Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"

Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"
Maafkan aku....


__ADS_3

Shara menatap lekat wajah Gerald yang saat ini merangkak di atasnya, Gerald tersenyum kecil dan itu terlihat sangat tampan, tangannya menyapu liukan wajah cantik isterinya, dari dahi, hidung, hingga ke bibir yang merekah.


"Cantik, kau sangat cantik." Puji Gerald.


Kembali tangannya turun ke ceruk leher, meremas tonjolan empuk di area dada, mengusap perut hingga berlabuh di bawahnya lagi.


Baru di sentuh saja Shara sudah ngos-ngosan. Lihatlah dada membusung itu naik turun tak keruan. Gerald semakin tertantang.


Gerald mengatur posisi, ia duduk bersila lalu menarik tangan Shara "Duduk di sini." Titahnya menepuk kedua pahanya.


Shara menurut, mereka saling berhadapan, melingkarkan kaki pada pinggang Gerald, alangkah intens kedekatan mereka, bahkan kedua tubuh intinya telah silih menyatu, hanya saja masih terbungkus masing-masing celananya.


Shara mengalungkan tangan pada leher suaminya, sementara Gerald gemas dengan pantat sekal istrinya, dia remas gundukan padat itu lalu menjalar ke pinggang yang sintal.


Gerald menatap damai wajah Shara dan gadis itu hanya tersenyum sekilas. Meskipun takut, Shara masih berusaha keras memenuhi kewajiban pertamanya.


Gerald membantu Shara membuka kaos t-shirt, sehingga tertampil sudah gundukan indah nan padat ini.


"Kamu gemukan," lirihnya menyengir.


Tak ilfil, Gerald justru semakin gemas dengan tubuh berisi istrinya.


Tanpa mau berlama-lama mengeluarkan cuap-cuap, gerald membuka bra tipis yang membelenggu buah kenyal itu.


Menekan punggung lentik Shara, melahap salah satu buah kembar nan padat istrinya.


Oh Tuhan, rasanya gatal sekali bibir Gerald ingin menyesap kulit empuk itu, dari pada tidak sama sekali, apa pun aturan Shara, Gerald turuti.


Gerald menurunkan posisi bibirnya dengan sedikit mendongak kan Shara ke atas, menyesap bagian bawah buah kenyal itu, penuh hasrat. Memberikan tanda-tanda merah pada bagian favoritnya.


"Emmh." Lolos juga desah manja Shara yang telah menjadi candu bagi Gerald, bahkan dia terus mengulangi hal yang membuat Shara berdesah.


Sebelah tangan Gerald meremas buah kenyal istrinya, sementara bibirnya memagut ujung berwarna pink gadis itu.


Melayang entah kemana rasa yang Shara cecap. Burung-burung yang beterbangan di atas lautan seakan iri dengan ritual penyatuan raga ini.

__ADS_1


"Sakit!" Shara memekik saat Gerald menggigit bulatan kecil di ujung dadanya.


Gerald menderu dera napasnya, meminta sesuatu yang lebih dari itu. Sepertinya, dia terlalu gemas pada tubuh istrinya.


Keras sudah tongkat di bawah sana, Shara mampu merasakan ganjalan yang menusuk bagian intinya.


Dia turun dari ranjang, membuat posisi Shara lebih dekat dengan tubir nya, Gerald hempas sisa kain yang melekat pada Shara-nya sampai tak bersisa sehelai benang.


Manik matanya memindai pemandangan indah itu. Sungguh sangat memesona, Shara menggelar surai bergelombang nya di atas bantal, gundukan padat nan menantang juga membusung sempurna.


Gerald sedikit berjongkok, sebab bagian inti Shara lah yang dia cecar kali ini, dia bentangkan kedua paha mulus gadis itu.


"Baby." Gerald mengerut kening menatap belahan ranum yang masih tertutup rapat milik isterinya.


Gerald lulusan kedokteran, tentu tahu bagaimana bentuk bagian inti yang masih tersegel dan yang sudah di robek.


"Sayang." Gerald seakan meminta klarifikasi, tapi kembali ia berpikir mungkin ini hanya perasannya saja.


"Abang kenapa?" Shara bertanya setelah melihat raut bingung suaminya "Kok berhenti? Ini sudah mau setengah jam." Peringat nya. Tidak perlu ada pemanasan lain, tidak cukup waktunya.


"Iya." Gerald menepis kecurigaannya, ia memulai kembali aktifitas fisiknya, melepas jas kasual miliknya, membuang kaos putihnya serampangan hingga memperlihatkan dada bidang yang di tumbuhi bulu halus.


Menatap lawa tubuh polos istrinya, Gerald mengutak-atik kepala gesper. Shara menelan saliva saat melihat betapa besar roket yang Gerald keluarkan.


"Kenapa? Takut?" Gerald yakin ekspresi Shara menandakan bahwa miliknya lebih besar dari suami Shara sebelumnya.


"Bukan, tapi, ..." Ingin rasanya mundur dari permainan ini, tapi apakah masih bisa?


Sementara tubuhnya juga menginginkan hal baru ini, sungguh nikmat gesekan yang perlahan menembus belahan rapatnya.


"Abanghh." Keluhnya. Air mata meluncur tanpa di buat-buat. Terkejut dengan serangan senjata Gerald yang merobek selaput dara miliknya.


"Ssstt, ..." Gerald tak memperdulikan bagaimana Shara menggeleng cepat seolah menolak.


Tak keruan rasanya saat hentakan demi hentakan dia lakukan menghasilkan kenikmatan yang tiada tara bandingan nya.

__ADS_1


"Sakit, pelan sedikit." Shara terus menghiba pada suaminya, tapi sepertinya gairah Gerald sudah tak terkendali.


"Hiks, ku mohon, hentikan." Shara menggeleng, menangisi kesakitan nya. Pedih, terasa memar, ada yang lecet, bahkan lebam, yah, itu yang Shara rasakan saat ini.


"Kenapa tidak di nikmati saja hmm?" Tersengal Gerald berujar. Tak mungkin berhenti di tengah jalan, in terlalu sayang untuk di lewatkan.


"Sakit!" Pekik Shara. Sungguh tidak tega mendengar tangisan istrinya, terpaksa Gerald memberhentikan aktivitasnya.


Kembali Gerald membetulkan celananya, sepertinya dia harus rela menundanya sampai nanti "Kenapa sakit, aku barusan pelan-pelan." Gerald tahu takkan terasa sesakit itu jika sudah pernah melakukan sebelumnya.


Shara beringsut untuk menjauhi suaminya, menenggelamkan seluruh tubuhnya pada selimut tebal, meringkuk pilu di bawah kepala ranjang.


"Kalo sakit, mau bagaimana lagi? Abang barusan terlalu buas!" Protes Shara tersedu.


"Maaf," Di balik kata maaf Gerald, tersimpan rasa kecewanya, gairah masih membara tapi harus berakhir di sini saja "Ya sudah, Abang ke kamar mandi saja."


Baru Gerald melengos, tak sengaja matanya menangkap bercak merah terserai di atas permukaan kasurnya.


Gerald mengernyit heran menemukan bekas darah yang sepertinya milik Shara "Apa ini?" Dia sentuh lalu melirik ke arah istrinya.


"Apanya yang apa? Tentu saja itu dari selaput dara ku! Kau merusaknya dengan buas!"


Gerald terhenyak sejenak "Tunggu, Baby bilang Baby sudah pernah tersentuh suami sebelum Abang!" Tukasnya.


"Tapi bukan berarti melakukan hubungan itu. Ini pertama kalinya aku melakukan dan hanya dengan mu saja!"


"Astaga. Kenapa tidak bilang jujur saja? Tentu saja aku menyakiti mu barusan!" Ketusnya.


"Maaf." Gerald berbaring miring mendekati Shara, mengusap air mata di pipi gadis itu, dengan tatapan nanar.


"Aku mencintai mu, sangat mencintai mu." Ungkap Gerald. Kecupan lembut menghujani seluruh wajah Shara yang masih terdiam pilu di balik selimut tebal.


...••••••••••••...


Bersambung.... Terimakasih yang masih bertahan mengikuti novel ini.... Like jangan lupa..... Biar naik karyaku ke rekomendasi selanjutnya.....

__ADS_1


__ADS_2