
"Ternyata kamu sudah tidak mencintai ku Shara? Akan aku buktikan, aku masih milik mu dan kau masih milikku." Zif melepas kemejanya sedang matanya mengarah lurus pada wajah isterinya.
Shara mundur "Mau apa kamu Zif! Jangan macam-macam padaku!!" Dia meringkuk di sudut antara laci nakas dan ranjangnya.
"Pakai bajuku!" Zif melemparkan kemejanya pada wajah isterinya "Jangan membuat ku seperti orang asing! Aku masih suami mu. Maka berusahalah mencintai ku lagi! Atau selamanya kau terkurung di sini!" Ancamnya.
Zif melangkah pergi dengan dada polosnya, keluar dari kamar dan menguncinya, melihat itu Shara berlari mengejar "Zif, jangan kurung aku di sini Zif! Buka pintunya, biarkan aku pulang!" Teriaknya menggebrak kan tangannya.
...🖋️••••••••••••🖋️...
Kilas balik.
Pagi hari setelah acara pesta, Zif mengamati Gerald, Jho dan Shara dari apartemen miliknya, ada keganjilan yang Zif tangkap di sana.
Perlakuan Gerald pada Shara tidak seperti seorang kakak, tapi lebih intens dari itu, Zif berusaha menepis keanehan ini namun terus merasakan kejanggalan.
Siang harinya, Zif memutuskan untuk pulang ke rumah utama ayahnya, rupanya beberapa mobil saudara sepupunya terparkir di halaman.
"Bang Zif." Gadis itu berteriak memanggil namanya, dialah Erie, gadis cantik yang kini berlari dan memeluk dirinya "Bang Zif apa kabar?" Tanyanya.
Zif tersenyum "Baik. Tumben kamu di sini? Biasanya sombong." Tanya Zif seraya melerai pelukannya.
"Iya, maklum lah. Erie baru pulang dari Malaysia, kemarin masih ada job pemotretan." Kata gadis itu.
"Oh, ..." Zif melenggangkan langkah memasuki rumah besar ayahnya dan Erie mengikuti dari samping. Keduanya berjalan beriringan menuju kursi taman halaman belakang.
Lama sudah Zif tak mendengar curahan hati sepupu kesayangannya. Jadi untuk kali ini Zif ingin memberikan waktu pada Erie.
"Bang Zif jadi nikah?" Tanya Erie.
"Jadi, tapi setelah Abang berhasil melamar calon istri ku." Kata Zif sembari duduk di kursi taman.
Erie juga ikut duduk di sisi Abang sepupu nya "Wah, pasti cantik." Tanyanya. Zif tersenyum menghiraukan gadis itu.
"Mana fotonya? Boleh Erie lihat?" Tanya Erie antusias.
"Boleh." Zif meluruskan satu kakinya, meraih gawai tipis yang dia selipkan pada saku celananya, setelah cukup mengutak-atik ponselnya Zif memberikannya pada Erie "Namanya Cantik. Cantik kan?"
__ADS_1
Erie mengambil alih ponsel Zif, melihat wajah Cantik dari sosial media Cantik yang di ikuti jutaan orang.
"Wah Cantiknya." Erie terkagum- kagum "Cantik seperti namanya, tapi dia mengunggah foto Abang tidak?"
Masih penasaran dengan calon istri Zif, Erie mengusap layar kesamping agar gambar-gambar di sosial media Cantik berpindah, keningnya mengerut ketika melihat foto Cantik bersama dengan seseorang yang sangat ia kenal.
"Gerald?" Celetuknya spontan.
Zif berkerut kening "Kamu kenal?" Tanyanya.
Erie beralih pada Zif "Tentu saja, dia mantan Erie. Dia yang dulu aku ceritakan sama Abang, dia yang membawa ku ke pulau setelah aku menemui Abang di Bali itu loh." Jelasnya.
Zif semakin mengernyit "Apa, Bali?"
"Iya, Bali. Abang ingat kan? Abang sama kak Indar menemui ku dulu, setelah itu Abang pulang ke resort." Kata Erie.
Zif mengingat kembali kejadian waktu itu, dimana malam itu adalah malam yang sama saat Shara menemuinya di resort kemudian Shara pergi dan tak kembali padanya.
"Hmm, Abang ingat!" Ucap Zif.
"Iya, dia Gerald. Dia itu yang memutuskan aku karena perempuan buruk rupa! Cih!" Erie berdecih kesamping, dia jengkel kala mengingat kembali kejadian menyebalkan di kapal bersama Gerald.
"Iya, malam itu Gerald memutuskan ku, dia memberikan baju baruku ke perempuan lain, dia bawa perempuan buruk rupa itu kembali ke Jakarta dengan pesawat jet pribadi, padahal aku yang mengharapkan itu. Tapi malah di rebut sama perempuan tidak tahu diri!" Erie berapi-api saking kesalnya.
"Gerald, perempuan buruk rupa?" Gumam Zif pelan.
Drrrrtttt.....
Dering menggetarkan ponselnya, Erie memberikan gawai tipis Zif pada si pemilik "Telepon Bang." Ucapnya.
"Emm." Zif menerima dan langsung menggeser tombol terima, rupanya salah satu antek-anteknya yang menelepon "Halo!" Sapanya.
📞 "Selamat siang Tuan muda. Informasi yang Tuan muda cari, sudah kami dapatkan."
"Yah, katakan?" Titah Zif.
📞 "Di kartu keluarga dokter Garry. Tidak ada nama Nona Cantik, tapi Shara, tiga bulan yang lalu, Nona Shara telah resmi menjadi anak angkat dokter Garry."
__ADS_1
Zif tercengang "Shara!" Lirihnya. Jadi KTP Cantik palsu? Sejatinya nama wanita yang menjadi tetangganya adalah Shara.
Mulai dari saat itu. Berbekal informasi yang Zif gali dari antek-anteknya dan Erie, Zif mencoba membuktikan kecurigaan nya. Zif bahkan menyatroni kontrakan lama Shara, dan mendapatkan beberapa kepingan teka-teki kembali.
Dalam ketidak sadaran Cantik, Zif mengambil beberapa helai rambutnya dan membawanya ke laboratorium.
Zif masih menyimpan semua benda milik Shara termasuk sisir dan sisa kerontokan rambutnya hingga dengan mudahnya Zif mencocokkan DNA keduanya.
Rupanya usapan lembut Zif pada Shara adalah usaha Zif mengambil helaian rambut isterinya. Ada saat dimana seseorang sulit mengartikan raut wajah Zif.
Tak sampai dua Minggu Zif sudah bisa mengambil hasil yang mengatakan 97 persen DNA itu di ambil dari orang yang sama.
Berhari-hari Zif mengintai, mengawasi pergerakan Shara dari kejauhan lewat mata-matanya, bahkan Zif rela menyewa tempat untuk melancarkan misinya.
Tak mudah Zif mencapai pada titik ini, tapi kesabaran dan usaha telah membuahkan hasil. Pagi tadi Shara diperdaya oleh antek-anteknya.
Mereka tahu, pagi-pagi rumah utama dokter Garry tidak terlalu ketat penjagaan, hanya satu dua gelintir orang yang berjaga masih bisa teratasi oleh orang-orang licik bayarannya.
Dalam keadaan tidak sadar. Zif membawa Shara ke rumah pribadinya, yaitu hunian mewah yang Zif beli satu bulan sebelum menikah dengan Shara.
Setelah pulang dari bulan madu, Zif berniat tinggal bersama shara di rumah bergaya klasik modern itu, tapi kenyataannya Zif justru kehilangan isterinya dan membawa pulang Indar sebagai istri palsunya.
Kilas balik selesai.
...🖋️••••••••••••🖋️...
Setelah mengurung istri tercintanya, Zif berjalan menuruni anak tangga, di lantai bawah sudah ada Indar yang mulutnya terbungkam lakban, kaki tangannya terikat tambang kecil, duduk di sofa ruang tamu di jaga beberapa orang bayaran.
Zif melangkah mendekat dengan raut datar yang sulit di artikan "Buka mulutnya!" Titahnya pada satu pengawal.
"AW!" Indar berkeluh ketika laki-laki itu secara kejam membuka lakban nya "Bajingan kamu Zif!" Teriaknya sarkas.
Zif tersenyum iblis "Kamu baru tahu, atau baru mengakui?" Tanyanya.
"Apa salah ku Zif? Kenapa tega kamu mengikat ku seperti ini?" Berang Indar.
...🖋️••••••••••••🖋️...
__ADS_1
Bersambung......