Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"

Dendam Si Cantik "Kembalinya Istri Buruk Rupa"
Bingung.....


__ADS_3

Sosial media, di gegerkan dengan resepsi pernikahan Indar dan Zif yang dilangsungkan secara mendadak. Acara yang sempat di batalkan oleh Zif, tiba-tiba saja di adakan.


Di atas sofa putih taman belakang yang berhiaskan bunga warna- warni, Shara dan Garry terperanjat membaca berita viral yang mengejutkan ini.


Mereka memang hanya berdua saja, sebab Gerald masih sibuk dengan pekerjaannya. Sebagai direktur keuangan, tentu saja Gerald sibuk di akhir bulan.


"Jadi, Zif tetap melangsungkan pernikahan? Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya, Daddy! Kemarin ini sekarang itu." Ujar Shara menggeleng.


Garry mengusap puncak kepala putrinya "Dia membatalkan pernikahan, hanya untuk meraih cinta mu, meraih kepercayaan mu, dia laki-laki yang di penuhi siasat." Ucapnya.


"Dan ini yang membuat aku sangat yakin untuk mengakhiri hubungan ku dengannya, Daddy!" Cetus Shara.


Tangannya mengusap satu bulir air mata yang tiba-tiba menggelinding jatuh membasahi pipi, sedari dulu, Zif memang bukan orang yang tegas. Tapi karena perlakuan lembutnya Shara terus bertahan hingga menikah.


Cukup sudah Shara tahu, bahwa dirinya tidak pantas mempertahankan hubungan pernikahan yang tak di inginkan ini lagi. Gerald benar, Zif tak layak di pertahankan. Bahkan untuk sekedar mendapat balas dendam saja. Zif tak cukup pantas.


...🖋️••••••••••••🖋️...


Dua hari kemudian.


"Zif!" Cantik mengikuti langkah kaki Zif yang berjalan cepat menuju halaman parkir. Sedari tadi Cantik di buat dogol oleh perlakuan lelaki itu.


Seperti yang sudah di tentukan pengadilan, hari ini adalah sidang pertama perceraian Zif dan Shara. Keduanya baru saja keluar dari ruangan sidang.


Proses penandatanganan gugatan Zif kemarin di anggap melenggang ke tahap mediasi, bahwa mereka sama-sama setuju untuk bercerai.


Proses selanjutnya adalah pihak tergugat yaitu Zif akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelaan diri.


Sayangnya di sidang pertama kali ini, Shara hanya mendatangkan advokat sehingga dengan mudahnya Zif melayangkan jawaban pembelaan bahkan dengan alasan yang sangat diterima oleh hakim.


Maka untuk sidang berikutnya, Shara masih perlu mengajukan Replik, dimana Shara dapat kembali menguatkan permohonan yang disangkal oleh pihak tergugat. Replik ini ibaratnya sebagai saat dimana penggugat bisa mempertahankan argumennya.

__ADS_1


Cantik sengaja belum ingin menunjukkan jati dirinya, sebab Cantik yakin, jika Cantik mendampingi Zif sebagai kekasih, Zif akan lebih mantap bercerai dengan Shara tanpa melakukan sangkalan lagi. Jika seperti itu, maka hanya dalam waktu tiga bulan saja mereka resmi bercerai.


Lalu apa ini? Tiba-tiba di hadapan Cantik sendiri, Zif menyatakan tidak setuju bercerai, Zif masih ingin mempertahankan rumah tangga mereka. Zif menolak menceraikan Shara.


"Zif, tunggu Zif!" Cantik meraih lengan lelaki itu. Zif pun menoleh, mengusung tatapan tajam kearah gadis itu "Ada apa lagi hmm?"


"Apa lagi katamu?" Berang Cantik mengernyit "Kamu bilang mau bercerai, hari ini kamu mau menceraikan istri mu, lalu apa ini Zif? Kamu mengajukan jawaban, kamu tidak mau mempermudah jalannya perceraian!" Timpal nya.


Zif menggeleng "Karena aku tidak mau bercerai darinya, Cantik!"


"Why?" Sela Cantik ketus "Kamu bilang kamu mau menikahi ku! Tapi kemarin kamu menikahi Indar, dan sekarang kamu batal menceraikan istri pertama mu. Sebenarnya apa mau mu Zif" Lanjutnya.


Dadanya Shara berfluktuasi seperti ingin sekali berteriak, tapi malu di lihat banyak orang.


Zif mendengus "Dengar aku Cantik. Aku akan mempermudah jalannya perceraian, tapi setelah Shara mau menunjukkan batang hidungnya padaku!" Ujarnya.


Shara terdiam menatap heran lelaki itu, lalu menghela napas dalam "Kenapa begitu Zif? Apa itu penting? Kalian sudah tidak saling membutuhkan lagi jadi untuk apa?" Tanyanya heran.


"Kamu pulang saja sendiri!" Shara melengos ke arah lain, Zif dengan cepat meraih tangannya kembali "Sayang, jangan marah, jangan terus bersikap seperti ini." Bujuknya.


"Jadi aku harus bersikap seperti apa? Kamu tuh aneh Zif. Kamu mau menikahi ku, tapi masih mau mempertahankan pernikahan sebelumnya, kamu juga menikahi Indar!" Berang Shara "Lelaki tamak!" Umpat dalam batinnya.


"Sekarang aku tanya padamu, siapa yang lebih aneh? Aku atau situasi ini? Mayat Shara sudah ku kubur, lalu sekarang ada advokat yang menjadi kuasa hukumnya. Masuk nalar tidak?" Sambung Zif menunjuk kepalanya.


"Ya bisa saja kan Zif, bisa saja mayat yang kamu kubur bukan mayatnya, dari mana kamu yakin itu mayatnya?" Timpal Shara ketus.


"Lalu, dari mana kamu yakin bahwa Shara benar-benar masih hidup? Tau apa kamu tentang dia?" Lanjut Zif. Ada tatapan menyudutkan dari lelaki itu pada Cantik.


Shara terkesiap "Apa kau sedang menyangkal ku Zif?" Sekejap saja dia mengarahkan pikirannya ke sana.


"Aku hanya bertanya. Kenapa kamu sangat yakin, bahwa Shara ku masih hidup, kamu saja bukan siapa-siapa nya." Sanggah Zif.

__ADS_1


"Ahh sudahlah! Susah ngomong sama orang yang labil kayak kamu!" Shara pada akhirnya menyerah, dia masuk ke dalam mobil milik Zif untuk meyakinkan bahwa dia masih Cantik yang Zif sukai.


Zif menggeleng "Cantik, Cantik, ..." Gumamnya.


Zif berjalan memutari mobil, masuk dan duduk di jok bagian kemudi, setelah memastikan Cantik aman dengan sabuknya, ia menyalakan mesin, bergegas melajukan mobilnya, tak ada percakapan setelah itu. Shara dan Zif masih aktif dengan pergulatan batin masing-masing.


Hampir satu jam perjalanan.


Tibalah mereka di rumah utama Garry, Zif turun dari mobil, belum sempat Zif membukakan pintu Cantik sudah lebih dulu keluar dan berjalan menuju pintu utama.


Setelah ini Shara masih harus melakukan mediasi dengan keluarganya, akan seperti apa langkah yang harus di ambil kedepannya. Rupanya dengan cara yang tidak transparan, Zif tetap tak mau mempermudah jalannya perceraian.


Zif tahu Cantik sangat marah padanya, tapi dengan ekspresi kesabaran Zif mengejar, meraih tangan mulus wanita itu "Tunggu Yank." Cegah nya.


Shara menoleh "Kamu pulang gih. Aku masih banyak pekerjaan." Usirnya datar.


Zif tersenyum "Tunggu aku di sini. Tak lama lagi. Aku akan menjemput mu. Kita berdua, hidup bersama, selamanya." Lirihnya.


Terkadang, sulit sekali menangkap arti dari senyuman itu, Zif yang sekarang bukan Zif yang transparan bagi Cantik. Tidak seperti Zif yang dahulu menjadi kekasih Shara. Zif yang Selalu menunjukkan jati dirinya, tidak terus memberikan teka-teki padanya.


"Aku pulang, tapi sebelumnya, kau harus tahu, aku sangat mencintaimu." Untuk yang pertama kalinya Shara mendengar kata cinta dari Zif teruntuk Cantik.


Biasanya, Zif hanya mengatakan aku menyukai mu, atau aku yakin bisa mencintaimu. Kali ini sedikit terdengar janggal.


"Zif."


"Tidak perlu kamu jawab, aku tahu, kamu masih ragu padaku." Zif mengacak kecil puncak kepala gadis itu lalu pergi dengan kendaraan beroda empat nya. Meninggalkan Shara dalam keadaan bergeming.


...🖋️••••••••••••🖋️...


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2