DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
TETAPLAH BERSAMAKU


__ADS_3

Sesampainya di Bandara, Tian berlari masuk menuju ruang informasi. Dengan nafas ngos ngosan ia bertanya pada petugas. Tubuh Tian terasa lemas, pasalnya pesawat dengan tujuan Kalimantan baru saja lepas landas. Ia terlambat karena terjebak macet terlalu lama.


Tian duduk di kursi sambil membungkuk menyangga kepalanya.


" Kenapa kau tinggalkan aku Yeshi? Aku sama sekali tidak mengharap perpisahan ini darimu. Kau mengambil keputusan sendiri, tanpa kau tahu jika keputusanmu ini menyakiti hatiku. Kau menghancurkan hidupku Yeshi. Kau pergi dengan membawa cinta dan hidupku, lalu apa yang tersisa dalam diriku saat ini? Tidak ada Yeshi. Tidak ada yang tersisa sama sekali, hiks... Hidupku hampa karena belahan jiwaku telah pergi. Hiks... Kenapa kau tidak meminta pendapatku? Kenapa kau lakukan ini Yeshi hiks... Asal kau tahu aku tidak menginginkan Rebecca, aku tidak menginginkannya. Aku hanya menginginkanmu. Aku ingin hidup bersamamu selamanya, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu Yeshi. Walaupun kau istri kedua ku tapi kau cinta pertama dan terakhirku." Isak Tian.


Tiba tiba seseorang yang menyodorkan sapu tangan ke arahnya. Tian menoleh ke samping dan,


Deg....


Jantung Tian terasa berhenti berdetak.


" Re... Rebecca." Gumam Tian mengusap air matanya.


" Maaf aku...


" Tidak apa apa Tian, aku mengerti. Akulah yang salah di sini, aku membuat cintamu hilang dan berpaling kepada Yeshi. Aku tidak heran kenapa kau bisa jatuh hati pada wanita sebaik Yeshi, aku menyadari itu Tian. Aku minta maaf karena telah menyia-nyiakan pria sebaik dirimu selama ini. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku tidak akan pernah melakukannya. Ingin sekali aku kembali hidup bersama denganmu, tapi aku sadar jika kau tidak akan bahagia hidup bersamaku. Kebahagiaanmu ada bersama Yeshi. Aku ikhlaskan kamu untuk Yeshi Tian, kejarlah cinta sejatimu! Semoga kau bahagia." Ucap Rebecca mencoba ikhlas menerima semuanya. Bukankah ini kesalahannya? Ia harus bisa menerima konsekuensinya.


Tian menatap Rebecca tidak percaya.


" Maafkan aku Rebecca, tanpa sepengetahuanmu aku telah mengirimkan surat gugatan cerai ke pengadilan. Aku memang tidak bisa hidup bersamamu lagi. Cinta itu telah kembali pada pemilik yang sebenarnya." Ujar Tian.


" Apa maksudmu Tian? Apa Yeshi cinta pertamamu? Apa kalian saling kenal sebelumnya?" Tanya Rebecca.


Tian menganggukkan kepalanya.


" Ternyata Yeshi gadis kecil yang telah mencuri hati Tian kecil waktu itu. Tian kecil berjanji jika setelah dewasa kami di pertemukan, Tian akan menikahi Yeshi walaupun dia sudah menikah. Yeshi rela menjadi yang kedua demi menyatukan cinta dan janji kami. Tanpa kami sadari Tuhan benar benar menyatukan cinta kami. Tapi sayang, sekarang Yeshi telah pergi. Sekarang aku sendirian, tidak akan ada senyuman Yeshi yang menghiasi hari hariku lagi." Ucap Tian sedih.


" Jangan bersedih! Kau masih bisa mendapatkan Yeshi. Jika kau memang pria sejati, kau akan mencari Yeshi kemanapun dia pergi. Apalagi kau tahu tujuan Yeshi pergi kan? Kau bisa menanyakan alamatnya pada pamannya." Ujar Tian.


Tian menatap Rebecca.


" Ya kau benar Rebecca, kenapa aku tidak kepikiran seperti itu? Terima kasih telah menunjukkan jalan kepadaku." Ucap Tian.


" Sama sama, semoga berhasil." Ucap Rebecca di balas anggukkan kepala oleh Tian.


Tian segera beranjak dari sana menuju pintu keluar. Tak lama Yoga menghampiri Rebecca di kursinya.


" Terima kasih kau mau bekerja sama denganku, kita akan menikah besok pagi. Dan ingat! Jangan mengganggu kehidupan Tian dan Yeshi lagi jika kau ingin kau dan bayimu selamat." Ucap Yoga.


" Iya aku berjanji." Sahut Rebecca.


" Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Aku rela menikahi Rebecca demi kebahagiaanmu Yeshi. Berbahagialah bersama pria yang kau cintai." Batin Yoga.

__ADS_1


Tian berjalan menuju mobilnya. Ia masuk ke dalam dan segera memasang sealbeltnya.


" Kenapa lama sekali?"


Tian menoleh ke belakang.


" Sayang." Pekik Tian refleks memanggil Yeshi.


Tian tersenyum bahagia, ia membuka sealbeltnya lalu pindah kursi penumpang. Ia duduk menghadap Yeshi lalu menatapnya dengan tatapan intens.


Saking bahagianya Tian tidak mampu berkata apa apa, tiba tiba matanya berkaca kaca. Ia menarik tubuh Yeshi ke dalam pelukannya.


" Hiks... Yeshi...." Isak Tian.


Yeshi mengelus punggung Tian. Cukup lama Tian menangis dalam pelukan Yeshi. Yeshi tidak menghentikannya, ia membiarkan Tian mengeluarkan kesedihan dan sesak di dadanya.


Setelah merasa lebih baik, Tian melepas pelukannya, ia mengusap air matanya lalu menangkup wajah Yeshi.


" Sayang." Ucap Tian membuat hati Yeshi berdesir.


" A... Aku... Aku mencintaimu." Ucap Tian menatap Yeshi. Yeshi tersenyum simpul.


" Aku tidak mau kehilanganmu sayang. Aku mohon jangan tinggalkan aku! Tetaplah bersamaku selamanya seperti janji kita waktu kecil dulu. Kita akan hidup bersama berdua." Ucap Tian.


" Ya berdua, aku telah mengajukan gugatan cerai kepada Rebecca. Rebecca juga sudah menerimanya."


" Aku juga sudah menandatangi surat perpisahan kita." Sahut Yeshi.


" Aku akan membakarnya. Aku tidak mau berpisah darimu. Aku mencintaimu Shika." Ucap Tian.


Yeshi membulatkan matanya mendengar panggilan Tian.


" Aku tidak menyadari jika selama ini aku telah menemukan Chris dan cowok tampanku. Aku juga mencintaimu Mas." Ucap Yeshi.


Tian memajukan wajahnya lalu...


Cup..


Tian mencium bibir Yeshi. Yeshi memejamkan matanya membuka sedikit mulutnya. Tian menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchinya. Suara decapan memenuhi mobil mereka. Keduanya saling menikmati indahnya bertukar saliva.


Di rasa kehabisan nafas, Tian melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibit Yeshi dengan jempolnya.


" Terima kasih." Ucap Tian.

__ADS_1


Yeshi memeluk Tian, ia menyusupkan wajahnya di dada bidang Tian menyembunyikan rasa malu di hatinya.


" Hei kenapa sayang? Apa kau malu?" Tanya Tian di balas anggukkan kepala oleh Yeshi.


" Tidak perlu malu sayang! Aku suamimu bukan orang lain. Apa ini ciuman pertamamu?" Tian bertanya lagi.


Yeshi kembali menganggukkan kepalanya. Tian tersenyum simpul mengetahui jika ia yang mencuri firstkiss Yeshi. Ada rasa bahagia tersendiri.


" Terima kasih telah menjaganya untukku." Ucap Tian.


" Sekarang ayo kita pulang!" Ucap Tian.


" Iya." Sahut Yeshi.


" Pindah lah ke depan! Karena aku suamimu bukan supirmu." Ujar Tian.


Keduanya pindah di kursi depan. Tian melajukan mobilnya menuju rumah tuan Reno.


" Kau berhutang penjelasan padaku sayang, bagaimana kau bisa membatalkan kepergianmu? Apa om Reno memberitahumu kalau aku akan menyusulmu ke Bandara?" Tanya Tian menoleh sekilas ke arah Yeshi.


Yeshi mengeluarkan ponselnya. Ia menyetel voice note yang di kirimkan Tian padanya.


" Yeshi jangan pergi! Kisah cinta kita bahkan belum di mulai sayang. Aku mohon jangan tinggalkan aku! Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu Yeshi. Ketahuilah Yeshi akulah cowok tampan yang kau cari, aku lah Chris yang menjanjikan pernikahan padamu. Aku akan mewujudkan keinginanmu untuk menjadikanmu istriku. Namun kali ini aku akan menjadikanmu istriku satu satunya."


Tian mengerutkan keningnya.


" Kapan aku mengirim pesan suara itu?" Tanya Tian.


Tian mencoba mengingat ingatnya.


" Ah ternyata tanpa sadar aku merekamnya di kontak kamu. Tapi percayalah sayang, itu cara Tuhan mempersatukan kita." Ucap Tian.


" Iya Mas, aku yakin cinta yang tulus tidak akan bisa di pisahkan begitu saja. Aku saja terkejut saat mendengar voice note darimu." Sahut Yeshi.


" Kau juga berhutang penjelasan padaku Mas." Ucap Yeshi.


" Penjelasan yang mana?" Tanya Tian.


" Saat makan malam kemarin." Sahut Yeshi.


" Kau salah paham sayang, aku...


Akhirnya Tian menceritakan niat dan tujuannya mengajak Yeshi makan malam sampai kacau karena kabar Rebecca kecelakaan. Yeshi bernafas lega mendengarnya. Ia merasa sangat bahagia ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2