Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"

Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"
Cemburu lagi


__ADS_3

Serangkaian bukti yang menunjukan kebejatan moral Hardika telah Jho kantongi, merujuk pada seluruh bukti kongkrit yang telah di selidiki oleh tim intelejen milik Gerald.


Satu persatu orang-orang yang ikut menculik Risha telah tertangkap, mereka di ancam dengan ancaman yang setara dengan ancaman Hardika. Yaitu, akan memporak-porandakan satu persatu keluarga mereka.


Yang bungkam terpaksa menceloskan nama Tuan Hardika Prabaswara sebagai orang yang menyuruhnya melakukan pembunuhan itu.


Awalnya antek-antek Hardika mengira bahwa Risha adalah Shara. Namun ternyata KTP di dompetnya bernama Risha. Belum lagi seharusnya wajah Shara rusak separuh.


Menyadari salah sasaran, Hardika menyuruh antek-anteknya merusak separuh wajah Risha agar berita hoax itu lebih di percayai oleh Zif.


Sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya akan tergelincir pula, dan itulah yang terjadi pada Hardika Prabaswara.


Kepolisian telah mengantongi barang bukti berupa rekaman CCTV dan kesaksian para tersangka lainnya.


Beruntung, Margens juga ikut menyelidiki kasus ini dengan segala kekuatan mata-matanya dia berhasil membantu tim Gerald.


"Jadi Indar juga bermain serong dengan ayah mertuanya? Gila apa?" Shara menyeletuk begitu keras. Terlihat sekali marahnya, Gerald mengamati setiap raut wajah wanita itu.


"Bang Jho urus semuanya, bantu Zif mengatasi permasalahannya, bila perlu bantu istriku kembali padanya." Gerald berujar datar lalu bangkit dari duduknya.


Shara menoleh. "Abang." Jelas sekali Gerald cemburu dengan semua ekspresinya yang terkesan masih peduli pada Zif.


Shara beranjak dari duduk, mengikuti langkah kaki suaminya. "Abang masih cemburu? Abang bilang percaya padaku?"


Gerald menghentikan langkah, menoleh pada Shara. "Semua orang punya kesempatan ke dua, kalau menurut mu Zif berhak berikan saja. Bagiku cinta tak harus memiliki." Ucapnya lalu pergi.


Shara terdiam menatap punggung gagah suaminya. "Aku terlalu tidak paham bagaimana caranya menjadi istri mu." Gumamnya.


...••••••••••••...


Termangu Shara duduk pada bangku taman, entah harus kemana lagi dia duduk selain di tempat sunyi ini, setengah hari ini Gerald tak menyapanya bahkan terkesan membiarkannya.


Shara masih serba salah, jujur saja, Shara akui dia belum pandai menyatukan dua karakter yang berbeda itu.

__ADS_1


Kepeduliannya terhadap Zif hanya karena kemanusiaan, bukan masih cinta tapi Gerald takkan pernah mengerti menurutnya, jadi untuk apa di jelaskan terus menerus.


Pluk!


Shara melemparkan satu butir kerikil kedalam kolam ikan. "Nona muda sendirian?"


Apakah ikan yang dia timpuk bisa berbicara? Tentu saja tidak, Shara menoleh pada sesosok pria tampan di sisinya.


"Bang Damar."


Damar duduk di sisi wanita itu. "Panggil aku Damar saja. Kita seumuran." Katanya.


"Damar," Shara menyebutnya sambil tersenyum. "Nama yang bagus." Pujinya.


"Shara juga nama yang bagus, aku sering teringat Risha saat mendengar dan mengingat suara mu." Ujar Damar.


"Risha pasti sangat spesial bagi mu?" Ada kerinduan mendalam yang Shara tangkap dari pemuda tampan itu.


Damar mengangguk. "Yah, dia sangat spesial, dia periang, lucu, energik, manja, kau tahu Nona, aku dan dia sudah menjalin hubungan sedari masih anak-anak." Katanya.


"Aku ada fotonya." Damar mengeluarkan dompetnya, ada beberapa foto Risha yang selalu dia bawa kemanapun. "Ini foto-foto Risha beberapa hari sebelum dia menghilang." Sodor nya.


Shara menerima, kening mengernyit menatap satu persatu foto-foto Risha yang dia seling di tangannya. "Tuhan, ini benar-benar mirip dengan ku." Gumamnya pelan.


"Benarkah?"


"Yah, dia sangat mirip dengan ku." Tak sengaja Shara menatap kalung milik Risha yang melingkar di leher Damar. "Kalung itu." Shara meraihnya bersamaan dengan kalung miliknya.


Damar tertegun menatap Shara yang menggabungkan dua kalung itu dan ada magnet yang membuat kedua kalung tersebut menyatu.


Damar menatap seksama wajah cantik Shara yang tanpa celah menurutnya. "Nona, orang bisa salah paham padaku." Sekarang wajahnya sangat dekat dengan wajah Shara.


Shara terjaga. "Maaf." Katanya seraya mundur. "Tolong lepas kalung mu, aku mau menyatukan keduanya, sepertinya ada magnet yang sengaja di buat khusus oleh pengrajin nya. Mungkin kalung ini memang berhubungan." Imbuhnya.

__ADS_1


Damar mengangguk, melepas liontin milik Risha dan memberikannya pada Shara. "Ini."


Kembali Shara menyatukan kedua kalung liontin berbentuk bulat itu ada tanggal yang tertera di tepinya ketika di satukan kedua sisinya.


"Ini tanggal, bulan dan tahun lahir ku." Kata Shara.


"Itu juga tanggal, bulan dan tahun lahir Risha." Sambung Damar.


Shara menoleh. "Benarkah? Menurutmu, apakah masuk akal kalo aku dan Risha kembar?" Cetus nya.


"Kembar?" Damar menggeleng.


"Dia sangat mirip dengan ku. Dia juga lahir di hari yang sama dengan ku, kami sama-sama memiliki kalung liontin seperti ini dengan ukiran inisial yang di buat sama persis." Sela Shara.


"Tapi kalian tidak tinggal di tempat yang sama." Damar menggeleng sekali lagi. Ini sangat tidak masuk akal.


"Sedari kecil aku hanya tinggal dengan paman bibi ku, dan aku harus merantau karena paman ku sering ingin memper.ko.sa ku. Aku tidak tahu apa alasan paman ku setega itu pada keponakannya sendiri. Aku yakin aku bukan bagian dari keluarga mereka." Kata Shara.


"Setahuku ibu Risha sudah tidak ada. Tapi Ayah Risha masih hidup, dia menikah lagi, itulah makanya Risha lebih suka hidup sendiri di kontrakan. Ayah Risha juga belum tahu Risha meninggal karena mayat yang di temukan ber-ktp Shara dengan wajah yang rusak." Sambung Damar.


"Aku ingin tahu siapa orang tua Risha, boleh kah? Apa dia tidak kehilangan putrinya yang menghilang?" Secuek itu kah ayahnya sampai-sampai anaknya menghilang tiada rasa curiga untuk mencarinya.


"Om Tian orang yang sibuk, dia sudah menikahi wanita lain, dan hidupnya sudah dia dedikasi kan pada istrinya, itulah kenapa, Om Tian tidak pernah membesuk Risha di kontrakan, ibu tiri Risha terlalu posesif." Jelas Damar.


"Tapi aku penasaran. Kenapa aku dan Risha memiliki kalung yang sama."


"Kalo Nona penasaran, Aku bisa mengantar Nona muda ke rumah ayahnya Risha. Sekarang, ayahnya Risha sudah memiliki kehidupan nya sendiri." Kata Damar.


"Tapi sebelum itu, aku mau menemui bibiku dulu, aku mau tahu, dari mana dia mendapatkan aku? Dan siapa orang tua kandung ku yang sebenarnya?" Sahut Shara.


Damar tersenyum. "Semoga Nona berhasil menemukan jati diri Nona, semoga Nona juga selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang, bahagia bersama Tuan muda Gerald."


"Aamiin." Shara tersenyum menatap Damar. Terlepas dari semua masa lalu tak jelasnya. Dalam hidup Shara memiliki Gerald adalah kebahagiaan tiada tara baginya.

__ADS_1


Dari atas balkon Gerald memandangi kedua orang itu. "Seharusnya aku menikahi wanita yang lebih tua bukan? Mammi setia sama Daddy karena usia Mammi jauh lebih tua dari Daddy. Sekarang aku harus terus merasakan cemburu saat istri cantik ku berdekatan dengan pria lain." Ujarnya lirih.


__ADS_2