siap untuk melakukan lari pagi. Karena sudah lama sekali rasanya dia tak olahraga. Via keluar dari apartementnya berlari kecil menuju taman di dekat apartementnya. Mengenakan celana leging hitam baju kaos berwarna pink rambut hitam panjang di kuncir satu via berlari kecil menyelempangkan handuk kecil ke bahunya. Lelah melakukan lari kecilnya via beristirahat duduk di bangku taman. Via mengelap keringatnya sambil mendengar lagu favoritnya melalui earphone. Sedang asyik mendengar musiknya via langsung terdiam melihat seseorang memberikan sebotol minuman mineral kepadanya.


Ya tuhan mengapa aku harus bertemu dengan pria ini selalu? Ini kebetulan atau emang dia mengikuti gumam batin via melongo ke arah pria tersebut yang bukan lain reno


" Halo? Kenapa memperhatikanku seperti itu. Apakah aku seorang hantu? Ini minuman untukmu. Aku lihat sepertinya kau kelelahan dan kulihat kau tak membawa minum" kata reno tersenyum tipis kepada via


" Oh ya maaf tapi terima kasih atas minumanmu bukan maksudku untuk menolaknya. Ini minumanku di sebelahku. Mungkin kau tak melihatnya." memperlihatkan botol minum yang via beli sebelum beristirahat di taman tadi


Melihat jam di handphonenya via langsung berdiri berkata "maaf aku harus pergi tuan. Aku harus pergi bekerja. " Berlalu meninggalkan reno dan melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.


###########


Drrt drrt


Ehmm ada apa?


Kenapa kau jutek sekali vi. Apa kau tak ke toko bunga hari ini? Ucap sinta


Sebentar lagi aku berangkat cerewet.


Aku tau kau belum sarapan. Aku tunggu di warung mang toha ya. Jangan lama atau kau akan membayar makananku jika aku telah siap makan. Kata sinta terburu buru


Iya aku jalan kesana nyonya sinta


Tuuut tuuuttt


Dasar ni anak kalo soal makan dengan cepat menghubungiku. Sebaiknya aku segera kesana. Aku tak mau mendengarnya mengomel sepanjang kenangan nanti gumam via langsung keluar apartement menuju parkiran mobilnya dan bergegas menuju tempat sinta.


Tak jauh dari parkiran mobil sinta terlihat mobil hitam sedan yang sedang mengintainya dari tadi.


Via bergegas turun dari mobilnya segera masuk ke dalam warung tersebut mencari sosok sinta. Melihat ke kiri kanan tapi tak terlihat batang hidung sinta. Mana mungkin sinta belum datang karena mobilnya telah terparkir tepat disebelah mobil via.


Daarrrrr


Via terkejut membalikkan badannya melihat ternyata sinta yang mengejutkannya. Di acak acaknya rambut sinta karena kesal harus membuatnya mencari cari seperti anak ayam kehilangan induknya.


" ayo cepat kita duduk aku sudah lapar tahu" menarik tangan via menuju meja yang kosong


Seorang pelayan datang memberikan buku menu kepada mereka berdua


" Aku pesan nasi uduk, gado gado minumnya teh hangat. Plus jangan lupa kerupuknya" kata sinta kepada sang pelayan


Dasar rakus gumam via


" apa kau bilang vi? Aku mendengarnya" ujar sinta yang kesal selalubdi ledek oleh via


" Aku bilang aku yang teraktir puas" goda via


" itu baru sahabatku. Aku tak mendengar apa yang kau ucapkan tadi " sinta menarik hidung via tanda terima kasih


" Maunya sudah kuduga. Mas aku pesan lontong aja sama teh hangat ya. " ucap via memberikan kembali buku menu kepada pelayan


" Baik silahkan di tunggu ya kak" ucap sang pelayan sedikit membungkukan badannya


Menu yang mereka pesan akhirnya datang. Mereka berdua langsung menyantap makanan yang mereka pesan. Ketika asyik menyantap makanan tiba tiba via langsung stop mengunyah dan memgambil sebuah majalah menutup mukanya dan membuat sinta ke heranan.


Mengapa lelaki itu selalu ada? Apa dia mengikutiku gumam via


Via langsung berdiri dari meja dan segera bergegas menuju kasir membayar makanannya pergi meninggalkan sinta menikmati makanannya sendirian.

__ADS_1


Sinta yang terheran hanya diam dan tetap saja menghabiskan makanannya. Tiba tiba handphone sinta bergetar terlihat satu pesan masuk


Drrttt drttt


From : Via


Aku tunggu kamu di toko bunga ya sin. Karena aku lupa orderan bunga akan datang pagi ini. Makanan sudah aku bayar ya. See you ~


Dasar selalu tiba tiba aneh batin sinta membaca pesan via


Didalam perjalanan via hanya bingung mengapa reki selalu muncul dengan tiba tiba. Entahlah mungkin sebuah kebetulan karena aku lihat dia mungkin lagi menemui seorang klien sama saat aku bertemu dengannya di restorant.


Di tempat berbeda reno sangat kesal karena tak berhasil menemukan via didalam warung itu dan malahan kehilangan jejak via yang langsung menghilang karena tak tampak mobil di parkiran tadi.


" Apa yang harus aku lakukan agar aku dapat mengenal wanita itu? " ucap reno


#########


Kleekk


Pintu kantor reno terbuka tanpa ada ketukan tanda permisi. Membuat reno tambah kesal. Ketika ia melihat ternyata yang masuk tersebut yang membuat dia takkan bisa marah.


" kenapa kau terlihat kesal sayang? " ucap nenek mona


"Tidak nek. Hanya sedikit masalah kantor. Nenek ada keperluan apa kemari? " kata reno sedikit berbohong tentang yang ia rasakan


" nenek ingin melakukan sayembara untukmu" ujar nenek


" Ya ampun nek aku pasti akan menemukan jodohku sendiri" ucap reno sedikit kesal


" sampai nenek mu ini mau mati baru kau akan menikah? Ikuti saja kata nenek. Kalau tidak kau akan kukirim ke perusahaan papamu" kata nenek mona sedikit mengancam


Reno tak punya pilihan lain. Karena ancaman neneknya tak bisa membuat dia menolak keinginannya. Seorang reno tak mau satu perusahaan papanya karena akan membuat dia lebih gila bekerja lagi.


" Baiklah terserah nenek saja" dengan nada sedikit kecewa


" besok nenek akan memberikan email kepada perusahaan yang bekerja sama dengan kita tentang sayembara ini. Siapapun yang mempunyai anak perempuan harus mengikutinya tanpa terkecuali. Kau yang menentukan pilihannya. Jika tak ada pilihan maka kau tau apa hukumannya bukan cucuku? " senyum tantangan dari mona untuk reno


"Oke baiklah. Terserah nenek" ucap reno seadanya


Nenek pergi meninggalkan ruangan dan memanggil bobi sekretaris reno segera memperintahkan membuat surat sayembara langsung dikirimkan ke email kepada para perusahaan yang bekerja sama dengannya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Di toko bunga terlihat via sedang sibuk menyusun bunga yang baru datang dari perkebunan bersama para karyawannya. Via terlihat sangat sibuk sehingga tak sadar ada yang memperhatikannya dari tadi.


" nak bisakah membantuku mencari bunga yang sedang kucari ? " ucap nenek mona yang memegang bahu via sehingga sontak via sedikit terkejut


" maaf bu tapii" via tak melanjutkan perkataannya karena terkejut siapa yang sedang berdiri di depannya.


Tadi cucunya sekarang neneknya. Apa kurang luas kota ini sehingga mereka selalu muncul disaat yang tidak tepat batin via


" apa yang bisa ku bantu bu ehh nek maaf" ucap via


" maaf aku mengagetkanmu tadi. Nenek ingin mencari bunga lili. Apakah ada? Dartadi tak menemukannya" kata nenek mona


Apa dia buta atau pura pura tak melihat. Sejak dia masuk melangkah bunga lili yang pertama sekali menyambutnya gumam via di dalam hatinya


" Baiklah nek akan aku antar. Bunga lili didepan nek." Ucap via tersenyum segera berjalan menuju bunga lili


Untung saja anak ini tidak menyadari kalo aku membohonginya. Padahal aku sudah melihatnya. Aku hanya sedikit tertarik dengan gadis ini batin nenek mona


" nenek pesan semua bunga lili ini tolong kirimkan ke alamat ini" menyodorkan sebuah kertas dan kartu kredit kepada via


" baik nek. Terima kasih. Nenek bisa menunggu di taman sebelah sambil menunggu bunga ini di bungkus" ucap via sambil menunjuk ke taman kecil sebelah rukonya

__ADS_1


Nenek mona langsung menuju taman dan terlihat sedang berbincang serius melalui handphonenya


Jangan lupa follow dan dukung novel author ya 😊


__ADS_2