
" Bukankah saat di taman tepi danau kau telah mengembalikannya " ucap Reki yang tahu semua alasan Via hanyalah kebohongan semata
" Maaf kak tapi aku bingung mengapa ia selalu menggangguku ? " sedikit beralasan
" Karena dia mulai mencintaimu dan tak akan membiarkanmu lepas begitu saja " jawab Reki datar menatap Via
" Baiklah mulai besok aku akan menjauh darinya tapi aku butuh bantuan kakak juga. Temani aku di manapun aku berada jika kakak terlambat sedikit ia pasti akan muncul terlebih dahulu "
" Oke demi kekasihku tersayang. Aku tak ingin kehilangan dirimu lagi " jawab Reki mencubit kedua pipi Via
Mungkin ini jalan yang terbaik aku tak memiliki satu di antara mereka gumam Via dalam batinnya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Toko Bunga at 08.55
Hari ini Via ke toko bunganya agak kecepatan dan membuat para karyawannya sedikit heran. Via pagi ini meminta Reki datang ke toko bunganya untuk menghindari Reno untuk beberapa saat. Reki pun tiba agak cepat hari ini karena tak ingin kalah cepat lagi dari Reno.
Tak terasa siang telah tiba dan waktunya makan siang. Via memutuskan untuk makan siang bersama Reki di taman sebelah tokonya karena ia tahu Reno pasti akan kembali untuk menemuinya. Benar saja ketika ia menikmati makan siangnya bersama Reki, mobil Reno berhenti di depan tokonya. Via segera bermesraan dengan Reki agar Reno tak mengganggunya. Mobil Reno pun melesat pergi dengan cepat melihat Via bergelayut manja dengan Reki. Kemudian Via kembali ke keadaan semula dan membuat Reki sedikit curiga
" Kau terlihat aneh sayang "
" Perasaan kakak saja. Makan siangnya enak bukan kak " ucap Via mengalihkan pembicaraan
Kini setiap hari selama hampir dua minggu kegiatan Via hanya membuat Reno marah agar tak menemuinya lagi. Reno yang semakin kesal melihat tingkah laku Via yang selalu menghindar darinya tanpa mendengar perkataannya membuat perhitungan dengan wanita itu.
Malam ini Reno memutuskan untuk mengikuti Via secara diam diam ke apartement Via. Ketika ia melihat Via memasukkan kata sandinya dan pintunya terbuka dengan cepat Reno ikut masuk ke dalamnya dan membuat Via terkejut bukan main
" Ren apa yang kau lakukan? Keluar dari apartementku " teriak Via
" Kau sudah membuat kesabaranku habis honey " ucap Reno membuat Via terpojok dan jatuh tepat di atas sofanya
" Ren aku mohon jangan ganggu aku lagi " jawab via ketakutan
" Kau tau honey dua minggu ini kau membuatku menjadi gila " mendekatkan wajahnya tepat di hadapan Via
" Ren jangan macam macam. Maafkan aku " ucap via dan air matanya menetes dengan sendirinya
" Aku tak akan terkecoh dengan air mata buayamu itu honey " kini hidungnya menyentuh hidung Via
" Ren stoppp dengarkan aku. Mari kita selesaikan. Aku takut melihatmu seperti ini " ucap Via tersedu ketakutan melihat kemarahan Reno
" Jangan menangis lagi maaf membuatmu takut " memeluk Via segera untuk melepaskan kerinduannya
Via hanya terdiam dan tak berbicara sedikitpun. Hanya air matanya yang mengalir melihat kemarahan Reno.
" Tolong jawab pertanyaanku. Apa memang kau tak ingin lagi aku ganggu ? " menggenggam tangan Via dan menghapus air mata wanitanya
" Maaf Ren tapi aku tak bisa bersamamu lagi " ucap Via tertunduk
" Sekali aku bertanya honey. Apa benar tidak ada aku di hatimu? " menatap Via tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun
" Tidak Ren " tak berani menatap Reno
" Aku tahu kau berbohongkan "
" Aku tidak berbohong Ren. Pergi dari hadapanku dan jangan ganggu aku lagi. Buang saja jauh jauh cintamu itu padaku " teriak Via kesal
" Baiklah jika itu maumu honey. Aku akan pergi dan tak akan mengganggumu lagi. Aku menyesal pernah mencintaimu " beranjak dari hadapan Via dan pergi meninggalkan Via
Tidakkkk apa yang aku lakukan ucap Via menangis sejadi jadinya
Reno memang pergi dan tak pernah menemui Via lagi. Seminggu berlalu tapi Reno memang tak pernah memunculkan batang hidungnya. Pernah Via bertemu Reno dan Kiran tapi Reno membuang mukanya dan tak menoleh ke arah via sedikitpun. Via merasa sangat bersalah dan berusaha menjelaskan semuanya tapi Reno memang tak ingin menemuinya. Via berusaha menelpon Reno tapi tak pernah di jawabnya. Via mendatangi kantor Reno tapi yang ia dapat hanya caci makian dari Kiran kekasih Reno.
Reki melihat Via yang banyak melamun dan tak banyak berbicara merasa sedikit aneh. Reki tak mempermasalahkan karena ia sudah bahagia Reno memang tak pernah mengganggu hubungannya lagi. Reki mengajak Via untuk sekedar jalan selalu di tolak Via dengan beralasan pekerjaannya yang sangat sibuk. Reki akhirnya membiarkan Via sendiri hanya sesekali menemui Via dan sibuk dengan hobinya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Tiga minggu berlalu Reno tak pernah muncul sama sekali di hadapan Via. Via hanya melamun dan terdiam makan pun tak teratur. Reki datang ke toko bunga untuk menemui Via hari ini.
" Hai sayang " ucap Reki membuyarkan lamunan Via
" Hai Ren " tanpa sadar ia menyebut nama ysng salah
" Ren? Apa kau sedang memikirkannya lagi Vi? "
" Maaf kak aku hanya sedang pusing memikirkan banyak pekerjaan hari ini "
" Ini penyebabmu hanya diam saja selama ini. Aku kecewa denganmu " meninggalkan Via sendiri
Kini Via hanya sendiri tanpa seorang pun yang mengganggunya. Semenjak kejadian itu Reki tak pernah menemuinya dan tak berniat meminta maaf. Via pun tak ambil pusing ia tak menemui Reki sama sekali karena memberi kesempatan kepada Jihan untuk kembali kepada Reki dan yang ada di pikirannya hanyalah Reno seorang.
__ADS_1
Sinta berusaha mengajak Via untuk jalan jalan menghilangkan masalah yang ada di pikirannya tapi di tolaknya.
" Vi ayo kita ke mall yuk " ajak Sinta
" Aku masih banyak pekerjaan sin " ucap Via berbohong
" Aku tahu kau berbohong bukan. Aku rindu Via yang dulu selalu ceria "
" Via yang dulu telah hilang dan jangan mengharapkannya kembali lagi sin " jawab Via datar
" Ayolah Vi aku mohon sekali ini saja. Aku sedih melihatmu seperti ini "
" Baiklah " terpaksa mengalah karena Sinta memohon tanpa henti dan mengingat rencananya dengan Jihan pagi ini
Flashback
Pagi ini Jihan menelepon Via dan menanyakan kabarnya. Jihan mengatakan bahwa ia mulai mendapatkan hati Reki kembali dan Reki pun bercerita bahwa Via tak bisa mencintainya lagi karena terlihat jiwanya bersama dengannya tapi tidak dengan hatinya.
Drrtt drrtttt
Hallo vi
Iya ji. Ada apa?
Nanti aku ke mall bersama Reki dan makan di tempat favorit kalian
Baiklah aku akan kesana dan segera memutuskan hubunganku dengannya. Dan tolong jaga Reki jangan coba melepaskannya atau aku merebutnya kembali hehehhe
Oke Vi. Thanks ya. Dan semoga kau mendapatkan cinta sejatimu ya. See you
Tuutttt tuuuttt
Aku rasa ini saatnya aku melepas semuanya dan memulai lembaran baru gumam Via dalam hatinya
Flashback off
Sinta membawa Via ke sebuah mall yang pernah ia datangi bersama Reno. Via hanya diam menatap mall tersebut. Karena banyak tersimpan kenangannya bersama Reno
" Vi kita sudah sampai ayo turun " membuyarkan lamunan Via
" Kita ke mall lain saja sin bagaimana? " ujar Via berusaha menolak
" Ayolah vi lupakan semuanya " menarik tangan Via segera menuju ke dalam mall
" Vi apa kau ingin membeli sesuatu di toko depan" ucap Via membuyarkan tatapan Via
Via hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Sinta. Air matanya mengalir dengan sendirinya.
" Maaf aku memaksakanmu vi sehingga kau mengingat sesuatu " menepuk bahu Via pelan
" Kita makan saja yuk Sin " menghapus air matanya
Sinta segera membayar belanjaannya dan segera menuju ke cafe di dalam mall. Ketika Via ingin melangkah masuk ke dalam cafe di hadang oleh Sinta
" Vi kita makan ke tempat lain aja yuk " menarik tangan Via
" Ayolah disini saja Sin " jawab Via datar dan melangkah masuk ke dalam
" Tapi vi.... "
" Sudah aku pesan. Ayo kita duduk " mencari meja yang kosong
Pesanan mereka sudah datang dan siap untuk di santap. Ketika suapan kedua Via menghentikan suapannya karena melihat seseorang yang tak asing untuknya.
" Vi mau kemana " tanya Sinta sedikit cemas
Mati aku, sahabatku akan merasakan perang dunia kedua lagi ucap Sinta dalam batinnya
" Aku hanya ingin ke toilet sebentar ya Sin "
Via mendekat ke arah Reki dan Jihan serta mendengar pembicaraan mereka yang membuat Via sakit hati.
" Aku kecewa denganmu kak. Hubungan kita telah berakhir " menyiram kepala Reki dengan segelas air yang ada di hadapannya dan memgedipkan sebelah matanya kepada Jihan.
" Vi kakak bisa menjelaskan semuanya " berdiri dari tempat duduknya
Via segera kembali ke mejanya mengambil tas dan pergi meninggalkan Sinta sendirian yang sedang menikmati makanannya. Di luar cafe ia melihat Kiran yang sedang bergelayut manja dengan Reno dan menghentikan langkahnya
" Kasian banget nasib kamu tukang kebun selalu saja di sakiti " ucap Kiran
Via hanya berdiam diri menatap Reno dan tak mendengarkan perkataan Kiran. Ia sangat ingin memeluk Reno yang ia rindukan tapi tak di urungkannya.
__ADS_1
" Ayo kita pergi Ran. Gunakan mata dan hatimu untuk menilai seseorang " sindir Reno
Via segera berlari meninggalkan yang sudah terjadi dan kembali ke apartementnya. Via hanya mengurung dirinya di apartement. Ia hanya keluar jika memang sangat di butuhkan oleh karyawannya ataupun pemotretan tante Ana. Sinta setiap hari mengunjungi Via di apartement karena takut terjadi hal yang buruk terhadap sahabatnya.
" Hai Vi. Ini aku bawakan makanan kesukaanmu. Mama loh yang masak " menaruh kotak makan di hadapan Via
" Thank ya Sin . Nanti aku makan ya aku masih kenyang "
" Jangan bersedih lagi Vi. Tubuhmu semakin kurus dan tak terawat "
" Ehmmmm "
" Jika kau seperti ini aku malas menemuimu lagi " ancam Sinta
" Kau memang tak perlu repot mengurusiku Sin. Papa keluarga satu satunya yang ku punya tak peduli dengan keadaanku "
Memang semenjak kejadian Reno memutuskan pertunangannya papa Via marah besar dan tak pernah menemuinya ataupun sekedar menelepon. Via tahu pasti itu juga ulah dua mak lampir dan tak terlalu peduli.
" Ayolah Vi. Katakan saja jika kau masih mencintai Reno. Jangan membuat dirimu tersiksa. Kau sendiri yang membuat Reno menjauh dan seharusnya kau bahagia ia tak mengejarmu lagi bukan "
" Entahlah Sin " jawab via datar
" Makan dulu ya Vi. Aku tak mau mama bersedih karena kau tak menghabiskan makanannya "
" Baiklah aku akan menghabiskannya "
Via segera menyantap makanan yang di bawa Sinta tanpa tersisa sedikitpun. Entah kapan ia terakhir makan selahap ini. Biasanya ia hanya makan dua suap dan menghentikannya. Sinta yang kasihan melihat keadaan Via mencoba mengunjungi kantor Reno siang ini setelah mengurus Via yang hanya diam di apartement.
Perusahaan Wijaya at 13.14
Sinta masuk ke dalam kantor Reno dan segera mencarinya. Di tengah perjalanan ia menumbur Bobi dan sedikit berbincang dengan Bobi. Sinta menceritakan semua tentang keadaan Via saat ini. Bobi sangat terkejut mendengar semua cerita Sinta termasuk tentang Kiran. Dugaan Bobi selama ini benar bahwa Kiran mempunyai hubungan dengan pria yang di bilangnya hanya sepupu. Bobi mengantar Sinta ke ruangan Reno.
" Permisi selamat siang tuan " ucap Sinta
" Kau ada keperluan apa kesini "
" Ini mengenai mantan tunanganmu Ren. Lihat keadaannya sekarang " menyodorkan handphonenya yang memperlihatkan kondisi Via saat ini
" Bukankah ia telah bahagia bersama kekasihnya itu " tanya Reno sedikit terkejut melihat keadaan Via
" Waktu di taman tepi danau itu sebenarnya Via memilihmu tapi si Keran ehh maksudnya Kiran mengirim foto fulgarnya bersama dirimu " menggeserkan layar handphonenya
" Tapi aku tidak melakukan semua ini dan mengapa ia tak menjelaskannya kepadaku " ucap Reno sedikit kesal
" Kau tahu dia berusaha memberitahukanmu tentang yang ia lihat ketika si Keran bersama kekasihnya tapi kau terlalu buta dan membela cinta busukmu itu dan memutuskan sepihak memutuskan pertunangan kalian. Di situlah ia mulai ingin membuangmu maupun musuhmu itu "
" Apa ini rencana sahabatmu itu agar aku kembali mengejarnya "
" Terserah kau saja. Aku menyesal telah menemuimu dan mengatakan semuanya " beranjak dari hadapan Reno
Drrttt drrttt
Via mengapa dia meneleponku ucap Sinta
" Hallo Vi "
" Sin tolong aku " dengan suara parau
" Tunggu aku segera kesana "
Tuuutt tuutttt
" Ada apa dengan sahabatmu ? " tanya Reno sedikit cemas
" Jika kau peduli ikutlah tapi jika tidak duduk saja manis dan dengar kabar kematiannya "
Tanpa berdebat lagi Reno segera pergi dengan Sinta menuju apartement Via. Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takut terjadi hal buruk kepada Via. Sinta hanya duduk di sebelah Reno dengan penuh kecemasan melihat Reno mengemudikan mobilnya tanpa berfikir akan menabrak atau tidak. Mereka telah sampai dan berlari menuju apartement Via
" Mengapa pintunya tak terkunci? Tadi aku menutupnya ketika meninggalkan Via " segera berlari masuk mencari sosok Via
Sinta berteriak melihat sahabatnya pingsan di bawah sofa dengan keadaan berantakan. Reno yang mendengar jeritan Sinta segera berlari mendekat.
" Honey bangunlah. Maafkan aku " ucap Reno merasa cemas
" Cepat bawa dia ke rumah sakit Ren " jawab sinta cemas melihat Via yang tak kunjung bangun
Reno menelepon Bobi untuk mempersiapkan dokter keluarga di rumah sakit terdekat dari apartement Via dan menggendong Via segera menuju ke rumah sakit bersama Sinta.
JANGAN LUPA LIKE TIAP EPISODE NOVEL AUTHOR YA
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau pun alur cerita karena author masih pemula 😊🙏
__ADS_1
Salam peluk hangat dari author untuk kalian semua 😘