
**Honey pakai gaun di dalam kotak ini dan datang ke rumahku besok malam. Kalau kau mengabaikannya maka aku akan mengabaikan perusahaan papamu juga.
RENO WIJAYA**
Pria ini selalu saja mengancamku. Terserah aku tak peduli ucap Via segera masuk ke apartementnya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Via memutuskan untuk beristirahat setelah tiba di apartementnya. Ia melewati malam yang panjang dengan mimpi indahnya bertemunya mamanya hingga subuh datang.
Mama mengapa kau selalu datang dalam mimpiku jika aku tak menuruti perkataan papa ucap Via terbangun dari mimpinya
Via bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya setelah itu melakukan shalat subuh. Via bersiap siap untuk melakukan jogging ke taman biasa.
Via berlari kecil mengenakan baju kaos putih dan celana jegging selutut memakai headsheat untuk mengabaikan sekitar. Langkahnya terhenti karena seorang wanita dengan sengaja menabraknya hingga Via terjatuh dan ia segera berdiri secepatnya
" Maaf ya aku tak sengaja " ucap Jihan jutek
" Lain kali gunakan matamu sebaik mungkin agar tak menabrak " sahut Via kembali membersihkan celananya yang kotor karena jatuh tadi
Reki yang melihat kejadian itu segera mendekat dan memahari Jihan yang salah
" Ji aku tidak suka jika sikapmu seperti ini " ucap Reki menarik tangan Jihan yang mencoba mendorong Via kembali
" Apa salahku kepadamu jihan? " tanya Via kesal
" Salahmu karena merebut calon suamiku " jawab Jihan dengan percaya diri
" Merebut kau lucu sekali Jihan " tertawa meledek Jihan
Jihan sangat kesal dengan ucapan Via segera memaki maki Via di depan banyak orang
" Hei semuaaa lihat gadis ini sudah merebut calon suami orang dan sekarang membela diri " menunjuk muka Via dengan jarinya
" Hentikan ucapanmu ji. Jika kau terus seperti ini aku akan membatalkan pertunangan kita " ucap Reki keceplosan
Via mendengar ucapan Reki sangat kecewa berbanding terbalik ketika ia menemuinya di taman biru kemarin.
Kau bilang menolaknya dan mencintaiku. Aku membencimu Reki gerutu Via dalam batinnya
" Ambil saja bekasku itu jika kau menginginkannya dan aku sudah tidak peduli lagi dengannya " memakai headsheatnya kembali dan meneruskan larinya meninggalkan mereka berdua
Via duduk sejenak di bangku tempat ia sering beristirahat untuk menghapus keringatnya yang bercucuran. Via memperbaiki tali sepatunya yang lepas dan melihat sosok seseorang berdiri di sebelahnya memegang sebotol air dan menumpahkannya ke badan Via
" Jihan apa yang kau lakukan " teriak Via kesal dan berdiri langsung di hadapan Jihan
" Aku hanya memperingatkanmu gadis rendahan untuk menjauhi calon suamiku " membuang botol kosong sembarangan
" Kau sungguh keterlaluan Jihan. Minta maaf kepada Via " bentak Reki
" Aku minta maaf. Baiklah sayangku " melayangkan tangannya ke arah pipi kiri Via tapi dengan cepat di tangkas oleh Reno yang tiba tiba muncul
" Jangan pernah berani kau menyentuh wanitaku " ucap Reno merampas tangan Jihan
" Uhh dasar wanita murahan ketika berpacaran dengan calon suamiku bisa bisanya berselingkuh " celetuk Jihan karena belum merasa puas
" Jaga ucapanmu wanita rendah" ucap Reno membela Via
" Sudahlah Ren kita hanya akan menjadi tontonan disini. Lebih baik kita pergi " menarik tangan Reno dalam keadaan rambut yang basah
Reno mengikuti permintaan Via dan pergi meninggalkan Reki dengan calon istrinya. Reno membawa Via masuk ke dalam mobilnya untuk mengeringkan rambutnya yang berantakan.
" Terima kasih sudah menolongku Ren " ucap Via sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk di dalam mobil Reno
" Siapa wanita itu ? " tanya Reno pura pura tidak tahu
" Dia calon istri Reki karena perjodohan " jawab Via seadanya
" Perjodohan? Ini bukan zaman siti nurbaya lagi " ledek Reno tertawa
" Lalu apa bedanya dengan sayembara? " tanya Via kembali tersenyum sinis
Reno terdiam tak menjawab ucapan Via. Reno membawa Via ke warung sarapan.
" Kita sarapan dulu ya honey. Aku tau kau pasti belum makan? "
" Kau mau membuatku malu lagi dengan bajuku yang sedikit basah ini? "
" Ini pakai sweaterku " membuka sweater dari badannya dan hanya menggunakan baju kaos saja
Mereka bergegas turun dan masuk ke dalam warung. Mereka memesan menu yang telah ada dan segera menghabiskannya.
__ADS_1
Apartement Kalijaga at 09.00
Via telah sampai di depan apartementnya di antar oleh Reno. Sepanjang perjalanan juga Via hanya diam saja walaupun Reno selalu menggodanya. Reno sangat kecewa melihat perubahan Via setelah kejadian tadi.
" Honey kita sudah sampai " membuyarkan lamunan Via
" Terima kasih Ren aku pulang dulu "
Reno melihat perubahan sikap Via yang tak seperti biasanya menarik tangan Via yang ingin membuka pintu
" Nanti malam jangan lupa datang ke rumahku "
" Aku tidak janji " keluar dari mobil Reno dan berlari masuk ke apartementnya
Aku rindu kamu yang kemarin Via gumam Reno melihat kepergian wanitanya
Perusahaan Wijaya at 09.45
Reno memasuki perusahaannya dengan segera karena lima belas menit lagi ia akan mengadakan meeting. Bobi dari tadi sibuk mondar mandir menunggu kedatangan Reno akhirnya berdiri diam melihat kedatangannya.
" Apa aku terlambat Bob? " dengan nafas sedikit tersengal
" Belum tuan sepuluh menit lagi rapat di mulai"
" Apa nenek sudah tiba? " tanyanya sedikit penasaran
" Setelah rapat nyonya baru kesini tuan "
Reno segera melakukan meetingnya yang cukup lama sekitar dua jam untuk hari ini dan segera bertemu dengan neneknya setelah rapat selesai.
Di tengah meetingnya Bobi membisikkan sesuatu ke telinga Reno dan Reno memutuskan untuk meninggalkan meetingnya.
" Maaf semuanya meeting akan dilanjutkan oleh sekretaris saya karena ada keadaan mendadak yang harus membuat saya meninggalkan meeting ini. Saya permisi " membungkukkan badannya
" Bob tolong selesaikan ya " menepuk bahu Bobi
Reno segera bergegas menuju ke ruangannya karena cemas memikirkan neneknya yang tiba tiba marah besar. Ia segera melangkah masuk ke ruangannya. Dilihatnya nenek mona berdiri menatap tajam ke arahnya.
" Ada apa nek? " tanya Reno sedikit kebingungan
Plakkkk
" Kau bilang ada apa? Apa yang kau lakukan dengan gadis itu? Sudahku bilang jika kau menyakitinya kau berurusan denganku " teriak nenek mona
Reno tidak mengerti dengan ucapannya neneknya dan bertanya apa salahnya sehingga menampar dirinya. Nenek mona yang sungguh sangat kesal karena cucunya tak menyadari kesalahannya segera menceritakan semua kejadian di toko bunga tadi.
Flashback
Via melakukan pekerjaannya seperti biasa di ruang kerja atas. Ia terlihat hanya diam saja membuat para karyawannya kebingungan. Hanya sekedar senyuman yang di berinya untuk menyapa karyawannya. Terdengar keributan dari lantai bawah dan ia bergegas melihatnya.
" Ada apa ini ribut ribut?" tanya Via menuruni anak tangga ke bawah
Wanita itu mau apalagi gumam Via dalam hatinya melihat yang membuat keributan ternyata Jihan
" Kau wanita murahan gara gara dirimu Reki lebih memilih pertandingannya dibandingkan acara pertunanganku " teriak Jihan penuh amarah
" Lalu itu salahku? " jawab Via santai
Jihan sangat marah besar ia membuang bunga bunga ke lantai hingga berserakan. Karyawan Via dengan sekuat tenaga menahan amarah Jihan. Beruntunglah tidak terjadi kerusakan parah di dalam toko Via.
" Pergi kau dari sini. Aku tidak pernah lagi menghubungi calon tunanganmu semenjak kejadian di taman biru kemarin " teriak Via kesal dengan ulah Jihan yang sangat kekanak kanakan
" Baiklah aku akan pergi dari sini. Tapi sebelum itu rasakan dahulu pembalasanku ini " menjawab santai dengan tatapan tajam ke arah Via
Jihan berlari ke arah Via dan menjambak rambut Via. Via sekuat tenaga melepaskannya tapi tak bisa beruntunglah karyawan Via dengan cepat melerainya.
" Wajar saja Reki menolakmu karena sikapmu seperti anak TK " ucap Via menahan sakit di kepalanya
Jihan sekuat tenaga melepaskan pegangan dari para karyawan Via dan menggigit tangan para karyawan Via hingga dengan cepat tangannya melayang ke arah pipi kiri Via. Tapi di tangkap oleh Via sebagai perlawanan
" Jangan kau pikir aku hanya diam dengan perbuatanmu. Lebih baik kau pergi dari sini " teriak Via sekuat tenaga dan menghempas tangan Jihan dengan kuat
Jihan yang masih tak terima dengan kelakuan Via mengambil vas bunga di dekatnya dan segera mengangkatnya. Tiba tiba terdengar teriakan dari arah pintu toko
" Hei kau gadis gila hentikan perbuatanmu terhadap cucuku atau aku akan melaporkanmu ke polisi " teriak nenek mona yang di temani oleh kedua bodyguardnya yang berbadan besar
Mendengar ancaman tersebut Jihan menghentikan aksinya dan membanting Vas tersebut ke lantai.
" Kau beruntung kali ini wanita murahan " berteriak ke arah Via dan pergi meninggalkan kekacauan yang telah ia buat.
Via memerintahkan karyawannya untuk segera membersihkan tokonya yang sudah berantakan. Nenek Mona mendekat ke arah Via yang keadaan rambutnya berantakan dan menahan air mata yang ingin menetes tapi di tahan oleh Via
__ADS_1
" Sayang apa kau baik baik saja " tanya nenek mona membantu merapikan rambut Via
" Terima kasih nek atas bantuanmu tadi. Aku baik baik saja " tersenyum ke arah nenek mona
" Bolehkah nenek mengobrol denganmu ? "
" Tentu nek. Tapi aku merapikan pakaianku dulu di atas ya nek. Nenek tunggu di taman sebelah saja " menunjuk ke arah kiri tempat tamannya berada
" Baiklah nak "
Nenek mona menuju taman untuk menunggu Via sedangkan Via segera menuju ke atas merapikan dirinya yang berantakan karena ulah Jihan tadi. Via menangis menatap cermin yang ada di kamar mandi ruang kerjanya.
Mengapa hidupku seperti ini ya Allah? ucap Via dan tak terasa air matanya jatuh mengalir
Via bergegas mencuci mukanya dan merapikan pakaiannya. Ia menyisir rambutnya yang berantakan dan menguncirnya cempol sembarangan. Ia memoles lipstik tipis dan segera keluar menuju taman karena teringat nenek mona menunggunya.
" Maaf nek aku membuatmu menunggu" ucapnya menundukkan sedikit badannya
" Tidak nak. Ayo duduk disini sayang. Kau sudah terlihat cantik kembali " goda nenek mona
" Ahh nenek bisa saja membuatku malu " tersenyum ke arah nenek mona hanya untuk membuat suasana sedikit membaik
" Oh ya bolehkah nenek menanyakan sesuatu? " menatap Via serius
" Mengenai cucu nenekkah? " ucap Via langsung karena tak suka berbasa basi
" Apakah dia menyakitimu? Oh ya nanti malam jangan lupa datang ke acara makan malam di kediaman kami ya nak "
" Maaf nek aku tak bisa menjawabnya. Aku permisi dulu ya nek ke dalam ingin melihat keadaan tokoku dan pesanan " tersenyum dan meninggalkan nenek mona begitu saja
Nenek mona yang melihat perubahan dari sikap Via bisa mengerti karena ia sedang menghadapi masalah yang di sebabkan oleh cucunya.
Cucuku kau mulai bermain main dengan perintahku aku akan menghukummu ucap nenek mona dalam hatinya meninggalkan toko bunga Via
Flashback off
" Jika kau masih terus menyakitinya aku akan membuangmu ke perusahaan papamu " beranjak meninggalkan Reno
Reno hanya terdiam mendengar cerita dari neneknya. Ia meminta anak buahnya mengikuti Via kemana pun wanita itu pergi dan melaporkan kepadanya jika ada sesuatu yang buruk menimpa Via.
Aku bingung dengan hatiku saat ini ingin menyakitinya tapi juga memilikinya. Ahhhhh entahlah teriak Reno membuang semua yang ada di atas meja kerjanya
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Matahari mulai terbenam Via memutuskan untuk kembali ke apartementnya dan bersiap siap untuk pergi ke rumah keluarga Wijaya karena ia tak ingin menambah masalah yang sudah ada.
Reno mendapatkan kabar dari anak buahnya bahwa dari tadi ada seorang wanita yang mengikuti wanitanya dan sekarang menunggu di depan apartement Via. Reno yang mendapat kabar dari anak buahnya segera meninggalkan ruang tamu dan berpamitan dengan neneknya.
" Nek aku pamit dulu ya menjemput wanitaku. Langsung saja mulai makan malamnya tanpa diriku karena aku akan sedikit terlambat " mengecup kening neneknya dan beranjak pergi dari tengah keluarganya
" Belum menjadi menantu saja sudah merepotkan. Manja sekali wanita itu " celetuk nyonya antonio
Nenek Mona menatap sinis menantunya tersebut dan ny. Antonio pun terdiam karena tatapan mertuanya.
Lihat saja gadis manja aku akan membuat perhitungan dengan keluargamu terlebih dahulu setelah itu kau lagi yang akan merasakannya
Reno segera menemui anak buahnya di depan apartement Via. Anak buahnya menceritakan semua yang terjadi barusan kepada Reno. Anak buahnya mengatakan bahwa tadi terjadi pertengkaran antara Via dan wanita yang mengikuti Via dari tadi. Ketika Via keluar ingin menuju ke parkiran wanita tersebut langsung menyerangnya menarik bahu Via hingga gaun yang ia gunakan sobek. Via berusaha melawan tapi tidak bisa karena memakai hak tinggi. Wanita itu mendorong Via hingga ia terjatuh ke tanah. Beruntung satpam yang mendengar keributan segera datang melerai pertengkaran mereka dan meminta wanita tersebut pergi.
" Terus di mana wanitaku sekarang? " tanya Reno penuh kecemasan
" Ia di bawa masuk oleh satpam ke dalam apartemennya tuan "
" Kalian boleh pergi terima kasih atas pekerjaan kalian hari ini "
Anak buah Reno pergi meninggalkannya dan Reno berlari menuju apartement Via karena khawatir dengan keadaan wanitanya.
Reno telah tiba di lantai delapan dan menuju ke tempat Via. Reno mengedor ngedor pintu apartement Via tapi tak ada jawaban yang ia dapatkan dari dalam.
" Honey buka pintunya ini aku Reno. Jangan membuatku cemas " mengetuk pintu apartement Via berkali kali
Ayolah berpikir Reno. Coba ingat kembali kata sandi barunya ucap Reno memegang dahinya mondar mandir mengingat sesuatu
Reno mulai menekan satu persatu tombol angka di pintu apartement Via dan menunggu apa yang terjadi.
Ya allah bantulah aku semoga terbuka. Honey aku harap kau baik baik saja ucap Reno dalam hatinya menunggu cemas
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘
__ADS_1