Dendam Sayembara Cinta

Dendam Sayembara Cinta
Penjelasan


__ADS_3

Re siapa wanita ini " tanya wanita cantik itu dengan tatapan sinis melihat Via


Via hanya memberikan senyumannya kepada Reki dan menarik paksa tangannya dari genggaman Reki. Via meninggalkan Reki dengan air mata berlinang.


" *Mengapa mereka semua hanya menyakitiku saja? Apa salahku terhadap mereka? " tangis Via melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan menghapus air matanya yang berjatuhan


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤*


Via melanjutkan perjalanan menuju toko bunganya karena memang ada meeting bersama kliennya. Via mampir ke pombensin untuk mencuci mukanya agar terlihat tampak segar dan menghias dirinya dengan make up tipis kembali tapi tetap saja masih tampak terlihat matanya yang sedikit sembab.


Toko Bunga at 12.30


Via melangkahkan kakinya menuju toko bunganya. Ia melihat kliennya sudah menunggunya di taman sebelah tokonya. Via segera menuju taman dan meminta mia membuatkan minuman untuk kliennya.


" Maaf tuan telah membuatmu menunggu " membungkukkan sedikit badannya kepada kliennya


" Tidak apa apa nona saya juga baru tiba " memberikan senyuman ke arah Via


Via dan kliennya membicarakan semua tentang pekerjaannya. Via menjalani kerja sama dengan klien barunya yang akan membuka cabang toko bunganya di sebuah kota. Mereka telah selesai melakukan meeting. Saat mereka menikmati capucino yang di sajikan terlihat dua pria yang sedang bertengkar. Via segera berpamitan meninggalkan kliennya.


Dua pria itu ingin membuat kekacauan apalagi gerutunya kesal segera berlari ke arah dua pria itu untuk melerai pertengkaran mereka


" Cukuppp. Apa yang kalian lakukan? " teriak Via menghentikan pertengkaran mereka berdua


" Sayang aku ingin menjelaskan yang terjadi " ucap Reki


" Aku sedang tak ingin di ganggu oleh kalian berdua " ucap Via pelan


" Apa karena pria itu? " tanya Reki


Klien Via mendekat ke arah mereka semua


" Wah itu pria barumu ya. Kau murahan sekali honey " sindir Reno


Plakkk


Tamparan keras mendarat ke pipi Reno karena Via kesal mendengar ucapannya.


" Jaga ucapanmu Ren " ucap Via ketus


" Saya permisi dulu ya nona. Senang bekerja sama dengan anda. Semoga cabang yang baru sukses seperti di sini " ucap klien tersebut meninggalkan Via agar tak terjadi kesalahpahaman


" Baiklah tuan. Maaf membuat anda sedikit terganggu " membungkukkan sedikit badannya sebagai permohonan maaf


Reno memegang pipinya bekas tamparan Via dan terdiam mendengar ucapan pria tersebut karena ia salah paham.


" Maaf atas ucapanku tadi honey "


" Berpikirlah dahulu sebelum kau berbicara dan aku sedang tak ingin menemui kalian berdua "


Tiba tiba Sinta datang di tengah pertengkaran mereka. Dan sangat bingung melihat yang terjadi di antara mereka.


" Ada apa vi? " memeluk Via karena mengerti perasaan sahabatnya saat ini


" Kau temani aku hari ini ya sin dan tolong urus mereka berdua dahulu agar tak menggangguku " melepaskan pelukan sinta dan pergi meninggalkan mereka semua menuju ruang kerjanya


Sinta meminta mereka berdua pergi karena tak ingin sahabatnya marah bertambah parah. Mereka berdebat cukup lama dan membuat Sinta semakin pusing.


" Kalian berdua hentikan. Lihat mereka semua melihat pertengkaran bodoh kalian ini " menunjuk orang orang yang lewat memperhatikan mereka


" Aku tidak peduli. Aku ingin menemuinya " ucap Reno maupun Reki secara bergantian


" Stopppp dengarkan aku " teriak sinta sekuat tenaga dan mereka berdua terdiam


" Aku berjanji akan menemui kalian berdua kepada Via. Tapi tidak untuk saat ini. Aku akan menghubungi kalian. Aku pamit dulu menemui Via aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpanya di atas " berlari meninggalkan mereka berdua dan menemui Via di atas karena cemas memikirkan sahabatnya


Reki dan Reno pergi meninggalkan toko bunga dan mengikuti saran yang di berikan oleh Sinta. Sinta menemui Via untuk menghibur sahabatnya tersebut. Via menceritakan yang terjadi semuanya kepada Sinta. Sinta mengerti perasaan Via saat ini. Ia memberikan dukungan kepada sahabatnya agar tak bersedih lagi.


" Vi, boleh aku meminta sesuatu darimu? "


" Asal tidak berhubungan dulu dengan mereka berdua " ucap Via datar


" Tapi ini memang menyangkut mereka berdua. Tapi ini demi kebaikanmu "


Via hanya diam dan tak menanggapi perkataan Sinta


" Maaf vi tapi aku sudah berjanji kepada mereka berdua untuk menemuimu dengan mereka agar mereka berhenti bertengkar tadi " ucap Sinta dengan penuh penyesalan


" Aku pulang dulu Sin " mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Sinta


Sinta tak mengejar Via karena tahu saat ini hati Via pasti sedang hancur. Sinta yakin bahwa Via akan segera menyelesaikan masalahnya sendiri dalam waktu cepat.

__ADS_1


Semoga semua cepat berakhir ya sahabatku ucap Sinta dalam batinnya


Via memutuskan untuk menyendiri di apartementnya. Melewati hari ini sendiri saja di apartementnya. Ia memikirkan caranya untuk menjauh dari Reno ataupun Reki. Ia memberanikan diri untuk menghadapi semuanya esok. Via mengirim pesan kepada Sinta memberitahukan semua rencananya.


Message to Sinta BFF


Sin besok temani aku untuk menemui kedua pria itu jam 15.00 di taman biru. Beritahu mereka berdua. Terima kasih atas saran yang kau berikan tadi


" Lebih baik aku beristirahat saja. Dan mengumpulkan semua tenagaku untuk menemui mereka semua esok "


Taman Biru at 15.00


Via berjalan menelusuri taman biru mencari sosok yang akan ia temui. Terdengar suara Sinta berteriak memanggil namanya. Via menoleh ke arah suara tersebut dan mendekat


" Kuatkanlah aku ya Allah untuk bertemu mereka semua " menutup matanya untuk menguatkan dirinya


Via duduk di sebelah Sinta berhadapan dengan kedua pria yang menatapnya


" Honey aku rindu kamu " ucap Reno dengan polosnya tanpa memikirkan perasaan Via tetapi Via tak menghiraukannya


" Kakak sebenarnya aku tahu kemarin kau tahu bukan yang terjadi di apartementku saat itu.? Security meminta maaf kepadaku karena menceritakan semua kejadian yang terjadi padaku malam itu kepadamu " ucap Via menatap Reki


" Iya aku tahu semuanya Vi maafkan aku " ucap Reki menggenggam tangan Via


" Lalu mengapa kau pergi meninggalkanku tanpa mendengar penjelasanku? "


Flashback


Pagi itu Reki bergegas menuju apartement Via untuk mengantarnya bekerja. Setelah sampai di depan apartemet ia menghubungi Via tapi tak di jawab oleh Via. Ia memutuskan untuk menuju apartement Via saja karena merasa cemas. Ketika ia masuk ke lobi apartement seorang satpam mendekat ke arahnya dan bertanya.


" Maaf mas mau cari siapa ? "


" Aku ingin menemui kekasihku di lantai delapan atas nama Viani putri "


Mendengar nama Via satpam itu langsung menceritakan yang terjadi semalam di apartement. Reki yang mendengar semua cerita satpam tersebut langsung berpamitan dan menuju apartement Via menahan semua amarahnya.


Jika aku melihat mukanya akan ku beri perhitungan ucap Reki mengepalkan kedua tangannya di dalam lift.


Reki menghubungi Via terus dan kemudian Via mengangkatnya. Reki menunggu Via membuka pintunya. Senyumannya berubah menjadi tatapan yang tajam karena melihat Reno di belakang Via menatapnya tapi kekasihnya tidak menyadari. Hatinya bertambah sakit melihat Reno langsung memeluk pinggang kekasihnya tanpa aba aba. Reno memutuskan meninggalkan mereka berdua tanpa mendengarkan penjelasan Via. Karena ia tahu semua ini pasti rencana busuk Reno untuk menghancurkan hubungannya dengan Via. Dan Reno pun memilih untuk pergi latihan voli melampiaskan semua amarahnya. Ia tahu pasti Via akan datang menemuinya nanti di tempat latihannya.


Flashback off


" Kau saja yang tidak bisa menjaga kekasihmu ini " sindir Reno menatap tajam Reki kembali


" Jangan berdebat atau aku akan pergi " ucap Via kesal melihat kelakuan mereka berdua


" Lalu siapa wanita yang bergelayut manja denganmu waktu itu ? " tanya Via penasaran


" Sebenarnya itu yang ingin ku jelaskan padamu kemarin di toko bunga. Tapi pria jahat ini selalu saja menghalangiku " menatap tajam Reno kembali dan Reno membalasnya dengan senyuman


Tiba tiba handphone Reno berbunyi. Ia segera melihatnya dan ternyata ia mendapatkan pesan dari Bobi. Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka semua karena ada suatu hal yang lebih penting daripada berdebat dengan musuhnya.


" Honey aku permisi dulu ya. Selesaikanlah dahulu masalah kalian berdua. Aku akan segera memilikimu " mengecup kening Via secara tiba tiba dan Via tak bisa menghindarinya


" Aku benci kepadamu Reno " menghapus kecupan Reno di dahinya dengan tangan


Reki yang melihatnya sangat kesal dengan kelakuan Reno sedangkan Sinta hanya melongo melihat kedua pria yang sedang memperebutkan hati sahabatnya.


" Sin bisakah meninggalkan aku berdua saja dengan Via? Aku ingin membicarakannya berdua saja " pinta Reki


" Baiklah. Aku menunggu di cafe itu saja jadi kalau terjadi sesuatu dengan kalian aku bisa datang dengan secepat mungkin " goda Sinta


Sinta meninggalkan mereka berdua dan memantau mereka dari kejauhan saja. Sinta yakin Via bisa memberikan keputusan yang tepat.


" Aku harap kau tak salah paham ya sayang. Dengarkan penjelasanku ini " menggenggam tangan Via


" Jelaskanlah " menarik tangannya dari genggaman Reki


" Wanita itu ......... "


Reki menceritakan kepada Via semua tentang wanita cantik yang Via lihat di GOR kemarin. Wanita itu bernama Jihan. Dia merupakan anak dari sahabat papa Reki. Subroto itulah nama papa Reki seorang pengusaha mebel terkaya se-Asia. Jihan menemui Tn. Subroto dan membawa surat pemberian ayahnya yang telah meninggal dunia. Tn.Subroto menyambut baik kedatangan Jihan setelah membaca semua isi surat dari sahabatnya tersebut.


**Surat ini ku buat untukmu Subroto sahabat terbaikku.


Ingat dahulu tentang perjanjian kita. Jika suatu saat putri tunggalku sudah dewasa kau akan segera melamarnya untuk anakmu.


Aku tunggu semua janjimu itu. Karena aku rasa kau membaca suratku ini putriku sudah beranjak dewasa dan sudah bisa menerima perjodohan ini


From : Sutomo sahabat baikmu**


Tn.Subroto meminta Reki segera pulang dari pertandingannya dan memberitahukan semuanya kepada Reki. Reki berusaha menolaknya tapi Tn.Subroto mengatakan bahwa itu wasiat dari kakeknya dan tak bisa di tolak.

__ADS_1


" Terus? " tanya Via setelah Reki menceritakan semuanya


" Tapi aku menolaknya sayang karena aku sangat mencintaimu " menggenggam kembali tangan Via


Tiba tiba seorang wanita yang sedang mereka bicarakan muncul dan membuat Reki melepaskan segera genggaman tangannya.


" Re inikah kekasihmu itu? " melihat sinis ke arah Via dan bergelayut manja terhadap Reki


Via menatap kembali wanita di hadapannya yang terlihat sexy memakai rok mekar di atas paha dan memakai baju tanpa lengan serta hak tingginya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Wanita yang sempurna siapapun yang melihatnya pasti akan tertarik ucap Via dalam hatinya.


Padahal Via dan Jihan mempunyai kesamaan yaitu cantik, tinggi, dan seorang model yang membedakannya hanya satu Jihan sombong dengan semua yang ia punya sedangkan Via selalu berusaha sederhana dengan semua yang ia punya.


" Aku Viani senang berkenalan denganmu " ucap Via mengulurkan tangannya kepada Jihan


" Jihan " balas Jihan ketus menyambut uluran tangan Via seperti jijik menyentuhnya


" Tolong jaga sikapmu ji " ucap Reki


" Mengapa aku harus bersikap baik dengan orang yang tak selevel denganku " jawabnya kesal


" Baiklah kak aku permisi pulang dulu. Sepertinya urusan kita sudah selesai " meninggalkan Reki dengan mata memerah menahan air matanya karena melihat perlakuan Jihan


Sinta yang melihat semuanya segera berlari mengejar Via.


" Vi kau baik baik saja? Apa yang terjadi? " tanya Sinta karena bingung melihat kedatangan wanita yang bergelayut manja dengan Reki


" Kau tidak tahu atau berpura pura tidak tahu? " tanya Via sinis


" Aku benar benar tidak tahu Vi. Walaupun dia sepupuku. Jika dia menyakitimu aku selangkah lebih maju menjauhinya darimu"


" Kau tanya sendiri kepada sepupumu itu " meninggalkan Sinta sendiri


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Di tempat berbeda Reno bertemu dengan Tn.Bambang. Reno meminta Tn.Bambang untuk datang ke rumahnya membicarakan perihal pertunangannya dengan Via.


Tn.Bambang tak bisa menolak permintaan Reno karena ia mengancam memutuskan kerja sama dengan perusahaannya dan mengambil 50% saham milik Reno di perusahaannya. Yang lebih di takutkan Tn.Bambang lagi istrinya akan menyakiti Via lebih dalam jika perusahaannya terancam pailit.


Maafkan papa Via. Mungkin ini jalan yang terbaik agar ibumu juga tak bisa menyakitimu lagi nak ucap pak bambang dalam hatinya


" Tuan apa kau bersedia datang ke rumahku besok bersama keluargamu termasuk putrimu yang ku inginkan itu? " tanya Reno sekali lagi


" Baiklah besok aku datang membawa istri dan kedua anakku " jawab Tn.Bambang dengan senyuman ke arah Reno


Bagus rencanaku sebentar lagi akan berhasil. Kau lihat kehancuranmu Reki batin Reno


Apartement Kalijaga at 19.30


Via baru masuk ke apartementnya dan seorang satpam mengejarnya serta memberikan kotak kuning kepadanya. Ketika ia ingin membaca kertas di luar kotak tersebut handphonenya berdering dan ia segera mengangkatnya


Drrtttt drrtttt


Untuk apa lagi dia meneleponku menambah moodku sangat buruk gumam Via dalam hatinya


" Ada apa pa? " ucapnya ketus


" Besok malam datang ya ke rumah keluarga Wijaya. Reno mengundang keluarga kita untuk makan malam tanpa terkecuali "


" Aku sedang malas untuk bertemu dengannya pa"


" Papa mohon nak. Papa tak ingin ibumu menambah beban untukmu. Kau mengerti bukan maksud papa? "


" Terserah saja aku tak peduli "


Tuutttt tuuuttt


Via menutup teleponnya karena kesal papanya selalu saja takut dengan mak lampir itu dan ia melanjutkan membaca kertas tadi


**Honey pakai gaun di dalam kotak ini dan datang ke rumahku besok malam. Kalau kau mengabaikannya maka aku akan mengabaikan perusahaan papamu juga.


RENO WIJAYA**


Pria ini selalu saja mengancamku. Terserah aku tak peduli ucap Via segera masuk ke apartementnya.


JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏


Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2