
"Iya, iya!" Hanya beralaskan karpet permadani Gerald meringkuk memeluk guling menikmati nyeri nyut di area terlarang miliknya "Nggak ada sopan santunnya ni anak. Dasar istri pria gagal mental!" Gerutu nya pelan.
"Apa? Apa Abang bilang tadi istri pria gagal mental?" Shara sengaja menginjak perut Gerald dan menggoyangkan nya "Abang sendiri apa? Pemburu Tante-Tante!" Umpat baliknya.
"Memang begitu kenyataannya, Zif mu gangguan mental, ibu tirinya di peluk, di cium. Cih!" Gerald berdecih kesamping.
"Aku beritahu Cantik, dari pada kamu kembali padanya, lebih baik menikah dengan ku, Shara sudah meninggal, jasadnya sudah di kubur, sekarang kau lahir sebagai Cantik, jadi buat apa mengejar Zif lagi? Lebih baik kita menikah saja, dengan kita menikah Daddy tidak akan menjodohkan Abang lagi!" Usul Gerald.
Shara mengernyit "Cih! Cantik tidak sudi menikah tanpa di dasari rasa cinta!" Tolaknya.
"Lalu apa dasar pernikahan mu dengan Zif hah?" Sambung Gerald ketus.
"Cinta!"
"Cih, lihatlah cinta mu membuang mu, bangun dari mimpi mu Cantik, dia itu laki-laki tidak waras!" Timpal Gerald.
"Diam!" Shara menginjak kembali perut sixpack milik Gerald tapi kemudian Gerald menarik kaki jenjang Shara hingga jatuh tersungkur ke atas tubuhnya.
Brugh!
Keduanya hening, hanya tampiar detak jantung Gerald saja yang terdengar. Bisa di rasakan oleh Nya betapa hangatnya dada empuk yang mendarat sempurna ke lehernya.
Gerald menelan saliva, meskipun gengsi mengakui ketertarikannya, tetap saja bahasa tubuh tak bisa memungkiri.
Di balikkan nya posisi mereka hingga kini Shara yang dia tindih di bawah kungkungan, detak jantung seolah menceritakan betapa tegang suasana hati mereka, saat ini.
Shara menelan saliva, saat sesuatu yang tiba-tiba keras menusuk paha miliknya, ia terpaku menatap geming wajah Gerald yang entah sejak kapan terlihat sangat tampan di matanya.
Hidung tegas Gerald, bibir sensual Gerald, alis tebal Gerald, Shara meyakini wajah Gerald lebih berkarakter dari pada suaminya.
Ada benih pengkhianat yang mencokol kecil dan mengalihkan kesetiaan hati Shara, kekokohan dan keteguhan pertahanan Shara.
"Kamu cantik malam ini." Celetuk Gerald.
Jika di perinci lagi. Dua insan yang berlawanan jenis, mereka sama-sama rupawan, seksi, sedap di pandang mata, tidak mungkin tidak memiliki ketertarikan satu sama lain, hanya saja, perasaan itu selalu di bentengi oleh status angkat.
__ADS_1
Aroma napas yang saling bersahutan menghipnotis Gerald untuk memangkas jarak dan menempelkan setangkup bibir lembutnya.
Greett!
"Ahhh!" Shara menggigit ujung hidung milik Gerald dengan geram nya "Cantik!" Pekik pemuda itu. Sayangnya Shara berhasil terlepas dari kungkungan nya.
Gerald beranjak dari posisinya lalu meraih tubuh Shara dari belakang. Di dekap nya erat hingga Shara tak mampu berkutik "Lepas! Abang!" Gadis itu mengayunkan kakinya ke depan.
Ceklek!
Suara pintu yang terbuka membuat Gerald dan Shara menoleh tiba-tiba "Daddy!" Cetusnya bersamaan.
Garry sengaja membuka pintu kamar Shara dengan kunci cadangan, Garry tahu putranya sudah pulang dan masuk lewat balkon kamar. Barusan Mang Asep yang melaporkannya.
"Gerald!" Garry berdiri menenteng tongkat bisbol sembari melototi putranya "Berhenti bermain-main!" Pekiknya.
Shara menginjak kaki Gerald lalu terlepas penyatuan mereka, Shara bersembunyi di balik tubuh bidang ayah angkatnya "Daddy! Abang mau kurang ajar padaku!" Adu nya.
Garry melangkah maju, mengayunkan tongkat pada lengan putranya "Berhenti bermain-main, kalo kau mau berbuat seperti itu, lakukan saja dengan istri mu, cari istri yang baik, jangan merusak masa depan adik mu!" Tampik nya.
"Aahh, aw, Daddy, sakit, ampun. Gerald mau nikah, tapi menikahi Cantik, jodohkan aku dengan nya!" Racau Gerald yang sesekali berteriak.
Masalah perceraian Shara dan Zif bisa di atur setelah ini, yang penting keduanya sama-sama setuju untuk menikah.
"Tentu saja serius, nikahkan aku dengan Cantik, Gerald takut khilaf sebelum waktunya!" Nyengir Gerald.
Garry menoleh pada Shara seakan bertanya apa kau setuju? "No!" Dengan cepat Shara menggeleng "Aku tidak mau Daddy, Abang hanya mau memanfaatkan ku supaya Daddy tidak lagi menjodohkan Abang!" Sanggah nya mengadu.
Garry kembali mengayunkan tongkatnya "Jadi karena itu kamu mau menikahi Cantik hmm? Membodohi ku hah? Keluar, keluar dan masuk kamar mu sendiri!" Teriaknya.
"I-iya, iya Daddy." Secepat kilat Gerald minggat dari hadapan ayahnya sebelum laki-laki itu meremukkan tulang-tulang nya.
Garry mendengus lalu duduk di sisi ranjang milik Shara "Astaga, anak itu benar-benar!" Gumamnya.
Shara mengambil air minum, memberikan pada ayahnya "Minum dulu Daddy, Daddy harus ingat, darah tinggi Daddy bisa naik loh." Ujarnya.
__ADS_1
Garry menerima dan meminumnya, semenjak ada Shara dirumahnya, pria itu tak lagi merasakan kesepian, ada perhatian seorang gadis yang sangat hangat "Kamu tidur, kunci pintunya." Titahnya dan Shara mengangguk.
Setelah mengelus puncak kepala gadis itu, Garry beranjak pergi meninggalkan kamar putrinya.
...🖋️••••••••••••🖋️...
Gerald dan Shara menyentuh letak jantung hatinya berada, merasakan getaran aneh yang tiba-tiba menyengat kala pandangan mata saling bertemu "Ada apa dengan hatiku?" Gumam mereka di tempat yang berbeda.
...🖋️••••••••••••🖋️...
Hari berganti, setelah melihat Gerald berniat nakal pada Shara, Garry menitahkan Shara kembali tinggal di apartemen.
Pagi Shara mengurus rumah Garry, membantu memeriksa laporan-laporan keuangan dari beberapa klinik pribadi.
Dahulu Shara mengambil jurusan akuntansi, Shara memanfaatkan kepandaian nya untuk membantu pekerjaan ayah angkatnya.
Malam setelah tidak lagi ada pekerjaan, Shara kembali ke apartemen mewah fasilitas keluarga angkatnya. Gaya hidup Shara berubah meskipun tidak lagi mendapat pembelaan dan fasilitas dari suaminya.
Shara telah mendapatkan dukungan materi juga moril, selain kasta, Garry juga memberikan bantuan berupa sokongan batin.
Pukul 20:00, di parkiran basemen, Shara keluar dari mobil setelah sang sopir membukakan pintu "Lain kali tidak perlu di bukakan Pak, Cantik bisa sendiri kok." Ujarnya tersenyum.
"Gak apa-apa Neng." Sahut Pria itu.
"Cantik masuk yah Pak, sekarang Bapak boleh pulang ke rumah Daddy." Ucap Shara dan pria itu mengangguk.
Shara kembali melanjutkan langkah, menuju bangunan hunian elit tersebut. Ini adalah kali pertama Shara kembali mendatangi apartemen lagi.
Setelah pertengkaran nya bersama Zif, Shara tak lagi menghubungi lelaki itu. Ada salah satu selentingan yang dia dengar dari komentar netizen di media sosial, 'Zif depresi setelah mantan kekasihnya meninggal'.
Bahkan, semua orang tahunya Shara hanya mantan Zif, bukan isterinya, sampai saat ini yang di kenal sebagai isterinya hanyalah Indar saja.
Shara menekan tombol ke atas menunggu lift terbuka, dan suara langkah kaki besar terhenti tepat di sebelah kanan tempatnya berdiri.
Wangi parfum maskulin yang menusuk indra penciumannya begitu familiar dalam sanubari "Apa kabar?" Sebuah genggaman meraih tangannya.
__ADS_1
...🖋️••••••••••••🖋️...
...Silahkan Like dulu sebelum melanjutkan Bab berikutnya....