Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"

Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"
Detak jantung


__ADS_3

Setelah setengah jam berendam, Shara membilas dan meraih handuk miliknya, saat mengeringkan tubuh tak sengaja ia menatap ke arah cermin yang menunjukkan kondisinya.


Shara mendekati cermin, menatap sendu setiap lekuk tubuh yang telah berhasil di berikan cap tanda kepemilikan oleh suaminya. Bayangan tentang Zif terus menghantuinya.


"Aku memang bukan wanita yang pantas untuk di cintai siapa pun kan? Sedari dulu Zif hanya menginginkan kecantikan ku, dia menyentuh ku karena hasrat seksual nya saja. Dan di mata Bang Gerald, aku hanya wanita yang pantas di kasihani. Lihatlah, aku sangat menyedihkan." Gumamnya.


Tak mau berlama-lama meratapi nasib, Shara keluar dengan handuknya, mengganti pakaian tidur berlengan panjang yang menutupi seluruh tubuhnya, mengeringkan dan menyisir rambut bergelombang nya.


Shara kembali keluar dari kamar, menuruni anak tangga, di meja makan sudah ada beberapa hidangan mengebul menyambutnya.


Gegas Shara mendekat dan duduk menghadapi makanan sehat kesukaannya "Aku lapar." Katanya bergumam.


Miau....


Suara imut kucing yang ikut naik ke atas meja makan meminta bagian, Shara tersenyum menatap hewan berbulu lebat itu "Apa kau juga lapar?" Tanyanya dan Kitty menggesek kepalanya pada tangan Shara.


"Ok, aku ambilkan makan mu, supaya bulu mu semakin cantik." Shara beranjak mengambil makanan kucing dari tempatnya, menyiapkan pada mangkuk khusus.


Shara kembali ke meja makan meletakkan makanan di depan kucingnya "Nah, makan lah." Titahnya. Shara mengusap lembut bulu-bulu lebat Kitty sembari menatap makhluk indah itu makan.


"Jika di pikir lagi. Sebenarnya nasib kita sama. Tidak memiliki ayah dan ibu, kita juga sama-sama di adopsi keluarga Sultan pemilik rumah besar ini!" Katanya.


Shara duduk di kursi nya, mengais nasi dan memulai ritual makan malamnya bersama Kitty "Kau tahu Kitty, kita hanya makhluk lemah yang perlu di lindungi keluarga dermawan ini." Sambung nya.


"Aku yakin, kalo kau di culik tetangga depan, Bang Gerald sudah pasti menolong mu, dia kan super Hero." Rutuk nya lagi.


Shara melirik Kitty dimana ada kalung yang melingkari lehernya "Astaga, jadi Bang Gerald juga menyadap mu Kitty? OMG, dia posesif." Decak nya menggeleng.


"Tapi ingat Kitty, jangan pernah berpikir bahwa dia posesif padamu karena dia mencintai mu, aku beritahu padamu, dia hanya menganggap mu lemah dan butuh di lindungi. Mengerti!" Tambahnya.


"Aku bicara begini, karena aku takut kau berharap banyak padanya, dia itu playboy kelas berat, tidak akan pernah dia tertarik padamu!" Timpal nya.


"Astaga, siapa yang aku bicarakan!" Sisi batinnya.


"Ekm ekm!" Suara dahaman seorang pria, Shara menoleh pada lelaki yang entah sejak kapan berada di sana "Aku mendengarnya, kalian membicarakan aku bukan?" Tanyanya.


Shara memutar bola mata tanpa menyahut sepatah katapun. Rupanya Gerald dan Jho juga lapar. Mereka mengambil tempat duduknya masing-masing.


"Kitty." Panggil Gerald. Baru saja ingin mengusap bulunya, kucing itu menjauh darinya, seolah tak mau bersamanya "Kitty, ..." Mata Gerald membulat.

__ADS_1


"Aku tidak menyadap mu, tenang lah, ini hanya salah paham, aku tidak menganggap mu lemah, sejujurnya aku khawatir karena aku mencintai mu, serius." Gerald menjelaskan kata yang terdengar ambigu pada kucing nya.


Shara masih hanya diam saja melanjutkan ritual makan malamnya tanpa mau menghiraukan perkataan laki-laki itu.


Gerald tahu Kitty dan Shara marah padanya, okelah, Kitty masih bisa di rayu dengan makanan nanti, tapi bagaimana cara membujuk Shara, dia bingung.


"Emm. Satu Minggu lagi sidang berikutnya, kita sudah punya bukti-bukti memperkuat gugatan mu, tenang saja." Gerald berusaha membuka obrolan dan Shara masih hanya diam saja.


Sepertinya Shara benar-benar kelaparan, dia bahkan menghabiskan dua piring nasi dengan santainya.


"Kamu tidak takut gemuk hmm? Ini sudah malam, lemak mu lebih mudah berkembang biak setelah tertidur." Tutur Gerald.


Shara meneguk minumannya, mengelap sudut bibirnya dengan tisu "Apa yang harus di takuti? Aku tidak punya kekasih, suami juga sudah akan bercerai. Kalau seandainya nanti ada yang mencintai ku lagi, biar dia mencintai ku apa adanya. Bukan karena fisik ku saja. Tapi tulus karena merasa nyaman bersama ku. Ingin hidup menua bersama ku. Meskipun tidak akan pernah ada laki-laki yang seperti itu!" Ujarnya.


"Tapi umumnya, cinta berasal dari mata turun ke hati. Setelah nyaman dengan pandangan, hati akan lebih mudah mencintai." Sanggah Gerald.


Shara mengambil Kitty lalu menggendong kucing itu "Kita pergi saja. Setelah makan kita tidur, biarkan lemak jahat membuat kita gemuk. Seseorang yang menerima kita di titik terjelek, dialah orang yang benar-benar tulus mencintai kita." Sindirnya seraya melangkah pergi.


"Apa barusan dia menyindir ku? Tidak sadar kah dia, saat dia terpuruk hanya aku yang ada di sisinya?" Gerutu Gerald menoleh pada Jho.


Gerald memang seseorang yang perduli penampilan, bukan pada wanita yang dia pandang saja tapi dirinya sendiri pun dia perhatikan.


"Sudah, makan saja." Jho memindahkan nasi dari mangkuk besar ke piring Gerald "Merayu wanita juga butuh tenaga." Katanya.


"Biasanya aku tidak butuh banyak tenaga untuk merayu wanita, tapi kenapa sulit sekali berbasa-basi dengan nya. Apa pun yang aku katakan, dia pasti lebih pintar membalikkan kata-kata ku." Oceh nya.


"Kalian sama-sama keras kepala." Sambung Jho.


"Bukan keras kepala. Aku ke sini mau mengajaknya berdamai, tapi dia justru menyindir ku!" Sela Gerald.


"Aku beritahu, kenapa Nona Shara sulit move on dari Zif meskipun sudah banyak di sakiti," Kata Jho.


Gerald mendekati Jho agar lebih intens mendengar kan sarannya "Hmm."


"Zif laki-laki yang selalu mengatakan sayang nya, jujur dengan perasaannya, Zif laki-laki yang terbuka, dia akan langsung menolak jika tidak menyukai, dan akan merengek saat merasa mencintai dan menyukai. Simpel." Timpal Jho.


"Nona Shara tipe wanita yang menyukai kelembutan, perlindungan, dan lain sebagainya, dia wanita manja yang ingin mendapat perhatian lebih dari seseorang yang mungkin bisa menggantikan sosok orang tuanya. Rayuan gombal sudah tidak mempan padanya, jangan samakan dia dengan wanita- wanita mu Tuan." Jelas Jho.


"Kalo Tuan muda tidak cepat mengungkapkan perasaan mu, di luar sana masih banyak laki-laki yang ingin merebutnya, termasuk aku." Imbuh Jho.

__ADS_1


"Ck!" Gerald mendorong piring miliknya kasar, ternyata Jho pun mengincar Shara, di lihat dari skill sudah pasti Jho mampu meluluhkan hati Shara.


"Aku tidak jadi makan saja." Dia beranjak dari duduk, berjalan perlahan menuju anak tangga.


Sementara Jho menyeringai, sepertinya Gerald sudah mulai termakan ucapannya "Semoga berhasil." Gumamnya.


...••••••••••••...


Tiba di lantai atas Gerald membuka pintu kamar milik Shara yang tidak terkunci, tak ada seseorang pun di ranjang, Gerald menatap ke arah pintu balkon yang terbuka lebar.


"Dingin begini kenapa di luar?" Ujarnya pelan.


Dia langkah kan kakinya menuju balkon, dan sosok indah Shara berdiri menatap lekat bintang-bintang.


"Ekm ekm." Gerald mendekat, berdiri di sisi Shara, mengikuti arah pandangan gadis itu.


Shara menoleh "Mau apa lagi ke sini? Aku malas berdebat!" Ketus nya.


Gerald menghela "Siapa yang mengajak mu berdebat!" Tanyanya.


"Kau!"


"Dih, kau?" Gerald menunjuk hidungnya sendiri "Panggil Abang!" Titahnya protes.


Shara mendengus, rasanya lelah terus menerus saling melemparkan kata-kata ketus "Aku ngantuk." Dia melengos pergi.


Namun, Gerald mencegah jalannya "Aku sengaja ke sini menemui mu."


"Mau apa lagi? Ini sudah malam, besok Abang masuk kantor lagi, mengurus yang lainnya juga, cukup membuang waktu mu bersama ku yang merepotkan dan anak yatim-piatu yang sangat menyedihkan in, ..."


Cup!


Untuk yang pertama kalinya, kecupan bibir Gerald membungkam ocehan wanita itu.


Tak ada suara selain detak jantung Shara yang ber_tampiaran tak keruan. Bahkan napas keduanya sama-sama bergemuruh menginginkan sesuatu yang lebih dari itu.


"Cukup berdebat nya, dengarkan aku, kita perlu bicara." Gerald berucap lirih tepat dihadapan wajah Shara.


Bersambung...... Selamat berbuka puasa.......

__ADS_1


.


.


__ADS_2