
" Ecca apa kau mau makan bakso hari ini?" Tanya pria itu masuk ke dalam.
" Eh rupanya ada tamu, maaf aku tidak tahu." Ucapnya duduk di samping Rebecca.
Yoga menatap keduanya dengan tatapan tajam.
" Siapa dia Ecca? Kelihatannya dia dari kota." Ujarnya.
" Dia suamiku Sid."
" Apa???" Pekik pria itu tidak percaya.
" Dia suamimu? Kamu bilang kalau kamu tidak pernah memberikan alamat ini kepada siapapun, lalu bagaimana bisa suamimu menemukanmu di sini?" Tanyanya.
" Siapa dia Rebecca?" Tanya Yoga menatap Rebecca tajam.
" Dia tetangga sebelah Ga namanya Rasid, dia yang selalu menemaniku selama aku di sini." Sahut Rebeca membuat Yoga merasa jelous.
" Apa ini sebabnya kamu betah tinggal di sini?" Selidik Yoga.
" Ya.. Bagaimana Ecca tidak betah di sini kalau aku membuat Ecca nyaman tinggal di sini. Tidak sepertimu yang tidak pernah menghargai Ecca selama ini." Sahut Rasid.
" Apa kau menceritakan masalah kita pada orang lain? Apa kau membuka aib rumah tangga kita pada pria ini?" Tanya Yoga dengan suara sedikit keras.
" Aku tidak pernah cerita pada siapapun kecuali budhe Lami. Itupun karena budhe memaksaku." Sahut Rebecca.
" Kau jangan menyalahkan Ecca ataupun bibi Lami, mereka tidak bilang apapun padaku. Tapi aku mendengar saat mereka berbicara." Ujar Rasid.
" Dan aku menyayangkan sikapmu padanya. Dulu kau yang memaksanya untuk menikah denganmu, tapi setelah kau menikah dengannya kau malah menyalahkannya untuk hal itu. Ini tidak adil untuk Ecca bro." Ucap Rasid.
Yoga menatap Rasid dengan tatapan tidak suka.
__ADS_1
" Jangan ikut campur dalam urusan rumah tanggaku! Memangnya siapa kau? Budhe Lami saja tidak mau ikut campur. Kau yang orang luar sok sokan ikut bicara. Jika kau punya sedikit malu saja, kau pasti akan keluar meninggalkan kami. Kau tidak ada hubungannya dengan kami, Rebecca istriku jadi jaga batasanmu." Ucap Yoga.
Rasid menatap Rebecca di balas anggukkan kepala oleh Rebecca.
" Kau tidak ingin makan bakso?" Tanya Rasid.
" Tidak hari ini, lain kali saja." Jawab Rebecca.
" Baiklah, kalau ada apa apa panggil aku." Ucap Rasid.
Rebecca tersenyum kepadanya membuat Yoga nampak sangat kesal. Rasid keluar dari rumah bu Lami meninggalkan mereka berdua.
" Kemasi barang barangmu! Kita pulang sekarang juga." Titah Yoga membuat Rebecca mengerutkan keningnya.
" Kenapa kau memerintahku tanpa mau tahu pendapatku? Apa begini caramu memperlakukan istrimu? Aku bukan Yeshi yang selalu bisa bersikap baik pada semua orang, dan aku paling tidak suka di atur atur oleh siapapun. Ini hidupku dan aku ingin menjalani hidup sesuai keinginanku. Ingat itu!" Ucap Rebecca meninggalkan Yoga. Ia masuk ke kamarnya.
Yoga menarik kasar rambutnya. Niatnya ingin meminta maaf dan membujuk Rebecca dengan halus malah semuanya menjadi kacau gara gara ia cemburu dengan Rasid.
" Rasidi benar benar mengacaukan semuanya, awas kau Rasidi... Aku akan buat perhitungan kepadamu. Dasar Rasidi pria desa yang sok jadi pahlawan kesiangan buat Rebecca, tidak akan aku biarkan dia mendekati Rebecca." Gumam Yoga.
Grep...
Yoga memeluk Rebecca dari belakang, ia menyandarkan dagunya pada pundak Rebecca.
" Aku minta maaf! Selama ini aku telah menjadi pria yang egois. Aku terlambat menyadari perasaanku padamu, aku berpikir kalau yang aku rasakan padamu hanya rasa saling melengkapi saja. Tapi aku salah, ternyata aku mencintaimu. Aku mencintaimu Rebecca, aku berniat untuk memperbaiki semuanya. Aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian berdua." Ucap Yoga.
" Untuk itu kembalilah bersamaku, aku akan membawamu pulang ke rumah. Kita akan hidup bersama ibu dan adikku. Kita akan menjadi keluarga bahagia selamanya. Jika kau tidak mau melakukannya demi aku, maka lakukanlah demi anak kita." Sambung Yoga.
" Ya kau benar, aku akan kembali bersamamu demi anak kita. Hatiku terlalu lama menahan sakit selama ini, untuk itu aku kembali dengan hati yang baru. Hatiku tidak akan bisa sama seperti dulu lagi. Hati yang mencintaimu, meyanyangimu, dan selalu mengharapkanmu telah mati dengan sikap abaimu yang hampir membuat nyawa anakku melayang. Sekarang yang ada hanyalah kebencian, aku akan bersikap ataupun melakukan apa yang aku inginkan. Dan kau tidak bisa memaksaku untuk menuruti perkataanmu." Sahut Rebecca.
Yoga memejamkan matanya, rasanya sakit mendapat perlakuan dingin dari Rebecca, Apalagi mendengar ucapan kebencian darinya, namun Yoga harus menahannya. Sakit yang ia rasakan tidak seberapa di banding rasa sakit yang Rebecca alami selama ini.
__ADS_1
" Aku tidak akan menuntut apa apa padamu, kau mau kembali padaku saja aku sudah bahagia. Lakukan apa yang kau mau, aku akan selalu menerimanya. Sekarang berkemaslah! Kita akan kembali ke Jakarta siang ini juga." Ucap Yoga.
" Lepaskan pelukanmu baru aku bisa berkemas." Ujar Rebecca.
Yoga tersenyum, tiba tiba...
Cup...
Rebecca mematung saat Yoga mencium pipinya. Ada gelenyar aneh merasuk ke dalam hatinya.
" Sekuat apapun aku berusaha untuk membencinya, namun pada kenyataannya tetap tidak bisa. Rasa cinta yang ada di hatiku begitu mendalam untuknya. Semoga keputusanku kembali padanya adalah keputusan yang tepat, aku tidak mau anakku terlahir tanpa seorang ayah. Satu bulan di sini aku cukup mengerti bagaimana aku harus hidup, selama ini aku terlalu buruk dalam menjalani kehidupanku. Aku banyak menyakiti hati Tian dan Yeshi, aku akan meminta maaf pada mereka setelah kembali ke Jakarta. Aku ingin menjalin hubungan kekeluargaan dengan mereka agar aku tidak merasa sendiri." Ujar Rebecca dalam hati.
" Sayang." Yoga mengguncang pelan bahu Rebecca membuat Rebecca tersadar.
" Ah iya." Ucap Rebecca.
" Kenapa kamu melamun hmm? Apa yang kau pikirkan sayang? Buruan berkemas! Aku akan membantumu." Ucap Yoga.
" Tidak ada barang yang harus aku bawa, karena aku ke sini tanpa membawa apa apa. Jika kita mau pergi, tinggal pergi saja." Sahut Rebecca.
" Terus baju baju yang kau pakai ini punya siapa?" Tanya Yoga menatap Rebecca.
" Aku hanya punya beberapa saja, karena uangku tidak cukup untuk membeli banyak baju." Sahut Rebecca.
" Ya sudah ayo kita berangkat, kau panggil budhe dulu gih keburu kesiangan." Ujar Yoga.
Rebecca memanggil bu Lami di rumah tetangga sebelah. Setelah itu mereka berpamitan. Banyak wejangan yang bu Lami tuturkan kepada mereka berdua. Mereka hanya bisa menganggukkan kepala tanda setuju dengan semua ucapan yang keluar dari bibir bu Lami.
Setelah berpamitan Yoga dan Rebeca kembali ke Jakarta dengan mengendarai mobilnya. Di dalam perjalanan Yoga menggenggam tangan Rebecca, sesekali ia menciuminya.
" Terima kasih sayang telah kembali padaku, semoga kau hidup bahagia bersamaku." Ucap Yoga.
__ADS_1
" Hmm." Gumam Rebecca.
TBC....