
...Uang parkir nya, untuk tekan like dahulu sebelum baca.......
Di dalam apartemen Zif, Shara dan sang empunya rumah masih berkonfrontasi, keduanya saling menatap hening satu sama lain. Dalam angan Shara, ingin sekali mengatakan ceraikan aku, tapi lelaki di hadapannya tidak tahu bahwa dia adalah istrinya.
Bukan tidak mau beranjak pergi dari kehidupan Zif, tapi bagaimana caranya? Sebab masih ada pertalian sakral yang menjerat keduanya.
Seandainya pun harus menjalin hubungan baru, tentu saja Shara harus mengakhiri pernikahan sebelumnya terlebih dahulu.
Shara dilema dengan kehidupan fatamorgana nya, dia dianggap telah tiada tapi mayat siapa sebetulnya yang menggantikan posisinya? Siapa pula yang melakukannya? Masih ada banyak pertanyaan dalam dirinya.
Ingin sekali menggagalkan pernikahan Zif dan Indar, tapi ini tidak mungkin sebab Zif bukan lah lelaki yang tegas. Zif memang pemimpin perusahaan, tapi bukan seseorang yang mampu melawan keluarganya untuk menunjukkan bukti-bukti cinta.
"Kau bilang kau menyukai ku, Zif?" Setelah cukup lama terdiam Shara kembali menyeletuk.
Zif mengangguk "Sangat, sangat menyukai mu." Ujarnya.
"Dari kapan dan kenapa? Apa yang membuat mu menyukai ku?" Cecar Shara.
"Dari pertemuan pertama kita, di diskotek, satu Minggu kemudian kita bertemu kembali di bandara, semenjak saat itu aku rasa aku jatuh hati padamu." Zif meraih sekali lagi tangan halus Shara kemudian dia kecup, Shara hanya diam memandangi suaminya.
"Awalnya aku merasa, aku menyukai mu karena mirip seseorang di masa lalu ku, tapi kemudian, aku sadar, kamu adalah kamu, karena dia tidak pantas di bandingkan dengan mu!" Imbuh nya.
Shara terkesiap mendengar jawaban Zif kali ini, Shara tahu siapa masa lalu yang Zif maksudkan "Tidak pantas? Kenapa? Seburuk itu kah dia di matamu Zif?" Tanyanya mencecar, Shara naik pitam.
"Setidaknya kau takkan pernah meninggalkan ku seperti dia, kau nyata di hadapan ku, kamu bukan ilusi bagiku. Tidak seperti dia yang hanya menyisakan kenangan menyakitkan!" Sanggah Zif.
Shara mengernyit "Sejak kapan bicara Zif menjadi melantur seperti ini?" Batinnya.
"Oya, kamu tunggu di sini, aku ambil minum untuk mu." Zif pamit dan melangkah pergi menuju meja dapur ala bartender miliknya.
Sementara Shara melangkahkan kakinya, berjalan-jalan di sekitaran tempat itu, ada sebuah ruangan yang di namai My lovely di permukaan pintunya.
Kening Shara mengerut lalu kemudian penasaran dan mencoba memasuki pintu bercat abu terang itu "Wah!" Cemelos nya terkagum.
Shara mengedar pandangan, menyisir seluruh sudut tempat, dimana pada setiap sisinya terdapat foto-foto wajah lama Shara yang terpasang cantik dalam bingkai. Hampir semua celah dinding di isi foto-fotonya, tempat ini lebih mirip dengan galery.
"Ini semua foto wajah lama ku, aku bahkan hampir lupa bagaimana rupa ku dahulu." Gumam Shara pelan sembari mengamati satu persatu foto-foto wajah lamanya.
__ADS_1
Ada foto prewedding, foto perjalanan, foto piknik, dan foto-foto yang di ambil secara amatir oleh tangan sendiri. Ternyata Zif masih mengingat Shara sampai segitunya, bahkan membuat galery di apartemen barunya.
Sekali lagi Shara terenyuh "Kamu terlalu mencintai wajah cantik lama ku Zif. Sampai- sampai setelah aku buruk, kau bilang tak mengenal ku." Gumamnya kembali.
Derap langkah kaki terdengar mendekat, rupanya Zif datang dan membawa minuman berwarna oranye pada Shara "Orange juice." Katanya seraya menyodorkan.
"Terimakasih!" Shara menerima dan sedikit mencicipinya, rasa manis yang sama seperti saat Zif membuatkannya dahulu "Kamu bahkan masih mengingat takaran gula dan jeruk yang pernah aku kasih tahu padamu, sayangnya hanya sebatas itu cinta mu." Batinnya.
"Ini semua foto siapa? Apa semua wanita yang di foto ini, cinta pertama mu?" Shara kembali mengedarkan pandangan.
Zif mengangguk "Benar, tapi akan segera aku ganti dengan wajah mu." Pria itu meraih sebelah tangan Shara dan wanita ini menatapnya "Menikah lah dengan ku, Cantik, kita berdua hidup bersama." Ajaknya.
Shara menggeleng "Menikah? Atas dasar apa? Kamu tidak mencintai ku Zif. Aku yakin kamu hanya sesaat saja mengagumi ku, kamu memiliki alasan untuk menyukai ku, maka setelah alasan itu hilang, aku yakin kau akan membuang ku." Sanggah nya.
"Maksud mu?"
Shara berjalan dan duduk pada sofa yang terdapat di tengah-tengah galery foto tersebut, meletakkan gelas berisi jus jeruk pada permukaan meja. Zif lantas mengikuti langkah dan duduk tepat di sisi Shara.
"Kamu bilang, kamu menyukai ku, karena aku mirip dengan cinta pertama mu, lalu setelah aku tidak kamu anggap mirip, mungkin kamu melupakan ku." Ucap Shara.
Zif menggeleng "Tidak begitu, aku benar-benar tulus menyukai mu, aku serius padamu, hanya kebetulan saja kalian ada kemiripan." Ucapnya meyakinkan.
Zif mengernyit "Kenapa kamu bersikap seperti sudah mengenal ku? Kamu menjudge, tanpa melihat bukti-bukti rasa ku!" Sergah nya tak terima.
"Kalo begitu, batalkan pernikahan mu dengan Indar, baru setelah itu aku percaya padamu." Tantang Shara.
"Beri aku waktu meyakinkan Papah." Pinta Zif.
Shara mengalihkan pandangan mendapati tatapan rayu suaminya, Shara hapal sekali gerak-gerik lelaki itu, jika sudah seperti ini, Zif pasti menginginkan sesuatu.
"Kalo begitu, berusahalah, sekarang aku harus pulang. Terimakasih minuman nya." Shara beranjak dari duduknya lalu dengan cepat Zif berdiri dan menarik lengan wanita itu.
"Tunggu Cantik." Rindu yang menggebu menitahkan padanya untuk tidak melepas perempuan itu.
Zif tarik tengkuk Shara lalu mendaratkan kecupan ringan pada bibir isterinya, Shara terdiam dengan mata terbelalak tapi menikmati setiap kecapan pria itu yang berangsur-angsur membelitnya.
Zif menuntun Shara kembali duduk pada sofa tanpa melepas pagutan bibirnya yang perlahan turun ke area leher jenjang Shara dan berlabuh ke aset kembar nya.
__ADS_1
Shara meremang, merasai ketegangan suasana intens bersama Zif, biar bagaimanapun juga, Zif masih suaminya, walau hanya sesaat saja, Shara ingin melakukannya, sebelum nantinya ia benar-benar pergi meninggalkan lelaki itu.
"Aaahh!" Suara itu pernah terdengar di telinga Zif dan sangat familiar.
"Cukup, jangan! Jangan!" Ada suara-suara aneh dari halusinasi Zif yang merusak suasana hatinya "Jangan lakukan ini padaku, aku bukan Shara yang kau maksud!"
Mendapati halusinasi anehnya, sontak Zif melepas penyatuan bibir mereka lalu menatap tajam perempuan itu.
Napas Zif berderu "Pergilah!" Lirihnya dengan nada nanar dan bergetar.
Shara terkesiap, baru saja dia menikmati sentuhan lembut suaminya, lalu seper sekian detik Zif mengusir dirinya.
"Ada apa memangnya Zif?" Bingung Shara.
"Tidak apa-apa, pergi saja. Ku mohon pergilah!"
Perlahan Shara membetulkan posisi kerah bajunya, kemudian mengusap bibir basahnya, ia menurut untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Baru saja Shara ingin menutup pintu galery foto-foto nya, suara pecahan bingkai terdengar sangat keras dari dalam sana BRAK.
Shara terperanjat, lalu membalikkan tubuhnya kembali, mengintip dari celah pintu yang sengaja ia sisakan sedikit untuk mengamati aksi murka Zif.
"Ini semua karena mu, karena kamu yang mengkhianati ku, Shara! Seandainya tidak, aku tidak akan melakukan itu padamu!" Zif meneriaki bingkai yang terpecah belah di lantai marmer miliknya.
BRAK.
Zif kembali membanting satu bingkai foto ke arah foto yang masih terpajang di dinding, hingga beberapa diantaranya terjatuh berserakan.
"Aku merindukan mu, tapi di mana kamu sekarang hah? Kau pergi meninggalkan aku, tapi tidak membiarkan aku menyentuh wanita lain! Kamu egois Shara!" Histeris nya.
Shara berkerut kening, ia tergagu menatap aksi mengejutkan Zif "Ada apa dengan mu Zif? Apa benar, karena aku kamu depresi?" Batinnya bertanya-tanya.
"Tapi apapun itu, ini semua berawal dari ulah mu sendiri. Sekarang nikmati penyesalan mu." Perempuan itu melangkah pergi, berniat keluar dari apartemen mewah itu.
...🖋️••••••••••••🖋️...
...Bersambung, Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya 🤗 Terimakasih yang sudah Like Semoga berkah selalu hidup kalian......
__ADS_1
.
.