
" Kata kata yang keluar dari mulut Adek yang manis ini tidak bisa di tarik kembali. Persiapkan diri Adek karena Mas akan datang melamar Adek malam ini juga."
" Hah????" Yolan melongo mendengarnya.
" Mamas yang tampan, dengarkan adek ya." Ujar Yolan mengelus bahu Yoseph.
" Adek tidak mau menikah dengan Mas, Mas terlalu tua buat Adek. Lagian Adek tadi cuma bercanda Mas, so lupakan saja ya. Adek permisi." Ucap Yolan melewati Yoseph.
Yoseph membiarkan Yolan pergi, toh ia sudah dapat alamat dan nomer ponsel Yolan. Yoseph tersenyum sendiri seperti orang gila.
" Tidak ku sangka jodohku adek kecil sepertinya, usia kami terpaut tiga belas tahun." Gumam Yoseph menggelengkan kepala.
Yoseph berjalan keluar dari mall tersebut. Ia melajukan mobilnya menuju rumah Yeshi. Dua puluh menit ia sampai di sana. Ia segera masuk ke dalam menghampiri Yeshi di kamarnya.
Yeshi menatap Yoseph sambil mengerutkan keningnya karena Yoseph berjalan lenggang tanpa membawa apa apa di tangannya.
" Kak..
" Yesh aku bahagia banget hari ini." Ucap Yoseph dengan mata berbinar. Ia duduk di tepi ranjang.
Tian dan Yeshi saling melempar pandangannya.
" Yeshi bantu aku memilih cincin pertunangan." Ucap Yoseph membuat Yeshi melongo.
" Cincin pertunangan? Memangnya siapa yang mau tunangan Kak?" Tanya Yeshi mengerutkan keningnya.
" Aku."
" Apa???" Pekik Tian dan Yeshi bersamaan.
" Kamu mau tunangan? Yang bener? Sama siapa Kak? Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah punya pacar?" Tanya Yeshi penasaran.
" Namanya hampir sama dengan namaku. Yolanda.. Yoseph Yolanda... Dia cantik, cerdik dan humble seperti kamu. Dia juga senang bercanda dan baik hati membuat aku selalu ingin di dekatnya. Aku jatuh cinta padanya Yeshi, aku akan melamarnya malam ini." Ujar Yoseph membayangkan Yolan.
" Memangnya kamu kenal dimana Kak?" Tanya Yeshi lagi.
" Di mall" Jawab Yoseph.
" Berapa lama kalian pacaran?" Yeshi bertanya lagi.
" Tidak sampai satu jam, aku baru saja kenalan dengannya"
" Apa?" Pekik Yeshi lagi lagi terkejut.
" Baru saja kenalan kamu sudah mau main lamar anak orang gitu aja Kak? Apa nggak terlalu terburu buru Kak? Memangnya kamu tidak mau mencari tahu darimana dia berasal, bagaimana dia, keluarganya, dia sudah lunya pasangan atau belum? Minimal ya belum punya pacar gitu?" Ujar Yeshi.
" Tidak.. Aku sudah tahu semuanya. Kau lupa siapa kakakmu? Dengan memejamkan mata saja aku bisa tahu siapa dia." Sahut Yoseph.
" Ah iya aku lupa, tapi apa dia mau menerima lamaranmu Kak? Aku khawatir kalau dia menolakmu, terus kamu jadi gila karena penolakan itu." Ujar Yeshi.
" Sadis bener jadi adik." Ujar Yoseph.
__ADS_1
" Kita membayangkan yang pahit pahit dulu Kak. Kamu harus menyiapkan mental sekuat baja, jadi kalau dia menolakmu kamu tidak akan syok." Ujar Yeshi.
" Akan aku pastikan dia menerima lamaran ku, dia harus bertanggung jawab karena telah mencuri hatiku." Sahut Yoseph.
" Ini nih ucapan orang yang lagi jatuh cinta. pantang menyerah." Ucap Yeshi.
" Udah ayo kita beli cincin pertunangan! Terus kita beli seserahan yang harus kita bawa ke sana. Hubungi keluarga Tian, minta mereka ikut melamar Yolan untukku." Ucap Yoseph antusias.
" Kak, ajak om Reno sebagai orang tua kita untuk meminang Yolan. Bagaimanapun dia keluarga kita satu satunya. Kau tidak bisa melakukan pertunangan tanpa dia." Ucap Yeshi.
Yoseph menatap Yeshi begitupun sebaliknya.
" Benarkah begitu?" Tanya Yoseph.
" Iya Kak, kita masih punya keluarga. Jangan biarkan dirimu menjadi sebatang kara karena kebencianmu pada om Reno. Atau keluarga mereka akan berpikir jika kau anak buangan. Maaf aku harus mengatakan ini." Ucap Yeshi.
" Baiklah, setelah belanja semuanya kita akan ke sana." Sahut Yoseph.
" Kenapa kita? Kamu aja kali Kak." Ujar Yeshi.
" Aku takut ke sana sendirian, aku tidak tahu bagaimana cara aku ngomong sama om Reno. Jadi kamu nanti yang harus memberitahu om Reno." Ucap Yoseph.
" Badan aja gedhe, tapi nyali ciut." Cebik Yeshi.
" Biarin." Sahut Yoseph.
" Jangan lupa hubungi keluargamu Yan." Ucap Yoseph.
" Maaf Bang, aku tidak punya siapa siapa di sini. Aku hidup sebatang kara selama ini." Ucap Tian. Yoseph melongo mendengarnya.
" Tidak apa apa." Sahut Tian.
" Ya sudah sekarang ayo kita belanja." Ajak Yoseph.
" Ngapain repot repot belanja Kak, tinggal telepon pihak WO aja minta mereka menyiapkan semuanya. Cincin tunangan sama hantarannya beres." Ujar Yeshi.
" Ah iya kau benar, cepat telepon sekarang." Ucap Yoseph.
Yeshi segera melakukan apa yang Yoseph minta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam tujuh malam Yoseph, Yeshi, Tian dan tuan Reno menuju rumah Yolanda yang berada di perumahan residence xx. Setelah sampai di depan rumah besar nan mewah, Yoseph Tian menghentikan mobilnya.
" Beneran ini rumahnya Kak? Coba telepon Yolan. Jangan sampai kita salah melamar orang." Ujar Yeshi.
" Baiklah aku telepon dulu." Sahut Yoseph.
Saat Yoseph hendak menelepon Yolan, tiba tiba tatapannya tertuju pada mobil yang baru masuk ke halaman rumah. Ia melihat gadis cantik turun dari mobil itu yang tak lain adalah Yolan.
" Itu Yolan." Ucap Yoseph segera turun dari mobil.
__ADS_1
Yoseph berlari menghampiri Yolan.
" Yolan." Panggil Yoseph.
Yolan yang hendak membuka pintu menoleh ke asal suara.
Deg...
" Oh my god!!" Gumam Yolan menepuk jidatnya saat melihat beberapa orang turun dari mobil dengan membawa hantaran.
" Yolan Mas udah datang untuk melamarmu." Ucap Yoseph berdiri di depan Yolan sambil tersenyum bahagia melihat pujaan hatinya.
" Mas kamu apa apaan sih! Aku kan tadi udah bilang kalau aku cuma bercanda.Terus ngapain ini Mas bawa bawa orang segala Mas. Orang tuaku bakal jantungan karena masalah ini. Ngebet banget sih pengin nikah." Ucap Yolan sedikit kesal.
" Kamu menolak Mas? Bahkan sebelum Mas bertemu dengan orang tua Adek? Apa Adek setega ini sama Mas?" Tanya Yoseph dengan wajah kecewa.
" Baiklah Mas minta maaf karena membuat Adek tidak nyaman. Mas pulang." Yoseph berlalu dengan lesu membuat Yolan tidak tega. Bagaimanapun ia yang bertanggung jawab atas semua ini.
" Mas." Panggil Yolan saat Yoseph hendak membuka pintu mobilnya.
Yolan berlari menghampiri Yoseph. Ia menatap Yeshi, Tian dan tuan Reno.
" Aku minta maaf." Ucap Yolan.
" Tidak apa apa, mungkin Mas yang terlalu berharap...
" Silahkan masuk, kalian harus bertemu kedua orang tuaku." Ucap Yolan membuat Yoseph melongo.
Tian dan Yeshi saling melempar pandangan.
" Maksud Adek...
" Aku tidak bisa berjanji untuk menerima lamaranmu, tapi temui orang tuaku dulu. Kalau mereka setuju aku juga setuju." Ucap Yolan.
" Benarkah?" Tanya Yoseph dengan mata berbinar.
" Hmm." Yolan menganggukkan kepalanya.
" Terima kasih." Ucap Yoseph bahagia. Walaupun keinginannya belum terpenuhi sepenuhnya namun setidaknya sudah lima puluh persen.
" Ayo masuk!" Ucap Yolan.
Yolan menggandeng tangan Yoseph menuju pintu rumahnya di ikuti yang lainnya. Yoseph nampak seperti calon mempelai pria sungguhan.
Saat Yolan hendak membuka pintu, tiba tiba pintu sudah terbuka dari dalam.
" Mama." Ucap Yolan menatap nyonya Disa.
" Kamu sudah pulang, bersiaplah sayang! Sebentar lagi keluarga Arlon datang melamarmu."
Jeduarrrrr....
__ADS_1
Nah loh...
TBC...