Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"

Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"
Resah....


__ADS_3


Melangkah gontai, Margens menuruni anak tangga, di lantai bawah satu wanita berpakaian serba hitam dan tertutup membelakangi dirinya. Pakaian syar'i itu berkibar tertiup terpaan angin laut.


Margens berkerut kening menatap orang yang menurutnya adalah wanita "Permisi!" Margens tak pernah berkata kasar jika sudah berurusan dengan perempuan.


Wanita itu menoleh, meloloskan sorot mata yang tajam pada Margens "Indah, bola matanya." Dalam batin Margens menyeletuk.


"Jadi Anda Bos yang mereka puji-puji?" Sambar wanita itu menceku.


Margens mengerut kening, berani sekali wanita lemah yang seharusnya takut padanya menekan kata-kata di hadapannya.


"Yah! Kenapa memang nya?" Ucap Margens menyeringai. Jika sampai terbukti perempuan ini sekutu Indar atau Zif, bisa di pastikan berakhir di ranjang panasnya.


"Kenapa anak buah mu menghalangi ku? Kau tahu, berapa lama aku di sini, hanya untuk menunggu kepastian mu? Kau pemimpin bukan? Seharusnya kau ajari anak buah mu, berlaku sopan pada wanita!" Berang wanita itu.


Margens membuang pandangannya. Astaga, wanita ini, beraninya menggurui dirinya. Dia alihkan kembali tatapan pada perempuan itu.


"Aku sudah banyak mengajarkan kesopanan, tapi sopan tidak pantas di sandang mafia seperti ku, karena ketakutan lah, yang kami tebarkan. Paham?" Usung nya.


"Apa terhadap kaum hawa juga? Kau melarang ku masuk, atas dasar ini itu, berarti secara tidak langsung, kau mengakui kelemahan mu sendiri, kau takut padaku yang hanya seorang wanita!" Sergah wanita itu.


"Tutup mulut mu!" Margens melotot, sudah barang tentu ia tersulut emosi, berani sekali wanita ini.


Hayyyss, ...


"Kalau kau mau segera di perbolehkan masuk, ada aturan yang berlaku di sini, buka cadar mu! Kami harus memastikan kau bukan mata-mata!" Pekik Margens.


"Demi Tuhan ku, aku bukan mata-mata, apa dengan menyebut nama agungnya tidak membuat mu percaya?" Sambung wanita itu.


Margens menggertak kan giginya "Apa sulit nya membuka cadar mu saja?" Timpal nya.


"Sulit, karena alasan yang tidak masuk akal, kenapa harus membuka cadar ku? Aku sudah menyerahkan KTP, undangan eksklusif dari Nona Shara, juga sertifikat pekerjaan ku, aku datang ke sini lengkap dengan persyaratan yang kalian ajukan! Sekarang turuti kemauan ku. Cari perempuan untuk melihat wajah ku. Baru aku mau membukanya!" Pintu wanita itu bernegosiasi.


"Kau, ..." Margens menunjuk wajah bercadar perempuan itu. Beraninya seorang wanita membentak dirinya. Tapi lihatlah, tatapan mata indah itu, Margens di buat tak mampu berkata apa-apa.


"Hei, Margens, Hanum, kalian di sini?"


Di tengah-tengah ketegangan Margens menoleh pada gadis yang membawa beberapa orang di belakangnya, dia Shandra desainer cantik, teman SMP nya, tentu saja Shandra membawa karyawan untuk mengurus gaun dan tuxedo kedua mempelai pengantin.

__ADS_1


"Shandra." Sapa Margens.


Menyunggingkan senyum Shandra beralih pada perempuan bercadar itu "Hanum, kenapa masih di sini, ini sudah siang. Acaranya sudah mau di mulai sore ini." Ucapnya.


Margens mengernyit "Kau mengenal nya?" Tanyanya dan Hanum terdiam, membiarkan Shandra membantunya menjelaskan.


"Iyah, dia Hanum, makeup artist Shara, dia rekan setim ku, aku dan dia biasa berkerja sama." Jelas Shandra.


"Oya?" Margens masih tak percaya, kenapa ada perempuan yang mengenakan cadar di era modern seperti ini.


"Sudah percaya kan? Aku bukan mata-mata seperti yang kalian takutkan, sekarang izinkan aku masuk!" Ucap Hanum.


Margens beralih pada Hanun "Tapi aturan tetap aturan, geledah tas, juga buka cadar mu, pastikan kau, ..." Ucapan Margens terhenti saat wajah cantik tersingkap di balik penutup hitam milik Hanum.


Hanum berani membuka cadarnya setelah banyak perempuan lain yang bisa di pastikan mampu menjaga dirinya dari pandangan buruk. Itu lah keseharian yang Hanum lakukan, cukup sulit tapi dia mampu menjalaninya.


"Sudah kan Tuan, kalau tas dan koper-koper ku, anak buah mu sudah menggeledahnya, aku tidak membawa apa-apa selain perlengkapan rias ku."


Kembali Hanum menutup cadarnya, sementara Margens masih diam terpaku menatap geming sorot mata indah gadis itu, yah gadis, Margens yakin perempuan itu masih gadis. Ternyata ada kecantikan hakiki yang tersembunyi di balik cadar perempuan ketus itu.


"Iya, kita langsung masuk saja," Ajak Shandra merangkul rekan setimnya "Tidak perlu di ambil hati, dia Margens, temen SMP ku, dari dulu orangnya memang suka aneh." Ucapnya menerangkan.


Hanum mengangguk kemudian berjalan beriringan dengan Shandra menaiki anak tangga, ada akses lain untuk memasuki kamar pengantin. Mereka menggunakan akses tersebut.


...••••••••••••...



...Visual Shara...


Dalam kamar pengantin yang terang benderang, berhiaskan kelopak bunga mawar merah, di seluruh sisinya ada jendela besar yang menyuguhkan pemandangan lautan lepas, Shara keluar dari kamar mandi, berjalan mendatangi sang suami.


Terlihat di atas ranjang Gerald menatap lekat wajah cantiknya "Kenapa MUA nya belum datang?" Shara berbasa-basi, sekedar untuk mengurangi canggung.


"Mungkin lagi ngantri masuk." Jawab Gerald.


"Sini." Gerald menepuk paha sebelah kiri nya, tanda ia memanggil istrinya "Duduk lah." Ajaknya.


Meski canggung melanda dirinya Shara menurut, dia duduk tepat di paha kiri suaminya. Gerald merangkul pinggang sintal gadis itu, melekatkan pandangan, penuh kasih sayang nan cinta tulusnya, ada haru yang mencokol dalam hatinya, pada akhirnya dia bisa memiliki wanita pertama yang membuatnya ingin menikah.

__ADS_1


"Jangan." Shara menepis tangan Gerald, minder dengan kondisi tubuhnya yang semakin hari semakin sintal. Ingin melakukan diet bukanya mengurang, berat badan nya justru semakin bertambah.


"Kenapa?"


"Aku gemukan, aku kurang percaya diri di sentuh bagian ini. Abang kan biasa menyentuh pinggang ramping mantan mu, siapa kemarin pacar terakhir Abang? Model cantik, Erie." Shara merengut.


"Kamu cemburu padanya? Dia tidak ada apa-apa nya di banding istri gemoy ku." Gerald remas pinggang Shara mendekat padanya "Kita sudah menikah." Tambahnya.


"Emmh, lalu?" Angguk Shara.


"Lalu apa lagi? Kita sudah halal, kalo aku menyentuh mu, Baby tidak akan memukul ku lagi kan? Terakhir kamu membuat kepala ku berdarah karena vas bunga." Sambung Gerald.


Shara mengangguk "Tentu saja boleh, tapi, ..."


"Datang bulan seperti dongeng putri dan pangerannya Margens, hah?" Sela Gerald ketus.


"Bukan itu, tapi, bagaimana kalo ternyata aku mengecewakan mu? Aku ini janda kan?" Geleng Shara.


"Lalu?"


"Apa Abang tidak akan kecewa nantinya? Bibir ku, tubuh ku, pernah tersentuh suami sebelum dirimu."


Sejujurnya Shara hanya memastikan, karena sesungguhnya dia tak pernah sekalipun melakukan hal intim bersama Zif.


"Kau milikku seutuhnya, kau tercipta untukku, bukan untuk Zif, meskipun aku bukan yang pertama kali menyentuh mu, tapi biarkan aku memiliki mu sampai akhir dunia!" Kata Gerald lugas.


Shara tersenyum mendengar kalimat itu. Sungguh berbeda sekali pemikiran serta penuturan kata Zif dan Gerald-nya. Sejatinya tutur kata Zif lebih menyentuh hati, tapi Gerald memiliki cara tersendiri untuk di cintai.


"Biarkan aku memiliki mu." Gerald tarik secara perlahan kepala Shara dan mendaratkan kecupan lembut pada bibir merona istrinya.


Terasa lain saat hubungan sudah di syah kan, nikmat nya lebih menghanyutkan dari sebelumnya "Emmh." Acap kali terdengar suara desah dari Shara yang membuat Gerald semakin membara.


Perlahan Gerald jatuhkan Shara keatas ranjang, menindih tubuh gadis itu, tapi kemudian Shara mendorong wajah suaminya hingga terlerai.


"Tunggu, pintunya." Tanyanya. Kan nggak lucu kalau sampai terlaksana tapi di ganggu kedatangan rombongan MUA nya.


"Sudah ku kunci, sebelum di makeup, boleh kan nyicil dulu." Gerald menilik jarum jam yang menghiasi pergelangan tangannya "Masih ada waktu satu jam lagi. Abang resah kalo harus menunggu nanti malam." Ujarnya memelas.


Sudah sedari awal dia terus berfantasi dalam kamar mandi, sekarang ada kesempatan halal lalu untuk apa di tunda lagi.

__ADS_1


...••••••••••••...


...Bersambung..... Selamat berbuka puasa... Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya 🤗😘 Lanjut sahur.......


__ADS_2